STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 185 Arc Skip Time 1 : Kekecewaan yg mendalam


__ADS_3

.


347 TAHUN YANG LALU


.


#ELEMENTAL NATION WORD


.


*Tap! Tap! Tap!*


Langkah pria dewasa kisaran 23 tahun di lorong-lorong ruangan. Langkah santainya tak ada keraguan sama sekali. Rompi khasnya sudah terlihat jelas bahwa dia adalah seorang Jonin Ninja resmi.


Di belakangnya diikuti 3 bocah berusia 12 tahunan, dan salah satunya bergender perempuan.


"Hoho... Baru pulang misi, Naruto."


Yap, dia adalah Namikaze Naruto, Ninja hebat yang selalu samangat setiap saat. Dia anak dari Namikaze Minato, sang Yondaime Hokage dan Uzumaki Irene. (Irene Belserion, Fairy Tail). 


Dan dia juga memiliki seorang adik perempuan, Namanya Namikaze Erza. (Erza Scarlet, Fairy Tail). Sekaligus murid bimbingannya yang beranggota dengan Uchiha Itachi dan Uchiha Shisui, yang dari tadi mengikutinya dari belakang.


Selain Erza, dia masih memiliki adik lagi yang berusia 5 tahun, namanya Namikaze Arashi, dia memiliki rambut berwarna merah mengikuti marga Uzumakinya.


Tapi sayang, sosok Namikaze Naruto telah membuat banyak perempuan patah hati. Bukan karena Naruto pria brengsek yang suka main perempuan. Melainkan karena sosok Naruto itu sudah tak lajang lagi, dia sudah memiliki istri yang bernama Kurenai Yuhi dan seorang anak berusia 5 tahun bernama Namikaze Yuu (oc). Anak laki-laki yang periang dan memiliki rambut berwarna kuning seperti ayahnya dan mata merah seperti ibunya,


"Ya seperti itulah, hehe,"


Cengengesan Naruto, membalas ucapan pria paruh baya yang berkerja di kantor Hokage itu.


"Tou-san ada?"


"Ada. Masuk saja ke dalam,"


Naruto pun mengangguk, ia melanjutkan lagi langkahnya menuju ruangan Hokage. Dan pastinya Itachi, Shisui dan Erza mengikutinya di belakang.


Tak butuh waktu lama, kini Naruto telah berdiri di depan pintu ruang Hokage. Tak ada niatan untuk mengetuk terlebih dahulu, ia lebih memilih langsung memegang ganggang pintunya.


*Krieeeeeet!*


Pintu terbuka, Naruto melangkah masuk ruangan dengan perlahan.


"Tou-san!" Tiba-tiba anak kecil berambut kuning dan mata merah langsung menghampiri Naruto dengan senangnya.


Naruto hanya tersenyum, ia tau siapa anak itu. Dia adalah anaknya, Namikaze Yuu.


Naruto kemudian berjongkok, menyamakan tingginya dengan Yuu.


"Hoho... Kenapa jagoan Tou-san ada di sini? Lalu di mana Kaa-sanmu?"


"Aku di ajak Arashi dan Nenek ke sini, dan Kaa-san ada di rumah,"


Naruto hanya mengangguk mengerti, ia berdiri lalu menoleh ke depan ke arah 3 orang dewasa di hadapannya. Mereka adalah kedua orang tuanya serta Sandaime Hokage.


Minato tersenyum.


"Bagaimana? Apa misinya lancar?" tanyanya.


"Ya be..."


"Lancar Tou-san." Erza langsung memotong ucapan Naruto, lalu menoleh ke arah Itachi dan Shisui.


"Iyakan Itachi. Shisui," sambung Erza meminta dukungan mereka berdua.


"I-iya,"


Minato menyipitkan matanya, ia menatap curiga Itachi dan Shishui, karena jawaban dari mereka terlihat meraggukan.


*Ctak!*


"Au...!"

__ADS_1


Jitakan tangan Naruto mendarat di kepala merah Erza, dan Erza langsung merintih kesakitan, mengelus kepalanya yang sedikit benjol.


"Jangan mengada-ada Erza, kita sedikit kesulitan kemarin," ucap Naruto.


Erza langsung memayunkan bibirnya, menoleh ke arah lain.


"Mou... Nii-san. Seharusnya biarkan aku terlihat hebat di depan Tou-san dan Kaa-san,"


"Huh..." semua orang dewasa di ruang itu menghela nafas.


"Kau tetap hebat kok, Sayang." Ucap Irene.


"Asal Kaa-san dan Tou-san melihat kalian selamat dari misi, itu suatu kehebatan yang luar biasa loh," sambungnya.


"Yah... Kaa-san. Itu tidak seru lah," keluh Erza.


Membiarkan Erza yang mengeluh, Naruto memilih maju satu langkah dengan sebuah gulungan di tangannya, lalu meyerahkan kepasa Yondaime Hokage.


"Hasil misi ada di dalam,"


"Baiklah, biar kulihat." Minato menerima gulungan itu, Lalu membukanya, melihat isi gulungan sebentar, kemudian ditutup kembali.


"Memuaskan," ucap Minato.


"Jika sudah tak ada yang ingin ditanyakan, aku akan pamit sekarang," ucap Naruto.


Minato sedikit melirik jam dinding.


"Ah, mungkin kita bisa pulang bareng, Naruto. Tou-san juga ingin berkunjung ke rumahmu,"


"Baiklah kalau begitu," balas Naruto.


Minato pun tersenyum, ia kemudian menoleh ke arah Sandaime Hokage aka Hiruzen Sarutobi.


"Mau ikut, Sandaime-sama?"


"Hmm..." Hiruzen mengelus dagunya.


Minato pun mengangguk, kemudian mereka semua yang berada di ruangan itu beranjak keluar dari ruangan itu. Dengan Yuu yang berada di pundak Naruto.


.


.


#Skip Time


.


Sambil mengobrol santai di perjalanan, tak terasa rombongan Naruto sudah sampai di depan rumahnya Naruto, kecuali Itachi dan Shisui yang lebih memilih pulang ke rumah mereka masing-masing.


Kini mereka telah sampai di depan rumah sederhana, dengan Naruto yang sedang membuka pintu rumah itu.


"Aku pulang..."


Ucap Naruto dan Yuu bersamaan. Tak ada jawaban yang menyambutnya.


"Ah....."


Semua terdiam, menfokuskan pendengarannya. Mereka mendengar suara ******* perempuan yang berasal dari dapur rumah itu.


Suara ******* itu semakin jelas, saat tak sadar Naruto dan yang lainnya melangkah perlahan ke arah sumber suara.


"Aku keluar... Kyaaaaa."


Sungguh pemandangan yang tak patut dilihat. Naruto dan yang lainnya tak percaya melihatnya.


Apa yang mereka dengar ternyata adalah kegiatan hina sepasang pria wanita yang melakukan hubungan layaknya suami istri.


Wajah Naruto berubah menjadi datar, perasaannya hancur, bagaikan tombak yang menembus jantungnya, Sangat sakit dan tak percaya melihatnya.


Semua tau siapa yang sedang melakukan hal hina itu, dan yang lebih sakit itu, ternyata wanita yang berhubungan intim itu 'Istrinya sendiri'.

__ADS_1


"AAAAASUUUUMAAAAAAA!"


*DUARRRRRR!*


Hiruzen sangat murka, ia langsung menshunshin dengan cepat dan membenturkan kepala si pria yang berhubungan tadi ke ke tembok ruangan itu. Siapa lagi kalau bukan Asuma Sarutobi, anak dirinya sendiri.


Debu berterbangan di mana-mana, menutupi penglihatan mata setiap orang di situ.


*Deg!*


Kurenai tersentak setelah debu menghilang. Ia melihat ke arah Naruto dan yang lainnya. Tubuhnya bergetar, perasaanya takut yang luar biasa. Karena Naruto, mertuanya, serta anaknya menatapnya. Tatapan yang dapat membuat siapapun takut, yaitu tatapan Kekecewaan yang ditunjukkan oleh mereka.


"Na-Naru, a-aku bisa jela..."


Belum sempat Kurenai menyelesaikan ucapannya. Naruto telah berbalik badan terlebih dahulu menuju keluar rumah.


*Duarrr!*


Sangat keras Naruto membanting pintu rumahnya. Perasaanya Kacau dan ia lebih memilih pergi untuk tak melihat Hal yang barusan terjadi.


Langkahnya cepat, wajahnya datar. Bahkan seorang wanita bermarga Uchiha yang menuntun bocah berusia 5 tahun yang sempat menyapanya saja tak di balas olehnya.


"Naru-kun kenapa ya?"


Batin wanita itu. Dia adalah Uchiha Mikoto, seorang janda 2 anak, Itachi dan Sasuke lah anaknya. Suaminya Uchiha Fugaku telah meninggal 5 tahun yang lalu saat menjalankan misi Rank-SS bersama Naruto, dan bertepatan dengan lahirnya Sasuke waktu itu.


.


Kembali ke dalam rumah. Minato, Irene, Hiruzen dan Erza menatap tajam Kurenai dan Asuma. Kini mereka duduk menunduk di hadapan mereka.


Sedangkan Yuu dan Arashi telah pergi keluar rumah, mengejar ayahnya atas perintah Minato. Semua diam, tak ada yang bersuara.


"Ka-Kaa-san, A-aku bi-sa je-je..."


*BRAK!*


Ucapan terbata-bata Kurenai terpotong. Dengan tampang marah, Irene memukul meja hingga hancur berkeping-keping.


"JANGAN SEBUT AKU KAA-SANMU LAGI! SIALAN!"


Kurenai tambah menunduk, ia terdiam dengan diselimuti perasaan Menyesal, yang sangat-sangat Luar biasa.


*Srek!*


Minato berdiri.


"Irene. Kita pulang." Ucap tegas Minato, lalu menoleh ke arah Hiruzen.


"semuanya sekarang urusanmu." Ucap datar Minato, baru kali ini ia berkata tak sopan terhadap Hiruzen. Dan sekarang Minato menatap tajam Kurenai.


"Jangan pernah memperlihatkan wajah busukmu lagi di hadapan keluarga kami. Mulai sekarang kau bukan lagi bagian Namikaze. Dan jangan pernah mengambil Yuu dari kami."


Kelu dan kaku, Kurenai ingin menjawab ucapan Minato yang terakhir. Tapi lidah dan mulutnya seakan terkunci untuk mengatakan sedikit kata. Hingga langkah keluarga Namikaze keluar pun, Kurenai tak bisa bersuara.


*Sring!*


Pedang panjang muncul di tangan Erza, dan di acungkan ke arah Kurena. "Jika aku melihatmu mencoba mendekari Nii-san lagi, maka pedang ini yang akan memotong lehermu, Jalang." Ucap Erza mengancam, menekankan kata terakhirnya.


Minato, Irene dan Hiruzen terkejut. Bukan tampang Erza yang berani seperti itu, melainkan nada acaman yang amat-amat mengerikan yang keluar dari mulutnya itu.


Baru kali ini bagi mereka melihat Erza terlihat sangat marah yang luar biasa. Bahkan Kurenai dan Asuma dibuat diam membisu dengan Ancaman Erza yang bisa di setarakan dengan Intimidasi tingkat Kage itu.


"Erza. Cari Yuu dan Arashi. Bawa mereka pulang."


Perintah tegas Minato. Erza pun menghilangkan pedang di tanganya. Dan langsung melangkah keluar mencari Yuu dan Arashi tanpa permisi sama sekali.


*SRING!*


Begitu juga Minato dan Irene, mereka langsung beteleport kilat menuju rumahnya sendiri tanpa permisi sama sekali.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2