STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 150


__ADS_3

"Ini adalah kesatuan militer dunia yang tak mendapatkan dukungan pemerintah dunia. Dengan kata lain, kesatuan militer ini adalah ilegal," jelas Naruto memberitau.


Arturia menoleh ke arah Naruto.


"Bukannya tak masalah buat kita Naru- kun? Kan tak berdampak pada kita," ucap Arturia berpendapat.


"Huh," Naruto menghela nafas.


"Untuk urusan militer memang tak berdampak pada warga sipil dan lain sebagainya, tapi yang harus diwaspadai adalah tujuan dari kesatuan militer ilegal ini," ucap Naruto memberitau.


Semua wanitanya Naruto memiringkan kepala tanda tak mengerti, dan lagi-lagi Naruto menghela nafas seakan sudah tau keterbingungan dari mereka.


"Ini adalah kesatuan militer dunia yang telah di bubarkan 30 tahun yang lalu dengan tujuan untuk menanggulangi bencana Alien yang muncul 50 tahun lalu," ucap Naruto memberitau.


"Aha, Alien yang muncul dari luar angkasa kan?" tebak Asuna ikut berpendapat.


Naruto terdiam serius dan reaksi itu membuat para wanitanya bingung atas reaksi yang terbilang serius di tunjukkan oleh wajah Naruto saat ini.


"Tidak. Tapi Alien yang di maksud di sini adalah para mahkluk supranatural,"


Sontak ucapan Naruto membuat para wanitanya melebarkan mata terkejut setelah mendengar ucapan dari Naruto.


"Kau bohong kan, Naru- kun?" tanya Yasaka memastikan kembali ucapan Naruto.


"Aku serius. Makanya kesatuan militer ini tak mendapat pengakuan pemerintah dunia karena ilegal. Dengan kata lain jika benar-benar ini mau beroperasi lagi, maka pasti ada yang menggerakkannya lagi. Dan kesatuan militer ini di bagi-bagi di berbagai Negara." Jelas Naruto.


"Lalu, jika ini ilegal. Kenapa tercantum dalam koran pemerintah seperti ini?" tanya Yasaka.


Naruto menunjuk gambar atau lebih tepatnya tulisan yang berada di bawah gambar terngkorak berbaret militer yang disilangi pisau.


"Bacalah ini, disini tertulis 'aktivitas mencurigakan'. Jadi aku berasumsi bahwa kesatuan ini akan berjalan lagi tanpa di ketahui pemerintah dunia." Jelas Naruto memberi tau.


"Benar juga ya," ucap Yasaka dan didukung anggukan kepala oleh wanita yang lainnya.


Tiba-tiba Grayfia datang kembali dengan gadget model Tablet di tangan kanannya.


"Ini Naru-kun," ucapnya sambil menyerahkan Tablet tersebut.


Naruto menaruh korannya di atas pangkuannya dan langsung menerima Tablet tersebut.


Naruto menyalakan Tablet tersebut.


"Walaupun kita ini mahkluk yang memiliki kemampuan, tak dapat di pungkiri kalau kita harus mengikuti zaman modern juga. Yah itung-itung untuk mencari dan menyimpan informasi tertentu," kata Naruto sambil mengetik Keyboard pada Tablet tersebut dan para wanitanya terus memperhatikannya.


Sambil terus mengusap layar Tablet naik turun, Naruto terus mencari apa yang ingin di ketahui.


Tiba-tiba acara mengusapnya terhenti.


"Akhirnya ketemu juga. Tak kusangka dapat dibobol juga situsnya," gumam Naruto.


"Terus, informasi apa yang kau cari, Naru- kun?" tanya Yasaka.


"Aku sedang mencari organisasi ilegal mana saja yang ikut bergabung. Karena persatuan militer ini berpusat di Rusia dengan nama Black Army dan ada beberapa organisasi ilegal dari berbagai Negara yang ikut serta," jelas Naruto sambil terus memperhatikan apa yang ada di dalam layar Tabletnya.

__ADS_1


Naruto menfokuskan penglihatanya.


"Hmmm, Pandora Army dari Jerman dan I.S dari Amerika," gumam Naruto.


"Hoo, Aoi Family ada di organisasi Pandora Army dan Keturunan Shinonono ada di organisasi I.S," sambungnya saat melihat gambar karakter seseorang di layar Tabletnya dan nampaknya Naruto mengetahuinya.


Sontak para wanita yang mendengarya pun memiringkan kepalanya karena bingung dan tak mengerti dengan nama-nama asing yang baru di sebutkan oleh Naruto.


"Memang ada apa dengan orang-orang itu, Naru- kun?" tanya Yasaka mewakili yang lainnya.


Naruto mematikan Tabletnya dan menaruhnya di atas meja kecil di samping kanannya tepat di sebelah gelas kopinya.


Naruto menerawang ke atas tapi bukan melihat dada Yasaka yang masih bersarang di atas kepalanya, melainkan memandang ke arah langit.


"Mereka adalah orang-orang yang memiliki kelebihan khusus dan IQ tertinggi di dunia untuk keturunan Shinonono," ucap Naruto dan para wanita pun membalas dengan anggukan kepala mengerti.


.


" Mana mungkin aku mengatakan bahwa aku pernah berurusan dengan orang-orang itu," batin Naruto di balik wajah santainya.


.


"TOU-SAAAAN! DI MANA KAU!"


.


Sontak Naruto serta wanita-wanitanya menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata adalah teriakan Menma yang memanggil Ayahnya yang sepertinya sedang kesal dari pintu keluar halaman belakang.


"Ada apa Menma!" sahut Naruto.


Set!


Menma berhenti tepat di samping kanan Naruto yang duduk, sedangkan untuk Serafall, Grayfia dan Izanami sudah berpindah tempat ke belakang Yasaka yang sudah tak merangkul Naruto dari belakang untuk memberikan jalan kepada Menma.


"Kemari Tou-san, ada yang ingin aku beritau kepada Tou-san, ini penting." ucap dingin Menma.


Naruto memiringkan kepalanya.


"Ada apa si Menma? Kau hari ini aneh sekali." Bingung Naruto sangat tak biasa melihat wajah datar Menma.


Menma masih terdiam.


"Huh," dan Naruto menghela nafas lalu berdiri dan melangkah 2 langkah hingga berhadapan langsung dengan Menma.


"Jadi ada ap—"


Bugh!


"Ohok!"


Sontak para wanita langsung melebarkan mata terkejut saat melihat Menma yang tiba-tiba meninju perut ayahnya sendiri dengan keras, sehingga membuat Naruto membungkuk dan memegangi perutnya yang terkena tinju keras Menma.


"Apa yang kau lakukan, Menma!" bentak Katerea tapi di hiraukan oleh Menma yang terus menatap ayahnya yang sedang mencoba berdiri tegak kembali.

__ADS_1


Naruto menatap Menma.


"Kau ini lagi kena apa Menma? Apa Tou-san berbuat salah kepadamu?" tanya Naruto.


"Ini untuk balasan rasa sakit wajahku yang di tampar oleh wanita tadi siang," balas Menma datar.


"Pffffft!" Naruto menahan tawa.


"Apa Raynare-Chan meng-"


"Yang menamparku adalah wanitanya Tou-san!"


Naruto langsung terdiam karena ucapanya di potong cepat oleh Menma, bahkan para wanitanya Naruto juga ikut terdiam.


Naruto memasang wajah serius.


"Apa maksudmu, Menma?" tanya Naruto.


Tangan kanan Menma terangkat dan menunjuk ke arah dalam rumah.


"Lihat sendiri di ruang tamu," ucap Menma memberitau.


Sontak Naruto langsung melanglah ke dalam rumah karena penasaran dengan ucapan Menma dan diikuti semua wanitanya di belakangnya dengan Shirahoshi yang nampaknya kakinya sudah ke mode manusianya.


Tap! Tap! Tap! Tap! Tap!


Set!


Naruto langsung terhenti langkahnya tepat di bibir pintu ruang tamu dengan mata yang terbuka lebar seperti terkejut melihat sosok yang berada di ruang tamu yang memperlihatkan 2 sosok wanita dewasa yang berbeda warna rambut yaitu Robin dan Mereoleona, serta bayi di gendongan wanita berambut hitam serta remaja 15 tahunan di samping wanita berambut merah menyala.


Begitu juga sebaliknya, 2 wanita dewasa yang berada di ruang tamu pun ikut melebarkan mata terkejut saat melihat Naruto yang terdiam berdiri di bibir pintu ruang tamu.


Robin menoleh ke arah Leo.


"Leo- kun, bisa kau gendongkan Luffy sebentar," minta Robin.


Sontak Leo langsung mengangguk, kemudia Robin menyerahkan Luffy dan Leo langsung menerimanya.


Srek! Srek!


Robin dan Mereoleona langsung berdiri dari duduknya sambil terus menatap tajam Naruto.


"Sia-"


Srek!


Wush!


Bugh!


Duarrrrr!


.

__ADS_1


..


T.B.C


__ADS_2