STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 122


__ADS_3

.


Gelap dan sempit, mungkin itu yang bisa di gambarkan dengan tempat yang sekarang Naruto tempati bersama anak-anak. Yaitu di dalam sel kerajaan tersebut.


Kenapa? Itu karena tadi pas baru muncul di gerbang kerajaan, Naruto dan anak-anak langsung disambut beberapa prajurit.


Dan prajurit tersebut mengenali sosok Naruto, sehingga menganggap bahwa Naruto itu penyusup.


Jadi dengan tenang dan pasrah Naruto diseret ke dalam resto bersama anak-anak.


"Ayah, kapan kita akan keluar dari sini?" dan Lucy takut dengan bayangan.


Itu terbukti dengan dirinya yang selalu merangkul tangan kiri Naruto begitu erat tubuhnya dan juga menggigil.


"Nee-san takut gelap ya?" goda Liya yang berada di belakangnya.


Lucy menoleh ke belakang.


"Si-siapa yang takut. A-aku ha-"


Tap .. tap..tap


"-Hiiiiiiiiii! Hantu!" Lucy langsung mengeratkan rangkulannya setelah mendengar suara langkah dari ujung ruangan.


"Bukan hantu Lucy, tapi tiga orang yang sedang menuju kemari?" ucap Gray tenang.


Sontak Lucy menoleh ke arah Gray yang sedang menyenderkan punggungnya di sebelah kanannya.


"Darimana Nii-san tau?" tanya Lucy.


"Kami kakak-kakakmu itu adalah hybrid Akuma. Jadi penglihatan dan pendengaran kami lebih tajam daripada manusia pada umumnya," ucap Gray memberi tau.


"Dan aku Hybrid Elf yang pada dasarnya sudah dianugerahi penglihatan sejak lahir. Jadi, walaupun gelap masih bisa melihat sekeliling tempat," timpal Liya.


Sedangkan Lucy hanya mengangguk mengerti atas penjelasan dari Gray dan Liya, tapi rangkulan eratnya belum terlepas karena masih merasa takut akan bayangan sekitar tempat itu.


Sedangkan tak jauh dari sel tempat Naruto dan anak-anak berada tampak 1 orang wanita dan 2 pria sedang melangkah menuju sel tahanan Naruto berada.


"Apa yang benar penyusupnya itu manusia?" tanya sang wanita yang ternyata Shirahoshi yang penasaran dengan tawanan sel yang katanya adalah manusia.


"Benar tuan putri, 2 diantaranya benar-benar manusia, sedangkan aura yang lainnya tampak berbeda dengan 2 orang tersebut." Balas sang prajurit Kerajaan.


Shirahoshi memegang dagunya.


" Apa jangan-jangan Naru-kun ya? Ah semoga saja benar," batinnya berharap.


tap..tap..tap


duk


Langkah ketiga orang tersebut terhenti tepat di depan sel tersebut dan masih dalam suasana gelap karena belum dimulainya penetrasi ruangan tersebut.


Tiba-tiba pria selain prajurit tadi yang membawa Naruto ke sel menjentikkan jarinya dan seketika obor di ruangan tersebut pun menyala.


Entah mengapa Shirahoshi dan pria yang menjentikkan jarinya atau Jinbe langsung menyentuh mata terkejut setelah tau siapa tawanan kerajaan tersebut.


"Na Naru-kun!/Na-Naruto!" kejut mereka berdua.


"Yo!" dan hanya dibalas sapaan dan senyum lima jari Naruto.


Shirahoshi langsung menoleh ke arah prajurit tadi.


"Cepat! buka selnya!" bentak Shirahoshi.


Dengan sigap prajurit tadi langsung membuka kunci sel dan dengan cepat Shirahoshi langsung membukanya.


bruk..


Shirahoshi langsung merangkul leher Naruto, tidak peduli jika masih ada Lucy yang merangkul tangan Naruto.


"Hiks, Hiks, akhirnya kamu datang Naru-kun," tangis kerinduan Shirahoshi yang selama 5 tahun disimpan pun akhirnya pecah.

__ADS_1


Tangan kanan Naruto terangkat dan mendarat di surai pink Shirahoshi.


"Kau masih saja cengeng seperti dulu ya," senyum Naruto sambil mengelus lembut rambut Shirahoshi.


.


" Apakah dia Shirahoshi Kaa-san yang diberitahukan oleh Tou-san kemarin malan?" batin anak-anak Naruto dengan Lucy yang sudah melepaskan rangkulannya dan mundur sejajar dengan Liya di belakang Naruto.


Sedangkan untuk jinbe kini sedang memarahi si prajurit di luar sel.


.


Naruto mencoba berdiri dengan perlahan dan Shirahoshi seolah tak mau terlepas dari rangkulannya. Hingga Naruto berdiri pun Shirahoshi masih merangkul lehernya.


Lalu Naruto menoleh ke arah Jimbe.


 "Sudahlah Jinbe, mungkin dia prajurit baru sehingga tak mengenaliku. Lagian aku baik-baik saja," ucap Naruto melerai Jinbe yang memarahi prajurit tersebut.


"Huh," Jinbe menyudahi acara memarahinya.


 "Memang dia prajurit baru kerajaan ini," ucapnya.


"Kembali ke tempatmu sekarang!" sambungnya kepada prajurit tersebut.


"Hai, maafkan saya," ucap prajurit itu sedikit demi sedikit lalu melangkah keluar ruangan tersebut.


Lalu Jinbe menoleh ke arah Naruto. 


"Sudah kuduga tadi, jika manusia yang bisa menyusup kesini hannyalah dirimu satu-satunya yang bisa," ucapnya.


"Hehe, kau bisa saja," lalu Naruto menoleh ke arah Shirahoshi yang masih terisak di rangkulannya.


 "Sudah-sudah, apakah kau tak akan mempertemukan aku dengan Shuna, Hime," ucapnya.


Sontak Shirahoshi langsung melepas rangkulannya dan mengelap air matanya.


 "Ayo, pasti Shuna sangat senang melihatmu datang kesini," ucap Shirahoshi langsung ke Naruto keluar ruangan tersebut


Teriakan Naruto saat akan pintu ruangan tersebut dan hanya dibalas oleh kepala Jinbe.


Lalu Jinbe menoleh ke belakang setelah Naruto dan Shirahoshi keluar dari ruangan tersebut. 


"Jadi, kalian benar-benar anaknya?' tanyanya


"Iya paman, dan khusus dari ibu-ibu yang berbeda," balas santai Olive dan didukung anggukkan adik-adiknya.


Entah mengapa Jimbe langsung diam mematung. 


" Apaaa! Ibu-ibu yang berbeda. Sebenarnya Naruto itu punya berapa istri si?" batinnya terkejut setelah mendengar jawaban dari Olive.


"Baiklah, paman akan menemani kalian berkeliling di kerajaan ini," ucap Jinbe setelah tersadar dari keterkejutannya.


Tiba-tiba Gray langsung mendekati Jinbe. 


"Apakah disini ada putri duyung, Paman?" tanyanya dengan tampang aneh.


"Ada, Apa kau ingin melihat ras duyung?" tanya balik Jinbe.


"AYO PAMAN! KITA KESANA DU-Auuuuu sakit!"


Teriakan semangat Gray langsung diganti dengan suara rintihan di telinganya. 


Dan pelakunya adalah Mirajane yang menjewer telinga Gray.


"Ingat Kuroka, Nii-san," ucap Mirajane melepaskan jewerannya.


"A-apa maksudmu, Mira?" gagap Gray.


Entah mengapa Mirajane dan Rin tersenyum menyerigai sedangkan saudara-saudaranya yang lainnya hanya bingung atas serigai Mirajane dan Rin.


"Hehe, sebenarnya aku, Rin-chan, Naruko Nee-sama dan Vivi Nee-sama sudah tau lo, apa yang Nii-san mengunjungi bersama Kuroka di kedai kemarin, hehehe," cengengesan Mirajane dan Rin. 

__ADS_1


Sontak Gray langsung melebarkan mata terkejut.


"Hoooo, jadi Gray dan Kuroka sudah auweo ya?" goda Zaitun.


"Wah, tak kusangka sekali," timpal Liya.


Sedangkan Lucy hanya bingung, karena tak tau maksud saudara-saudaranya. Karena nyatanya dia anggota keluarga baru dari kemarin. 


Sedangkan Gray sudah terlihat karena malu oleh saudara-saudaranya.


"Ah, Tou-san harus dengar berita ini," ucap Olive. 


Tiba-tiba Gray langsung menoleh ke arah Olive.


"JANGAAAAAAAN! Nanti aku bisa digantung oleh Tou-san, tolong jangan beritau Tou-san dulu Nee-san," cegah Gray memohon.


"Hihihihihihihi,"


Dan suara cekikikan saja sebagai jawaban dari permintaan Gray. 


Bahkan Lucy yang tak tau apa-apa juga cekikikan karena bermanfaat oleh tingkah konyol kakaknya.


"Jadi, mau keliling kerajaan atau tidak?" cekikikan anak-anak Naruto buyar oleh suara Jinbe.


"Jadi paman, ayo berangkat sekarang," balas Olive mewakili adik-adiknya.


Lalu Jinbe melangkah keluar ruangan tersebut diikuti oleh anak-anak Naruto di belakang untuk berkeliling kerajaan tersebut.


.


kini Naruto masih diseret dengan paksa oleh Shirahoshi di karidor istana untuk menuju suatu ruangan, atau lebih tepatnya kamar milik Shuna.


"Bisa pelan-pelan Hime, aku tau kau sangat semangat hari ini," ucap Naruto yang pasrah.


"Aku ingin cepat-cepat melihat reaksi senang Shuna, Naru-kun," ucap Shirahoshi tanpa menoleh.


"Huh, baiklah-baiklah," singkat Naruto.


Dan tak pintu lama akhirnya mereka sampai di depan yang berwarna pink. Dengan perlahan Shirahoshi langsung membuka pintu tersebut.


Dan Shirahoshi langsung melihat sekeliling kamar tersebut. 


Di kamar tersebut tidak ada seorang pun, melainkan hanya angin dingin yang berhembus ke dalam kamar melalui jendela kamar yang terbuka lebar.


Mata Naruto dan Shirahoshi langsung terbuka lebar saat melihat sebuah pisau tepat di jendela yang terbuka. 


Bukan pisaunya yang membuat mereka terkejut, melainkan lambang mawar merah pada tangkai pisaunya.


.


GREP!


.


di Shirahoshi langsung pingsan dan ambruk tapi langsung di tangkap oleh Naruto. 


Sedangkan Naruto sekarang menggeratkan gigi-giginya karena sangat murka, karena tau siapa pemilik pisau dengan lambang tersebut.


.


.


.


.


"AKAN KUCINCANG KAU, DECKEN!"


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2