STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 215


__ADS_3

.


# 1 Minggu kemudian (Siang)


.


*Sring!*


.


Naruto muncul tepat di depan pintu gua. ia sekarang tidak sendirian, melainkan bersama Katerea dan Olive kecil di gendongan Katerea.


Kemudian, mereka langsung memasuki gua, dengan Katerea yang mengikuti Naruto di belakangnya. Menyusuri lorong-lorong gua, hingga tak lama kemudian sampai pada salah satu ruangan di dalam gua tersebut.


"Yo,"


Naruto menyapa, sontak membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan, dengan Meliodas yang terlihat sedang duduk santai, Ban yang duduk sambil minum-minum sake, Growther yang sedang membaca buku di pojokkan, serta Merlin, Elizabeth dan Ingvild yang nampaknya sedang asik mengobrol.


Sontak mereka semua langsung menoleh ke arah pintu ruangan.


"Shisho/Nii-san, Nee-san," ucap Ban dan Ingvild bersamaan.


Ingvild yang tau siapa yang datang langsung melangkah menghampiri, dan yang dituju si Olive kecil yang berada di gendongan Katerea.


"Hey Olive-chan," sapa Ingvild sambil menyentuh hidung mungil si Olive.


Sapaan Ingvild akhirnya mendapatkan respon, dengan lambaian tangan Olive kecil yang terlihat ingin berpindah gendongan ke Ingvild.


Katerea tersenyum melihatnya, ia berkata.


"Nampaknya Olive ingin kau yang gendong, Ingvild-chan,"


"Waaah, sini-sini Olive-chan bersama Nee-san," Ingvild terlihat senang, ia langsung membentangkan tangannya, dan Katerea langsung memberikan gendongan Olive kecil kepada Ingvild.


Lalu Ingvild membawa Olive kecil ke tempat di mana Elizabeth dan Merlin berada, dan pastinya Katerea juga ikut bersamanya.


Sedangkan untuk Naruto, ia sudah duduk di samping Ban.


"Ayo Shisho, kita minum! Hik!" Ban berteriak senang, wajahnya sudah memerah dan sesekali cegukan, tanda dirinya sedang mabuk.


"Berisik!" Naruto terlihat kesal, ia merasa risih, tangannya dari tadi terus menyingkirkan wajah Ban yang berteriak seenak jidatnya di samping telinganya.


"Ayolah Shisho,"


Kali ini Naruto memilih diam. Ia tau, meladeni orang mabuk memang tak ada habisnya menurutnya.


"Ini Naruto-san, minumannya," segelas kopi Meliodas sodorkan di meja tepat di hadapan Naruto.


"Thank,"


Meliodas hanya mengangguk pelan, ia juga duduk di tempat duduknya tepat di hadapan Naruto yang hanya di halangi oleh meja saja.


Dan seperti biasa, Naruto akhirnya mengobrol santai dengan Meliodas tentang seputar pengawasan Underword dan lain sebagainya yang Naruto perintahkan kepada Meliodas untuk menanganinya.


Dan pastinya obrolan mereka selalu terganggu oleh Ban yang mabuk di dekat mereka.

__ADS_1


#Skip Time


Tak terasa waktu berkunjung Naruto dan Katerea di markas Meliodas dan kawan-kawan telah sampai sore. Cukup puas Naruto mendengar kabar yang di bicarakan Meliodas tentang pengawasannya, kini saatnya Naruto untuk berpamitan pulang ke Mansion Leviathan.


Tapi sebelum Naruto beranjak dari duduknya, ia menoleh ke arah Merlin. Mencuri-curi kesempatan saat Katerea tak melihat, Naruto memberikan kode tertentu yang berkaitan dengan barang pesanannya.


Dan nampaknya Merlin memberikan jawaban yang memuaskan bagi Naruto, yang pastinya Merlin juga membalas kode Naruto ketika Katerea tak melihatnya.


*Srek!*


Naruto beranjak dari duduknya, hal itu membuat Katerea menoleh kepadanya.


"Mau pulang sekarang, Naru?"


"Ya, tapi sebelum itu aku mau ke ruangan sebelah, aku ingin mengambil barangku yang kutinggal dulu," kata Naruto beralasan.


"Ooo... Yasudah," balas Katerea. Naruto yang melihat Katerea tak curiga sama sekali terlihat lega, kemudian ia beranjak keluar ruangan.


Dan ruangan yang Naruto tuju adalah ruangan penelitian milik Merlin. sesampainya di ruangan tersebut, Naruto melihat botol berukuran kecil yang kisaran hanya menampung 50 ML cairan yang berwarna ungu. Ia memungutnya, lalu membaca label pada botol yang bertulis xxx 100%, Naruto tersenyum membacanya, kemudian Naruto kantongi botol cairan itu ke dalam kantong celananya dan kembali melangkah keluar ruangan menuju tempat Katerea berada.


"Hime, ayo pulang sekarang," ajak Naruto kepada Katerea.


Katerea hanya mengangguk, ia meraih Olive kecil yang berada di pangkuan Elizabeth ke gendongannya.


"Aku pamit ya, Elizabeth-san, Merlin-san, Ingvild Chan," pamit Katerea setelah berdiri di samping Naruto.


"Berkunjung kesini lagi ya, Nee-san, Nii-san," kata Ingvild, sedangkan Elizabeth dan Merlin hanya mengangguk.


"Kamu juga, jangan nakal di sini," ucap Katerea menambahkan.


"Hai, Nee-san," Ingvild langsung mengangguk cepat.


"Ayo sayang, kita pulang." Tiba-tiba tangan kiri Katerea langsung menggandeng tangan Naruto, membuat Naruto menghela nafas singkat.


*Sring!*


Dan kemudian Naruto menghilang berserta Katerea dan Olive kecil menuju Mansion Leviathan.


#Skip Malam


*Bruk!*


Lord Leviatan langsung duduk di sofa empuknya, ia seperti kelelahan atas kegiatan di luar Mansionnya siang tadi.


Sedangkan Naruto yang sedang turun berada di tangga melihatnya, Naruto tersenyum lalu melangkah ke dapur.


Hingga beberapa menit kemudian, Naruto keluar dapur dengan dua cangkir berisi kopi hangat. Dan sekarang Naruto melangkah ke arah Lord Leviathan.


Sedikit heran Lord Leviathan saat tiba-tiba Naruto duduk di hadapannya dan menyodorkan secangkir kopi kepada. Karena hal Naruto lakukan jarang sekali, bahkan mungkin tak pernah sehingga membuat Lord Leviathan heran melihatnya.


"Ada apa ini?" kata Lord Leviathan bingung atas tingkah Naruto sekarang.


Sedangkan Naruto yang melihat kebingungan Lord Leviathan hanya tersenyum hangat.


"Sedikit bersantai, apa kau tak ingin berbincang-bincang dengan menantumu ini," ucap Naruto ramah.

__ADS_1


Lord Leviathan mulai curiga.


"Jangan sok ramah denganku, Gaki. Aku tak pernah menganggapmu menantuku," ucap dingin Lord Leviathan.


"Ayolah, kau harus sadar sedikit. Apa kau tak bosan terus bermusuhan denganku. Kau itu sudah memiliki cucu," kata Naruto untuk mencoba mencairkan suasana.


"Asal kau tau Gaki, aku tak pernah menganggap dia cucuku," balas Lord Leviathan dingin sambil menatap serius Naruto.


Naruto sedikit jengkel mendengarnya, ia langsung memungut cangkir kopinya lalu berdiri.


"Tau lah, aku mencoba baik padamu karena aku menghormatimu sebagai mertuamu, tapi kau malah seperti itu ya terserahlah," ucapnya yang kemudian Naruto melangkah pergi meninggalkan Lord Leviathan duduk sendirian di ruangan tersebut.


Serasa langkahnya sudah jauh, sesekali Naruto melirik ke tempat Lord Leviathan. Ia tersenyum ketika melihat Lord Leviathan tanpa sadar meminum kopi buatannya.


.


"Mampus kau mertua b*ngsat,"


.


#Skip 3 bulan kemudian


.


Kehebohan terjadi pada jajaran Old Satan. Kehebohan itu disebabkan oleh kematian Lord Leviathan yang mati di medan tempur yang mereka dengar.


Para iblis Old Satan tak menyangka jika Lord Leviathan bisa mati, pasalnya mereka mempercayai jika Lord Leviathan memiliki kecerdasan strategi yang luar biasa, jadi menurut mereka sangat tidak mungkin bagi Lord Leviathan gugur dalam pertempuran.


Duka mendalam di kediaman Leviathan, semua penghuninya berduka. Sayaka yang baru saja mendapat kabar ayahnya gugur dalam pertempuran langsung berlari ke kamarnya, mengurung diri.


Katerea langsung membenamkan kepalanya di dada Naruto sambil terisak, kabar tadi membuatnya tak percaya mendengarnya.


Katerea bisa dikatakan anak yang kurang perhatian dari ayahnya, tapi tidak dipungkiri bagi Katerea, mendengar ayah kandungnya gugur membuatnya bersedih.


"Bersabarlah hime, ini sudah menjadi takdir tutup usia Tou-sanmu," Naruto mencoba menenangkan kesedihan Katerea dengan mengelus pelan rambut coklat Katerea.


"Hiks..."


Dan hanya isakan sebagai jawaban yang keluar dari mulut Katerea yang terdengar.


Akan tetapi...


Yang mereka dengar jika Lord Leviathan mati di medang pertempurnya itu tidaklah sesuai dengan kenyataan. Nyatanya Naruto jauh lebih tau sebab kematian Lord Leviathan.


Yang sebenarnya, Lord Leviathan mati bunuh diri karena kelaminnya tak berfungsi. Naruto sudah memperkirakan itu sejak Lord Leviathan meminum kopi buatannya yang sudah dicampur dengan cairan kimia Medroxyprogesterone acetate, Cyproterone acetate dan LHRH agonist.


Naruto tertawa dalam batinnya sekarang setelah mendengar sebab kematian Lord Leviathan. Lucu menurut Naruto, nyatanya ia benar-benar tau semuanya.


.


"Hahaha... Yang b*ngsat memang pantas lenyap, hahaha..."


.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2