STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 95 Arc Summer Holiday 3 : Maaf


__ADS_3

.


#SKIP 2 HARI KEMUDIAN


.


07:03


.


Pagi yang cerah di Underword yang dihiasi langit ungu keseluruhan.


Dan di suatu tempat jauh dari pusat Mekai terdapat sebuah Mansion dekat dengan danau.


Dan di dekat danau tersebut terdapat tanah lapang yang sangat luas yang sekarang digunakan oleh banyaknya remaja yang sedang berkumpul dengan pakaian olahraga berdominan putih.


Ya, mereka adalah remaja-remaja yang ingin dilatih oleh Naruto. Dapat dilihat disitu terdapat Rias dan Sona serta peregenya dan tambahan Vali serta anak-anaknya Naruto yang cuma sebagian saja yaitu Olive, Gray, Mirajane, Rin dan Liya.


Sedangkan anak-anak Naruto yang lain mendapatkan tugas dari Naruto yaitu disuruh untuk membuka Kedai kembali yang pastinya Menma menjadi koki Kedai saat ini.


"Siapa yang belum berkumpul!" Dan hanya 1 orang dewasa saja yaitu Naruto yang berdiri di hadapan banyaknya remaja tersebut.


"Tak ada Tou-san, semuanya sudah berkumpul," Sahut diantara banyaknya remaja di hadapan Naruto yaitu Gray sehingga membuat Naruto mengangguk mengerti.


"Oke, kita mulai pemanasan dulu," Kata Naruto


dan akhirnya memulai pemanasan terlebih dahulu dengan Naruto sebagai pemimpin dan diikuti oleh remaja-remaja di hadapannya.


Semua gerakan pemanasan diikuti hingga sudah 15 menit lamanya pemanasan pun berakhir.


"Oke, untuk awal latihan ala pengajaranku. Kalian harus lari mengelilingi lapangan ini sebanyak 50 kali untuk yang laki-laki dan yang perempuan 25 putaran. CEPAT!"


Semuanya terdiam tak ada yang melaksanakan perintah Naruto.


Melainkan mereka semua tercengang atas apa yang diperintahkan oleh Naruto.


"Kenapa kalian belum lari?" bingung Naruto ketika melihat para remaja di hadapannya belum melaksanakan perintahnya.


"Tou-san, apa itu tidak berlebihan? 50 putaran dan ini lapangan luasnya 3 kali lipat lapangan sepak bola lo," ujar Gray dan didukung anggukan oleh yang lainnya.


Tiba-tiba Naruto tersenyum.


"Hoo, bahkan Minato saja sanggup mengelilingi lapangan seluas ini lebih dari 50 putaran. Apa kau tak ingin melampaui adikmu, Gray?" Kata Naruto.


.


"HORAAAAAAAA! AKU TAK AKAN KALAH DARINYA!"


.


Tiba-tiba Vali berteriak sambil berlari karena terpancing oleh omongan Naruto yang membandingkannya dengan anaknya yang lain.


"Kalian tak ingin kalah darinya kan?" ucap Naruto sambil menunjuk Vali yang sudah jauh larinya.


"HORAAAAA! AKU AKAN BERLARI MENGELILINGI LAPANGAN INI LEBIH DARI 50 KALI,"


Dan akhirnya para remaja laki-laki pun terpancing juga dan langsung berlari dengan semangat mengejar Vali yang sudah sangat jauh jaraknya.

__ADS_1


Lalu Naruto menoleh ke arah para remaja perempuan


"Untuk kalian. Tak sampai 25 putaran tak apa, semampunya saja." Ucap tenang Naruto kepada para perempuan


dan akhirnya semua remaja perempuan pun berlari tapi tidak seperti para laki-laki yang semangat melainkan hanya berlari santai.


Dan Naruto terus mengawasinya. Dapat dilihat jauh apa yang dilihat oleh Naruto.


Issei dan Saji sedang berlari semangat untuk mengejar Vali diikuti Kiba dan Gasper di belakangnya, Sedangkan para perempuan berlari santai saling beriringan tanpa salip-menyalip.


.


" Untung saja tempat ini diperbolehkan oleh Ruval, hehe," batin Naruto sambil mengingat kejadian kemarin.


.


.


#Flashback On


.


#Pagi 08:17


.


Ramai, itulah yang dapat digambarkan dengan suasana kediaman Uzumaki Family sekarang ini.


Pagi ini mereka sudah terbangun semua, tak ada yang bisa bermalas-malasan tidur sampai kesiangan karena sang pemimpin keluarga ada di rumah.


Karena itu semua adalah aturan tegas sang pemimpin keluarga, walau hari libur sekolah untuk anak-anaknya tetap saja harus bangun lebih pagi.


"Hai Naru-kun!" dengan sigap Serafall langsung menyahuti panggilan Naruto.


Yang tadinya dia berada di ruang tamu langsung beranjak ke ruang keluarga tempat Naruto berada.


"Aku ingin menemui ayahmu, kau temani aku ke sana," kata Naruto setelah Serafall berada di hadapannya.


"Hai," angguk Serafall tanpa membantah sedikit pun.


"MENMA!" dan kemudian Naruto memanggil anaknya yang bernama Menma dengan keras sehingga seisi rumah bisa mendengar teriakannya.


Duk! Duk! Duk!


Suara langkah kaki dari lantai 2 pun terdengar sangat jelas setelah teriakan Naruto.


"Ya, Ada apa Tou-san?" tanya Menma dari lantai 2 menyahuti panggilan ayahnya.


"Tangkap!" dan Naruto langsung melempar sesuatu barang kepada Menma,


dengan sigap Menma langsung menangkap barang tersebut yang ternyata adalah sebuah kunci.


"Buka Kedainya," ucap Naruto setelah barang yang dilempar oleh Naruto di tangkap oleh Menma.


"La Tou-san mau ke mana? Terus siapa yang jadi kokinya?" tanya Menma tak mengerti maksud ayahnya.


"Tou-san ada urusan di Underword, dan kau yang menjadi kokinya," jawab Naruto menyahuti pertanyaan Menma.

__ADS_1


Sedangkan Menma yang mendengar jawaban dari ayahnya hanya menghela nafas saja.


"Hai, hai," balasan Menma.


Kemudian Naruto menoleh ke arah Serafall yang masih setia di hadapannya.


"Siapkan lingkaran teleport, langsung ke Mansion ayahmu," kata Naruto kepada Serafall dan langsung dijawab anggukan kepala oleh Serafall.


Kemudian Serafall menciptakan lingkaran teleport khas Pillar Sitri di ruangan tersebut langsung menteleport dirinya berserta Naruto dan muncul di depan Mansion Sitri.


.


#Mansion Sitri


.


Terkejut. Itu apa yang dirasakan oleh para maid serta pelayan di Mansion Sitri atas kedatangan sosok Naruto yang telah lama menghilang kini muncul secara tak terduga di Mansion Sitri.


Sosok Pahlawan yang selalu jadi panutan oleh para iblis-iblis di Underword sejak perang sipil usai.


"Naruto-sama,"


Semuanya maid dan pelayan membungkuk ketika Naruto melintas didampingi oleh Serafall saat ini.


Sedangkan Naruto yang diperlakukan seperti itu jadi cakung karena tak biasa dengan sambutan hormat sepertinya.


"A-ah, tolong jangan membungkuk seperti itu." Kikuk Naruto dengan situasi saat ini.


"Tapi—"


"Tolong turuti omongan suamiku ya, dia memang seperti itu," ucapan dari kepala maid langsung terpotong oleh ucapan Serafall saat melihat gelagat risih Naruto yang diperlakukan oleh para maid yang menghormatinya.


"Hai Leviathan-sama, maafkan saya," ucapan kepala maid tersebut.


"Tak apa-apa," senyum Serafall. Lalu Naruto dan Serafall kembali melangkah memasuki Mansion menuju ruang tengah Mansion.


.


Krieeeeet!


.


"Silahkan Naruto-sama," kata pelayan pria membukakan pintu Mansion untuk Naruto lewati bersama Serafall.


"Terima kasih," senyum Naruto.


Tap! Tap! Tap! Tap!


Langkah demi langkah Naruto memasuki Mansion Sitri dengan Serafall masih setia di sampingnya.


Hingga langkahnya terhenti pas di ruang tengah yang ternyata ada Lady Sitri yang ada disitu langsung melebarkan mata terkejut setelah melihat sosok Naruto.


"Na Naruto-kun," 


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2