STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 192


__ADS_3

.


.


Jauh dari belakang posisi Great Red dan Kholkikos yang sedang bahagia sekarang. Nampak Ophis juga memperhatikan kegiatan Naruto serta 2 Naga itu, dan keberadaannya tak disadari oleh mereka bertiga.


*Krak! Krak!*


Memperhatikan dari balik batang kayu, Ophis mencengkram erat batang kayu dihadapannya, sehingga batang kayu itu retak karena tak kuat menahan cengkraman kuat Ophis.


Perasaannya aneh, ia terlihat iri, sedih dan marah bercampur menjadi satu saat melihat kebahagiaan yang dirasa oleh Great Red dan Kholkikos sekarang.


Tangan kirinya bergerak turun, telapak tangannya mengusap lembut perutnya. 


"Aku terlambat. Seharusnya aku yang berada di sana sekarang," batinnya sambil terus memperhatikan Great Red dan Kholkikos berada.


Ophis mundur satu langkah, portal dimensi muncul di samping Ophis. Ia menyudahi acara memperhatikan, dan lebih memilih masuk ke portal dimensi itu.


Dan seketika Ophis langsung hilang tak berbekas setelah memasuki porta dimensi itu.


.


.


# 3 tahun kemudian


.


3 tahun pun berlalu, semenjak Naruto menerima menjadi Mate Great Red dan Kholkikos. Kini mereka telah tinggal bersama, selalu bersama setiap harinya.


Dan Naruto berpendapat. bagi Naruto, Mate yang mereka sebutkan itu berarti pasangan, atau selayaknya suami dan istri.


Dan benar, Naruto telah menganggap mereka sebagai Istrinya. Walau tak secara tertulis sah, tapi Naruto mengikuti cara bangsa Naga yang main mengklaim pasangan setelah muncul tatto Mate di perutnya, dan Naruto telah diklaim oleh 2 Naga sekaligus, Great Red dan Kholkikos.


Dan Naruto bersyukur, untung bangsa Naga ada wujud manusianya. Jadi Naruto tak kebingungan jika diminta berhubungan badan oleh mereka, toh seperti manusia pada umumnya jika dilihat-lihat dari manapun.


Tapi tetap saja bansa Naga itu Reptil, berkembang biaknya ya pasti bertelur. Seperti Naruto lihat saat ini, berada di dalam gua, yang dalam guanya nampak banyak sekali tumpukan jerami-jerami yang mencangkup ruangan dalam gua, seperti sarang burung yang besar.


Dan di tengah tumpukan jerami itu terdapat Kholkikos dengan wujud Naganya yang nampak sedang mengerang kesakitan, dan Naruto tau itu.


Kondisi Kholkikos saat ini seperti Great Red 2 bulan yang lalu, yaitu sedang bertelur. Itu terbukti sebuah telur besar yang tingginya mencapai 2 meter dan berbintik merah, tepat di samping Kholkikos yang sedang mengerang. Itu adalah telur milik Great Red.


"Bertahanlah Kholki-Chan, kamu pasti bisa,"


Dan di samping Naruto terdapat Great Red dengan wujud manusianya sedang menyemangati Kholkikos saat ini.


"Arrrrh! Ini sakit. Sesuatu akan keluar dari perutku,"


Rintih kesakitan Khokikos. Seketika ia langsung menatap Naruto yang berada di samping Great Red.

__ADS_1


Naruto yang merasa ditatap oleh Khokikos pun berkeringat dingin, ia merinding ketakutan.


Ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya, karena mau bagaimana pun ia pernah mengalami di tatap seperti itu oleh Great Red, dua bulan yang lalu saat mau bertelur juga.


*GREP!*


Tangan besar Kholkikos langsung mencengkram Naruto dengan cepat. Bahkan saking cepatnya, Naruto tak sempat untuk menghindarinya.


"Naru! Ini salahmu.. Ini salahmu.. Arrrrrrgh!..."


Teriak Khokikos sambil mencengkram erat tubuh Naruto. Dan Naruto tak bisa menjawab apa-apa, tubuhnya sudah membiru, karena tak kuasa menahan cengkeraman Kholkikos.


.


"HAHAHAHA! WAJAHMU LUCU SEKALI, GAKI! HAHAHAHA!"


Bahkan untuk menyahuti ejekan Kurama di dalam Mindscape-nya saja tak bisa.


.


.


#Skip time


.


15 menit terlewatkan, kini Naruto terlihat sedang mengatur nafas cepatnya. Ia membungkuk, kedua tangannya bertumpu di kedua lututnya. 


Dan di belakang Naruto, terlihat Kholkikos yang telah berubah menggunakan wujud manusianya. Ia duduk tersimpuh, menerima uluran segelas air minum yang diberikan oleh Great Red.


*Glek! Glek! Glek!*


"Ahh..."


Air 1 gelas habis hanya 3 tenggakan saja oleh Kholkikos. Kemudian ia menatap Naruto yang memunggunginya.


"Maaf ya Naru-kun, tadi pasti sangat sakit." Ucapnya merasa bersalah.


"Huh..." Naruto sudah tenang, ia menegakkan tubuhnya dan langsung menoleh ke arah samping.


"Tak apa-apa, asal semuanya baik-baik saja, tak masalah bagiku," ucapnya tanpa menoleh ke arah belakang.


Tiba-tiba tangan kanan Naruto terangkat, ia menunjuk 2 telur besar dengan corak bintik yang berbeda, yaitu merah dan biru muda, dan wajahnya menoleh ke belakang, ke arah Great Red dan Kholkikos berada.


"Kira-kira, kapan anakku akan menetas dari telur itu?" tanyanya penasaran.


Great Red dan Kholkikos saling tatap, tak lama kemudia mereka kembali menoleh ke arah Naruto.


.

__ADS_1


""Satu tahun,""


.


.


# 6 bulan kemudian


.


Waktu terus berlalu, tak terasa sudah setengah tahun lamanya setelah Kholkikos bertelur. Itu berarti telut milik Great Red sudah berusia 8 bulan, dan 4 bulan lagi akan menetas.


Kini terlihat, sosok Naruto sedang tertidur pulas di antara 2 telur itu, dan hanya sendirian. Karena kedua istri Naganya sedang keluar, pulang ke rumah sederhananya di pinggiran rawa itu, hanya sekedar untuk mengisi perut.


Dan itu hanya sebentar saja, karena mereka akan kembali, ke sarang telur mereka berada untuk mengengkrami telur mereka.


Dan Naruto tak mempermasalahkan itu semua. Selagi itu yang bisa dilakukan, maka lakukan saja. Dan Naruto akan senantiasa membuat makanan enak ketika tiba-tiba mereka berdua pulang.


*Sring!*


Portal dimensi muncul tak jauh dari Naruto tertidur, mengeluarkan sosok Great Red dan Kholkikos yang telah kembali ke sarang mereka bertelur.


Seketika mereka langsung tersenyum senang, menatap tidur damai Naruto di antara 2 telur besar mereka.


Tiba-tiba tubuh Great Red dan Kholkikos bercahaya, mereka berubah menjadi sosok Naga besar. Mereka mendekati telur mereka, seketika Great Red melingkari telur yang berbintik merah, sedangkan Kholkikos melingkari telur yang berbintik putih.


Sedikit bentangan kehangatan dari Great Red dan Kholkikos, sayap mereka sedikit diselimutkan untuk Naruto.


Sehingga kini Naruto terlihat Nyaman ditidur damainya. Dan Great Red serta Kholkikos senang melihatnya.


.


.


Dibalik kebahagiaan seseorang, pasti ada perasaan yang iri melihatnya. Seperti Ophis saat ini, jauh dari luar pintu masuk gua yang terdapat Naruto serta 2 istri Naganya, ia memandang gua itu dengan pandangan kosong.


Pupilnya hitam kusam tak berwarna, seperti telah kehilangan cahanyanya.


Perasaan iri telah menghantuinya, tapi walau begitu ia masih berharap. Berharap akan suatu yang diinginkan bisa terjadi, walau harus menunggu, tak masalah bagi Ophis.


Tapi itu dulu-dulu, sedangkan akhir-akhir ini Ophis terlihat sedikit aneh, keyakinannya sedikit Runtuh entah karena apa. Sehingga tiba-tiba Ophis memandang langit.


"Apakah aku bisa?" gumamnya.


.


.


"Untuk terus berharap?"

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2