
.
Krieeeeeet!
Pintu besar ruangan pun terbuka dan memperlihatkan sosok Naruto dan Shirahoshi yang berjalan berdampingan serta Shuna yang masih di gendongan Naruto.
Sontak orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut pun menoleh ke arah pintu masuk dan langsung tersenyum setelah tau siapa yang memasukinya.
Naruto terus melangkah mendekati orang-orang yang ada di ruangan tersebut. Ada Raja Neptune serta ketiga anaknya, Fukaboshi, Ryuboshi dan Mamboshi. Serta petinggi prajuritnya yaitu Tiger.
Lalu Naruto menoleh ke arah Shirahoshi.
"Tolong bawa Shuna keluar sebentar, Hime," ucap Naruto yang nampaknya tau apa yang ingin di bicarakan oleh Raja Neptune sangatlah penting.
Shirahoshi mengangguk lalu mendekati Shuna.
"Shuna sayang, ikut Mama keluar yuk," bujuknya.
"Tidak mau!" tolak Shuna yang malah mempererat rangkulannya terhadap Naruto.
"Huh," Naruto menghela nafas lalu menatap Shuna.
"Shuna ikut Mama ya, sebagai gantinya nanti Shuna boleh minta apa saja kepada ayah," ucap Naruto mencoba membujuk juga.
Tiba-tiba mata Shuna berbinar-binar.
"Sungguh?" ucapnya memastikan lagi ucapan ayahnya dan dijawab anggukkan kepala serta senyuman meyakinkan dari Naruto.
"Yey! Nanti Shuna minta tidur dengan Ayah," girang senang Shuna dan Naruto hanya tersenyum saja saat melihat tingkah semangat anaknya.
"Jadi, maukan ikut keluar sebentar bersama Mamamu?" tanya Naruto.
"Um!" angguk semangat Shuna, lalu turun dari gendongan Naruto langsung mendekati Shirahoshi.
"Aku tunggu di ruang tengah," ucap lembut Shirahoshi dan dijawab anggukkan kepala oleh Naruto.
Kemudian Shirahoshi melangkah keluar ruangan tersebut dengan Shuna di sampingnya.
Naruto menoleh ke arah orang-orang di situ setelah Shirahoshi dan Shuna keluar ruangan.
"Jadi, ada hal penting kah?" tanyanya setelah berdiri sejajar dengan Tiger.
"Ya." singkat Raja Neptune langsung memasang wajah serius.
" Raja Laut telah terlepas dari segelnya," ucap Raja Neptube sangat serius.
__ADS_1
Sontak Naruto langsung membulatkan mata terkejut.
"Bagaimana bisa?" kejut Naruto.
"Mungkin karena tekanan air di dasar laut sangat kuat. Jadi es yang menyegelnya hancur karena tak kuat menahan tekanan tersebut," Balas Raja Neptune.
Naruto langsung memijit pelipisnya karena terkejut dan syok atas ucapan dari Raja Neptune.
"Kalau begini jadinya, tak ada cara lain selain membunuhnya," ucapnya.
"Dan aku telah memerintahkan Aladdin untuk mengamati pergerakannya dan kita tinggal menunggu kabar dari Aladdine sekarang," timpal Tiger.
"Huh," Naruto menghela nafas.
"Lebih baik cepat ungsikan para warga ke tempat yang aman, sudah jelas yang akan di serang adalah kerajaan ini terlebih dahulu dan akan terjadi kehancuran besar jika aku melawannya," ucap Naruto memberitau.
"Untung saja kau datang kemari, kalau tidak sudah pasti kerajaan ini akan musnah. Karena hanya dirimu yang pernah melawanya dulu," ucap Raja Neptune.
"Dia musuh tangguh selain Ainz Ooal Gown yang pernah kulawan. Power dan Speed sangat luar biasa. apalagi jika tubuhnya basah terkena air, Power dan Speednya akan meningkat drastis." Jelas Naruto memberitau.
"Tapi, yang harus di perhatikan adalah pengikutnya. Kalau dia saja monster, otomatis pengikutnya juga monster." Sambungnya serius.
"Dengan kata lain, sekarang kita harus menyiapkan diri apabila nanti terjadi hal yang sangat buruk. Begitu maksudmu?" tanya Tiger dan dijawab anggukkan kepala oleh Naruto.
"Dan kita harus merancangnya mulai sekarang. aku yakin, tanpa kabar dari Aladdin pun tebakanku tak akan meleset jika sebentar lagi kerajaan ini akan diserang olehnya." Ucap Naruto dan langsung dijawab anggukkan kepala mereka semua.
Jika di Istana Naruto sedang membahas sesuatu yang penting dengan orang-orang penting.
beda lagi dengan Gray yang sekarang wajahnya sudah merah padam dan tak bisa bergerak kemana-mana dari tempat itu.
Di tempat yang remang-remang tersebutlah Gray berada. Dirinya tak bisa bergerak kemana-mana karena sedang duduk di sofa empuk yang ternyata dirinya dihimpit oleh beberapa wanita dewasa yang berpakaian minin dan sexy di sebelah kiri dan kanannya.
"Ayo tampan, apakah kau tak minum?" ucap wanita di sebelah kanan. Dan Gray mengangguk cepat.
Srek!
Bruk!
Gray mencoba bangkit dari duduknya tapi langsung ditarik oleh wanita sebelah kirinya.
"Jangan buru-buru tampan, kita bersenang-senang dulu, Oke," ucap wanita sebelah kiri sambil mengedipkan matanya.
Sontak Gray langsung menunduk dengan wajah yang memerah padam ditambah berasap karena tak kuat melihat tubuh sexy wanita-wanita yang menghimpitnya.
"SIAL! Aku salah tempat! Disini bukan tempat para duyung, tapi tem—"
__ADS_1
Nyut! Nyut!
Crooot!
Bruk!
Gray langsung mimisan dan tepar setelah merasakan sensasi kenyal di kedua lengannya. Wajahnya sangat merah serta mata yang berputar-putar yang ditunjukkan Gray saat pingsannya.
"Yah, tampan-tampan kok teparan sih," ucap wanita sebelah kanan Gray merasa kecewa.
"Biarin saja, yang penting kita pesan semua minuman disini atas namanya. Lumayan kan minum gratis," ucap wanita sebelah kiri Gray.
"Ah, kau benar," balas wanita sebelah kanan Gray.
Lalu kedua wanita tersebut memesan lagi minumannya. Yang ternyata tempat tersebut adalah Kafe yang menyediakan minuman beralkohol, dan pastinya dengan Gray yang ditunjuk sebagai nama pemesannya.
...
...
Sedangkan disisi lain nampak saudara-saudara Gray masih menikmati berkeliling kerajaan dan pastinya diikuti Jinbe di belakangnya.
" Bocah itu baik-baik saja atau tidak ya?" batin Jinbe yang sedikit cemas dengan Gray.
" Ah, palingan nanti kalau tersesat juga balik lagi ke Istana," sambung batinnya kembali tenang.
Lalu Jinbe terus mengikuti kemana pun anak-anaknya Naruto berkeliling dan menghiraukan apa yang terjadi dengan Gray sebenarnya.
._._._._.
Sedangkan jauh dari Kekkai pelindung kerajaan bawah laut nampak seseorang yang memiliki tubuh bagian bawah adalah Brotula yang ternyata adalah Prajurit yang diperintah oleh Tiger untuk mengamati pergerakan Raja Laut, yaitu Aladdin yang sedang berenang menuju ke arah Kekkai pelindung kerajaan.
"Aku harus cepat melapor, mereka sudah mulai bergerak mendekati kerajaan," gumam Aladdin ketika sudah melihat Kekkai kerajaan jari kejauhan.
.
Sedangkan jauh di belakang Aladdin nampak monster yang disebut Raja Laut terus melangkah santai diikuti para pengikutnya yang sama-sama monster seperti dirinya.
Mereka terus melangkah di kedalaman laut tersebut seakan-akan tak merasa tertekan sama sekali oleh beban tekanan air laut di kedalaman.
"Kha kha kha kha kha kha kha kha!"
Tawa serigai Raja Laut begitu keras dikedalaman laut tersebut sehingga membuat ikan-ikan kecil di sekitarnya langsung berenang menjauhi Raja Laut dan pasukannya tersebut.
.
__ADS_1
..
T.B.C