STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 165


__ADS_3

Du! Duk! Duk!


Langkah kaki terdengar dari lantai 2, suaranya semakin terdengar oleh Naruto dan Hephaestus di ruang tamu.


"Mama,"


Dan ternyata pemilik suara langkah kaki tersebut adalah milik Levi yang sedang mengucek-ucek matanya karena baru bangun dari tidurnya.


"Pagi, Levi-Chan."


Levi menghentikan acara mengucek matanya dan langsung menoleh ke sumber suara yang memanggilnya, karena suara tersebut nampak tak asing baginya.


"Paman,"


Ucap Levi seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang ini, bahwa suara yang memanggilnya adalah Naruto yang sudah di anggap paman oleh Levi.


Ckleek!


Salah satu pintu kamar tamu yang berada di lantai 1 terbuka, dan kini memperlihatkan Myu yang baru bangun dari tidurnya.


"Mama, Papa,"


Panggil Myu kepada seseorang yang berada di rumah tersebut, hingga langkahnya sampai di ruang tamu membuat seseorang yang ada di ruangan tersebut menoleh ke arahnya.


"Hey Nak. Papa di sini," panggil Naruto.


Sontak Myu menoleh ke sumber suara dan langsung senang melihatnya, karena ia melihat sosok ayahnya yang berada di situ dengan ciri khas senyum hangatnya.


Myu langsung melangkah mendekati ayahnya, tapi langsung dibuat bingung setelah duduk di samping ayahnya karena melihat sosok seumurannya yang duduk di samping pria gendut menurutnya atas tadi malam yang ia lihat.


"Huh," seakan sudah tau kebingungan Myu, Hephaestus menghela nafas lalu menyentuh bahu Levi.


"Perkenalkan ini anak paman, namanya Levi," ucap Hephaestus memperkenalkan anaknya kepada Myu yang sedang bingung.


Myu menoleh ke arah ayahnya, dan Naruto hanya tersenyum dan mengangguk atas tatapan Myu yang sepertinya meminta persetujuan darinya.


Lalu Myu kembali menoleh ke arah depan setelah mendapat persetujuan dari Naruto.


Myu menundukkan kepalanya.


"Myu desu, salam kenal," ucap Myu memperkenalkan diri.


"Levi Grin, panggil aku Levi. Salam kenal juga,"


Ucap Levi memperkenalkan diri juga, sontak Myu langsung mendongkrakkan kepalanya dan bernafas lega.


"Hey Nak," Myu menoleh ke arah Naruto,


"Bisa kalian mandi dulu sebelum sarapan?" perintah Naruto kepada Myu dan Levi.


"Baik paman." Balas Levi.


"Yuk Myu- Chan," ajaknya.


Dan Myu hanya mengangguk saja sebagai jawabannya, kemudian mereka bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar mandi yang berada di sebelah dapur.


"Mama,"


Reiya dan Remia menoleh ke sumber suara, yang ternyata anak-anak mereka yang memanggilnya persis di ambang pintu dapur.


"Anak Mama sudah bangun?"


Myu mengangguk.


"Kami mau mandi Ma," ucapnya.


Dan dijawab anggukan kepala oleh Remia.


Tiba-tiba Levi menarik Myu memasuki kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur rumah.


.


"kyaaaaa... Levi- Chan jangan disiram dulu,"

__ADS_1


"Habisnya kamu lama melepaskan bajunya,"


.


"Hihihihihi... Mereka itu," cekikikan senang Reiya saat mendengar teriakan anaknya dari dalam kamar mandi.


Sedangkan Remia hanya tersenyum senang mendengarnya.


"Kelihatannya Myu sangat senang memiliki teman seumurannya," Batinnya.


.


#Skip Time


.


2 jam berlalu, kini Naruto berada di ruang tamu bersama Remia, serta Myu di antara mereka berdua.


"Aku pulang sekarang Hep,"


Pamit Naruto kepada keluarga Hephaestus di hadapannya.


"Ya," singkat Hephaestus.


"Myu-Chan, berkunjung lagi ya?"


"Um,"


Naruto dan Remia tersenyum mendengar interaksi Levi dan Myu. Tangan kanan Naruto terangkat dan mendarat di kepala Myu.


"Kapan-kapan kita akan berkunjung lagi kok," ucap Naruto sambil mengelus kepala Myu.


Myu menoleh ke arah wajahnya Naruto.


"Sungguh Papa?" tanya Myu memastikan lagi ucapan Naruto dengan mata berseri-seri.


"Em." Dan dijawab anggukan kepala serta senyuman oleh Naruto.


Sontak Myu langsung tersenyum senang sangat lebar dan menoleh ke arah Levi.


"Um. Aku akan menantinya," balas Levi senang juga.


Naruto tersenyum, kemudian meraih tangan Remia dan kembali menoleh ke arah Hephaestus.


Naruto dan Hephaestus saling mengangguk mengerti, tiba-tiba...


.


SRING!


.


Naruto serta Remia dan bersama Myu langsung menghilang dalam sekejap mata. Kini di ruangan itu hanya tersisa Hephaestus serta anggota keluarganya.


.


#Skip Kuoh (Siang)


.


Seperti biasa, entah pergi jauh ke mana pun, Naruto akan kembali dan muncul di halaman belakang agar tak mengejutkan orang-orang di dalam rumahnya. Dan untungnya di belakang rumah tak ada orang di situ.


Remia dan Myu berkali-kali melihat sekeliling. maklum saja, tempat tersebut adalah tempat asing yang baru pertama kali di lihat oleh mereka, jadi tak heran bagi Naruto melihat kebingungan Remia dan Myu saat itu.


"Ini tempat tinggalmu, Naru-kun?"


"Em, mulai sekarang kalian berdua akan tinggal disini," Naruto mengangguk.


"Ayo kita masuk," ajaknya.


Naruto melangkah masuk ke dalam rumahnya diikuti Remia di belakangnya sambil menuntun Myu.


Tak henti-hentinya bagi Remia dan Myu untuk merasa kagum, mereka berdua kagum melihat sekeliling karena baru pertama kali bagi mereka melihatnya.

__ADS_1


"TOU-SAN PULANG!"


Tak ada yang menyahuti teriakan Naruto, 


"Ke mana orang-orang ya?" bingung Naruto saat memasuki rumahnya terlihat sepi.


Tap! Tap! Tap!


Suara langkah kaki terdengar, nampaknya dari arah ruang tamu, bersebelahan dengan ruangan tempat berada Naruto sekarang.


"Ah Naru-kun,"


"Yey! Tou-san pulang!"


Dan sang pemilik suara langkah kaki ternyata adalah Yasaka dan salah satu dari ketiga anaknya Naruto mendekatinya, yaitu Luna yang mendekati Naruto , sedangkan Sting dan Hinami berada di samping Yasaka.


"Tou-san, ayo lanjutkan lagi cerita tentang ' Ninja Keren'. Kemarin malam ceritanya belum selesai. Aku ingin mendengar bagaimana si guru mesumnya tokoh utama masuk jurang karena ditendang oleh tokoh utama." Ucap Luna.


Naruto tersenyum sambil mengusap pucuk kepala Luna.


"Nanti malam akan Tou-san lanjutkan lagi." Ucapnya berjongkok, menyamakan tingginya dengan Luna.


"Yaaaaaah,"


Luna langsung memasang wajah lesu, padahal cerita dari ayahnya sangat seru yang selalu diceritakan setiap malamnya.


Sedangkan tadi malam libur cerita, membuatnya meminta kelanjutannya sekarang, tapi malah di tunda nanti malam.


Naruto menegakkan badannya kembali, lalu menoleh ke arah Yasaka.


"Yang lain ke mana?" tanyanya.


"Yang lain ada di halaman depan," balas Yasaka.


Kemudian pandangannya tertuju kepada Remia tepat di samping Naruto.


"Dia siapa Naru-kun?"


"Namanya Remia, salah satu wanita yang masuk daftar yang harus kupastikan," balas Naruto.


Remia sedikit membungkukkan badanya.


"Salam," ucapnya kembali menegakkan badannya.


Yasaka mengangguk mengerti, lalu menoleh ke arah Myu di samping Remia.


"Jadi, anak itu juga anakmu, Naru-kun?" ucapnya sambil menunjuk Myu.


"Ya seperti itulah," singkat Naruto.


"Bisa kau bantu Remia untuk berkenalan dengan seluruh anggota keluarga ini? Aku mau ke kamar."


"Baiklah," angguk Yasaka. Lalu menoleh ke arah Remai.


"Ayo Nona, kita temui anggota keluarga yang lainnya," ajaknya.


Remia mengangguk, kemudian mengikuti Yasaka menuju halaman depan sambil menuntun Myu. Sedangkan ketiga anaknya Naruto tadi sudah melesat terlebih dahulu ke halaman depan.


Merasa telah sendirian di ruang tersebut, Naruto langsung melangkah menuju kamarnya. 


"Oh kasur kesayanganku, aku datang,"


Bruk!


Naruto langsung membaringkan tubuhnya di kasur empuk kesayangannya, yah walaupun bau Yasaka masih terasa, karena setiap Yasaka berkunjung pasti akan tidur di bersamanya.


"zzzzzzzzZZZZZZZZZ!"


Dan sepertinya Naruto kurang tidur semalam, itu terbukti tanpa hitungan menit suara dengkuran keluar dari mulut Naruto, tanda bahwa dirinya telah tertidur.


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2