STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 81 Arc Negeri Alfteim end : Terkejut


__ADS_3

.


#NEGERI ALFTEIM


.


#Keesokan Hari


.


Setelah mengikuti perlombaan memanjat Pohon Kehidupan kemarin, kini Naruto sudah kembali ke Kerajaan Undine dan sampai pada waktu malam hari.


Dapat dilihat di pagi hari disalah satu kamar kerajaan terdapat sepasang suami istri (belum menurut Naruto) sedang tertidur pulas dengan sang wanita merangkul sang pria,


dan sepertinya sang pria atau Naruto sudah mulai ada tanda-tanda akan terbangun.


"Emmmmmmhhh!"


Naruto menggeliat dari tidurnya langsung terbangun dan membentangkan tangannya sangat lebar untuk merenggangkan otot-otot kelelahan yang telah dilakukan kemarin.


Naruto lalu beranjak dari atas tempat tidurnya dan melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka setelah melihat sebentar wajah tidur Asuna.


Hingga tak berselang lama Naruto keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah masih terlihat jelas di wajahnya.


"Emmmmmnhh!"


Dan Asuna juga sepertinya terbangun langsung mengucek-ucek matanya kemudian tolah-toleh seperti mencari sesuatu dan akhirnya pandangannya tertuju pada Naruto yang sedang duduk di dekat meja kecil di samping ranjang tempat tidur mereka.


Sontak Asuna langsung tersenyum kemudian beranjak dari ranjangnya dan langsung merangkul Naruto dari belakang dengan tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam saja.


"Pagi Naruto-kun,"


Cup!


Sapa Asuna sambil merangkul Naruto langsung mencium pipi Naruto dengan wajah senangnya yang terlihat jelas di wajahnya.


"Huh mandilah, cerminkanlah sebagai seorang ibu atau istri yang patut dihormati oleh suaminya," kata Naruto tanpa menoleh ke arah Asuna karena sedang membuka sebuah gulungan yang penuh kanji rumit di dalamnya.


"Hai, hai, maafkan aku sayang," kata Asuna sambil melepaskan rangkulannya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dan Naruto hanya menghela nafas saja melihat hal itu.


.


# 15 menit kemudian


.


CKLEK!


.


Pintu kamar mandi pun terbuka dan menampakkan sosok Asuna dengan handuk putih melilit tubuhnya dari dada sampai pahanya menutupi area terlarangnya dan melangkah menuju sebuah lemari besar yang ada di dalam kamar tersebut.


"Kita akan berangkat sore ini, karena aku ingin berjalan saja menuju gerbang ke dunia manusia yang ada di hutan jauh di sebelah barat kerajaan ini," kata Naruto membuat Asuna yang sedang memilih baju untuk dipakai langsung menoleh ke arah Naruto yang tak menoleh ke arahnya.


"Hai, dan aku masih ada waktu untuk menyiapkan barang-barangku dan Liya yang akan dibawa ke sana," balas Asuna sambil memakai baju yang sudah diambil dari lemarinya dan dijawab anggukkan oleh Naruto.


Kemudian Asuna melangkah keluar ke pintu keluar kamar meninggalkan Naruto yang masih betah dengan gulungannya langsung menuju dapur kerajaan untuk memasak entah apa sehingga membuat koki dan pelayang terheran-heran dengan kelakuan Asuna yang tak seperti biasanya semenjak ada Naruto di Kerajaannya.


.


# 2 jam kemudian


.


2 jam telah terlewati dan kini entah kenapa kerajaan Undine sedikit ramai karena hadirnya Licht,


Benimaru dan Klein dari kerajaan lain yang katanya ada kepentingan dengan Naruto membuat Lord Undine sedikit bingung dengan keadaan Kerajaanya akhir-akhir ini yang terbilang banyak perubahan setelah kehadiran Naruto,


yang pastinya Kerajaan Undine jadi lebih terkenal di seluruh Negeri Alfteim.


"Wah, wah, kenapa ramai sekali di sini ya?" suara Naruto yang sedang melangkah menuju ruang tengah kerajaan setelah melihat Licht, Benimaru, dan Klein dengan sekotak peti entah apa isinya di samping mereka masing-masing.


"Sesuai taruhannya, karena kau menolak taruhan pertama dariku dan Klein, maka ini yang bisa kami beri," balas Benimaru sambil menunjuk kotak peti ukuran sedang di samping kakinya yang entah apa isinya.


"Hehe, kau tau sendiri apa jawaban dari Asuna kemarin kan," kata Naruto setelah dekat dengan mereka bertiga membuat ketiga pria di hadapan Naruto menghela nafas mengerti sambil mengingat kejadian kemarin.


.

__ADS_1


.


#Flashback On


.


Sore di bawah Pohon Kehidupan


.


WUSH!


.


DUAR!


.


Suara ledakkan lumayan besar di bawah Pohon Kehidupan setelah terjadi hantaman benda jatuh dan mengakibatkan banyak debu beterbangan di mana-mana membutakan pandangan mata orang-orang yang dekat dengan sumber ledakkan.


Hingga tak berselang lama debu yang menutupi pandangan mata orang-orang tertiup angin dan secara perlahan memperlihatkan sosok Naruto yang berdiri tegak di tengah-tengah cekungan yang berdiameter 6 meter dan sedalam 60 cm sambil menggenggam botol yang penuh dengan air.


Sontak kejadian tersebut membuat orang-orang terkejut.


bahkan Licht, Benimaru dan Klein terbengong-bengong dengan aksi Naruto tapi beda dengan para wanita yang malah terkagum-kagum melihat aksi Naruto yang menurutnya keren apalagi dengan tubuh kekar atletisnya yang menghipnotis pandangan para wanita yang melihatnya.


"Ah! Akhirnya mendarat juga," kata Naruto dengan tampang bodohnya menghiraukan orang-orang di sekitarnya yang melihatnya dengan pandangan terkejut dan kagum bagi para wanita.


"Na Naruto-san, ka-kau berhasil sampai puncak?" tanya Licht yang terkejut dari kejauhan.


"Yap! Dan ini Sumber Air Abadinya," balas Naruto santai sambil menunjukkan botol berisi penuh air yang sangat jernih.


.


"HUUUOOOOOOOOOOOOW!"


"HEBAAAAAAAAAAT!"


"AKHIRNYA ADA YANG BISA MENCAPAI PUNCAK!"


.


.


Berbagai teriakan-teriakan dan tepuk tangan pun terdengar setelah mereka tersadar dari apa yang mereka lihat sekarang ini.


Dan Naruto hanya tersenyum kikuk melihat kehebohan mereka dan tanpa pikir panjang langsung melangkah ke meja para juri untuk menyerahkan botol berisi airnya.


"Sesuai peraturan, siapa yang bisa sampai puncak dan mengambil Sumber Air Abadi maka seperempat air itu akan menjadi pemilik si pengambil," kata Naruto tepat di depan meja juri dengan botol air berukuran sedang ditaruh di atas meja.


"Y-ya, dan kau boleh mengambil hadiah langsung di sana karena sudah diputuskan langsung bahwa dirimulah pemenangnya," balas sang juri tak percaya langsung menunjuk panggung hadiah yang isinya 1 peti berisi emas dan dijawab anggukkan oleh Naruto.


"Dan diharapkan jangan pergi dalam waktu 15 menit dari sini untuk penyerahan pembagian airnya, dan kami para juri sangat berterima kasih terhadapmu karena keberhasilanmu. karena air yang kau dapat akan digunakan dalam hal kedokteran yang pastinya jasamu sangat penting dalam hal ini," sambung sang juri memuji Naruto membuat Naruto cengengesan kikuk karena tak biasa dengan pujian.


"Apakah aku boleh pergi untuk menghampiri keluargaku di sana?" tanya Naruto sambil menunjuk rombongan Asuna dan Liya yang sedang melambaikan tangannya sangat semangat.


"Boleh, yang terpenting jangan meninggalkan tempat perlombaan ini terlebih dahulu," balas sang juri memberikan ijin membuat Naruto mengangguk lalu berbalik badan dan melangkah ke tempat Asuna dan Liya berada.


"PAPA!"


BRUK!


Tiba-tiba Liya melompat langsung memeluk Naruto sangat senang membuat Naruto hampir terjungkal ke belakang.


"Papa hebat! Apakah Liya bisa seperti Papa yang bisa berlari di permukaan pohon kayak tadi?" tanya Liya yang sekarang malah di gendongan Naruto yang sedang melangkah ke tempat Asuna yang sedang tersenyum padanya.


"Bisa, kan Liya anak ayah," balas Naruto tersenyum membuat Liya tambah senang tingkat dewa.


"Tidak kusangka kau membuat kami terkejut, oh bahkan seluruh kerajaan di Negeri ini akan terkejut dan pastinya berita ini akan cepat tersebar ke seluruh kerajaan," kata Benimaru yang menghampiri Naruto di belakang Asuna.


"Dengan berita 'telah dipecahkan rekor tertinggi, satu-satunya orang yang telah mencapai puncak Pohon Kehidupan yaitu Uzumaki Naruto suami dari Asuna putri dari kerajaan Undine' dan pastinya akan menjadi topik utama berita di seluruh kerajaan," timpal Klein di samping Benimaru membuat Naruto cengengesan tak jelas karena tak kuasa dengan sanjungan dan Liya sudah turun dari gendongannya.


"Ngomong-ngomong untuk taruhanya, besok akan aku antarkan ke kerajaan Undine secepatnya," kata Licht tenang tapi membuat para pria langsung ditatap oleh para wanita dengan tatapan minta penjelasan.


"Up!" dengan cepat Licht langsung membekap mulutnya dengan tangannya karena merasa keceplosan saat mengucapkan sesuatu.


"Apa yang kakak taruhkan ha!" kata Shion dan Tuka bersamaan menatap Benimeru dan Licht dengan tatapan horor.

__ADS_1


"Na-Ru-To-kun, coba jelaskan apa yang kalian pertaruhkan ha!" kata Asuna menatap tajam Naruto dengan aura horor menyelimuti tubuhnya.


.


GLEK!


.


Sontak ketiga pria yang ditatap seperti itu langsung menelan ludah kasar secara bersamaan.


" SIAL! Wanita memang mengerikan di mana-mana!" batin Naruto, Benimaru, Licht secara bersamaan merinding ngeri.


" Fiuh! Untung saja aku tak memiliki saudara perempuan ataupun istri untuk saat ini, sungguh mengerikan," batin Klein kikuk dengan tingkah ketiga pria yang sedang ditatap oleh para wanita.


" Mama sereeeeeeeeem!" batin Liya merinding ngeri ketika melihat Asuna saat ini.


.


"Jadi bisa jelaskan? Apa maksud dari pertaruhan kalian bertiga?" kata Asuna menatap tiga pria di hadapannya.


"Hey Asuna-san, bukan kami bertiga yang ikut dalam taruhan, Klein juga ikut," balas Benimaru. Sontak para wanita langsung menoleh ke arah Klen yang sedang gelagapan seperti maling ketangkap basah.


"Kesini kau Klein!" bentak Asuna,


Shion dan Tuka bersamaan membuat Klein merinding ngeri langsung bergabung dengan para pria di hadapan Asuna.


" Kenapa aku juga kena si?" batin Klein yang sudah bergabung dengan para pria.


"Jelaskan sekarang!" bentak Asuna, Shion dan Tuka bersamaan sambil menatap tajam Naruto, Benimaru, Licht dan Klein.


Sedangkan Miya, Centorea, Papi dan Liya mereka diam berdiri di belakang ketiga wanita yang sedang menatap tajam para pria.


.


# Skip time


.


"Klein! Benimaru! Ganti hadiah taruhannya!" bentak Asuna setelah mendengar penjelasan dari para pria di hadapannya.


"La kenapa harus ganti? Adikku juga setuju, iyakan Shion?" balas Benimaru kemudian bertanya kepada Shion yang sedang bersemu merah.


"Um! Aku mau kok," jawab Shion malu-malu membuat Asuna langsung menatap tajam Benimaru.


"POKOKNYA GANTI! SUAMIKU HANYA MILIKKU! TITIK TIDAK ADA KOMA!" bentak Asuna sangat keras membuat Benimaru langsung terdiam.


"Terus? Kami harus ganti hadiahnya dengan apa, Asuna-san?" tanya Klein yang heran, kenapa Asuna tak suruh untuk menolak saja tapi malah disuruh ganti, pikir Klein saat itu.


"Ganti dengan hadiah yang sama dengan Licht-san saja, aku tak akan menolak," balas Asuna dengan entengnya membuat Klein dan Benimaru sweatdrop.


.


" Dasar ibu-ibu gila harta," batin Klein dan Benimaru ketika melihat tampang biasa saja yang di tunjukkan oleh Asuna saat ini.


.


"Yah Asuna-chan jangan gitu lah, bukan cuma diriku yang mau, yang lain juga mau kok jadi bahan taruhan mereka," kata Shion dan didukung anggukan para wanita yang lain di belakangnya.


"TIDAAAAAAAAAAAAAK! POKOKNYA TIDAK!" teriak Asuna langsung menyekap Naruto seperti melindungi barang berharga sambil menatap tajam para wanita.


"A-Asuna, se-sesak," kata Naruto kesusahan bernafas karena Asuna menyekap di lehernya sehingga tak bisa nafas.


Hahahahahaha!


Dan selanjutnya hanya diisi tawa senang oleh mereka karena bisa melihat tingkah konyol Naruto dan Asuna yang kelewat absurd yang diperlihatkannya saat itu.


Hingga tak berselang lama juri memanggil Naruto untuk pemberian Sumber Air Abadi dan hadiah sebagai pemenang dan itu sebagai tanda berakhirnya festival tahun ini yang terbilang lebih ramai daripada tahun-tahun sebelumnya.


Dan semua orang-orang yang menghadiri festival mula membubarkan diri masing-masing tak terkecuali rombongan Naruto yang juga mulai melangkah menuju penginapan untuk berkemas dan pulang ke kerajaan masing-masing.


.


#Flashback off


.


T.B.C

__ADS_1


Yo hallo Minna maaf nih kalo beberapa hari kagak bisa update maklumlah di pelosok ada kalanya jaringan enak ada pula sebaliknya.


__ADS_2