
.
#Dengan Naruto
.
"Wow, tato yang bagus Naruto-san," kata Klein yang kagum melihat gambar tato kanji rumit berada di perut dan pergelangan tangan Naruto.
"Ini bukan tato, ini adalah segel yang kutanamkan pada tubuhku," balas Naruto memberitau.
"Aku tak mengerti maksudmu apa, yang jelas di mataku itu sebuah tato," kata Klein tak mau tau penjelasan Naruto dan Naruto hanya menghela nafas.
.
"DENGARKAN SEMUANYA!"
.
Tiba-tiba dari depan para peserta lomba terdengar suara seseorang sehingga membuat para peserta lomba menoleh ke sumber suara yang ternyata adalah juri dari lomba tersebut.
"Sebelum acara ini dimulai, akan saya bacakan sekali lagi peraturannya," kata sang juri mulai membuka kertas yang berisi peraturan-peraturan dalam lomba.
"Satu! Waktu untuk mencapai tertinggi Pohon Kehidupan tidak dibatasi. Dua! Boleh menggunakan sihir apa pun asal bukan sihir perusak. Tiga! Setiap peserta diharapkan jangan menjatuhkan botol pemberian dari juri untuk berjaga-jaga apabila ada yang bisa mencapai puncak. Lima! Di larang saling menyerang peserta lain yang mengikuti lomba ini. Enam! Pemenang lomba dinilai dari pencapaian tertinggi kalian,"
Kata juri lomba membacakan aturan-aturan dalam lomba membuat para peserta lomba mengangguk mengerti.
tiba-tiba sang juri mengangkat tangan kanannya ke atas dengan sebuah pistol di genggamannya membuat para peserta mulai bersiap dan ancang-ancang, tapi tidak dengan Naruto, Benimaru, Klein dan Licht yang terlihat biasa saja.
.
DOR!
.
Dan semua peserta langsung berhamburan untuk memanjat Pohon Kehidupan setelah pelatuk pistol ditarik oleh sang juri.
Ada yang menggunakan sihir gravitasi untuk meringankan tubuh agar bisa terbang, ada yang menggunakan sihir penguat untuk memperkuat cengkeraman pada kulit pohon,
ada yang menggunakan sihir pertumbuhan untuk menumbuhkan ranting-ranting kecil di sekitar pohon untuk pijakan, dan masih banyak lagi sihir yang digunakan para peserta lomba untuk mempermudah memanjatnya.
"Wow! Sudah ada yang sekejap mata sampai ketinggian 30 meter," kata Naruto yang masih berdiri di permukaan bersama Benimaru, Klein dan Licht yang belum memulai aksinya.
"Hey! Kita kapan memulainya?" tanya Benimaru yang sepertinya tak sabar ingin cepat-cepat memanjat Pohon Kehidupan yang terbukti dengan memainkan jari-jari tangannya seolah-olah ingin mencengkeram sesuatu.
"Baiklah, mungkin sudah saatnya," kata Naruto lalu mereka berempat bersiap-siap ingin melompat.
.
"PAPA! KALAHKAN MEREKA SEMUA!"
.
Tiba-tiba dari kejauhan Liya berteriak sangat keras membuat Naruto tersenyum lalu mengacungkan tangan kanannya dengan ibu jari yang diperlihatkannya.
"Kita hitung sampai tiga," kata Klein sudah ancang-ancang.
"Satu!"
__ADS_1
Mereka berempat sedikit menekuk kakinya seakan-akan siap melompat.
"Dua!"
Mereka berempat menambahkan tekanan sihir pada telapak kakinya dengan Naruto yang memadatkat Chakra pada telapak kakinya.
"Tiga!"
WUSH! WUSH! WUSH! WUSH!
Dan akhirnya mereka berempat melompat sangat tinggi melebihi lompatan ras-ras lainnya sehingga menghasilkan hembusan angin di area permukaan tempat melompatnya tadi.
.
TAP!
.
" Apa! Dia bisa melompat melebihiku dan berlari di permukaan pohon!" batin Klein, Benimaru dan Licht disaat melihat lompatan Naruto setinggi hampir 50 meter dan bisa berlari layaknya berlari di permukaan tanah dan jarak lompatan Naruto hanya berjarak 5 meter saja dari mereka bertiga.
" Tidak ada cara lain kalau begini," sambung batin mereka bertiga ketika melihat aksi Naruto.
Dan akhirnya mereka bertiga pun menggunakan sihirnya.
dengan Benimaru menggunakan sihir penguat tubuh yang di fokuskan pada telapak tangannya sehingga bisa mencengkeram dan melompat tinggi untuk mengejar Naruto.
untuk Klein telah menggunakan sihir apinya yang di fokuskan dikakinya sehingga terlihat seperti Nos dan mengangkat tubuh Klein menuju atas untuk mengejar Naruto.
dan Licht menggunakan sihir cahayanya dengan merubah dirinya menjadi serpihan cahaya dan melayang menuju atas untuk mengejar Naruto.
.
"WOOOOOOOOOW!"
.
Berbagai sorakan kagum di permukaan setelah melihat aksi yang ditunjukkan oleh Naruto, Benimaru, Klein dan Licht dalam acara tersebut.
"Wow! Tadi lompatan Papa sangat tinggi dan Wow! Papa bisa berlari seperti itu," kagum Liya saat melihat aksi yang di tampilkan oleh Naruto.
"Asuna-chan! Apakah sihir perekat yang di gunakan oleh suamimu?" tanya Shion kepada Asuna sambil memandang ke atas.
"Entahlah, aku juga tidak tau," balas Asuna juga sambil memandang ke atas tanpa menoleh kearah Shion.
Dan akhirnya tak ada lagi suara yang keluar dari para wanita yang di dekat Asuna,
mereka semua asik memandang ke atas untuk melihat para peserta lomba dengan tatapan kagum yang pastinya arah pandangannya ke arah empat peserta yang sekarang sedang bersaing di atas sana.
.
.
# 1 jam kemudian
.
" Cih! tak kusangka dia melebihi perkiraanku," batin Benimaru, Klein dan Licht bersamaan yang sudah sangat tinggi memanjat pohonnya dan berusaha mengejar Naruto tapi sudah tertinggal sangat jauh dan Naruto sudah tak terlihat lagi karena tertutup oleh kabut awan di atas langit yang mengitari puncak Pohon Kehidupan.
__ADS_1
.
TAP! TAP! TAP! TAP!
.
" Akhirnya sebentar lagi akan sampai, bertahanlah sebentar lagi Menma, ayah akan berusaha mendapatkan Sumber Air Abadi untuk dirimu," batin Naruto senang ketika melihat puncak Pohon Kehidupan sudah terlihat di pandangannya. menghiraukan rasa lelahnya,
Naruto terus berlari di permukaan pohon dan menerobos kabut di atas awan yang mengitari puncak Pohon kehidupan agar cepat sampai demi anaknya yang bernama Menma.
.
TAP! TAP! WUSH!
.
TAP!
.
Dan akhirnya Naruto sampai di puncak pohon kehidupan yang mencapai tinggi 2000 meter dari permukaan tanah.
Dapat dilihat di pandangan Naruto kini melihat cawang emas yang berada di tengah-tengah kumbangan air sedang meneteskan air yang bersumber dari dalam cawang tersebut dan ada seekor Naga berwarna putih mengitari kumbangan air tersebut sambil menyerigai menatap Naruto.
"Sudah puluhan tahun ehhh, dan penampilanmu tak berubah sama sekali," kata Naga tersebut dengan nada suara wanita yang di keluarkannya tersenyum melihat kehadiran Naruto.
"Dan disini juga tak banyak perubahannya, yang membedakan hannyalah cuma ada dirimu saja disini, lalu ke mana pejantanmu pergi?" balas Naruto bertanya sambil melangkah mendekati kumbangan air dan di tengah-tengahnya terdapat cawang emas yang terus meneteskan air.
"Apa kau tak bertemu di dunia manusia? Dia pergi ke dunia manusia untuk berpetualang dan pastinya membawa anakku juga," kata Naga tersebut memberitau dan Naruto sudah terhenti langkahnya tepat di depan kumbangan air.
"Kalau aku tau Igneel berada di dunia manusia, aku tak akan bertanya kepadamu," kata Naruto tiba-tiba duduk rebahan untuk melepaskan rasa lelahnya setelah terus berlari memanjat pohon yang sangat tinggi.
"Ya kukira kau mengetahuinya," kata Naga tersebut tenang.
"Jadi, ada masalah apa lagi sampai kau datang kemari?" sambung Naga tersebut bertanya membuat Naruto menghela nafas.
"Seperti waktu dulu," kata Naruto tenang dan Naga tersebut hanya mengangguk mengerti.
"Aku numpang istirahat dulu sebentar, lumayan capek memanjat pohon setinggi ini," sambung Naruto membaringkan tubuhnya di permukaan puncak Pohon Kehidupan.
"Terserah dirimu, aku juga mau melanjutkan tidurku, kalau kau mau mengambil Sumber Air Abadi, tinggal ambil saja," kata Naga tersebut melanjutkan lagi rebahannya untuk tidur.
"Oke! Sang Naga Langit,"
.
.
.
"Grandine,"
.
.
T.B.C
__ADS_1