STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 142


__ADS_3

Kembali dengan Vivi dan Kuroka. Dan nampaknya Kuroka terkejut saat baru mendengar fakta dari Vivi.


"Serius? Menma-san juga termasuk?" kejut Kuroka.


"Beneran, bahkan aku tau semuanya," ucap Vivi lalu memegang dagunya seperti sedang berpikir.


"Dulu pernah Trio Mesum akut melakukan tindakan sangat bahaya tapi konyol,"


Kuroka memiringkan kepalanya.


"Maksudmu?" bingung Kuroka.


"Emmm," Vivi berpikir lagi.


"Dulu pernah Trio Mesum Akut itu mengintip sosok Naga Tiamat sedang mandi dengan wujud manusianya di danau yang berada di puncak gunung Taal, Filipina. Mereka ketahuan dan Menma tertangkap olehnya, lalu Azazel mengabari Tou-san. "


" Dengan sigap Tou-san menjemput Menma Nii-san dan entah bagaimana caranya Tou-san melakukannya yang jelas Tou-san bisa membawa kembali Menma Nii-san tanpa luka sedikit pun dan pastinya Menma Nii-san dimarahi habis-habisan oleh Tou-san waktu itu," jelas Vivi memberitau.


"Aku tidak menyangka jika Menma-san seperti itu," ucap Kuroka geleng-geleng kepala.


"Ah ada lagi, ini malah belum lama kejadiannya," ucap Vivi seperti telah mengingat kembali, sontak Kuroka kembali terdiam.


"Kejadian ini baru 2 bulan lalu, waktu itu Trio Mesum akut melakukan tindakan bahaya dan konyol lagi, mereka mencoba mengintip sosok Cleopatra yang sedang mandi di pinggiran sungai Nil dan akibatnya mereka berurusan dengan dewa-dewi Mitologi Mesir kuno, kalau waktu itu mereka tertangkap semua dan salah satu dewa-dewi Mesir Kuno ada yang mengetahui sosok Tou-san. "


" Aku juga tak menyangka sosok dewa berkepala elang adalah dewa Ra dari Mitologi Mesir kuno yang muncul di rumah kami di London mengabari bahwa Menma berada di tangan para dewa-dewi Mitologi Mesir Kuno."


" Lagi-lagi Tou-san dengan sigap mengurus itu semua dan entah bagaimana caranya bisa membawa mereka kembali, yang pasti Menma Nii-san dan paman Azazel langsung di hajar oleh Tou-san dan paman Ban di hajar oleh istrinya. Dan itu adalah sebab kami pindah kesini, karena Tou-san sangat bosan dan terganggu atas kehadiran Cleopatra yang terus-terusan datang ke rumah kami di London," jelas Vivi memberitau.


"Sebenarnya masih banyak, kalau diceritakan semua tak akan selesai seharian," ucap santai Vivi.


Dan Kuroka hanya mengangguk mengiyakan tak ingin bertanya lagi karena melihat sosok Menma di belakang Vivi dengan aura hitam menyelimutinya serta mata yang sudah menyala terang menatap Vivi dengan kekesalan.


Ctak!


"Au! Siapa yang berani menji-tak-ku," ucapan Vivi putus-putus saat menoleh ke belakang melihat Menma yang menatap tajam dirinya.


"Hehe, Nii-san. Sedang apa disini?" tanya Vivi cengengesan.


Tangan kanan Menma terangkat dan Vivi berkeringat dingin melihatnya.


Puk!


Telapak tangan Menma mendarat tepat di kepala putih perak Vivi dan Vivi semakin berkeringat dingin.


"Dasar adik kampret! Rasakan ini!"


Grep!


"AU! Ampun Nii-san! Ini sakit!"


Rintih kesakitan Vivi saat kepalanya di remas sangat erat oleh Menma dan sesekali di jitak sangat keras.


Sontak Kuroka malah Sweatdrop, bahkan Kunou, Sting dan Luna juga Sweatdrop melihat kakak-kakak mereka seperti itu.


.


Sedangkan disisi lain kota kuoh atau lebih tepatnya di taman kota Kuoh, kini nampak seorang wanita dewasa berambut hitam panjang sedang duduk santai di atas tikar sambil mengawasi bayi 8 bulan yang sedang merangkak kesana-kemari di hadapannya.


Set!


"Boleh aku bergabung disini?"

__ADS_1


Sontak wanita itu menoleh ke arah samping ke pemilik sumber suara yaitu sosok wanita berambut merah menyala panjang serta seorang remaja di belakangnya yang sama-sama memiliki rambut merah menyala juga, tapi jabrik.


"Silahkan Nona," ucap wanita berambut hitam panjang itu mempersilahkan.


Srek!


Wanita berambut merah pun duduk di samping wanita berambut hitam.


"Panggil aku Mereoleona saja," ucap wanita berambut merah memperkenalkan diri.


"Aku Robin, Nico Robin," ucap wanita berambut hitam juga memperkenalkan diri.


Mereoleona mengangguk. "Apakah kau orang baru disini?" tanya Mereoleona.


"Um," angguk Robin. "Aku hanya sedang liburan saja disini," balas Robin.


"Sama, aku juga," ucap Mereoleona.


"Blaublaublaublau,"


Robin dan Mereoleona pun menoleh ke sumber suara yang ternyata bayi anaknya Robin sedang merangkak ke pangkuan remaja berambut merah jabrik yang duduk di samping Mereoleona.


"Wah, kau orang pertama yang bisa membuat Luffy mendekati duluan, Pemuda-san," ucap Robin.


Pemuda berambut merah jabrik dan Mereoleona menoleh ke arah Robin.


"Kenapa bisa begitu, Robin-san?" tanya Mereoleona.


"Biasanya Luffy itu anti dengan orang-orang yang asing baginya, bahkan setiap kali ada orang yang ingin menggendongnya saja Luffy akan langsung menangis. Tapi anehnya sekarang malah Luffy yang mendekati duluan," jelas Robin memberitau alasannya.


Mereoleona mengangguk mengerti lalu menoleh ke arah pemuda berambut merah jabrik.


"Hahaha! Leo, ibu tak menyangka jika kau bisa menarik perhatian anak kecil," ucap Mereoleona dengan tawa khasnya.


"Hahaha, tak apa-apa Leo," tawa Mereoleona sedangkan Leo hanya terdiam dan Luffy sudah berada di pangkuan Leo.


Robin memegang dagunya.


"Biasanya anak kecil mau mendekati seseorang itu karena insting atau sebuah ikatan batin," ucapnya sambil berpikir.


Mereoleona menoleh ke arah Robin.


"Seperti ikatan batin orang tua dan anak, begitu maksudmu, Robin-san?" tanya Mereoleona memastikan.


"Um, bisa seperti itu," angguk Robin.


Lalu Mereoleona dan Robin menoleh ke arah Leo yang sedang bercanda-ria dengan Luffy di pangkuannya.


Tiba-tiba Mereoleona dan Robin melebarkan mata karena melihat bayangan seseorang.


Dengan Mereoleona melihat bayangan wajah pria dengan rambut kuning jabrik tepat di samping wajah Luffy, sedangkan Robin melihat bayangan wajah pria dengan rambut kuning jabrik tepat di samping wajah Leo. Lalu mereka saling tatap.


.


""Siapa ayah dari anakmu, Robin-san?/Mereoleona-san?"" tanya mereka bersamaan.


.


.


#SKIP UNDERWATER KINGDOM

__ADS_1


.


#Sore


.


BOOOOM!


BYAAAAR!


BOOOOM!


Ledakan demi ledakan terjadi di sana sini, bahkan kehancuran kerajaan sudah melebihi setengahnya wilayah dan pertarungan Naruto dan Raja Laut belum lah usai.


Bahkan sekarang bentuk fisik Raja Laut telah berubah menjadi lebih besar dari sebelumnya dan otomatis Speed dan Powernya bertambah berkali-kali lipat.


Sedangkan Naruto sudah tak memakai mode Chakra kyubi, melainkan bentuk fisik biasanya dengan baju yang sudah robek sana-sini akibat cairan asam yang di keluarkan dari mulut Raja Laut.


Untuk Tiger dan Jimbe nampaknya sudah mengalahkan monster yang mereka lawan, begitu juga anak-anaknya Raja Neptune serta anak-anaknya Naruto juga telah mengalahkan musuhnya yaitu Hody dan pasukannya yang sudah babak belur plus semuanya di ikat dengan rantai agar tak kabut ataupun melawan lagi.


Dan mereka semua kini sedang menyaksikan pertarungan Naruto dan Raja Laut tanpa ada yang bisa mendekat ataupun membantu Naruto, karena pertarungan mereka sangat gila-gilaan menghancurkan bangunan sana-sini.


BYAAAAAAAAR!


Naruto terpental dan menabrak puing-puing bangunan cukup keras karena terkena tinju super cepat dan kuat milik Raja Laut.


Tap! Tap! Tap! Tap!


Raja Laut melangkah pelan menuju tempat Naruto yang membentur puing-puing bangunan dengan tatapan merendahkan kepada Naruto.


"Kali ini kau yang akan lenyap, Monster Rubah,"


Langkah Raja Laut terhenti tepat 2 meter dari hadapan Naruto yang tergeletak di reruntuhan serta darah dari sudut bibir yang terus mengalir menghiasi wajahnya.


Naruto tersenyum.


"Hehe, jangan terlalu senang dulu," ucapnya tersenyum menyerigai.


Raja Laut menyipitkan matanya menatap rendah Naruto.


 "Sadarlah posisimu sekarang, kau sudah tak bisa apa-apa lagi," ejek Raja Laut.


Entah kenapa Naruto malah tersenyum, sontak Raja Laut mengepalkan tangan kanannya dan terangkat ke belakang.


Wush!


BYAAAAAAAAAARRRRRRRR!


Ledakan besar pun terjadi setelah pukulan Raja Laut di arahkan kepada Naruto sehingga menghasilkan ledakan dan debu yang beterbangan dimana-mana.


.


"To Tou-san,"


Sedangkan dilain sisi tempat anak-anak Naruto sudah melebarkan mata tak percaya dengan apa yang dilihatnya. bahkan Tiger, jinbe dan anak-anaknya Raja Neptune juga melebarkan mata tak percaya atas apa yang di lihatnya.


"SIALAAAAAAAAAN!"


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2