
kini Naruto sudah menyelesaikan acara mandinya bersama Yasaka dan sekarang Naruto sudah keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapi dan bersih begitu juga Yasaka yang memakai pakaian santainya.
"Yang lain ke mana?" tanya Naruto pas di bibir pintu kamar kepada Yasaka yang berada di belakangnya.
"Sebagian anak-anak ada di halaman depan yang lainya lagi keluar rumah, kalau untuk ibu-ibunya juga keluar rumah katanya ingin mencari sesuatu," balas Yasaka sambil mendorong Naruto keluar kamar karena menutupi pintu kamarnya.
"Jadi di rumah hanya ada dirimu dan sebagian anak-anak saja?" tanya Naruto setelah acara dorongan Yasaka selesai dan kini berdiri di samping Naruto.
Dan dijawab anggukan oleh Yasaka.
"Aku mau ke halaman depan, tolong buatkan aku makanan," sambung Naruto memerintah Yasaka.
"Um, Menma-kun juga ada di halaman depan," angguk Yasaka dan hanya dijawab anggukan Naruto.
Lalu mereka berdua melangkah ke arah berlawanan.
Dengan Yasaka melangkah ke arah dapur dan Naruto melangkah ke arah halaman depan.
Hingga tak berselang lama langkah Naruto sampai di halaman depan dan melihat anak-anaknya yaitu Olive, Menma, Gray, Minato, dan Liya saja.
Dan nampaknya Liya juga sudah akrab dengan saudara-saudaranya sehingga membuat Naruto tersenyum senang. Dan di tambah adanya Rias dan Sona serta peregenya yang nampaknya sedang berkunjung ke rumahnya.
"Wah ramai sekali ya," suara Naruto sambil melangkah ke arah anak-anaknya. Sontak semuanya orang yang ada di tempat itu pun langsung menoleh ke sumber suara.
.
"Tou-san/Onii-sama/Nii-sama/Naruto-sama,"
.
Ucap mereka semua setelah tau siapa pemilik suara yang masuk ke telinganya.
"Menma sini," panggil Naruto kepada Menma. Sontak Menma langsung mendekat ke hadapan Naruto tanpa merasa aneh sedikit pun.
.
CTAK!
.
"Jangan pernah melakukan hal konyolmu lagi!" bentak Naruto sambil menjitak keras kepala Menma.
Sontak Menma langsung memegang kepalanya yang benjol sambil meringis kesakitan.
"Ma-maaf, aku tak akan mengulanginya lagi," ucap lirih Menma sambil menunduk di hadapan Naruto.
"Lain kali jangan di ulangi lagi, kau harus bisa mengontrol emosimu dalam situasi apa pun di mana pun berada. Ini peringatan kedua kalinya, jangan buat Tou-san pusing oleh tindakkanmu, Tou-san tidak seterusnya akan mengurusimu. Masih ada saudara-saudaramu yang perlu Tou-san urus selain dirimu," kata Naruto memperingati membuat Menma tambah menunduk.
Sedangkan anak-anak Naruto yang lainya serta Sona dan Rias plus peregenya hanya diam saja tak tau harus berbicara apa saat melihat situasi di depan pandangannya saat ini.
"Tou-san," tiba-tiba saja Gray memanggil ayahnya yang sedang menasehati Menma.
Sontak Naruto langsung menoleh ke arah Gray.
"Apa Gray?" tanya Naruto terhenti acara menasehati Menma.
"Katanya Rias sama Sona ingin berbicara dengan Tou-san," balas Gray memberitau dan kemudian Naruto langsung menoleh ke arah Rias dan Sona.
"Anoo, Onii-sama. Boleh aku meminta batuan Onii-sama?" tanya Sona sedikit gagap saat mengucapkan kalimatnya.
"Bilang saja Sona, apa yang kau inginkan?" tanya Naruto tenang kepada Sona.
"Begini Onii-sama, aku dan Rias serta perege kami ingin meminta Onii-sama untuk melatih kami. Karena sebentar lagi acara rating game untuk iblis muda di selenggarakan, apakah Onii-sama mau berkenan melatih kami?" kata Sona memberi tau membuat Naruto sedikit berpikir.
"Hmm, baiklah. Aku juga ingin melihat potensi iblis-iblis muda generasi sekarang," balas Naruto membuat Sona dan Rias senang mendengar jawaban yang di nanti-nanti dari sosok Naruto.
__ADS_1
Kemudian Naruto menoleh ke arah anak-anaknya.
"Kalian juga harus ikut berlatih, aku ingin melihat sejauh mana perkembangan anak-anak Tou-san saat ini," sambung Naruto membuat anak-anaknya mengangguk senang tapi tidak untuk Menma dan Minato yang malah berkeringat dingin.
.
" NERAKAAAAAAAAAAAAAA!"
.
Batin Menma dan Minato menjerit dalam hatinya sambil membayangkan latihan yang di ajarkan ayahnya kepada diri mereka dulu.
"Karena semuanya setuju, jadi mau kapan mulai acara latihannya?" tanya Naruto kepada semua anak muda di sekitarnya.
"Minggu-minggu ini saja Onii-sama, kami semua sedang libur sekolah. Jadi tak masalah," balas Sona memberi saran dan entah kenapa Naruto mengangguk-anggukkan kepalanya tanda ia mengerti.
"Sudah diputuskan. 2 hari ke depan memulai latihannya. oke," kata Naruto memberi keputusannya dan dijawab anggukan mereka semua mengerti tapi tidak bagi Rias.
"Bukannya lebih cepat lebih baik, Nii-sama? Besok kami juga tak ada acara," kata Rias malah memberi saran membuat Naruto menoleh ke arahnya.
"Begini Rias. besok mungkin ada acara dan aku juga perlu mencari tempat yang cocok untuk latihan rame-rame," balas Naruto memberitau dan akhirnya Rias mengangguk mengerti.
Dan kemudian Naruto menoleh ke arah Sona.
"Sona, apa Otou-san dan Okaa-sanmu besok ada di rumah?" tanya Naruto kepada Sona.
"Um, Otou-sama dan Okaa-sama besok ada di rumah," balas Sona mengangguk cepat.
"Apakah Onii-sama akan berkunjung ke Mansion?" sambung Sona bertanya.
"Hm, aku ingin mengunjunginya sebentar, aku ingin menanyakan sesuatu kepada Otou-sanmu," balas Naruto membuat Sona tersenyum senang.
"Hai, Onii-sama. Aku akan memberitau Otou-sama jika Onii-sama ingin berkunjung," kata Sona senang tak menyangka bahwa Naruto sendiri yang akan datang ke Mansionya tanpa perlu ia meminta.
"Baguslah," balas Naruto tenang.
.
.
Tiba-tiba dari arah pintu terdapat Yasaka yang berteriak memanggilnya.
Sontak karena merasa di panggil, Naruto langsung menoleh ke belakang ke arah Yasaka berada.
"Ya! Aku akan ke sana!" balas Naruto dan dijawab anggukan Yasaka.
lalu Yasaka kembali masuk dalam rumah dan Naruto menghela nafas pelan dan menoleh lagi ke arah anak-anak muda di situ.
"Oke, Tou-san masuk dulu, oh ya Liya, akrablah sama saudara-saudaramu dan kalian juga akrablah dengannya," kata Naruto kepada anak-anaknya dan dijawab anggukan mereka semua.
Dan kemudian Naruto berbalik badan lalu melangkah memasuki rumahnya meninggalkan anak-anak muda disitu tanpa menoleh ke belakang lagi.
Tiba-tiba Menma langsung menyeret Minato sedikit menjauh dari rombongan Anak-anak muda disitu sambil merangkul Minato.
.
"Minato, lebih baik kita pura-pura sakit saat Tou-san akan melatih nanti," bisik Menma.
"Kau benar Nii-san, hii aku tak mau di ikat lagi di atas tiang," balas Minato juga berbisik.
"Aku juga tak mau di gantung lagi oleh Tou-san," kata Menma masih berbisik.
.
"Hey! Kalian sedang berbisik apa?" tiba-tiba Olive berucap ketika melihat gelagat aneh Menma dan Minato yang main bisik-bisik saja.
__ADS_1
"Ha ha ha, tidak apa-apa Nee-san, biasalah, membahas masalah pria. Iyakan Minato," kata Menma cengengesan kikuk sambil mengkode Minato agar memberi dukungan.
"Ah ya, masalah pria. Nee-san, hehe," tawa kikuk Minato.
Dan Olive hanya ber-O-ria saja ketika mendengar alasan aneh Minato dan Menma tanpa curiga sedikit pun.
Dan akhirnya acara mengobrol anak-anak muda yang ada di halaman depan rumah Naruto pun dilanjutkan lagi.
Dengan Liya yang sedikit demi sedikit mulai akrab dengan saudara-saudaranya dan teman barunya yaitu Sona dan Rias serta peregenya.
.
.
#HEAVEN
.
Tempat yang indah, penuh kesucian di mana-mana, rasa damai akan penuh kasih sayang dan belas kasih akan selalu dirasakan di tempat ini.
Yap! Tempatnya para malaikat suci di dunia ini.
Jauh di tempat lain tapi masih di surga, di sana terdapat sebuah danau yang jernih dikelilingi hamparan bunga-bunga yang harum baunya yang dapat membuat siapa pun tak ingin pergi menjauh dari tempat itu.
Abaikan karakteristik tempatnya. Dapat dilihat di pinggiran danau tersebut terdapat sebuah kursi yang diisi oleh malaikat wanita yang sangat cantik tiada tara.
Penuh keanggunan, cinta, kasih sayang, kesucian yang dapat digambarkan untuk sosok malaikat wanita tersebut.
Gabriel namanya, seorang malaikat wanita yang memiliki gelar tertinggi di surga. Yang dapat dikatakan malaikat penting surga saat ini.
Dia malaikat yang diberi anugerah rasa kasih sayang dan cinta kepada setiap mahkluk ciptaannya yang jauh lebih besar dari pada yang lainnya.
Tapi saat ini Gabriel merasakan sesuatu yang aneh.
Suatu perasaan cinta dan kasih sayang yang sangat berlebih kepada salah satu mahkluk di bumi.
Serta rasa takut yang bercampur dengan rasa cinta dan kasih sayang tersebut.
Sambil terus memandang jernihnya air danau. berharap agar perasaan yang ia rasakan bisa jernih tertelan oleh indahnya suasana sekelilingnya.
Akan tetapi, semakin ia ingin melupakan malah semakin terasa jelas perasaan itu tumbuh pada dirinya.
Dalam pikirannya ia terus terbayang sosok pria berambut kuning jabrik yang memiliki senyuman bak sinar matahari di pagi hari. Bukan itu yang menjadi kegundahan dalam hatinya.
Melainkan rasa kasih sayang dan cinta yang dimiliki pria yang ada di dalam pikirannya. Ia dapat merasakan betapa besarnya kasih sayang dan cinta yang dimiliki oleh pria tersebut,
yang pastinya rasa cinta dan kasih sayangnya pria tersebut kepada anaknya yang sangat besar bahkan sudah melebihi rasa kasih sayang dan cinta yang Gabriel miliki kepada mahkluk ciptaannya.
Sosok itu adalah sosok satu-satunya mahkluk di dunia yang pernah Gabriel temui yang memiliki anugerah kasih sayang dan cinta melebihi dirinya.
Sehingga membuat sang Gabriel ingin terus memperhatikan dan ingin tau sosok tersebut lebih dekat lagi.
"Huh" helaan nafas pun tercipta dari mulut Gabriel. Dan kemudian dirinya menegakkan kepalannya memandang cerahnya awan di langit.
.
.
" Semoga Michael-nii bisa memberikanku solusi terbaik dengan apa yang kurasakan saat ini,"
.
.
.
__ADS_1
T.B.C