STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 179


__ADS_3

.


"Kita terlambat Gaki. Orang itu telah berubah menjadi iblis lama, begitu juga kekuatannya." Kata Liebe.


Dan benar, Rizevim ternyata telah berubah. Rambutnya tetaplah putih, tapi dia memiliki sepasang tanduk panjang. Dan kakinya berubah warna menjadi hitam bintik-bintik sampai perutnya.


(Bayangin Hendrickson Nanatsu no Taizai yang berubah menjadi iblis, versi rambut panjang Rizevim).


"Bagaimana cara mengalahkannya, Liebe?"


"Fokuskan tebasannya pada 1 titik. Mau bagaimana pun, kulit para bangsa iblis lama sangatlah keras, mahkluk sekarang tak ada tandingannya,"


"Baiklah,"


Naruto bersiaga, Katana berkaratnya berkobar aura hitam sangat ganas. Terlalu kuat ia memfokuskan sihirnya pada katananya.


Wajah datar seperti tak punya ekspresi, Rizevim mulai melangkah. Kemudan berlari ke arah Naruto dengan telapak tangan kanannya diselimuti pandar hitam.


Naruto masih berdiri di tempat, Katananya di genggam sangat erat, terus memperhatikan, mencari titik terbuka yang akan di tebas olehnya.


SRING!


[ONI METSU NO HA NO SURASSHU!]


GREP!


Naruto terkejut, tebasan yang sudah disiapkan sedemikian rupa ternyata tak menembus kulit leher Rizevim. Tak sadar karena hal itu, Rizevim mengarahkan pandar hitam ke perut Naruto.


[DARK NEBULA!]


Bola hitam yang tadinya kecil di tangan Rizevim, tiba-tiba membesar, menyeret Naruto mundur ke belakang lumanyan jauh.


Aneh, seperti cairan Asam yang merusak segala sesuatu, baju yang dikenakan Naruto rusak seperti terbakar, dan hanya menyisakan celananya saja setelah bola hitam itu hilang.


[DARK PRESS!]


BRUK!


Naruto tersungkur, ia mencoba bangkit tapi tak bisa walau sudah dicoba beberapa kalipun tetap tak bisa. Ia tertekan gaya Gravitasi yang berat berasal dari bola hitam bercincin di atasnya.


Dari kejauhan, Rizevim mendekat ke arah Naruto, tangan kanannya yang terdapat bola hitam kecil di arahkan ke arah Naruto. Dan Naruto tau itu, ia sadar.


Bola hitam itu pasti serangan yang akan di lancarkan kepadanya.


[DARK BULLET!]


"Kurama!"


Seketika Naruto langsung diselimuti aura oren, dan alhasil, bola kecil yang meluncur bagaikan peluru pistol terpental, diikuti hilangnya bola hitam bercincin di atas Naruto.


Sontak Rizevim berhenti langkahnya, ia terus memperhatikan aura oren yang menyelimuti Naruto.


Wush!


Seketika aura oren itu hilang, kini penampilan Naruto berubah. Kulit tubuhnya berwarna oren, matanya berubah menjadi merah, dan corak hitam menghiasi seluruh tubuh Naruto.


Tapi yang paling menonjol adalah corak pusaran di perutnya yang dikelilingi kanji-kanji sangat rumit.


Chakra keluar di jari-jari tangan kanan Naruto, sontak Rizevim meyipitkan matanya. Ia menatap curiga apa yang hendak di lakukan oleh Naruto.


"Tidak ada cara lain. Bangunlah Katana terkutuk. Muramasa!"

__ADS_1


Jari berChakra Naruto langsung di salurkan ke perutnya dan di putar dengan cepat.


.


Sedangkan di dalam Mindscape Naruto. Kurama, Libie, Acnologia dan Skiadrum langsung menoleh ke bawah kakinya.


Krak! Krak! Krak!


Di bawak mereka, salah satu kristal Es retak dan menjalar keseluruh kriatal tersebut. Bukan kristal yang tadinya retak berisi wanita berambut putih, melainkan kristal es di sampingnya yang berisi wanita beramnut coklatlah yang retak.


Pyarrrrrr!


Dan akhirnya kristal itu pecah, wanita telanjang berambut coklat membuka matanya.


"Akhirnya aku bangun." Ucap wanita itu, tiba-tiba ia menoleh ke atas.


"Oh Naruto-sama, akhirnya kau memerlukan bantuanku, kukuku." Sambunya diakhiri tawa senangnya.


Sring!


Dalam sekejap, wanita itu langsung menghilang, entah ke mana perginya. Tapi bagi Kurama, Liebe, Acnologia dan Skiadrum tak terkejut sama sekali, mereka sepertinya tau ke mana perginya wanita itu.


.


Kembali ke Naruto, ia telah kembali ke wujud semula tanpa Aura oren yang menyelimutinya.


Tiba-tiba di samping kanannya muncul wanita tadi yang berada di dalam Mindscapenya, tapi wujudnya transparan.


"Ada yang bisa saya bantu, Naruto-sama?" tanya wanita itu tanpa tau situasi keadaan sekitarnya.


"Ya. Cepat berubah jadi katana," jawab singkat Naruto, sekaligus perintah.


Pofh!


Wanita itu menghilang dan kini di gantikan oleh sebuah Katana hitam yang di sarungkan sangat rapih.


Grep!


Seketika Katana itu berada di genggaman Naruto.


Sring!


Tring!


Naruto menerjang Rizevim, tapi di tahan dengan tangannya.


Tring!


Merasa menebas dari samping kiri gagal. Naruto kembali mencoba menebas dari atas, lagi-lagi di tahan oleh tangannya Rizevim.


Tring!


Wush!


Naruto melompat ke samping, begitu juga Rizevim yang sama-sama melompat ke samping.


Ding! Ding! Ding! Ding!


Suara gemerincing, alunan suara pelantun kematian berbunyi, itu berasal dari Katana milik Naruto.


Bahkan suara gemerincing itu dapat di dengar oleh siapa pun, termasuk para Yondai Maou serta yang lainnya di kejauhan yang sedang bertarung juga seperti Naruto, tapi lawan mereka tak begitu kuat seperti yang Naruto hadapi saat ini.

__ADS_1


Tangan kiri Naruto memegang sarung Katananya, tangan kanannya memeggang erat ganggang Katanya, matanya terpejam.


[AKULAH MAHKLUK TERKUTUK!]


[MAHKLUK YANG SANGAT BERDOSA!]


[SELALU MENGHAKIMI, DAN TAK PERNAH DIHAKIMI!]


[TIDAK PEDULI SIAPA YANG BERDOSA, MAUPUN TAK BERDOSA!]


[SEMUA AKAN TENGGELAM KE LAUTAN DARAH TERDALAM!]


.


[DESUSURASSHU : UNMEI NO SHIKIRI!]


.


SRING!


SRING!


Naruto dan Rizevim menghilang, seketika langsung muncul kembali dan saling membelakangi.


Tring!


Naruto memasukan katananya ke dalam sarungnya.


Jraasss!


Jraasss!


Leher Rizevim terpotong, dan kepalanya jatuh ke tanah, seketika langsung ambruk. Begitu juga Naruto. Tangan kanannya terpotong sebatas lengan dan jatuh di tanah.


Mengabaikan tangannya yang putus itu, Naruto yakin, bahwa patner di dalam tubuhnya akan menhentikan pendarahanya untuk sementara.


Naruto berbalik badan, ia mendekati Rizevim sambil menenteng Katananya dengan tangan kirinya yang masih ada.


"Kembalilah, Muramasa."


"Hai, Hai, Naruto-sama,"


Pofh!


Katana di genggaman Naruto menghilang. Kini langkahnya telah sampai di depan tubuh Rizevim yang sudah tak bernyawa, dengan kepala berpisah dari tubuhnya.


Naruto menginjak kepala Rizevim. Ia menoleh ke suatu tempat. Dan tepat, pandangannya tertuju pada Vali yang berada di daratan tinggi. Dan sepertinya Vali telah menyelesaikan tugasnya, itu terbukti dengan kondisi Issei yang sudah normal berada di sampingnya yang tergeletak.


"Huh..." Naruto menghela nafas, padangannya telah didapat.


Kemudian ia mundur satu langkah, seperti mengambil ancang-acang ketika akan menendang bola.


Duagh!


Dan benar, Naruto menendang kepala Rizevim sangat keras sehingga kepala Rizevim terpental sangat jauh ke arah Vali berada.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2