
.
"Tou-san pergi dulu, tolong bereskan kedainya ya," kata Naruto di pintu kedai hendak ke luar sambil membawa 2 kantong plastik pesanan.
"Um, jangan lama-lama ya Tou-san," balas Naruko lalu Naruto melangkah ke luar kedai mengantarkan pesanan terakhir. Kira-kira 15 menis sampai tujuan.
.
#Skip 25 Menit Kemudian
.
TING!
.
"Permisi, apa kedainya sudah tutup?" tanya seseorang yang baru saja masuk kedai, sontak membuat penghuni kedai menoleh ke arah sumber suara.
"PAMAN HEP!/KALIAN!"
Kejut Menma, Naruko, Vivi dan Hephaestus bersamaan.
Lalu Hephaestus melangkah mendekati Menma, karena Menma yang paling dekat.
"Huh, akhirnya ketemu juga," ucap Hephaestus bernafas lega.
"Sedang apa paman disini?" tanya Menma.
"Nanti kuberitau, yang terpenting di mana ayahmu?" balas Hephaestus.
"Tou-san sedang mengantarkan pesanan, tunggulah sebentar lagi paman." Kata Menma memberitau.
"Baiklah paman tunggu." Jawab Hephaestus.
"Sebentar, paman tidak sendirian kesininya," sambungnya sambil melangkah keluar kedai membuat penghuni kedai penasaran.
Selang beberapa menit Hephaestus masuk kembali dan diikuti 7 orang dan 1 anak kecil di belakangnya membuat Menma terkejut.
Tapi tidak dengan Naruko dan Vivi yang tadinya terkejut langsung memasang wajah datar menatap benci 2 orang diantara rombongan yang tadi mengikuti Hephaestus.
"Mau apa kalian kesini?" bentak Naruko dingin kepada Rin dan Mirajane.
"Nee-sama/Onee-sama ka-"
"CEPAT KALIAN PERGI!" bentak Naruko sambil menunjuk arah luar kedai.
Untuk Hephaestus dan rombongannya langsung menyingkir.
Masalah ini adalah masalah keluarga, jadi Hephaestus dan lainya merasa tidak punya hak untuk ikut campur.
"Onee-sama, ka-kami bisa je-"
"KALIAN TIDAK DENGAR! KUKATAKAN PERGI YA PERGI! DAN JANGAN PERNAH MENAMPAKAN WAJAH KALIAN DI HADAPAN KAMI!" bentak Naruko sangat keras membuat Mirajane dan Rin menunduk sedih.
"Hiks Hiks Hiks..."
Tiba-tiba air mata Mirajane dan Rin ke luar dari matanya karena sudah tidak bisa lagi membendungnya dan terus mengalir keluar karena disebabkan oleh kesedihan dan penyesalan yang mereka miliki.
"Naruko-chan, Vivi-chan. Jangan marah-marah, nan—"
"Diamlah Nii-san! ini urusan kami." Bentak Vivi kepada Menma.
"Baik! Nii-san tidak akan ikut campur urusan kalian. Jangan salahkan aku bila nanti Tou-san marah pada kalian." Kata Menma melangkah mundur menjauh dari Naruko dan Vivi, sedangkan Mirajene dan Rin terus menunduk sambil menangis.
.
"Ada apa ini? Kenapa kedaiku ramai sekali?" suara Naruto tiba-tiba dari arah pintu membuat semua orang yang ada di kedai menoleh kearahnya.
.
BLUUSSS
.
" Tampannya." Batin Hestia dengan seburat merah dipipinya.
Bahkan Hera juga sempat bersemu merah walau hanya sebentar.
"Tou-san," ucap Mirajane dan Rin bersamaan membuat Naruto terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Dan sedikit demi sedikit Mirajane dan Rin mulai mendekati Naruto yang diam mematung, tapi belum sempat Mirajane dan Rin sampai di hadapan Naruto, mereka sudah dihalangi oleh Naruko dan Vivi di hadapan Naruto.
"JANGAN PERNAH SENTUH TOU-SAN DENGAN TANGAN KOTOR KALIAN!" bentak Naruko menatap tajam didampingi Vivi yang juga ikut menatap tajam membuat Mirajane dan Rin berhenti dengan linangan air mata yang begitu derasnya.
"Naruko! Vivi!" bentak pelan Naruto.
"Tou-san diam saja, biar mereka kami yang urus," balas Vivi tanpa menoleh ke arah Naruto.
"NARUKO! VIVI!" bentak keras Naruto membuat Naruko dan Vivi terdiam dan sedikit demi sedikit menoleh kebelakang.
.
DEG!
.
Ini yang paling ditakuti oleh Naruko dan Vivi. Ayahnya memasang ekpresi marah terhadapnya, bukan ekpresi marah seperti biasanya tapi kali ini marah karena kecewa yang ditunjukan oleh ayahnya.
Lalu Naruko dan Vivi menunduk setelah melihat ekpresi ayahnya dan menyingkir ke belakang ayahnya.
"Apa kalian tidak mau memeluk Tou-san?" kata Naruto tersenyum dan melebarkan tanganya setelah kembali ke ekpresi biasanya yang murah senyum.
Lalu Mirajane dan Rin dengan cepat langsung memeluk Naruto dan menanamkan kepalanya di dada bidang milik Naruto sambil menangis dengan keras.
"Anak Tou-san sudah tumbuh besar ya, sudah menjadi gadis cantik dan menawan," sambung Naruto sambil mengelus surai putih perak milik Mirajane dan surai hitam milik Rin bersamaan.
Tidak ada jawaban yang didapat Naruto, melainkan dengkuran Mirajane dan Rin yang sudah tertidur dipelukan Naruto.
.
" Mereka pasti kelelahan" pikir Naruto ketika melihat wajah pucat Mirajane dan Rin yang sepertinya kurang tidur cukup lama.
.
"Kalawarner-san, Tolong buatkan mereka minuman, mereka adalah tamuku," perintah Naruto setelah melihat sekeliling yang diisi oleh orang-orang yang lumayan Naruto kenali.
"Menma, kau tutup kedainya," sambungnya lalu menyuruh Menma.
__ADS_1
Setelah itu Naruto melangkah ke tempat duduk yang nyaman dengan Mirajane dan Rin yang masih memeluknya, diikuti Zeus dan Hephaestus yang duduk berhadapan dengan Naruto dan sedangkan yang lainya berdiri di belakangnya.
Untuk Naruko, Vivi, Raynare, dan Mitlet berdiri di belakang Naruto.
"Jadi, ada yang bisa menjelaskan ini?" tanya Naruto kepada rombongan Olympians.
"Aku cuma mau mengantarkan anakmu sekaligus berkunjung." Balas Hephaestus.
"Aku ada kepentingan di kota ini besok, jadi aku sekalian ikut Hephaestus." Sambung Zeus membuat Naruto tidak mengerti.
"Kepentingan apa?" tanya Naruto kepada Zeus.
"Emm begini, kami dari perwakilan Olympians diundang dalam pertemuan Aliansi di kota ini." Jawab Zeus memberitau.
"Mana saja yang ikut?" tanya Naruto makin penasaran.
"Mitologi Olympians, Shinto, Nordik dan Fraksi injil(Tanshi, DaTanshi dan Akuma) serta bangsa Yokai." Balas Zeus.
.
" Sial kau Azazel, kenapa kau tak memberitauku!" batin Naruto kesal dengan seseorang.
.
"Em jadi begitu, baguslah masih ada jalan kedamaian dengan mudah," kata Naruto santai, padahal batinya sangat kesal dengan Azazel dan terkejut bahwa bangsa Yokai juga ikut.
"Itu juga saranmu kan," jawab Zeus senang dan dibalas cengengesan Naruto.
"Oh ya Zeus, apa kau tak akan memperkenalkan mereka padaku?" kata Naruto sambil menunjuk para Dewi di belakang Zeus.
"Hehe aku lupa Naruto," cengengesan Zeus.
"Ini yang di belakangku di sebelah istri Hephaestus adalah Hera istriku. Dan yang di sebelahnya adalah Hestia, dia yang merawat anak-anakmu saat di Olympians. Untuk yang lainya mereka ada di penginapan." Sambung Zeus memperkenalkan membuat Naruto mengangguk mengerti lalu menoleh ke arah Hestia.
"Terima kasih karena telah menjaga anakku," ucap Naruto tersenyum tulus.
"Ti-tidak apa-apa kok a-aku senang merawatnya," balas Hestia gagap, dengan wajah merah sambil memainkan jarinya Karena tidak kuat melihat senyuman Naruto yang begitu menawan.
Sedangkan Zeus dan yang lainya hanya tersenyum melihat tingkah Hestia, tapi tidak dengan Kalawarner yang sedang menaruh gelas minuman di atas meja untuk tamu Naruto.
Kalawarner langsung menatap tajam Hestia tidak suka, lalu Kalawarner berdiri dan melangkah ke belakang Naruto di samping Naruko dan yang lainya.
.
" Sial! Sainganku bertambah lagi!"
.
Batin Kalawarner, sedangkan Hestia tidak menyadari di tatap Kalawarner.
Hestia masih memainkan jarinya dengan wajah merahnya membuat Naruto bingung dengan tingkah Hestia yang aneh menurutnya.
Hingga 1 jam obrolanpun selesai. Dari Zeus yang memberitaukan bahwa Mirajane dan Rin kurang tidur selama di Olympians karena tidak sabar ingin ke Jepang.
Dan masih banyak lagi yang diceritakan Zeus, selama itu juga Hestia dan Kalawarner saling melempar tatapan tajam membuat Naruto terheran-heran dengan tingkah Hestia dan Kalawarner yang mengclaim menjadi Rival.
Dan parahnya lagi, Naruto tidak tau bahwa dirinya yang menjadi bahan persaingan mereka.
"Sepertinya sudah dulu Naruto, kami akan berkunjung besok lagi." Pamit Hephaestus dan diikuti anggukan yang lainya.
Lalu Hephaestus dan yang lainya keluar kedai meninggalkan keluarga Naruto menuju hotel penginapan yang mereka sewa.
.
SRING!
.
Keluarga Naruto menghilang dan muncul di rumahnya.
Lalu Naruto membawa Mirajane dan Rin ke kamar tamu untuk membaringkan mereka yang masih terlelap, walaupun agak susah saat melepaskan pelukannya yang terbilang cukup erat.
Dan semua penghuni rumah tersebut langsung menuju kamar masing-masing kecuali Minato, karena hari ini Minato menginap di Kyoto tempat ibunya dan akan datang kembali besok siang bersama ibunya.
Dan sekarang tinggal Naruto sendirian di ruang keluarga sambil duduk di sofa sedang menerawang jauh pikirannya.
.
" Sebentar lagi pasti akan menjadi rumit"
.
Kini Zeus serta yang lainya sudah sampai di penginapan dengan Zeus yang menenteng sekantong plastik berisi makanan yang dipesan Dewa-Dewi yang tidak ikut ke kedai Naruto.
Sedangkan Hephaestus sudah menuju kamar hotel yang dipesan khusus untuk dirinya serta istri dan anaknya.
"Kalian lama sekali?" tanya Apollo.
"katanya hanya beli makanan." Sambungnya.
"Gak usah banyak tanya! Ni makanan." Balas Zeus menaruh kantung makanan di atas meja.
"Dimana para Dewi," sambungnya bertannya.
"Mereka ada di Onsen yang disediakan oleh hotel ini," jawab Apollo dan Zeus hanya ber-O-ria saja.
"Ah aku juga ingin merasakan Onsen di Jepang." Kata Hera.
"Ayo Hestia," ajak Hera Menyeret Hestia langsung keluar menuju Onsen khusus wanita yang ada di hotel tersebut.
"Lalu dimana Mirajane/Rin?" tanya Harmes dan Apollo bersamaan membuat Zeus mengangkat sebelah alisya, karena Harmes dan Apollo tersipu saat meyebutkan nama anak Naruto.
"Kalian menyukai mereka ya?" bukan jawaban melainkan pertanyaan Zeus membuat Harmes dan Apollo gelagapan.
"Ti-tidak, kami hanya memastikan, ya memastikan!" jawab Harmes dan Apollo bersamaan lagi dengan gagap.
"Oooo Cuma memastikan ya?" ucap Zeus mengangguk-anggukan kepala.
"Ya hehehe" cengengesan Harmes dan Apollo bersamaan.
.
" Untung saja ayah percaya." Batin Harmes dan Apollo bersamaan.
.
.
__ADS_1
#Skip Onsen
.
Setelah meninggalkan Zeus di kamar Harmes dan Apollo.
Kini Hera dan Hestia sudah berada Onsen sedang berendam bersama para Dewi yang sudah berada di Onsen dari tadi.
"Ne bibi Hes, bagaimana rupa ayahnya?" tanya Athena.
"Ya, aku juga penasaran?" timpal Athemis.
sedangkan Aphrodite sedang memalingkan wajahnya tidak ingin tau, padahal dalam hatinya sangat penasaran sehingga mendekat ingin mendengarkan.
"Dia benar-benar tampan," ucap Hestia sambil membayangkan wajah Naruto yang tersenyum tadi dan kemudian.
.
"KYAAA!"
.
Tiba-tiba hestia langsung memegang pipinya yang merah dan sudah tidak bisa ditanya apa-apa lagi membuat yang lainnya tambah penasaran kecuali Hera.
.
"Apa-apaan reaksinya itu?" batin Athena, Aphrodite dan Athemis bersamaan.
.
"Ayahnya itu memang sangat tampan, Aku saja sempat tersipu saat melihatnya. Tapi untungnya saja aku langsung sadar jika aku masih memiliki suami." Kata Hera menjawab kebingungan Athena, Aphrodite dan Athemis yang tidak mendapatkan jawaban dari Hestia yang terus menjerit aneh.
.
" Aku jadi tambah penasaran?"
.
.
#SKIP TEMPAT TIDAK DIKETAHUI
.
Di dalam lautan terdalam dan gelap yang tak dapat dijangkau oleh siapa pun, bahkan mahkluk supranatural pun tak akan bisa menjangkaunya.
Dapat dilihat di dalam lautan itu ada sebuah Kristal es yang cukup besar menyegel sesosok Monster yang menyeramkan agar tidak lepas.
.
KRAK! KRAK!
.
Tiba-tiba Kristal es tersebut retak dan lama-kelamaan retakannya menjalar ke seluruh Kristal es tersebut dab kemudian,
.
PYAR!
.
Akhirnya Kristal es tersebut pecah dan mengeluarkan Monster tersebut.
Tapi anehnya Monster tersebut bisa bernafas di dalam air dan berjalan biasa layaknya manusia yang berjalan di permukaan.
.
" Akhirnya aku bebas dari segel sialan ini!"
.
Monster itu menyerigai menyeramkan membuat ikan-ikan dasar laut menyingkir menjauh berenang ke permukaan.
.
"Akan kubalas perbuatanmu. MONSTER RUBAH!"
.
.
#SKIP TEMPAT LAIN
.
Masih di dalam lautan tapi tidak sedalam Monster yang disegel, terdapat sebuah kerajaan bawah laut yang dihuni berbagai ras manusia ikan.
Kini kerajaan itu terjadi kehebohan yang disebabkan oleh keanehan-keanehan yang tiba-tiba terjadi pada ikan penghuni laut terdalam berenang kepermukaan.
.
" Tidak salah lagi, segel Monster itu telah hancur"
.
Batin orang(manusia ikan) yang memakai mahkota dengan brewok tebal diwajahnya sedang memperhatikan keanehan dari jendela istana.
.
" Dia harus tau ini"
.
.
.
Menantuku
.
.
.
T.B.C
__ADS_1