
.
Kini Naruto dan Lady Phoenix serta Grayfia dan Opera berada di ruang utama yang duduk saling berhadapan.
sedangkan Menma dan Riser sudah pergi entah kesisi ruangan mana tidak ada yang mengetahui.
"Jadi, bisa kalian memperkenalkan diri dan jelaskan kenapa kalian bisa dikejar pasukan Old Satans?" tanya Naruto kepada Grayfia dan Opera yang duduknya bersebelahan.
.
#Grayfia Pov On.
.
Namaku Grayfia Lucifuge, mantan pelayan keluarga Lucifer dan pemuda yang di sebelahku namanya Opera korban dari penelitian kejam Rizevim.
Kami sudah kabur sejak 2 bulan lalu saat ada seseorang yang mengacak-acak markas Old Satans.
Aku sangat mengagumi orang tersebut karena keberaniannya menentang ambisi Rizevim dan jiwa penolongnya yang sempat-sempatnya masih membebaskan para korban penelitian padahal dirinya belum tentu bisa selamat dari pasukan Rizevin.
Mungkin kalau aku bertemu dengan orangnya aku akan berterima kasih padanya karena dirinya aku bisa ikut kabur bersama para korban penelitiannya.
Kemudian Saat aku kabur aku bertemu dengan Opera di hutan dan kami terus bersembunyi sambil terus menjauh dari daerah kekuasaan Old Satans.
Dan puncaknya kami ketahuan dihutan itu saat kau (sambil menoleh ke arah Naruto) menolong kami. kami melawan dan berakhir seperti yang kau lihat kemarin.
Dan aku sempat mendengar dari pasukan Old Satans yang kau bantai kemarin bahwa pasukan Old Satans akan menginvasi mulai hari ini, makanya setelah ini aku akan memberitau pusat pemerintahan New Satans untuk bertindak sekarang, karena pasukan Old Satans akan menyerang sekarang.
.
#Grayfia Pov Off
.
"Tu-tunggu dulu, ta-tadi kau bilang pasukan Old Satans akan menyerang sekarang?" kejut Naruto dan dijawab anggukan Grayfia.
Sontak Naruto langsung berdiri.
"Okaa-san, aku ijin keluar menyusul Otou-san," sambungnya meminta ijin kepada Lady Phoenix yang juga terkejut dengan penjelasan Grayfia.
"Tidak Naruto-kun, kamu tidak boleh pergi, kalau kau pergi bagaimana dengan Menma?" tolak Lady Phoenix.
"Okaa-san tenang saja, aku tau seluk-beluk Rizevim dan antek-anteknya," kata Naruto meyakinkan.
"Tap-"
"Aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa pada keluargaku ini, aku ingin memastikan Otou-san dan Ruval baik-baik saja di sana," potong Naruto tersenyum membuat Lady Phoenix berdiri.
"Kamu juga harus Janji sama Okaa-san, kamu harus kembali dengan selamat, kamu tidak ingin Menma sedih kan?" kata Lady Phoenix memberi ijin sambil memegang kedua pundak Naruto.
"Um, aku janji Okaa-san, aku janji akan membawa semua keluarga ini kembali selamat," balas Naruto lalu Lady Phoenix melepaskan pegangannya dan mengangguk. Sontak Naruto juga mengangguk.
.
SRING!
.
__ADS_1
Tiba-tiba Naruto menghilang entah ke mana membuat Grayfia dan Opera terkejut karena Naruto berteleport tanpa lingkaran sihir.
.
" Di-dia tidak menggunakan lingkaran teleport!" Batin Grayfia dan Opera terkejut tidak percaya dengan jurus Teleport milik Naruto.
.
"Ne Grayfia-san, bisa kau beritau ciri-ciri seseorang yang memporak-porandakan pasukan Old Satans 2 bulan lalu?" tanya Lady Phoenix penasaran karena merasa ada kaitannya dengan Naruto saat 2 bulan lalu.
"Aku hanya melihat belakangnya saja seperti anak nyonya yang baru saja pergi kalau dilihat dari belakang, dan aku sempat dengar dia berteriak pas di markas Old Satans ' Kembalikan anakku Rizevim!' na seperti itu teriakannya," kata Grafiya memberi tau membuat Lady Phoenix terdiam.
.
" Dugaanku benar, ternyata orang itu adalah Naruto-kun," batin Lady Phoenix menebak lalu tersenyum aneh kearah Grayfia.
.
"Ne, apa kau sangat mengagumi orang itu?" tanya Lady Phoenix sambil tersenyum misterius tapi Grayfia tidak menyadarinya.
"Sangat nyonya! Bahkan aku sempat berharap untuk bisa memiliki suami seperti orang itu, dia adalah motivasiku," balas Grayfia semangat sambil membayangkan orang yang dulu pernah memporak-porandakan markas Old Satans Membuat Lady Phoenix menyerigai.
Padahal Opera tau kalau Lady Phoenix sedang menyerigai, tapi Opera diam saja karena serigai Lady Phoenix tidak membahayakan dirinya.
"Ne Grayfia-san, jika kau bertemu orangnya, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Lady Phoenix menyerigai dan Grayfia belum menyadarinya.
"Jika aku bertemu orangnya, aku akan langsung bilang bahwa aku ingin menjadi istrinya, aku tidak peduli menjadi istri ke berapa yang penting bisa menjadi istrinya dan hidup bersamanya," balas Grayfia yakin.
"Ne, jika kuberi tau siapa orangnya, apakah ucapanmu itu tidak berubah," kata Lady Phoenix sekarang hanya tersenyum saja tanpa serigai.
"Kau akan terkejut kalau tau siapa orangnya," balas Lady Phoenix membuat Grayfia langsung menatapnya.
"Cepat beritau nyonya! Aku tidak peduli siapa orangnya, aku akan kukuh dengan sumpahku," kata Grayfia ingin tau membuat Lady Phoenix menghela nafas.
"Huh, ciri-ciri yang kau sebutkan itu memang anakku yang tadi, dia memang pernah memporak-porandakan markas Old Satans 2 bulan yang lalu hanya demi menyelamatkan anaknya yang ditawan oleh Old Satans untuk dijadikan objek penelitian, kalau ingin tau? Anak yang berambut coklat tadi yang menjadi tawanannya," jelas Lady Phoenix membuat Grayfia dan Opera yang juga mendengarkannya tiba-tiba blank.
.
KRIK! KRIK! KRIK! KRIK!
.
EEEEEEEEEHHHHHHHHH!
.
Kejut Grayfia dan Opera tidak menyangka bahwa Naruto orang yang selama ini mereka kagumi.
.
.
#Skip Tempat Lain
.
HACHIMM!
__ADS_1
.
"Sepertinya ada seseorang yang membicarakanku" kata Naruto sambil mengusap hidungnya yang gatal.
Dan sekarang Naruto berada di suatu ruangan serta di hadapannya ada 3 orang, 2 pria dan 1 wanita.
"Tidak ada kaitannya dengan bersin Shisho," kata Pria tinggi berambut biru muda jabrik serta baju zirah besi merah yaitu Ban.
"Heh, bisa saja Ban, mungkin ada wanita yang membicarakan ketampananku," balas Naruto narsis.
"Justru aku lebih tampan darimu Shisho," balas Ban narsis juga.
"Aduh Ban, jangan harap bisa mengalahkan ketampanan Shisho, setengahnya aja belum nyampe," kata suara Wanita yang terbang serta pakaian biru minim dan rambut hitam panjang sambil memegang bola kristal sebesar bola voli serta tato babi merah di lehernya yaitu Merlin.
"Cih! Diam saja kau Merlin," sahut Ban tidak terima tapi dihiraukan oleh orang yang bernama Merlin.
"Naruto-san, apa kita boleh bergerak sekarang? Kuperhatikan pasukan New Satans mulai terdesak," kata Meliodas sambil menunjuk layar proyeksi di hadapannya.
"Hm, kalian boleh bergerak sekarang untuk membantu pasukan New Satans, aku akan ke tempat lain," balas Naruto juga sambil melihat proyeksi pertempuran New Satans dan Old Satans.
"La Sisho mau ke mana?" tanya Ban.
"Huh, jika kuperhatikan tu peperangan, aku dari tadi belum melihat batang hidungnya Rizevim dalam peperangan, aku tau tempat persembunyiannya jika dia tidak terlibat dalam perang," jelas Naruto membuat yang lainya mengangguk.
"Jadi aku pergi duluan," sambung Naruto lalu bersiap-siap.
.
SRING!
.
Dan Naruto menghilang dan muncul di suatu hutan yang sangat lebat dan gelap terus melompat-lompat di atas batang pohon menuju suatu tempat.
"Ayo! Kita juga harus cepat," kata Meliodas setelah Naruto menghilang.
Lalu Merlin tiba-tiba menjentikkan jarinya, dan mereka bertiga langsung menghilang dan muncul tidak jauh dari lokasi pertempuran New Satans dan Old Satans.
.
.
#Flashback Off
.
WUSH! TAP!
.
Dan akhirnya Naruto mendarat di sebuah gua di hutan tidak jauh dari lokasi peperangan. Dengan sigap Naruto mulai menyiapkan Katana berkaratnya dan mulai memasuki gua tersebut dengan kewaspadaan tinggi.
.
..
T.B.C
__ADS_1