STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 207 Arc Skip Time 6:Pertemuan yang memalukan


__ADS_3

.


# 40 Tahun berlalu


.


"Hah... Hah... Hah..."


Nafasnya memburu, seorang perempuan iblis berkulit coklat exsotis melangkah memasuki hutan berkabut. Dialah Katerea Leviathan, anak pertama Lord Leviathan yang baru berusia 25 tahun.


Dengan tubuh penuh lukanya, ia terus melangkah tergesa-gesa memasuki hutan berkabut. Dan nampaknya ia sedang dikejar oleh sesorang.


Dan benar, Katerea memang sedang dikejar oleh pasukan New Satans yang dipimpin oleh Lord Glasya Labolas.


Itu karena tadi 2 jam yang lalu terjadi pertempuran antara pasukan Lord Glasya Labolas melawan pasukan yang dipimpin oleh Katerea Leviathan.


Pada puncaknya, pasukan Katerea kalah dan yang hanya tersisa Katerea saja. Sehingga kini pasukan Lord Glasya Labolas mengejar Katerea yang kabur untuk dijadikan sandera.


*Srek!*


Lord Glasya Labolas mengangkat tangannya, memberi kode kepada pasukannya untuk berhenti ketika mereka berada di depan hutan berkabut tersebut.


"Kita kembali ke markas." Kata Lord Glasya Labolas.


"Tapi..."


"Biarkan saja, dia tak akan selamat keluar dari sarang monster ini," kata Lord Glasya Labolas memotong ucapan salah satu bawahannya.


Para bawahannya pun mengangguk mengerti. Kini mereka pergi berbalik arah menjauhi hutan berkabut menuju markas mereka.


.


.


.


.


Sedangkan dengan Katerea, ia terus melangkah memasuki hutan. Bahkan ia tak peduli yang katanya rumor jika hutan yang ia masuki adalah sarang para monster.


Yang terpenting ia tidak mau tertangkap oleh New Satans.


Langkah Katerea semakin pelan, ia menoleh ke belakang sebentar dan akhirnya langsung terhenti langkahnya karena merasa sudah tak dikejar lagi oleh pasukan New Satans.


Lalu ia duduk menyenderkan punggungnya di pohon besar di belakangnya.


Rasa lelah dan kantuk dirasa olehnya, Katerea menutup matanya dan perlahan kesadarannya hilang karena saking lelahnya akibat pertempuran tadi.


#Skip Time


Mata Katerea berkedut, setelah 2 jam ia tak sadarkan diri akhirnya ia mulai sadar. Dengan perlahan Katerea membuka matanya dan langsung terbangun.


Akan tetapi Katerea langsung dibuat bingung. Pasalnya tempat yang ia lihat bukanlah hutan yang tadi ia menutup mata, melainkan sebuah ruangan kamar seseorang, apalagi dengan kondisi tubuhnya yang penuh balutan perban di perut, Kaki, tangan dan dahi membuat Katerea tambah bingung.

__ADS_1


"Dimana aku?" gumam Katerea sambil melihat sekeliling ruangan tersebut.


Tak ingin berpikir panjang, Katerea langsung beranjak dari situ, dan melangkah perlahan menuju pintu keluar ruangan tersebut.


Rambut coklat lurusnya dibiarkan tergerai, ia melangkah menyusuri lorong-lorong ruangan dalam gua.


Dan pastinya dirinya melangkah pelan sambil berpegang pada dinding lorong agar dirinya tak jatuh, karena dirinya masihlah belum pulih sepenuhnya atas luka di tubuhnya.


Hingga tak butuh lama, akhirnya Katerea melihat cahaya di ujung lorong yang menurutnya jalan keluar.


Dan Katerea semakin mempercepat langkahnya walau susah untuk dilakukan.


Katerea akhirnya sampai, dan diluar ternyara sudah sore. Akan tetapi Katerea langsung dibuat melebarkan mata terkejut atas apa yang dilihatnya.


Yang dilihat Katerea nampak ada Naruto yang duduk bersebelahan dengan Merlin, Meliodas yang duduk bersebelahan dengan Elizabeth, Ban yang duduknya berhadapan dengan Gowther. Dan ditengah-tengah nampak api unggun dan beberapa daging tusuk yang sedang dibakar.


Bukan itu yang membuat Katerea terkejut. Melainkan sosok Monster yang juga berada disitu. Dengan Ifrit duduk bersila di belakang Meliodas dan Elizabeth serta Naga Veldora yang duduk di belakang Naruto dan Merlin.


Monster yang dipercaya oleh seluruh bangsa Iblis Underword sebagai monster penunghuni hutan berkabut.


"Akan kubakar kau, Kadal sialan!" kata Ifrit terlihat kesal setelah diejek oleh Veldora.


Veldora mengibaskan tangannya.


 "Tidak tidak tidak. Apimu tak akan mempan terhadapku, khe khe khe."


"Grrrrrrt Sialan!"


Menghiraukan perdebatan aneh Veldora dan Ifrit, nampaknya Ban mengetahui jika di ambang pintu gua ada Katerea yang memasang wajah terkejut.


"Shisho. Tu iblis sexy yang kau tolong sudah sadar," katanya memberitau sambil menunjuk ke arah pintu gua.


Sontak Naruto serta yang lainya langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Ban.


"Huh..." Naruto langsung mengehela nafas.


"Kemarilah, tidak usah takut melihat kami," ucap Naruto kepada Katerea.


Katerea pun tersentak dan hanya menoleh saja. Kakinya enggan melangkah mendekat, ia merasa takut apabila dibuat yang tidak-tidak jika mendekat sehingga Katerea lebih memilih mengamati dan waspada apabila hal buruk terjadi. Apalagi saat melihat 2 monster disitu, membuatnya tambah waspada.


Dan Naruto tau jika Katerea ragu untuk mendekat, sehingga ia berkata.


"Kemarilah, kami tak akan berbuat buruk kepadamu. Kau tenang saja."


Katerea terdiam sejenak, tapi perutnya tak sependapat. karena dorongan aroma daging yang dibakar membuatnya mendekat dengan ragu. Dan Naruto tersenyum melihatnya.


"Duduklah," kata Naruto setelah Katerea dekat. Katerea pun duduk di samping Naruto sambil menunduk.


"Apa tubuhmu masih terasa sakit?" tanya Naruto sambil melempar kayu untuk menambah api membesar.


"Sedikit," ucap pelan Katerea.


"Emmm... Mungkin 1 sampai 2 hari kau akan sembuh total, bersabarlah." Kata Naruto, tapi tak ada jawaban dari Katerea.

__ADS_1


Tiba-tiba Naruto merogoh kantong celananya dan mengambil sebuah kacamata. Lalu diacungkan kepada Katerea.


"Ini kacamatamu, aku sudah memperbaikinya," katanya.


Dengan gerakan perlahan, Katerea menerima kacamata tersebut.


"Terima kasih,"


"Em." Angguk Naruto.


*Kriuuuuuuuuuuuk!*


Suara perut lapar berbunyi, dan entah kenapa Katerea tambah menunduk dengan wajah yang memerah malu. Sedangkan yang lainnya yang mendengar suara itu langsung tolah-toleh.


Naruto menoleh kebelakang.


"Veldora. Kondisikan suara perutmu,"


"Apa? Hey, itu bukan aku. Milik si kampret Ifrit, Nar." Ucap Veldora mengelak sehingga membuat Naruto menoleh ke arah Ifrit.


"Bukan aku ya, Sialan." Elak Ifrit.


"Maaf," tiba-tiba Katerea bersuara lirih. Sontak semuanya langsung menoleh kepadanya.


"Ta-tadi suara pe-perutku," gagap Katerea.


Dan entah kenapa semuanya tersenyum saat mendengar pengakuan Katerea.


"Aku sudah tau kok," kata Naruto dan Katerea tambah menunduk karena saking malunya.


Naruto pun mengambil daging tusuk yang dibakar, lalu diarahkan ke Katerea.


"Ini untukmu." Ucapnya.


Dengan malu, Katerea menerima daging tusuk tersebut.


"Te-terima kasih." Ucap Katerea.


"Em. Hati-hati, masih panas."


"I-iya,"


Katerea pun melahap daging tusuk tersebut dengan perlahan, dan saat memakan daging tersebut, Katerea sesekali melirik ke arah sekitar. Ke tempat Naruto dan orang-orang yang berada disitu.


Hal yang baru dirasa oleh Katerea, ia nampak terhibur atas canda tawa tanpa beban Naruto dan teman-temannya disitu. Benar-benar hal yang baru dialaminya.


Hidup penuh dengan kedisiplinan setiap hari Katerea jalani. Sedangkan suasana sekarang membuatnya bingung untuk mengeluarkan ekspresi.


Antara senang dan canggung dengan suasana sekarang yang terbilang aneh baginya.


.


.

__ADS_1


T.B.C


Yo gomen kemaren gak update author super sibuk kemaren gomenasai


__ADS_2