
.
" Istri sah memang berkuasa! Njiiiir!"
.
batin semua wanita di ruangan tersebut iri kecuali Asuna yang hanya menatap iri saja tanpa membatin apa pun karena belum tau kalau Yasaka adalah Istri sah Naruto yang sesungguhnya.
Hingga beberapa menit Yasaka membenamkan kepala Naruto di belahan dadanya.
Akhirnya Naruto melepaskan diri dari rangkulan Yasaka yang terlihat sudah kembali tenang dari rasa takut yang ada dalam pikirannya.
"Huh," hanya helaan nafas yang keluar dari mulut Naruto kemudian dia merogoh kantong celananya mencari sesuatu yang ternyata adalah sebuah gulungan kecil.
Dan kemudian Naruto membuka gulungan tersebut dan memperlihatkan isinya yang penuh akan Kanji rumit dan Cuma dirinya yang tau.
Sontak hal tersebut membuat semua wanita di ruangan tersebut bingung dan bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh Naruto dengan gulungan tersebut kecuali Yasaka dan Asuna karena sudah tau kegunaan dari gulungan yang penuh kanji rumit tersebut.
.
POFH!
.
Tiba-tiba gulungan yang dibuka oleh Naruto berasap dan secara perlahan asap itu menghilang dan memperlihatkan sebuah botol kecil yang berisi air yang jernih.
Lalu Naruto mengambil botol tersebut dan beranjak dari duduknya.
"Untuk malam ini, biarkan Asuna tidur denganmu. Yasaka," kata Naruto yang sudah berdiri dari duduknya menoleh ke arah Yasaka dan dijawab anggukan kepala oleh Yasaka.
"Lalu kau akan tidur di mana?" tanya Yasaka.
"Jangan pikirkan aku, aku bisa tidur di mana saja," balas Naruto tenang dan lagi-lagi di balas anggukan kepala oleh Yasaka.
"Kalian semua juga kembali ke kamar kalian masing-masing," sambung Naruto memerintah kepada wanita lainnya dan dijawab anggukan oleh mereka semua.
Lalu semua wanita beranjak dari duduknya dan kembali ke kamar mereka masing-masing dengan Asuna yang mengikuti Yasaka ke kamarnya.
Dan kini di ruangan itu hanya tersisa Naruto dan Katerea yang sedang menunduk dan sepertinya ingin mengatakan sesuatu kepada Naruto.
"Ini adalah penawar yang bisa memulihkan Menma, jadi kau tenang saja," kata Naruto sambil menunjukkan botol berisi air di tangannya.
"Terima kasih, aku sangat senang mendengarnya," balas pelan Katerea dan hanya dibalas helaan nafas oleh Naruto.
"Lebih baik kita langsung ke kamar Menma saja, agar besok dia bisa pulih lagi seperti sedia kala," kata Naruto tenang dan dijawab anggukan pelan kepala Katerea.
Lalu Naruto melangkah menuju kamar Menma dan di ikuti Katerea di belakangnya.
__ADS_1
.
#Skip Kamar Menma
.
Sekarang Naruto dan Katerea sudah berada di kamar Menma.
Kini Naruto sedang membuka tutup botol berisi air tersebut dan Katerea sedang memapah kepala Menma dengan tangannya.
Selanjutnya tangan kanan Naruto mencoba membuka mulut Menma. Dengan perlahan Naruto mulai mengarahkan botol berisi air tersebut ke mulut Menma yang telah sedikit terbuka dan mulai menuangkan air dalam botol tersebut ke dalam mulut Menma.
Setelah merasa air dalam botol telah habis dan masuk semua ke mulut Menma, kini Naruto mengakhiri tindakkan tangan kanannya yang tadi mencoba membuka mulut Menma langsung kembali duduk di samping ranjang Menma.
Begitu juga Katerea yang mengakhiri acara memapah kepala Menma langsung duduk di samping Naruto.
"Naru," ucapan lirih Katerea yang merasa kesunyian menyelimuti kamar Menma sekarang.
"Hmm," dan hanya deheman Naruto saja sebagai jawaban atas panggilan lirih Katerea tanpa menoleh ke sumber suara.
"Maukah kau menerimaku kembali," kata Katerea sambil menunduk dan tangan meremas lututnya dengan mata yang terpejam karena takut akan jawaban yang tidak diinginkan akan di ucapkan oleh Naruto.
Cukup lama Katerea menunggu jawaban dari Naruto, tapi kini ia membuka matanya karena terkejut atas apa yang ia rasakan saat ini.
Kini ia rasakan adalah sebuah elusan lembut tangan seseorang yang sedang mengelus lembut rambutnya. Sontak Katerea dengan perlahan menoleh ke arah Naruto.
Dapat dilihat kini Naruto tersenyum tulus. senyuman dan perlakuan yang selalu dinanti oleh Katerea dari Naruto semenjak ia terpisah dulu dari Naruto.
Dan itu semua membuat mata Katerea yang di balik kacamatanya berkaca-kaca karena senang atas ucapan Naruto.
.
GREEP!
.
Tanpa disangka-sangka Katerea memeluk Naruto dan menanamkan kepalanya ke dada bidang Naruto dengan sedikit isak kebahagiaan saat ini dan elusan tangan Naruto berpindah pada punggung Katerea.
"Hiks terima kasih," isak Katerea disela-sela menanamkan kepalanya pada dada Naruto membuat Naruto tersenyum.
"Sudahlah, sekarang lebih baik kau kembali ke kamarmu, karena kemungkinan Menma akan siuman ntar pagi," ucap Naruto lembut dan Katerea melepaskan rangkulannya kemudian mengusap air matanya yang tadi sempat keluar.
"Aku disini saja, aku ingin menunggu siuman Menma, karena aku tidak sabar menantinya." Balas Katerea menolak perintah Naruto dan Naruto hanya menghela nafas pasrah.
"Baiklah, jangan kau paksakan," kata Naruto dan dijawab anggukan kepala oleh Katerea.
Dan kemudian Naruto beranjak dari duduknya dan melangkah keluar kamar milik Menma meninggalkan Katerea yang masih ingin di situ langsung melangkah ke ruang keluarga.
__ADS_1
.
#Skip Ruang Keluarga
.
Kini Naruto telah sampai di ruang keluarga di dalam rumahnya.
Saat ini Naruto sedang duduk di sofa tempat tadi ia duduk bersama Asuna sambil menerawang langit-langit rumahnya dengan pemikiran aneh yang selalu berputar-putar di otaknya.
"Setelah ini siapa lagi yang akan datang padaku dengan alasan yang sama dengan mereka bertiga," gumam Naruto sedang memikirkan berbagai wanita yang pernah ia temui saat petualangannya dulu.
Dan malam itu yang hampir menjelang pagi Naruto terus memikirkan apa yang mengganjal dalam pikirannya hingga dirinya lupa bahwa jam sudah menunjukkan pukul 03:45 dini hari.
Dan apa yang sedang dilakukan oleh Naruto di ketahui oleh Yasaka yang hendak keluar ingin ke dapur langsung terhenti langkahnya pas di pintu kamarnya sambil memperhatikan Naruto.
Hingga tak berselang lama pandangan Yasaka melihat Naruto mulai berbaring di sofa dan terlelap alias tertidur.
Yasaka yang melihat hal itu langsung kembali masuk ke kamarnya dan tak berselang lama keluar lagi dari kamarnya dengan membawa selimut langsung melangkah ke tempat Naruto tertidur.
Dan Yasaka langsung menyelimutkan selimutnya kepada Naruto sehingga hanya menyisakan kepala Naruto saja yang terlihat karena dari leher sampai kaki tertutup oleh selimut.
Dengan gerakan pelan tangan Yasaka mengusap rambut Naruto yang menutupi matanya sambil tersenyum.
"Pasti sangat berat apa yang kau rasakan saat ini," gumam Yasaka tersenyum tapi hatinya sangat sedih seolah-olah merasakan beban yang dirasakan oleh Naruto saat ini.
Lalu Yasaka mengakhiri acara mengusap lembut kening Naruto dan beranjak dari situ langsung menuju kamarnya untuk tidur kembali.
.
#Flashback Off
.
"Lagi-lagi aku membuat Tou-san kerepotan oleh tindakkanku," gumam Menma sambil memandang langit-langit kamarnya setelah mendengar penjelasan dari Katerea yang berada di sampingnya dengan gelas berisi susu hangat masih di genggaman Menma.
"Jangan berpikiran seperti itu, Tou-sanmu pasti tidak merasa kerepotan atas apa yang kau lakukan, Nak," kata Katerea menenangkan hati Menma agar tak berkecil hati.
"Aku merasa seperti anak kecil yang belum bisa tumbuh dewasa kalau aku masih terus-terusan membuat Tou-san kerepotan oleh tindakkanku," ucap Menma merasa bersalah atas apa yang dilakukan olehnya selama ini pada ayahnya.
"Kamu pasti bisa menjadi dewasa seutuhnya, asalkan kamu jangan mengulangi tindakkanmu lagi jika tak ingin membuat Tou-sanmu kerepotan lagi, oke," kata Katerea menyemangati dengan senyuman hangat untuk Menma. Dan entah kenapa Menma tersenyum tipis setelah mendengar ucapan dari Katerea.
"Um. Aku akan berusaha," angguk Menma sambil tersenyum membuat Katerea senang melihatnya.
Dan setelah itu di kamar Menma hanya diisi obrolan-obrolan antara anak dan ibu yang menghiasi kamar tersebut.
.
__ADS_1
.
T.B.C