STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 8


__ADS_3

"Seperti itulah," kata Hephaestus mengakhiri ceritanya membuat Zeus sedih atas perbuatannya waktu dulu.


"Maafkan aku Nak, atas perlakuanku waktu dulu," ucap Zeus menundukkan kepalanya sedih.


"Tidak masalah, semuanya sudah kumaafkan," jawab Hephaestus.


"Aku juga bersyukur kalau dulu aku tidak kau usir, maka aku tidak seperti saat ini," sambung Hephaestus tenang.


"Terima kasih telah memaafkan kami Nak, ibumu pasti sangat senang saat mendengar kabarmu saat ini," ucap Zeus lega.


"Tapi maaf, aku tidak ingin mereka tau keadaan diriku, cukup dirimu yang tau saja," tolak Hephaestus membuat Zeus bingung tak tau maksud ucapan Hephaestus.


"Kenapa? Bukannya kau menginginkannya?" ucap Zeus bingung.


"Tidak! Aku sama sekali tidak menginginkannya," kata Hephaestus membantah ucapan Zeus.


"Tapi—"


"Kau tidak mengerti juga ya Zeus," potong Naruto yang dari tadi diam mendengarkannya.


"Apa maksudmu?" tanya Zeus bingung.


"Bukanya dia berhak berada di Olympians lagi?" sambung Zeus tapi dijawab gelengan kepala Naruto.


"Setiap orang memiliki HAK Zeus, jangan kau paksa HAK seseorang itu akan membuatnya tersakiti," kata Naruto menasehati membuat Zeus diam memikirkannya.


"Apabila dia dipaksa di sana maka dia akan tersakiti kembali oleh orang-orang yang dulu pernah menyakitinya," kata Naruto menjelaskan.


"Maka biarkanlah Hephaestus hidup bahagia tanpa paksaan siapa pun di sini," sambung Naruto membuat Zeus menganggukkan kepala mengerti.


"Baiklah aku mengerti," jawab Zeus


"Asalkan aku boleh berkunjung kesini lagi, aku ingin memulai dari awal lagi bersama kau Nak," sambung Zeus memohon kepada Hephaestus.


"Tidak masalah" singkat Hephaestus menyetujui.


"Asalkan jangan beritau mereka, walaupun itu ibu sekalipun jangan sampai tau," sambung Hephaestus tenang.


"Ya!" jawab singkat Zeus


"Aku berjanji," sambung Zeus membuat Hephaestus tersenyum tipis.


"Oh ya kau—"


"Naruto, Uzumaki Naruto," ucapan Zeus terpotong oleh Naruto


"Dan panggil aku Naruto saja," sambung Naruto memberi tau.


"Baiklah Naruto" singkat Zeus


"Hmm begini, aku sangat penasaran dengan aura anak-anakmu itu Naruto?" sambung Zeus bertanya.


"Apa maksudmu? aku tidak mengerti," jawab Naruto pura-pura tidak tau.


"Aku merasakan ketiga anakmu itu adalah Iblis dan yang satunya adalah Yokai sedangkan dirimu adalah manusia," kata Zeus memberitau


"Apakah mereka bukan anak kandungmu?" sambung Zeus bertanya lagi.


"Huh," helaan nafas Naruto.


"Mereka semua adalah anak kandungku," jawab Naruto

__ADS_1


"Ya walaupun lahir dari rahim wanita yang berbeda-beda," sambungnya membuat Zeus tidak mengerti maksudnya.


"maksudmu, mereka hasil hubungan gelapmu gitu?" tanya Zeus menyimpulkan.


"Bukan begitu," balas singkat Naruto.


"Mereka itu anak dari wanita-wanita yang kunikahi, walaupun sekarang kemungkinan sudah menjadi mantan," sambung Naruto menjelaskan sendu dengan menekankan kata kemungkinan.


"Maaf membuatmu mengingat hal buruk," ucap Zeus merasakan kesedihan saat Naruto menjelaskan.


"tidak apa-apa, itu sudah menjadi masa laluku," jawab Naruto yang kembali tenang.


"Kenapa kau tidak mencari wanita lagi Naruto?" kata Hephaestus tiba-tiba bersuara.


"Setidaknya bisa membantumu untuk merawat anak-anakmu" sambungnya.


"Kalau aku mau sudah dari dulu Hep," balas Naruto


"Kau tidak lihat singa-singa di rumahku ya?" sambung Naruto membuat Hephaestus merinding ngeri setelah mengingat sesuatu.


"Oh ya aku lupa hehe," cengengesan Hephaestus.


" kau dulu pernah menolak Saraph tercantik di surga karena tidak mendapat restu dari anakmu ya" sambung Hephaestus setelah mengingat kejadian tersebut membuat Zeus terkejut.


"APA!, kau menolaknya," kejut Zeus


"Sungguh tidak dipercaya" sambungnya.


"Karena bagiku, kebahagiaan anakku yang terpenting," balas Naruto atas keterkejutannya Zeus


"Ini juga berlaku untukmu Zeus! " sambung Naruto serius membuat Zeus terdiam.


"Mantan istri mungkin ada untuk kita para laki-laki, tapi mantan anak tidak ada di dunia ini Zeus, ingat itu baik-baik," jelas Naruto membuat Zeus menunduk mengerti.


"Dan kuperingatkan padamu, jika kaummu berani melukai anak-anakku maka kau yang pertama kucari," ancam Naruto kepada Zeus sambil mengeluarkan KI-nya membuat Zeus dan Hephaestus berkeringat dingin.


.


" ku-kuat sekali, bahkan aku tidak bisa menyakalnya" batin Zeus sesak nafas.


.


"ba-baik aku mengerti" jawab Zeus sambil menahan KI Naruto,


lalu Naruto menurunkan KI-nya membuat Zeus dan Hephaestus bernafas lega, tapi masih tetap dengan tatapan tajamnya kepada Zeus.


"Kenapa aku mencarimu duluan? karena kau adalah pemimpin yang teledor jika itu terjadi," kata Naruto dingin sambil menatap tajam Zeus.


"Oke-oke, akan kuusahakan semua kaumku untuk tidak mengusikmu," balas Zeus ngri dengan tatapan tajam Naruto yang ditunjukkan untuknya.


"Baiklah, akan kupegang omonganmu," kata Naruto kembali tenang.


"Hmm, sepertinya sudah larut, aku akan pulang duluan," sambung Naruto berpamitan.


"Kau benar, aku juga akan kembali ke Olympians sekarang," timpal Zeus


"Mau keluar bersama," ajak Zeus kepada Naruto dan dijawab anggukan Naruto lalu menoleh le arah Hephaestus.


"Kami pulang dulu Hep," ucap Naruto lalu berdiri diikuti Zeus.


"Ayah akan mengunjungimu lagi" timpal Zeus dan dijawab anggukan Hephaestus.

__ADS_1


"Ya!" nalas singkat Hephaestus.


Lalu Naruto dan Zeus melangkah pergi keluar rumah Hephaestus, dan setelah melewati pintu rumah Hephaestus tiba-tiba Zeus berhenti langkahnya.


"Menurutmu, bagaimana caraku merubah segalanya?" tanya Zeus membuat Naruto menghentikan langkahnya yang menuju ke rumah sebelah.


"Rubahlah sifat dan kelakuanmu lebih baik lagi," balas Naruto hanya melirik dari ekor matanya.


"Kau adalah pemimpin, sikap dan kelakuanmu itu adalah contoh untuk bawahanmu," sambung Naruto.


"Hmm, akan kucoba saranmu itu," bakas Zeus mengangguk mengerti.


"Huh jujur saja. kau, Ares dan mantan istri Hephaestus adalah Dewa-Dewi Olympians yang sangat kubenci," kata Naruto tanpa menoleh kebelakang.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Zeus ingin tau apa kesalahannya.


"Dengan sifat sombong dan arogan serta kelakuan yang sering meniduri wanita tanpa bertanggung jawab itu membuatku muak!, kau dan Ares tidak beda jauh dengan binatang. "


" Dan untuk mantan istri Hephaestus, aku akan langsung bilang menjijikkan bila bertemu dengannya. Dia adalah wanita ****** yang dengan seenaknya mengumbar tubuhnya untuk pria-pria bangsat. maaf saja aku tidak akan terpengaruh dengan pesona murahannya," kata Naruto menjelaskan dan dengan lantang menghina Dewa-Dewi Olympians yang dimaksud dengan berani di hadapan Zeus yang juga ikut dihina membuat Zeus menunduk karena itu memang fakta.


"Kau memiliki istri yang setia Zeus, jangan sia-siakan itu," sambung Naruto membuat Zeus melebarkan mata terkejut.


.


" Benar juga yang dikatakannya, aku memiliki istri yang setia. Buktinya saja dia yang sering aku khianati tapi masih bersamaku walaupun aku tidak tau perasaannya, maafkan aku Hera," batin Zeus sadar dari kesalahannya.


.


"Terima kasih telah menyadarkanku," ucap Zeus lirih "aku memang laki-laki brengsek," sambungnya.


"Baguslah kalau kau sadar," kata Naruto,


"Tanamlah sifat pedulimu untuk memulainya 'TEMAN'" sambung Naruto lalu melangkah menuju rumahnya tanpa menoleh kebelakang.


" TEMAN ya," batin Zeus tersenyum lalu hilang dengan sihir petirnya menuju Olympians.


Sejak saat itu Zeus sering mengunjungi Hephaestus, Zeus sangat menyayangi cucunya sampai-sampai setiap berkunjung dengan alasan ingin mengunjungi cucunya.


istri Hephaestus juga senang karena anaknya dimanjakan oleh ayah mertuanya.


Zeus juga sering bertemu dengan Naruto di kedai atau di rumah Hephaestus jika Naruto berkunjung ke rumah Hephaestus.


Dan Zeus juga sering meminta saran dan masukan dari Naruto atas tindakan yang akan dilakukan.


Naruto sendiri sudah menganggap Zeus sebagai temanya walaupun terlihat Zeus lebih tua darinya.


Sifat dan kelakuan Zeus juga berubah lebih baik membuat Dewa-Dewi Olympians gempar karena Zeus sangat memanjakan Hera istrinya yang tidak biasanya.


Hingga 1 tahun dan Naruto pindah entah ke mana, tapi sebelum pindah Naruto menitipkan Katana berkaratnya kepada Hephaestus untuk disimpan dengan baik, karena Katana itu sangat berbahaya dan hanya Naruto saja yang bisa menggunakannya dan suatu saat Naruto akan mengambilnya ketika dibutuhkan dan berpesan.


" jika kedamaian bisa dilakukan dengan kepala dingin, maka lakukanlah dan apabila harus dengan kekerasan, maka hindari sebisa mungkin. Percayalah kelakuan baik tidak akan menghianati hasilnya walau kadang berat dilakukan,"


Pesan Naruto saat akan berpisah dan masih teringat oleh Zeus sampai sekarang.


.


# Flas back Off


.


"Wow, ternyata kau bisa dikalahkan dengan kata-kata ya Zeus," kata Hades setelah mendengar cerita dari Zeus

__ADS_1


and cut..


T.B.C


__ADS_2