STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 158


__ADS_3

"Karena siapapun yang ingin menjadi kekasih putri-putriku harus berani menghadapku, Hahahaha!" kata Naruto di akhiri tawa senang dan bangganya.


"Au!"


Jeweran tangan mendarat tepat di telinga Naruto dan pelakunya adalah Yasaka sehingga membuat Naruto meringis sakit sambil mengelus telinganya yang sakit.


"Jangan berlebihan seperti itu Naru- kun, kamu mau putri kita semua tak mendapatkan jodoh ya?" kata Yasaka.


"Bukan seperti itu Yasaka- Chan, aku Cuma bercanda kok," balas Naruto sambil terus mengelus telinganya.


"hm! Perutku mual melihat cowok mesum ini." ucap Mirajane langsung melangkah pergi ke lantai 2.


"Woy Nona Es! Aku bukan mesum ya!" sahut Vali karena merasa ucapan Mirajane di arahkan kepadanya.


SRING!


Tiba-tiba muncul sayap mekanik di punggung Vali tanpa di perintah oleh Vali, sontak kejadian itu membuat yang lainnya menoleh ke arah punggung Vali.


Bahkan Naruto sudah tak lagi mengelus telinganya.


Sayap mekanik Vali berkedip.


"Bisa aku bicara denganmu, Ayah?" tanya Albion.


"Ayah?" bingung Freya dan Asuna bersamaan.


Naruto menoleh ke arah Freya dan Asuna.


"Yasaka dan Grayfia bisa menjelaskan itu jika kalian bingung," ucap Naruto menjawab kebingungan Freya dan Asuna. Dan dijawab anggukan mereka berdua.


Srek!


Naruto beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Vali.


"Kita bicarakan di halaman depan saja," ucap Naruto dan dijawab anggukan kepala oleh Vali.


Lalu Naruto melangkah ke halaman depan diikuti Vali di belakangnya, dan sayap mekanik di punggung Vali telah menghilang.


Grayfia melangkah mendekati Yasaka dan langsung duduk di samping Yasaka.


"Aku akan menjawab kebingungan kalian tadi," ucapnya kepada Freya dan Asuna di hadapannya.


.


#Skip Time (Sore)


.


Waktu telah berlalu, kini hari telah menjelang malam. Dan nampaknya semua penghuni rumah Naruto sedang berkumpul semua di ruang keluarga setelah makan bersama, dan pastinya telah bertambah adanya Mereoleona dan Robin serta anak mereka hasil dari Naruto pastinya.


"Emmmmmh,"


Nampak di kamar milik Naruto kini terdapat sosok anak kecil sedang terbaring di atas ranjang.


Dan sepertinya akan terbangun, itu terbukti dengan matanya yang sedang mencoba untuk terbuka.


Anak kecil tersebut langsung melihat sekeliling kamar setelah matanya benar-benar terbuka.


"Ini di mana?" bingung anak kecil tersebut saat tau sekeliling nampak begitu asing baginya.


Dengan perlahan anak kecil tersebut mencoba beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju pintu keluar kamar tersebut.

__ADS_1


Krieeeeee!


Pintu terbuka, sontak orang-orang yang berada di ruang keluarga menoleh ke arah pintu kamar milik Naruto, yang nyatanya kamarnya menyambung langsung dengan ruang keluarga.


Naruto langsung tersenyum, begitu pula orang-orang dewasa di ruangan tersebut juga tersenyum melihat bahwa yang membuka pintu kamar tersebut adalah sosok anak kecil yang tadi di selamatkan oleh Naruto.


Sedangkan untuk anak-anaknya Naruto hanya tersenyum tipis saja melihatnya.


Srek!


Naruto langsung beranjak dari duduknya dan mengampiri anak kecil tersebut yang diam mematung dengan mata terbuka lebar saat melihat Naruto menghampirinya.


Sontak anak kecil tersebut langsung meraih liontin model buka-tutup yang menggantung di lehernya, dan langsung membukanya.


Naruto semakin mendekat dan anak kecil tersebut malah sedang membandingkan sosok Naruto dengan foto kecil yang berada di dalam Liontinya dengan perasaan tidak percaya atas apa yang dilihatnya sekarang ini.


Naruto berhenti tepat di hadapan anak kecil tersebut lalu berjongkok.


"Apakah anak Tou- san sudah baikan?" tanya Naruto sambil tersenyum.


Tiba-tiba mata anak kecil tersebut berkaca-kaca seperti akan menangis saat melihat wajah Naruto sambil memegang erat Liontinnya.


Grep!


"Hiks, Tou- san. Tou- san, Hinami merindukan Tou- san hiks,"


Tiba-tiba anak kecil tersebut langsung memeluk Naruto begitu erat dengan tangis kerinduan yang sangat terasa di rasakan oleh Naruto, begitu juga orang-orang yang melihatnya juga merasakan perasaan sang anak kecil tersebut sehingga membuat mereka semua terharu melihatnya.


Tangan kanan Naruto terangkat dan mendarat tepat di kepala anak kecil tersebut.


"Tou- san ada disini, maafkan Tou- san yang tak sempat hadir dalam kehidupanmu disaat Kaa-sanmu tak ada," ucap Naruto sambil mengelus lembut kepala anak kecil tersebut.


"Huaaaaaaaaa! Tou- san, Huaaaaaaaaaa!"


Entah karena perasaan bahagia atau tak percaya yang dirasakan oleh anak kecil tersebut, dan Naruto hanya memaklumi saja.


Hingga 10 menit berlalu, tangis anak kecil tersebut mulai mereda dan masih dalam posisi memeluk Naruto.


Anak kecil tersebut mengakhiri acara memeluk Naruto dan langsung mengusap bekas air matanya yang keluar dari matanya.


"Be-benarkah i-ini Tou-sanku?" gagap anak kecil tersebut sepertinya belum percaya dengan apa yang dilihat di hadapannya saat ini.


Naruto tersenyum, lalu meraih Liontin yang mengantung di leher anak kecil tersebut yang sudah terbuka lalu menunjukkan gambar pada isi Liontin kepada anak kecil tersebut.


"Apakah Tou- san tak mirip dengan foto ini?" ucap Naruto menunjuk fotonya sendiri yang berada di dalam Liontin anak kecil tersebut.


Anak kecil tersebut menggelengkan kepalanya pelan.


"I-ini mirip," ucapnya.


"Jadi, apa kau percaya bahwa aku adalah Tou-sanmu?" tanya Naruto lembut.


Anak kecil tersebut mengangguk.


"Um, Hinami percaya," ucapnya.


Naruto tersenyum lalu berdiri dari acara jongkoknya dan mengulurkan tanya kanannya kepada anak kecil tersebut.


"Ayo, Tou- san akan memperkenalkanmu dengan saudara-saudaramu," ajak Naruto.


Dengan perlahan anak kecil tersebut membalas uluran tangan Naruto.

__ADS_1


Kemudian mereka melangkah ke menuju tempat anggota keluarga yang lainnya yang sedang berkumpul di satu ruangan, dengan Naruto yang menuntun anak kecil tersebut.


Langkah Naruto mendekati anak-anaknya yang sedang seru-seruan sambil menonton acara di layar TV tak jauh dari tempat duduk para orang dewasa.


"Bisa kalian perhatikan Tou- san sebentar," ucap Naruto setelah dekat dengan anak-anaknya. Sontak anak-anaknya langsung menoleh ke arahnya, kecuali Luffy yang sekarang berada di gendongan Robin.


"Oke anak-anak Tou- san, perkenalkan ini saudara baru kalian," ucap Naruto sambil menyentuh bahu anak kecil di sampingnya.


"Namanya Hinami," sambung Naruto memperkenalkan anak kecil tersebut yang ternyata bernama Hinami kepada anak-anaknya yang lainnya.


Hinami menundukkan kepalanya.


"Hi-Hinami, salam ke-kenal," ucapnya gagap.


"Um! Hinami- Chan," ucap Rin mewakili saudara-saudara yang lainnya.


Naruto tersenyum.


"Berteman baiklah dengannya oke," ucap Naruto dan dijawab anggukan kepala oleh semua anak-anaknya.


Kriuuuuuuuuuk!


Hinami langsung menunduk malu karena perutnya bersuara. Sontak Naruto langsung memukul pelan jidatnya.


"Ya ampun, aku lupa," ucapnya.


Naruto langsung menoleh ke arah para wanita dewasa yang sedang berkumpul di ruangan itu, dan arah pandangannya tertuju pada Freya.


"Freya. Bisa kuminta tolong padamu?"


"Tolong apa, Naru-kun?" tanya Freya.


"Bisa buatkan makanan untuk anak ini?" balas Naruto menunjuk Hinami di sampingnya.


"Baiklah," singkat Freya beranjak dari duduknya langsung menghampiri Hinami dan berjongkok di hadapan Hinami.


"Ayo ikut Okaa- san, nanti Okaa- san buatkan makanan yang enak untuk Hinami- Chan," ajak Freya dengan lembut kepada Hinami.


Hinami hanya mengangguk pelan sebagai jawabanya.


Lalu Freya beranjak melangkah menuju dapur sambil menuntun Hinami.


Naruto langsung melangkah ke tempat duduknya setelah Freya dan Hinami pergi ke dapur.


"Huh," dan langsung menghela nafas.


Kemudian Naruto menoleh ke arah Yasaka.


"Oh ya Yasaka, kau akan ke Kyoto kapan?" tanya Naruto.


"Hmm, besok saja lah. Memangnya kenapa Naru- kun?" tanya balik Yasaka.


Tiba-tiba Naruto memasang wajah serius.


"Perintahkan Tengu untuk memperketat penjagaan wilayah Yokai," kata Naruto.


"La memangnya ada apa Naru-kun?" bingung Yasaka.


" Four Heavenly Kings telah menampakkan diri, aku tadi bertemu langsung dengan pemimpinnya saat menyelamatkan Hinami di hutan Aokigahara si Minamoto-no-Raikou," jelas Naruto memberi tau.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2