STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 151


__ADS_3

Robin dan Mereoleona langsung berdiri dari duduknya sambil terus menatap tajam Naruto.


"Sia-"


Srek!


Wush!


Bugh!


Duarrrrr!


Semua wanitanya Naruto langsung terhenti langkahnya, bahkan Yasaka yang ingin berucap pun tak bisa diselesaikan karena tiba-tiba ada sepasang tangan yang mencekik Naruto lalu disusul munculnya wanita berambut merah menyala yaitu Mereoleona yang langsung meninju Naruto dengan kepalan tinju apinya, sehingga Naruto terpental ke samping menabrak tembok rumahnya hingga jebol.


Bahkan suara benturan oleh Naruto membuat anak-anaknya yang berada di lantai 2 mengintip untuk melihat apa penyebab suara ledakan kecil tersebut.


Sedangkan untuk anak-anaknya yang masih di halaman belakang nampaknya tak mendengar suara ledakan kecil tersebut.


Dan Yasaka serta wanita yang lainnya langsung menatap tajam Mereoleona yang berada di hadapannya langsung.


"Apa-apaan kau, Nona. Berani sekali kau memukul suami kami." ucap Yasaka menatap sengit Mereoleona di ikuti yang lainnya yang juga menatap sengit Mereoleona.


Mereoleona menoleh ke arah Yasaka.


"Suami kalian? Yang benar saja sialan! Lalu anakku dan anaknya itu anaknya siapa kalau bukan darinya!" bentak Mereoleona sambil menunjuk Robin.


Sontak Yasaka dan yang lainnya langsung terkejut setelah mendengar kata anak.


"Anak? Apa maksudmu?" tanya Yasaka.


Mereoleona menunjuk Naruto yang tertimbun puing tembok rumahnya.


"Dia it-"


Pyarrrrr!


Tiba-tiba puing yang mengubur Naruto berhamburan kemana-mana dengan Naruto yang sudah berdiri tegak.


Krek! Krek!


Suara tulang leher Naruto setelah Naruto mengelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


"Beginikah caramu bertamu ke rumah orang, Mereoleona, Robin," ucap Naruto sambil melangkah santai ke tempat duduk tepat di hadapan Robin yang hanya di batasi meja kecil saja.


Bruk!


Naruto menoleh ke arah Leo.


"Hey Nak, bisa kau ke ruang sebelah. Disini akan ada pembicaraan penting antar orang dewasa," minta Naruto.


Sontak Leo langsung menoleh ke arah Mereoleona yang berada di belakang Naruto dan mendapat anggukan pelan, lalu menoleh ke arah Robin yang berada di sampingnya dan mendapat anggukan pelan juga.


Srek!


Leo langsung berdiri dari duduknya.


"Baiklah," ucapnya lalu melangkah ke ruang sebelah sambil menggendong Luffy, dan di situ ada Menma, Rayanare dan Akeno juga.


Naruto menoleh ke arah belakang.


"Duduklah Mereoleona," perintah Naruto.


Tanpa menjawab Mereoleona langsung melangkah ke tempat Robin dan duduk di samping Robin yang sudah duduk semenjak perginya Leo.

__ADS_1


Dan Naruto masih menoleh ke arah belakang, lebih tepatnya ke arah Yasaka serta wanita yang lainnya dan mengangguk pelan saat di tatap oleh Yasaka.


Seakan sudah tau kode dari Naruto, Yasaka langsung melangkah mendekati Naruto diikuti wanita yang lainnya dengan pakaian yang masih sama seperti di halaman belakang tadi.


Mereka semua langsung duduk. Dengan Yasaka yang duduk di samping kiri Naruto dan Shirahoshi duduk di samping kanan Naruto.


Diikuti Serafall duduk di samping kanan Shirahoshi. Lalu Freya duduk di samping kiri Yasaka. Kemudian Grayfia, Asuna dan Arturia duduk di samping kanan meja, serta Hancock, katerea, Kalawarner dan Izanami duduk di sebelah kiri meja.


Tanpa di perintah oleh Naruto. Yasaka langsung menjentikkan jari tangan kanannya dan kemudian terciptalah Kekkai tipis yang mencangkup ruangan tersebut dan pastinya sudah di tambah sihir peredam suara di dalam Kekkainya.


"Huh," Naruto menghela nafas lalu menoleh ke arah Robin dan Mereoleona yang berada di hadapannya.


"Jadi, apa yang kau inginkan dariku dan biar kutebak, apakah 2 anak tadi adalah anakku?" tanyanya.


Semua wanita langsung menoleh ke arah Naruto.


"Apa maksudmu, Naru- kun?" tanya Yasaka tak mengerti maksud ucapan dari Naruto dan didukung anggukan oleh wanita yang lainnya kecuali Robin dan Mereoleona.


"Aku merasakan Chakra yang mengalir di dalam tubuh mereka. Apakah benar ucapanku tadi, Mereoleona, Robin?" tanya Naruto lagi kepada Mereoleona dan Robin.


"Ya, dan kau ha-"


"Sudah cukup, aku tak perlu penjelasanmu," potong Naruto ucapan Mereoleona.


Naruto langsung memejamkan matanya. " Kurama!" batinnya memanggil Kurama di dalam tubuhnya.


" Merepotkan sekali," batin Kurama menyahuti batin Naruto.


Lalu Naruto membuka matanya.


Pofh!


Tiba-tiba muncul cloning Naruto tepat di belakang Naruto Cuma yang membedakan hanyalah matanya yang berwarna merah predator.


Dan Mereoleona serta Robin hanya bingung saja saat melihat kejadian tersebut, sedangkan wanita yang lainnya hanya biasa-biasa saja karena sudah tau apa yang dilakukan oleh Naruto.


"Sebelum kalian menjelaskan kebenaran yang tidak-tidak, akan lebih baik di jelaskan oleh Patnerku di dalam tubuhku yang tau segalanya," Lalu Naruto menoleh ke arah para wanitanya.


"Dan kalian juga harus tau kebenaran ini juga," sambungnya kepada para wanitanya dan dibalas anggukan kepala oleh mereka semua, tak terkecuali Robin dan Mereoleona yang juga ikut mengangguk.


Naruto menoleh ke belakang.


"Tolong Kurama," ucap Naruto dengan tatapan memohon.


"Huh," Kurama dalam wujud Naruto menghela nafas. 


"Jangan bangunkan aku selama 1 minggu, Gaki." balas Kurama dan Naruto mengangguk menyetujui permintaan Kurama.


Lalu Kurama melangkah mendekati Arturia dan duduk di sampingnya. 


"Dengarkan, aku tak akan mengulang ucapanku untuk kedua kalinya," ucap Kurama dan semua wanita langsung memasang telinga lebar-lebar untuk mendengarkan ucapan Kurama,


sedangkan Naruto malah memejamkan mata karena sudah tau apa yang akan diucapkan oleh Kurama.


"Pertama-(Penjelasanya sama seperti chapter 30 yang menjelaskan 6 wanita yang pernah berhubungan badan dengan Naruto, Cuma bedanya sekarang Kurama lebih lancar dari pada di Chapter 30) -Dan semuanya memang nyata,"


Jelas Kurama setelah 30 menit menceritakan masa lalu Naruto dengan wanita-wanita lainnya yang pernah bersetubuh dengan Naruto tanpa ditutup-tutupi sedikit pun.


Berbagai macam reaksi yang ditunjukkan oleh orang-orang disitu. Dengan para wanitanya Naruto yang melebarkan mata terkejut, sedangkan untuk Robin dan Mereoleona hanya terdiam entah karena apa, kalau untuk Naruto masih memejamkan mata karena tak ingin melihat reaksi mengerikan dari para wanitanya setelah ini.


Sontak para wanitanya Naruto langsung menatap tajam Kurama.


"Lalu, kenapa kau tak mencegahnya haaa!" bentak Yasaka terlihat kesal dengan Kirama.

__ADS_1


Kurama melirik ke arah Yasaka. 


"Karena aku suka melihat wajah bodohnya ketika terkejut Hahahahaha!" balas Kurama diakhiri dengan tawa senangnya.


Sontak semua wanitanya Naruto langsung menatap lebih tajam kepada Kurama dengan aura hitam menyelimuti mereka semua.


Pofh!


Seketika Kurama dalam wujud Naruto langsung menghilang, dan kini semua wanitanya Naruto menatap tajam Naruto yang masih menutup matanya, dengan tubuh penuh aura hitam yang menyelimuti mereka semua.


"Kok aku merasa dingin dan merinding ya?" batin Naruto saat masih memejamkan matanya, kemudian Naruto membuka matanya dengan perlahan. 


"Oh sial!" dan Naruto langsung berkeringat dingin yang mengalir sangat deras di wajahnya setelah benar-benar membuka matanya.


"Au, Au, Au, jangan ditarik sayang. Ini sakit,"


Rintih kesakitan Naruto saat kedua telinganya ditarik oleh Yasaka dan Shirahoshi di masing-masing telingganya serta tatapan nyalang para wanitanya Naruto yang mengarah kepadanya.


"Kau harus mendapatkan hukuman dari kami semua Naru- kuuuuuuuun," ucap Yasaka penuh penekanan sambil menatap tajam Naruto.


"Haiiiiiiiiiiiiik!" balas Naruto dengan keringat dingin yang mengalir deras di wajahnya.


Sedangkan Mereoleona dan Robin dari tadi dibuat Sweatdrop saat melihat petunjukkan di depan mata mereka yan terbilang aneh bin absurd menurut mereka berdua.


Hingga beberapa menit kemudian jeweran Yasaka dan Shirahoshi disudahi lalu kembali duduk tenang menghadap Mereoleona dan Robin.


Begitu juga wanita yang lainnya yang mengakhiri tatapan tajam kepada Naruto dan sudah kembali duduk tenang menatap Mereoleona dan Robin.


"Huh," Naruto menghela nafas lalu kembali tenang dan menatap Mereoleona dan Robin.


"Jadi, apa yang ingin kalian minta dariku? Sudah jelaskan penjelasan tadi bahwa aku tak menyadari tindakanku sendiri," tiba-tiba Naruto menundukkan kepalanya.


"Dan aku minta maaf kepada kalian, terutama kepadamu Robin. Seandainya waktu itu aku tak ceroboh meminum air itu, maka waktu itu tak akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan olehmu," ucapnya masih menundukkan kepalanya.


Mereoleona dan Robin saling tatap dan saling mengangguk seperti sebuah isyarat kode tertentu yang dimengerti oleh mereka berdua saja. Lalu mereka berdua kembali menoleh ke arah Naruto yang masih menundukkan kepalanya.


"Tegakanlah kepalamu, Naru." Minta Robin.


Tak ada respon dari Naruto.


"Tidak. Aku akan tetap seperti ini sebelum ucapan maaf dari kalian berdua. Aku tau, kalian pasti berat menjalani kehidupan merawat anak sendirian tanpa ba—"


"Sudahlah Naru, kami memaafkanmu kok,"


Sontak Naruto menegakkan kepalanya dan betapa leganya perasaan bersalahnya kepada Mereoleona dan Robin, karena saat menegakkan badannya telah di sambut senyuman tulus oleh Mereoleona dan Robin.


"Lagian kami berdua tak merasa keberatan menjalani kehidupan kami selama ini, dan kami berdua hanya meminta pengakuanmu atas anak kami. Itu saja sudah cukup bagi kami berdua, walaupun kami berdua juga ingin diakui olehmu," sambung Robin. Tiba-tiba Mereoleona dan Robin menundukkan kepalanya.


"Tapi itu tak mungkin kan? Kau sudah bahagia bersama istri-istrimu itu dan tak mungkin ada tempat bagi kami berdua di kehidupanmu itu," ucap Robin sangat pelan, tapi masih terdengar oleh Naruto dan wanita-wanitanya.


Naruto dan wanita-wanitanya terdiam. Tiba-tiba Yasaka berdiri.


"Semuanya, apa kalian bisa ikut denganku sebentar?" ucapnya kepada wanita-wanitanya Naruto.


Semuanya mengangguk, kecuali Mereoleona dan Robin yang masih menunduk serta Naruto yang masih terdiam dan tak ingin tau rencana apa yang dilakukan Yasaka, karena Naruto yakin akan keputusan Yasaka nantinya.


Tiba-tiba wanita-wanitanya Naruto beranjak dari duduknya dan Yasaka langsung melangkah kepojokkan ruangan diikuti wanita-wanita yang lainnya lalu saling mendekat, dan sepertinya mereka sedang bisik-bisik entah membahas sesuatu entah Naruto, Mereoleona dan Robin tak tau.


Selang beberapa menit entah mengapa wanita-wanita yang berkumpul di pojokkan saling mengangguk dan tersenyum aneh dan terlihat oleh Naruto.


"Perasaanku tak enak setelah ini,"


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2