STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 46 Arc Love in Underword 3: ilusi tak nyata


__ADS_3

.


#KEESOKAN HARINYA (SIANG)


.


WUSH! TAP! WUSH! TAP! WUSH! TAP! WUSH!


.


Lompatan demi lompatan Naruto dari batang pohon ke batang pohon lainya, begitu cepat bagaikan peluru yang melesat maju mengejar sesuatu hal penting entah apa itu.


"SIAL! Kenapa aku tidak menyadarinya si tadi pagi," gerutu Naruto sambil terus melompat ke batang pohon lainya.


"Otakmu memang di pantat dari dulu, tidak menyadari kepanikan mereka, dasar Otak Oppai ," ejek Kurama.


"DIAM KURAMA! Aku tidak butuh ocehanmu!" balas Naruto kesal.


"HAHAHA otak Oppai memang selalu otak Oppai, bahkan semalaman kau terus terbayang Oppai milik si iblis rambut ubanan itu dalam mimpimu," kata Kurama membuat Naruto tambah kesal.


"DIAM RUBAH KAMPRET! JANGAN INGATKAN ITU SIALAN!" balas Naruto sangat kesal.


"HAHAHAHA makanya cepat otak Oppai, aku tidak sabar ingin mengamuk di sana," kata Kurama menghiraukan Naruto yang lagi kesal terhadapnya.


"MAKANYA DIAM! SIALAN!" balas Naruto kesal karena dari tadi Kurama terus mengoceh hingga membuat telinga Naruto panas.


.


.


#Flashback On


.


#Pagi Hari Di Mansion Phoenix


.


HOOOAAMMM!


.


Suara Naruto yang menguap dari ruang utama. Kenapa Naruto bisa di ruang utama?


Kenapa tidak di kamarnya? Yap! Karena kamar Naruto sekarang di tempati 2 iblis yang ditolong kemarin yang tidak sadarkan diri.


.


"CEPAT RUVAL! INI DARURAT!" teriak Lord Phoenix kepada Ruval yang masih di dalam kamarnya.


"IYA OTOU-SAMA! SEBENTAR LAGI!" sahut Ruval dari dalam kamar. Dan tak lama kemudian Ruval keluar kamar dengan sebuah pedang di punggungnya.


Lalu melangkah keluar Mansion, tapi langkahnya terhenti ketika mau melewati kamar milik Naruto.


"Ada apa si? Berisik sekali," kata Grayfia yang baru saja keluar dari kamar Naruto yang menghentikan langkah Lord Phoenix dan Ruval yang langsung menatap curiga.


"Hey hey siapa kau? Apa kau Naruto?" tanya Ruval curiga.


"Siapa si Naruto? Aku tidak kenal dan ini di mana?" balas Grayfia membuat Ruval kesal karena pertanyaannya diacuhkan.


"PRANKMU TAK BERMUTU NARUTO!" kesal Ruval,


karena Ruval sering dikerjai oleh Naruto yang berubah wujud menjadi wanita lalu menggoda Ruval. Dan anehnya Ruval kena prank Naruto berkali-kali.


Sontak Grayfia langsung menutup telinganya karena suara Ruval begitu keras di hadapannya.


"BERISIK RUVAL!" sahut Naruto dari lantai bawah,


membuat Ruval dan Lord Phoenix menoleh ke bawah. Sontak Ruval langsung terjun ke bawah mendarat tepat di hadapan Naruto.

__ADS_1


.


CTAK!


.


"BISA KAU JELASKAN SEMUA INI HA!" kesal Ruval setelah menjitak kepala Naruto.


"BERISIK! NANTI SAJA!" balas Naruto sambil mengelus kepalanya bekas jitakkan Ruval.


"Sudahlah Ruval, Naruto bisa menjelaskan nanti, kita harus cepat," kata Lord Phoenix yang sudah dekat dengan Naruto dan membuat Ruval menghela nafas.


"Kau harus jelaskan semuanya KUNING KAMPRET! Setelah aku pulang," kata Ruval tenang menekankan kata KUNING KAMPRET.


"Ya ya dan kau juga kuning kampret! Asal kau tau Ruval," balas Naruto mengejek membuat urat-urat di kepala Ruval bermunculan.


"Grrrr! Kalau aku tidak terburu-buru, sudah kubakar kepala kuningmu itu Naruto," kesal Ruval.


"Ayo Otou-sama," sambung Ruval membuat Lord Phoenix mengangguk.


"Jaga keluarga ini ya Naruto," kata Lord Phoenix kepada Naruto sebelum menciptakan lingkaran teleport.


"Hai! Dengan segenap jiwaku Otou-san!" balas Naruto tegas membuat Lord Phoenix tersenyum senang dan mengangguk.


Kemudian menciptakan lingkaran teleport bersama Ruval lalu menghilang dan muncul di suatu tanah lapang yang sudah berisi banyak iblis yang berkumpul.


Sedangkan Naruto tidak curiga sama sekali dengan kepergian Lord Phoenix dan Ruval yang begitu panik dan terburu-buru.


"Apa tidak apa kita tidak memberitau Naruto Otou-sama?" tanya Ruval setelah tidak berada di Mansion Phoenix.


"Aku tidak ingin Menma cemas apabila Naruto mengikuti perang ini," balas Lord Phoenix membuat Ruval mengangguk mengerti. Lalu ikut berkumpul dengan iblis lainya.


.


.


.


" Tadi Otou-san membicarakan apa ya sama Ruval?" batin Naruto mencoba mengingat apa yang tadi dibicarakan Lord Phoenix dan Ruval.


Karena Naruto masih mengantuk jadi tidak terlalu jelas untuk mendengar percakapannya.


" Ah, palingan rapat dadakan kayak kemarin, malas ah lebih baik aku tidur lagi di kamar," sambung batinnya sambil menghela nafas.


Secara tidak sadar Naruto melangkah ke kamarnya dan langsung terhenti langkahnya pas didepan pintu kamarnya karena melihat Grayfia yang berdiri sambil menatapnya.


"Ah kau sudah sadar Yuki Onna," kata Naruto kepada Grayfia. Sontak Grayfia langsung menatap tajam Naruto.


"Cepat katakan! Apa yang kau lakukan pada diriku disaat tak sadarkan diri!" balas Grayfia datar.


.


"Uh datarnya," batin Naruto.


.


"Aku tidak melakukan apa-apa asal kau tau Nona, dan jangan menatapku seperti itu," balas Naruto risih dengan tatapan Grayfia seperti menginterogasi dirinya.


"BOHONG! Kau pasti melakukan hal-hal senonoh terhadap tubuhku, kau harus bertanggung jawab menikahiku sekarang!" sangkal Grayfia berpendapat sendiri membuat kepala Naruto keluar urat-urat kekesalan.


"HEY NONA! JANGAN ASAL MENUDUHKU! Aku tidak melakukan apa-apa, buat apa aku harus bertanggung jawab!" balas Naruto menolak.


"POKOKNYA TANGGUNG JAWAB TITIK! Ini buktinya kenapa baju yang kemarin kupakai sudah berganti? Ini pasti ulahmu sebelum mengganti bajuku kau melakukan hal-hal bejat terhadap tubuhku," balas Grayfia tidak mau kalah.


.


"GRRRRR! ITU BUKAN AKU NO-"


"POKOKNYA TANGGUNG JAWAB MENIKAHIKU TITIK!" potong Grayfia cuek.

__ADS_1


.


"Ada apa si Naruto-kun? Pagi-pagi berisik banget," kata Lady Phoenix yang tiba-tiba menghampiri Naruto dan Grayfia.


Sontak Naruto dan Grayfia langsung menoleh ke sumber suara.


"Ini ni Okaa-san, baru sadar langsung meminta pertanggung jawabanku, apa maksudnya coba," ucap Naruto sambil menunjuk muka Grayfia.


"Jangan mengelak! Kau harus bertanggung jawab karena telah melakukan hal senonoh terhadapku," balas Grayfia memberi alasan membuat Lady Phoenix menghela nafas.


"Kau salah paham Nona, begini akan kujelaskan," kata Lady Phoenix membuat Grayfia menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan.


.


#Skip Time


.


"Maafkan aku," kata Grayfia setelah 15 menit Lady Phoenix menjelaskan bagaimana dirinya bisa berganti baju dan cepat pulih karena semuanya berkat Lady Phoenix.


"Huh, makanya dengarkan penjelasan orang dulu sebelum menuduh seseorang," kata Naruto tenang.


"Maafkan aku, sebagai ganti maafku, aku akan mengabdi pada dirimu," kata Grayfia sambil membungkuk di hadapan Naruto,


membuat Naruto terkejut dengan tingkahnya.


"Tidak usah, aku tidak mengharap imbalan apa-apa darimu," balas Naruto menolak.


"Kumohon, aku sudah tidak punya tempat pergi lagi, aku akan melakukan apa pun asal aku bisa tinggal disini," minta Grayfia masih membungkuk membuat Naruto menghela Nafas lalu menoleh ke arah Lady Phoenix.


"Bagaimana Okaa-san?" tanya Naruto kepada Lady Phoenix.


"Kurasa tidak masalah Naruto-kun, Nona ini bisa menjadi baby sister untuk Menma dan Riser. Kalau untuk remaja di dalam bisa menjadi pengawal pribadimu, kan Cuma dirimu yang belum punya pengawal pribadi Naruto-kun," kata Lady Phoenix memberi alasan membuat Naruto mengangguk mengerti.


"Baiklah jika keputusan Okaa-san seperti itu," ucap Naruto membuat Grayfia senang.


"Terima kasih," ucap Grayfia lalu menegakkan kepala.


.


KRIUUUUUK!


.


Tiba-tiba perut Grayfia berbunyi sehingga membuat Grayfia menunduk malu, dan diikuti keluarnya Opera yang sepertinya sudah sadar muncul di belakang Grafiya.


"Ah kebetulan sekali kau sudah sadar pemuda-san, ayo ke ruang makan, kalian pasti lapar," kata Lady Phoenix dan hanya dibalas anggukan pelan Grayfia dan bingung untuk Opera karena tiba-tiba ditawari makan ketika baru keluar kamar.


"Oh ya Naruto-kun, kamu tidak membuat ramen untuk Menma?" sambung Lady Phoenix kepada Naruto.


Sontak Naruto langsung memegang kepalanya frustasi.


"Gawat! Aku lupa!" kata Naruto panik langsung berlari ke dapur.


"Hihihihi dia itu," cekikikan Lady Phoenix.


"Ano, apa pemuda itu selalu seperti itu nyonya?" tanya Grayfia sedikit terhibur dengan tingkah Naruto.


"Um, setiap hari malahan," balas Lady Phoenix mengangguk membuat Grayfia sedikit membayangkan bagaimana keseruan tingkah Naruto tiap harinya.


"Ayo," sambung Lady Phoenix mengajak, membuat lamunan Grayfia buyar lalu mengangguk mengikuti Lady Phoenix ke ruang makan diikuti Opera di belakangnya.


Dan ternyata di ruang makan sudah ada Menma yang lagi menggerutu ngak jelas dan Riser terus-terusan menguap terlihat masih ngantuk.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2