
#Flasback On
.
#Kyoto (3 hari yang lalu)
.
Tok! Tok! Tok!
Pintu ruangan milik Yasaka tiba-tiba ada yang mengetuk, sontak Yasaka langsung menoleh ke arah pintu.
"Masuk," ucap Yasaka mempersilahkan orang yang di balik pintu untuk memasuki ruangannya.
Krieeeeet!
Pintu pun terbuka dan memperlihatkan sosok Izanami dengan Kimono merah memasuki ruangan Yasaka sambil tersenyum aneh. Sedangkan Yasaka yang melihat kehadiran Izanami hanya menaikkan sebelah alisnya tak mengerti maksud kedatangan Izanami sebenarnya.
"Ada urusan apa ya, Dewi Shinto datang ke wilayah Yokai?" tanya Yasaka.
Tanpa diperintah Izanami langsung duduk di hadapan Yasaka. "Sedikit urusan penting yang menyangkut kekuasaan Shinto di wilayah Yokai," balas Izanami sambil meletakan Map coklat di atas meja tepat di hadapan Yasaka.
Seketika Yasaka langsung mengambil map tersebut dan membukanya, tiba-tiba Yasaka membulatkan mata terkejut setelah melihat isi map tersebut.
BRAK!
Yasaka langsung berdiri dari duduknya dan langsung menggebrak meja sangat keras sambil menatap tajam Izanami.
"APA-APAAN INI! KENAPA JAMINAN KONTRAK MENJADI 5 KALI LIPAT!"
Bentak Yasaka yang tak percaya dengan apa yang tertulis di dalam map yang tadi di baca olehnya.
"Jangan tanya aku. Aku hanya menyampaikan ini kepadamu setelah aku menggantikannya untuk sementara waktu. Lagian itu juga sudah keputusan dari Dewa-Dewi Shinto yang ada," Tenang Izanami.
Yasaka kembali duduk sambil memegang kepalanya. "Mau hidup dimana bangsaku jika jaminan yang harus dibayar sebanyak ini," ucap Yasaka sambil terus memegang kepalanya frustasi.
"Ehem!" Izanami berdehem, sontak Yasaka menoleh ke arahnya. "Mungkin aku bisa membantumu dengan memanfaatkan kedudukanku ini yang hanya sementara," ucapnya.
"Apa maksudmu?" bingung Yasaka.
"Huh," Izanami menghela nafas. "Seperti yang kukatakan barusan. Aku bisa membantumu dalam mengurus kontrak jaminan wilayah yang dipinjam oleh bangsa Yokai, bahkan untuk seterusnya nanti tak ada jaminan lagi untuk bangsa Yokai. Dan pastinya aku mengajukan persyaratan untukmu karena tidak mudah bagiku untuk mengurus itu semua, apalagi aku hanya pengganti posisi penting sementara sebelum Amaterasu yang mengambil alih kekuasaan," jelas Izanami tenang memberitau.
Yasaka terdiam, dia mulai curiga dengan bantuan yang ditawarkan oleh Izanami. Apalagi persyaratan yang diminta belum jelas apa maksudnya.
"Kau tidak meminta persyaratan yang aneh-aneh denganku kan?" tanya Yasaka yang penasaran dengan persyaratannya.
"Tidak, aku hanya meminta 1 permintaan darimu saja," balas Izanami tenang.
"Apa?"
Izanami tersenyum menyerigai dan perasaan Yasaka tak enak saat melihat senyum serigai Izanami.
__ADS_1
"Kau kan istri sahnya, dan kau telah mengijinkan berbagai wanita." Ucap Izanami terhenti dan perasaan Yasaka semakin tak enak. "Hehe, Ijinkan aku menjadi wanitanya Naru-kun saja," senyum Izanami.
Dooooooooonnnnngggggg!
Tepat apa yang di pikirkan oleh Yasaka, persyaratan yang Izanami ajukan pasti berkaitan dengan suaminya.
"Tidak bisa, aku menolak," tolak Yasaka.
Izanami mengangkat kedua bahunya. "Ya kalau kau tak mau ya sudah, jangan salahkan aku jika bangsa Yokai harus pindah tempat dalam waktu dekat ini," ucap santai Izanami.
Yasaka terdiam sambil menggigit bibir bawahnya. "Maafkan aku Naru-kun, ini demi bangsa Yokai," batin Yasaka.
"Baiklah-baiklah, aku ijinkan kau menjadi wanitanya," ucap Yasaka terpaksa menyetujui.
Izanami tersenyum senang mendengarnya. "Baiklah," tiba-tiba Izanami mengulurkan tangannya. Seketika Yasaka juga membalas uluran tangan Izanami.
"Deal, kita sepakat. Dan sediakan kamar untukku. Satu minggu lagi aku akan segera pindah ke rumahnya Naru-kun," ucap Izanami sambil tersenyum.
"Dan pastikan wilayah bangsa Yokai terbebas dari jaminan kontrak kekuasaan Shinto," balas Yasaka dan dijawab anggukan Izanami. Lalu mereka melepaskan jabat tangannya
"Huh," Izanami menghela nafas. "Karena kesepakatan sudah disepakati, maka aku akan segera mengurus semuanya biar cepat selesai," ucap Izanami
"Ya, lebih cepat lebih baik," angguk Yasaka dan dibalas anggukan kepala juga oleh Izanami.
"Terima kasih atas keputusanmu itu Yasaka, hehe," ucap Izanami diakhiri dengan cengengesan sedangkan Yasaka hanya mendengus kesal. "Jadi aku pamit sekarang," sambungnya beranjak dari duduknya kemudian melangkah keluar ruangan tanpa permisi dengan senyum kemenangan yang tercetak jelas di wajahnya tanpa diketahui oleh Yasaka.
"Huh," helaan nafas tercipta dari mulut Yasaka setelah Izanami keluar dari ruangannya. "Apa yang harus kukatakan kepada Naru-kun ya?" gumam Yasaka bingung.
.
.
Izanami masih tersenyum setelah mengingat kejadian tiga hari lalu saat di Kyoto.
"Hehe, tak kusangka hanya tambahan angka yang kubuat bisa dengan mudah membuat Yasaka menyetujui persyaratanku," gumam Izanami tampak sangat senang.
.
.
#SKIP UNDERWATER KINGDOM
.
Brak!
.
Naruto membuka pintu Kafe MM dengan paksa dan langsung memasukinya diikuti Jinbe di belakangnya. Sontak orang-orang yang ada di dalam Kafe tersebut langsung menoleh ke arahnya.
Bluuuus!
__ADS_1
" Tampan bangeeeeeet!"
Batin para wanita yang ada di dalam kafe tersebut merona saat melihat Naruto sedangkan para pria sudah menyingkir menjauh karena melihat Jinbe yang sangat terkenal di kerajaan tersebut sebagai prajurit kerajaan yang paling disegani di seluruh kerajaan.
Menghiraukan rasa terpesona para wanita dan kepanikan para pria, Naruto melihat sekeliling ruangan dan matanya tertuju pada sosok remaja yang tepar di antara dua wanita dewasa yang berpakaian minim dan sexy.
Sontak Naruto langsung melangkah mendekati remaja tersebut yang ternyata adalah Gray. Dan langkah Naruto terhenti tepat di hadapan Gray yang hanya di halangi oleh meja kecil, sedangkan dua wanita yang berada di sebelah kanan dan kiri Gray tak berkedip saat melihat Naruto di tambah wajah merona hebat mereka, entah karena mabuk atau terpesona oleh wajah tampan Naruto.
Naruto menoleh ke arah Resepsionis Kafe tersebut. "Hey kau! Kemari!" panggil Naruto.
Sontak sang Resepsionis yang bergender pria tersebut langsung mendekat ke arah Naruto. "Ya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya sang Resepsionis.
Naruto menunjuk Gray. "Apa anak ini meminum minuman disini?" tanya Naruto.
"Tidak Tuan, tapi dua wanita di sebelahnya yang meminum minuman disini?" balas sang Resepsionis.
"Huh, Baguslah," singkat Naruto langsung mendekati Gray dan mengangkatnya dengan mudah lalu di taruh di pundaknya.
Kemudian Naruto melangkah keluar Kafe tersebut dan sudah di tunggu Jinbe di pintu Kafe.
"Tunggu Tuan!" langkah Naruto terhenti tepat di depan pintu dan langsung menoleh ke belakang.
"Apa?" tanya Naruto.
"Tolong bayar minuman yang di minum oleh dua wanita itu," ucap sang Resepsionis sambil menunjuk dua wanita yang tadi berada di sebelah Gray. "Semua minuman yang mereka pesan atas nama remaja ini," sambungnya sambil menunjuk Gray yang berada di pundak Naruto.
Naruto berbalik badan dan menghadap sang Resepsionis tersebut. "Aku tanya sama kau, Tuan Resepsionis. Siapa yang meminum minumannya?" Tanya Naruto.
"Dua wanita itu," balas sang Resepsionis menunjuk dua wanita tadi.
"Lalu siapa yang memesan?" tanya Naruto lagi.
"Mereka," balas sang Resepsionis menunjuk dua wanita tadi.
Naruto tersenyum lalu berbalik badan.
"Kau bisa minta bayaran sama orang yang memesannya," ucap Naruto langsung melangkah keluar Kafe diikuti Jinbe di belakangnya.
Sedangkan sang Resepsionis langsung terdiam dan kemudian langsung menoleh ke arah dua wanita tadi yang di tunjuk.
"Bisa kau bayar semua tagihan yang kalian pesan tadi, Sekarang!" ucap sang Resepsionis di akhiri bentakan pelan.
Dua wanita tersebut langsung gelagapan dengan keringat dingin mengalir di pelipisnya.
" Mampus aku."
Batin dua wanita tersebut gelagapan ngak jelas saat sang Resepsionis mulai menghampirinya dengan telapak tangan kanan di acungkan ke depan seperti meminta sesuatu.
.
T.B.C
__ADS_1