STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 117


__ADS_3

disisi lain di sudut kota Kuoh, kini nampak sebagian penghuni rumah Naruto sedang melangkah di pinggiran jalan dengan kantong bawaan di masing-masing tangan kanan mereka.


Siapa lagi kalau bukan Kalawarner, Grayfia dan Asuna yang di masing-masing tangan kanannya membawa kantong belanjaan sedangkan di depan mereka ada Sting, Luna, Kunou dan Kuroka yang ikut acara berbelanja mereka.


"Kita seperti ibu-ibu saja ya saat seperti ini," ucap Kalawarner disela-sela langkahnya.


Tiba-tiba Grayfia dan Asuna menoleh ke arah Kalawarner.


"Aku dan Asuna-san si memang ibu-ibu," ucap Grayfia dan didukung anggukan oleh Asuna.


"Huh," Kalawarner menghela nafas.


"Enak ya kalian sudah memiliki keturunan darinya, aku ingin sekali bagaimana rasanya memiliki anak kandung sendiri," ucap Kalawarner iri.


Entah kenapa Grayfia dan Asuna saling pandang kemudian kembali menoleh ke arah Kalawarner dengan senyuman aneh mereka.


"Tunggulah satu minggu sampai satu bulan, dan banyak-banyaklah berdo'a supaya mendapatkan hasil yang memuaskan," ucap Grayfia sambil tersenyum aneh dan didukung anggukkan Asuna.


Kalawarner langsung menoleh ke arah Grayfia dan Asuna.


"Maksud kalian?" bingung Kalawarner.


Tiba-tiba Grayfia mendekatkan mulutnya ke telinga Kalawarner.


"Kami semua tau, saat kemarin kau kembali ke rumah bersama Naru-kun dan Yasaka-san. Pasti malamnya telah melakukan itu kan?" bisik Grayfia.


Seketika mata Kalawarner terbuka lebar karena terkejut.


"Dari mana kalian tau?" kejut Kalawarner sedangkan Grayfia dan Asuna malah tersenyum menyerigai.


"Up!" seketika pula Kalawarner langsung menutup mulutnya dengan tangan kirinya yang tak membawa belanjaan.


"Hihihi, tuh kan Asuna-san. Dia ngaku sendiri," goda Grayfia sambil cekikikan.


"Hihihi, tidak apa Kalawarner-san, tak usah malu untuk mengatakan, iya," timpal Asuna juga cekikikan.


Sedangkan Kalawarner sudah bersemu merah padam di wajahnya dan langsung menundukkan kepala karena malu atas godaan dari Grayfia dan Asuna.


"Hihihihihi,"


Sedangkan Grayfia dan Asuna malah tambah cekikikan karena senang menjahili Kalawarner saat ini.


Untung saja anak-anak sudah berjalan terlebih dahulu, jadi obrolan ala orang dewasa mereka tak terdengar di telinga anak-anak.


"To-tolong do'anya, se-semoga aku cepat mendapatkan hasilnya," tiba-tiba Kalawarner bersuara pelan yang masih menundukkan kepala.


"Up! Maaf Kalawarner-san aku tak bisa berdo'a karena aku ini iblis," ucap Grayfia. Dan entah kenapa Kalawarner menjadi lesu setelah mendengar ucapan Grayfia.


"Tapi tenang saja, sebagai gantinya aku akan menyemangatimu agar kau percaya diri," sambungnya tersenyum meyakinkan dan seketika Kalawarner langsung tersenyum senang.


"Dan aku akan mendo'akanmu, karena aku bukan iblis," timpal Asuna juga tersenyum meyakinkan dan senyuman Kalawarner semakin lebar karena saking senangnya.


"Terima kasih,"


Senang Kalawarner dan dijawab anggukkan kepala oleh Grayfia dan Asuna bersamaan.


Lalu mereka bertiga kembali melanjutkan lagi perjalanannya untuk pulang ke rumah sambil mengobrol santai, dan ternyata anak-anak sudah tak terlihat lagi. mungkin mereka sudah pulang duluan, pikir mereka bertiga.


.


Sedangkan disisi lain Sting, Luna, Kunou dan Kuroka sebenarnya tak kembali ke rumah, melainkan langsung menuju kedai untuk menyusul kakak-kakaknya.


"Pelan-pelan Sting-kun, Luna-chan, Kunou-chan. Nee-san capek," ucap Kuroka yang dari tadi mengejar Sting, Luna dan Kunou yang langkahnya begitu cepat sedangkan dirinya agak sedikit kesusahan berjalan karena Kimono yang ia kenakan serta sendal jepit tapi tinggi, menjadi tambah-tambah susah berjalan apalagi berlari, tambah susah.


"GRAY NII-SAN!"


Menghiraukan Kuroka yang mengeluh, Sting, Luna dan Kunou malah berteriak memanggil seseorang.


Sontak Kuroka juga menoleh ke arah sosok yang di panggil mereka bertiga yang ternyata di seberang jalan ada sosok Gray yang sepertinya habis mengantarkan pesanan.


Gray yang merasa di panggil langsung menoleh ke sumber suara dan langsung menghela nafas setelah tau siapa yang memanggilnya yang ternyata adik-adiknya.


Tanpa aba-aba, Gray langsung menyeberang jalan untuk menghampiri adik-adiknya.


"Ya ampun, kenapa kalian ada disini?" tanya Gray setelah menyeberang jalan.


"Hehe, ingin ke kedai, Nii-san," balas Sting cengengesan dan didukung anggukkan kepala oleh Luna dan Kunou bersamaan.


"Apa kalian sudah meminta ijin kepada Kaa-san di rumah untuk datang ke Kedai?" tanya Gray lagi dan sekarang adik-adiknya jadi terdiam.


"Hehe, belum Nii-san. Kami belum pulang ke rumah setelah ikut berbelanja tadi," kikuk Sting saat mengucapkan alasannya.


"Huh," Gray menghela nafas.


"Yasudah, Ayo ke Kedai," ajak Gray. Lalu mereka berlima melangkah kembali menuju Kedai.


"Au!"


Langkah Gray dan adik-adiknya langsung terhenti kemudian menoleh ke sumber suara di belakangnya,


yang ternyata adalah Kuroka yang terjatuh sambil memegang pergelangan kakinya seperti sedang kesakitan.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Gray langsung mendekati Kuroka dan berjongkok.


"Apa tadi kau habis berlari?" tanyanya dan hanya dibalas anggukkan pelan oleh Kuroka.


"Pantas saja, berapa kali kau terkilir?" tanya Gray lagi.


"Tiga," jawab singkat Kuroka.


"Huh," dan hanya helaan nafas yang keluar dari mulut Gray.


"Lain kali kalau memakai sandal Zori seperti ini jangan berlari. Jika kau berlari maka akan terus-terusan terkilir kakinya," ucap Gray lalu berbalik badan.


"Ayo, aku bantu gendong dirimu," sambungnya.


"Ah, Ti-tidak usah Gray-kun, aku masih bisa berjalan kok," ucap Kuroka menolak dan mencoba berdiri lagi.


"Au!" dan lagi-lagi Kuroka terjatuh karena kakinya terasa sakit saat akan menopang tubuhnya.


"Sudah kukatakan, begitu kan jadinya," ucap Gray.


"Jadi, ayo aku gendong," sambungnya.


Dengan wajah malu serta seburat merah tipis di pipinya, Kuroka akhirnya mau menerima tawaran Gray.


Grep!


Nyut!


Kemudian Kuroka melingkarkan tangannya di leher Gray, tapi entah kenapa Gray juga bersemu merah saat merasakan sensasi kenyal di punggungnya.


Dengan pelan Gray mulai berdiri dan kembali melangkah ke kedai dengan adik-adiknya yang melangkah di depannya serta Kuroka yang digendong di punggungnya.


Dengan Gray dan Kuroka yang sama-sama bersemu merah serta suara detak jantung mereka di setiap langkah perjalanannya menuju kedai.


.


.


.


"" Perasaan apa ini?""


.


.


.


#List urutan dari yang tertua.




Draig & Albion (alive, ratusan tahun) : [Great Red & Drakon Kholkikus] (dxd & Mitologi Georgia)




Olive (alive, 26 tahun): [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)




Menma (alive, 24 tahun): [Katerea Leviathan Pernah] (dxd)




Naruko (alive, 19 tahun): [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)




Vivi (alive, 19 tahun): [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)




Rin (alive, 17 tahun): [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)




Gray & Mirajane (alive, 17 tahun): [Grayfia Lucifuge Pernah] (dxd)

__ADS_1




Lucy (alive, 16 tahun): [Arturia Belum] (Saber Fate/Stay Night)




Minato (alive, 16 tahun): [Yasaka Masih](dxd)




Liya (alive, 15 tahun): [Asuna Belum] (SAO)




Leo (alive, 14 tahun): menyusul




Kunou (alive, 12 tahun): [Yasaka Masih] (dxd)




Shuna (alive, 12 tahun): [Shirahoshi masih] (One Piece)




Sting (alive, 11 tahun): [Freya Belum] (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)




Luck (Die, 10 tahun): menyusul




Luna (alive, 10 tahun): [Boa Hancock Belum] (One Piece)




Hinami (alive, 8 tahun) : menyusul





: -






: -






: -



__ADS_1



__ADS_2