
.
Naruto langsung menegakkan kepalanya dan memandang ke arah luar rumah tersebut setelah mendengar sudara ledakkan yang sepertinya lumayan jauh dari rumah terdebut.
Naruto langsung melangkah keluar rumah tersebut dengan foto gadis kecil tersebut masih di genggaman tangannya.
Wush! Tap! Wush! Tap! Wush!
Naruto langsung melompat ke atas batang pohon setelah keluar dari rumah tersebut dan langsung melesat menuju sumber ledakkan yang terdengar oleh telinganya tadi.
Tap!
Hingga tak berselang lama Naruto akhirnya sampai di tempat sumber ledakkan dan langsung melebarkan mata sangat marah setelah tau apa yang terjadi di tempat tersebut.
Di tempat itu kini terdapat sosok wanita berambut dark blue panjang serta baju ungu ketat dan dibalut rompi samurai yang sedang mengacungkan katana panjang ke arah monster berkepala banteng 5 meter di hadapannya.
Dan tatapan marah Naruto tertuju pada monster berkepala banteng tersebut, karena monster tersebut sedang menyandra sosok gadis kecil yang sama persis dengan gambar yang berada di dalam foto di genggaman Naruto.
Tap!
Naruto mendarat tepat tak jauh di belakang sosok wanita samurai, dan nampaknya kehadiran Naruto tak disadari oleh mereka.
"Jika mendekat maka anak ini akan mati. Pemimpin Four Heavenly Kings, Minamoto-no-Raikou. kha kha kha," tawa angkuh monster tersebut.
"Monstet sialan! Beraninya kau menggunakan anak kecil sebagai tamengmu!" balas sengit wanita samurai tersebut.
"Kha, kha, kha aku tidak pe—"
"Kuhitung sampai 3 untuk melepaskan anak kecil itu, sebelum kukirim kau ke dasar kesunyian terdalam."
Sontak mereka langsung menoleh ke arah sumber suara yang memotong ucapan Monster tersebut.
"Manusia!/ manusia!"
Batin mereka berdua saat mengetahui siapa pemilik suara yang berada di belakang wanita samurai yang sedang melangkah sambil menatap tajam monster tersebut.
"Satu—"
"Kau pikir bisa melawanku, Manusia. kha kha kha." tawa angkuh monster tersebut.
"Dua—"
"Menyingkir dari sini Manusia. Disini berbahaya," cegah wanita samurai.
"Tiga. Waktu habis,"
SRING!
JRASSSSSS!
Wanita samurai dan monster berkepala banteng melebarkan mata terkejut saat tiba-tiba Naruto menghilang dan muncul di belakang Monster tersebut dengan tangan monster yang menyandera anak kecil tersebut telah terputus dan anak kecil itu sudah berada di gendongan Naruto.
"Sia—"
JRAASSSS!
Kepala monster tersebut langsung terpisah dari badannya saat akan menoleh ke belakang langsung di tebas oleh Naruto tanpa menoleh ke arah tebasannya, dan seketika monster tersebuk langsung mati dan ambruk dengan kepala serta tangan yang terpisah dari tubuhnya.
__ADS_1
" Ce-cepat sekali dan Se-sejak kapan katanaku berada padanya,"
Batin wanita samurai saat mengetahui katananya yang di gunakan oleh Naruto untuk membunuh monster tersebut adalah Katananya yang sudah tak berada di tangannya sendiri, melainkan di tangan Naruto.
Brak!
Katana yang digunakan untuk membunuh monster tersebut di jatuhkan oleh Naruto dan seketika Naruto langsung mengecek kondisi anak kecil tersebut yang nampaknya pingsan karena syok atas kejadian yang menimpa dirinya tadi.
"Tou- san datang nak, Tou- san datang menyelamatkanmu. Mulai sekarang kamu akan aman bersama Tou- san, Nak,"
Ucap Naruto dengan nada penuh kekhawatiran dan takut atas kondisi anak kecil tersebut.
"Ano-"
"Apa kau juga melukai anak ini?"
Wanita samurai tersebut langsung terdiam mematung.
"Apa-apaan tatapan itu." batinnya merinding ngeri saat ditatap oleh Naruto.
"Ti-tidak, aku tidak melakukan apa-apa kepada anak itu. Justru aku ingin menyelamatkannya dari monster tadi yang hendak memakannya," balas Wanita Samurai membela diri sendiri.
Naruto mengakhiri tatapan tajamnya karena tak merasakan niat buruk pada wanita samurai tersebut, dan kembali menoleh ke arah anak kecil tersebut yang berada di gendongannya.
SRING!
Naruto langsung menghilang dalam sekejap mata dan meninggalkan wanita samurai di situ yang malah terdiam melihat kejadian tersebut.
Tiba-tiba wanita samurai tersebut melangkah menuju katananya yang tergeletak di tanah tak jauh di hadapannya setelah beberapa menit hilangnya Naruto dan anak kecil di gendongannya.
"Dia sangat kuat dan ahli mengayunkan katana ini." Batin wanita samurai tersebut, tiba-tiba wanita samurai tersebut menjilat bibir bawahnya.
"Aku telah menemukan pendampingku yang cocok. Pria itu harus menjadi miliku, fufufu," gumam wanita samurai senang dengan nada penuh gairah.
Lalu wanita samurai tersebut melangkah ke arah selatan menuju luar hutan dengan senyum anehnya seperti telah menemukan sesuatu yang menarik dalam hidupnya, tanpa menyadari bahwa kejadian tadi di saksikan mahkluk lain selain dirinya.
Dengan sosok astral di atas pohon yang sekarang sedang tersenyum bahagia.
"Terima kasih Naru- kun, sekarang aku bisa tenang," ucapnya tiba-tiba mahkluk astral tersebut melayang dan lama-kelamaan menghilang dengan wajah yang dihiasi senyuman bahagia.
Dan dapat dilihat di sebelah utara tempat kejadian tadi nampak sebuah benda mengkilap berbentuk seperti kamera perekam yang menempel di batang pohon yang arah teropongnya mengarah ke tempat kejadian tadi.
.
#Markas Pandora (Jerman)
.
"PUTAR KEMBALI REKAMANNYA!"
.
Tiba-tiba perempuan berambut pink memerintah pria tua yang berada di depan layar yang menampilkan berbagi rekaman tertenntu di berbagai Negara.
"Baik Nona,"
Balas pria di depan layar lalu melaksanakan perintah dari perempuan berambut pink tersebut.
__ADS_1
"Apakah ada sesuatu, May?"
Tiba-tiba pria tua berambut putih berjas laboratorium yang bertaxt name Gango Aoi bertanya kepada perempuan berambut pink yang di panggil May, Atau Windy May Aoi.
"Ya. Aku menemukan sesuatu yang menarik, Ayah," balas May yang terus memperhatikan layar di depannya.
"Stop!" dan layar di ruangan tersebut menampilkan sosok pria berambut kuning jabrik berada di belakang wanita samurai yang sedang menatap ke arah depan.
"Perbesar tampilannya tepat pada sosok pria itu," perintah May kepada pria tua di depannya dan langsung di laksanakan.
Dengan perlahan gambar pada layar membesar dan memperlihatkan wajah pria berambut kuning jabrik yang sangat jelas di tampilkan di layar tersebut.
Entah kenapa wanita di belakang perempuan berambut pink yang memakai pakaian putih ala Sister Gereja melebarkan mata terkejut.
Sedangkan pria tua yang disebut Ayah oleh perempuan berambut pink hanya bingung tak tau apa-apa dengan gambar yang di tampilkan di layar tersebut.
"Bu-bukannya pria itu-" kejut wanita berpakaian ala Sister Gereja tepat di belakang May.
May melirik ke belakang ke arah wanita berpakaian Sister tersebut dan tiba-tiba mengangguk.
"Benar sekali, Sister," balas May.
Pria yang di panggil ayah menoleh ke arah May. "Bisa kau jelaskan kepada ayahmu ini, Nak. Apakah ada kaitannya pria itu dengan organisasi ini?" tanya sang ayah.
Perempuan berambut pink menoleh ke arah ayahnya.
"Bukan dengan Organisasi ini, Ayah. Melainkan berkaitan dengan kak Cassandra," jelas May memberitau.
Sontak pria yang di panggil ayah melebarkan mata seperti telah mengingat sesuatu.
"A-apakah pria itu yang telah mencuri ciuman pertama Cassandra?" tanya sang ayah memastikan sambil menunjuk gambar pada layar.
"Pria itu tidak mencuri, Ayah. Melainkan Kak Cassandra sendiri yang memberikannya," ucap perempuan May membenarkan.
Sang ayah langsung memasang wajah serius.
"Jangan beritau info pria itu kepada Cassandra, atau nanti dia akan melakukan tindakan bodoh lagi jika dia tau tentang ini," ucap serius sang ayah dan semua orang di ruangan tersebut mengangguk mengerti.
Tanpa di sadari orang-orang di dalam ruangan tersebut, di balik pintu ruangan tersebut terdapat sosok wanita dewasa dengan rambut kuning panjang serta gaun biru panjang sampai menutupi kaki sedang melihat apa yang ada di dalam ruangan dari celah pintu yang hanya terbuka sedikit.
Dan arah penglihatannya tertuju pada sosok yang berada di layar ruangan tersebut.
"Jepang."
Batin wanita tersebut lalu berbalik badan dan meninggalkan pintu ruangan tersebut entah ke mana tujuannya.
"Pria sialan! Kau harus bertanggung jawab atas perasaan yang kualami karena ulahmu,"
Batin Wanita tersebut di setiap langkahnya dengan wajah dingin datarnya yang tercetak jelas saat itu.
Bahkan wajah datarnya membuat orang-orang yang berpapasan dengannya langsung menyingkir menjauh karena merinding ngeri melihat ekspresi wanita itu.
.
.
T.B.C
__ADS_1