STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 186


__ADS_3

"Erza. Cari Yuu dan Arashi. Bawa mereka pulang."


Perintah tegas Minato. Erza pun menghilangkan pedang di tanganya. Dan langsung melangkah keluar mencari Yuu dan Arashi tanpa permisi sama sekali.


*SRING!*


Begitu juga Minato dan Irene, mereka langsung beteleport kilat menuju rumahnya sendiri tanpa permisi sama sekali.


.


.


.


# 2 Hari kemudian


.


*Krieeeeeet!*


Pintu kantor Hokage terbuka. Terlihat Naruto masuk ke dalam ruangan itu. Wajahnya terlihat biasa, seperti telah melupakan kejadian 2 hari yang lalu menimpa rumah tangganya.


Walau nyatanya perasaannya masihlah Sakit dan Kecewa, tapi ia berusaha tegar menghadapi itu.


Minato selaku ayahnya pun tau, pasti terpukul bagi Naruto. Wanita yang telah diberi Hati oleh anaknya, tapi kejadian 2 hari yang lalu seperti meminta Jantung anaknya. Saat sakit pasti yang di alami oleh anaknya itu.


"Apa ada misi lagi, Tou-san?"


"Huh..." Minato menghela nafas, ia tau mengapa dengan cepat Naruto mengambil misi karena alasan lain.


"Ada satu, tapi sebaiknya kau berangkat besok saja," ucap Minato. Ia ingin mencegah, tapi apa dayanya, ia tau misi adalah hal terbaik untuk menghilangkan keterpurukan anaknya itu.


Walaupun dilihat dari manapun anaknya terlihat Biasa saja, tapi hatinya Sangatlah Rapuh.


Minato pun melempar gulungan itu kepada Naruto. Dan dengan sigap Naruto menangkapnya.


"Aku akan mengabari murid-muridku terlebih dulu," ucap Naruto.


"Ya, dan jangan pulang terlalu malam. Kau perlu mempersiapkan bekal yang akan kau bawa untuk menjalankan misi itu." Balas Minato.


Naruto hanya mengangguk, ia berbalik badan dan melanglah keluar dari ruangan itu.


.


#Skip Ichiraku Ramen


.


Kedai Ramen yang sangat terkenal di desa Konoha, selalu ramai karena kualitas yang telah di akui para Kage, bahkan ninja-ninja elit sering berkunjung ke tempat itu.


Tapi kali ini berbeda, kedai itu tetaplah ramai, tapi ramainya sekarang diisi oleh ninja-ninja angkatan Naruto dulu.


Seperti Hatake Kakashi, teman setimnya Naruto bersama Uchiha Obito dan Nohara Rin yang telah tiada.


Bukan Cuma Kakashi, di situ juga ada Gekko Hayate, Uzuki Yugou, Mitarashi Anko, Inuzuka Hana, Hagane Kotetsu, Kamizuki Izumo, Shiranui Genma dan Yamashiro Aoba yang terlihat jelas berada di kedai itu sedang mengobrol sambil menyantap sajian ramen hangat.


"Ne, Ne Kakashi." Si wanita tomboy aka Anko tiba-tiba berucap, sontak pria bermasker aka Kakashi menoleh kepadanya.


"Apa?"


"Apa benar, Naruto telah bercerai dengan Kurenai?" tanya Anko.


Semua terdiam, mereka yang mendengar ucapan Anko terdiam. Kabar baru mereka dapat, walau tak di pungkiri jika mereka sedikit terkejut mendengarnya tadi.


"Huh..." Kakashi menghela nafas.


"Kau tau dari mana kabar itu?" sedikit bertanya tak masalah bagi Kakashi, walaupun sebenarnya ia tau apa maksud ucapan Anko, tapi untuk memastikan tak apa lah.


"Aku hanya dengar bisik-bisik tetangga sebelah Naruto, kalau 2 hari yang lalu sesuatu yang Wahhhh terjadi di rumah Naruto."


Semuanya selain Kakashi menaikkan alisnya. "Apa yang wah... Anko-Chan?" tanya Hana.

__ADS_1


"Kesini-kesini, akan kubisikan sesuatu," kata Anko menyuruh semuanya mendekat, dan mereka pun mendekat, kecuali Kakashi.


Entah kenapa mereka yang mendengar bisikann Anko tiba-tiba melebarkan mata. Mereka seperti tak percaya dengan info yang diberikan Anko.


Yugou dan Hana menatap Kakashi.


""Apa benar, Kakashi?"" tanya mereka berdua bersamaan. Sedangkan Kakashi hanya mengangguk saja sebagai jawabannya.


""Yes!""


*Krik! Krik! Krik!*


Yugou dan Hana kini menjadi tatapan aneh orang-orang di situ karena teriakan semangatnya.


Sontak Yugou dan Hana terdiam, mereka baru menyadari jika mereka menjadi sumber tatapan banyak orang.


Terdiam sebentar, kemudian Yugou dan Hana terlihat tersenyum aneh, sangat aneh sehingga menjadi tatapan aneh lagi oleh teman-teman mereka di situ.


.


""Tidak Fress, bekaspun jadi, hehehe.""


.


#Skip Komplek Uchiha


.


Cukup lama Naruto berjalan menuju rumahnya Itachi, Sekedar memberi kabar bahwa besok akan melakukan misi lagi. Walau nyatanya dia mampu untuk berteleport kilat, tapi hari ini ia merasa malas untuk melakukan hal itu.


Kini Naruto berdiri tepat di depan pintu rumahnya Itachi, tangannya terangkat.


*Tok! Tok! Tok!*


Ia mengetuk pintu itu sebanyak 3 kali. "Ya! Tunggu sebentar!" jawaban dari dalam rumah, nampaknya ibunya Itachi merespon ketukan puntunya.


*Sreeeeek!*


"Ah Naru-kun, mau mencari Itachi?" ucap Mikoto.


"Em. Itachi ada?"


"Ada. Masuk saja, dia ada di halaman belakang bersama Shisui,"


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah, menuju halaman belakang rumah itu. Mikoto berada di belakang Naruto, menatap sendu Naruto.


Ia sebenarnya tau apa yang terjadi di rumah tangga Naruto, karena ia dengar sendiri dari Irene selaku ibunya Naruto saat kemarin berkunjung ke rumahnya.


Langkah mereka pun sampai di halaman belakang. Dan kehadiran Naruto di sadari oleh Itachi dan Shisui.


""Sensei!"" ucap mereka berdua.


"Yo!"


Itachi dan Shisui mendekat ke arah Naruto.


"Aku tau, Sensei datang kemari pasti akan ada misi lagi kan?" tebak Shisui, dan Itachi hanya mengangguk saja.


Naruto mengacak-acak rambut Shishui.


"Kau ini ya, pandai sekali menebak,"


"Shishui gitu loh, ha... Ha..." ucap Shishui bangga sambil memukul dadanya pelan.


"Jadi misi apa, Sensei?" tanya Itachi.


"Misi menyelidiki sebuah desa terpencil yang katanya banyak kejadian penyerangan oleh mahkluk kerdil berwarna hijau,"


Tanda tanya muncul di kepala Itachi dan Shisui.


""Mahkluk apa itu, Sensei?""

__ADS_1


"Nanti akan Sensei jelaskan saat perjalanan besok,"


""Baiklah Sensei,"" angguk mengerti Shisui dan Itachi bersamaan.


*Tap! Tap! Tap!*


Dari dalam rumah, nampak Mikoto menghampiri Naruto dengan nampan berisi minuman.


"Silakan diminum, Naru-kun,"


"Ah Bibi, merepotkan saja,"


"Tak apa Naru-kun, bukannya setiap kali kau datang selalu seperti ini,"


"hehe... Iya si,"


Mereka pun mengobrol santai, sambil mengamati Itachi dan Shisui yang sedang berlatih tanding Taijutsu.


Bagi Mikoto. Ia mengobrol dengan Naruto sebisa mungkin untuk tak menyinggung perasaannya.


Mikoto tau, tampang Naruto memang terlihat biasa, tapi batinya sangat-sangatlah terpukul. Seperti merpati besayap satu yang berusaha terbang, walau berusaha tegar, tapi tetap saja Percuma.


 Sekeras baja pasti akan meleleh, sekuat ketabahan seseorang pasti akan Runtuh pada waktunya.


Seperti yang digambarkan oleh Naruto saat ini, walau dia berkata 'Aku baik-baik saja'. Tapi batinnya berkata 'Aku sangat sakit dan kecewa'.


Naruto memang kuat dan sabar, tapi kata ' i have the heart' masih berlaku untuknya. Bukan Cuma dirinya, tapi untuk semua orang yang memiliki hati dan perasaan.


Seperti Mikoto lihat melalui obrolan santainya dengan Naruto. Kini Naruto yang selalu semangat dan pantang menyerah sedang berada dititik terendah kehancuran. Berkat Sharingannya, Mikoto mampu melihat isi hatinya Naruto.


*Tik! Tik! Tik!*


*Breeeeeeees!*


Tiba-tiba hujan, obrolan yang tak di sadari sudah sampai larut malam malah terhenti karena hujan.


"Lebih baik masuk ke dalam, tidak baik berada di luar seperti ini ketika hujan," tawar Mikoto.


"Sepertinya begitu," balas Naruto.


Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah, Itachi telah masuk ke kamarnya, tertidur bersama Sasuke. Dan Shisui telah pulang ke rumahnya.


"Menginaplah di sini, Naru-kun. Kaa-san dan Tou-sanmu tak akan keberatan jika mereka tau kau menginap di sini," tawar Mikoto.


"Sepertinya begitu," balas Naruto. 2 kali ia membalas dengan ucapan yang sama, malau dia mampu berteleport langsung ke rumah, tapi ia tak kepikiran sampai ke situ, sungguh aneh.


"Aku pinjam kamar kosongnya, Bibi,"


"Um." Mikoto hanya mengangguk.


Naruto pun langsung melangkah ke kamar kosong tak jauh dari ruangan itu.


Tiba-tiba mata Mikoto berubah merah dengan 3 tomoe yang berputar-putar, terus berputah hingga membentuk sebuah pola tertentu yang disebut Mangekyou Sharingan.


Mikoto tersenyum, ia melangkah menuju kamar yang di tempati oleh Naruto. Hingga tak butuh waktu lama, Mikoto telah berada di dalam kamar, menatap Naruto yang telah tertidur pulas.


"Kau tau Naru-kun? Ini mungkin tak wajar. Tapi aku menaruh perasaan terhadapmu..." Wajah Mikoto mendekat ke arah wajahnya Naruto.


"Aku tau, kau sangat perhatian dengan anak-anakku karena amanat mendiang suamiku dulu." Dua Centi bibir Mikoto mendekat ke bibir Naruto.


"Tapi bagiku, hal itu membuat perasaan di hatiku tumbuh dan terus tumbuh. Seperti aku telah menemukan pengganti mendiang suamiku." Satu Centi lagi.


"Kau adalah pria yang sabar dan penyayang. Walau kadang bertingkah konyol, tapi aku tau niatmu hanya untuk membuat orang-orang di sekitarmu tak tertekan oleh beban kesulitan." 0,5 Centi lagi, nafas Naruto sangat terasa dirasa oleh Mikoto, senyuman Mikoto sedikit lebar.


.


"Aku mencintaimu, Naru-kun,"


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2