STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 219


__ADS_3

.


#Skip 1 Minggu kemudian


.


Satu kata untuk bisa mendeskripsikan tempat dimana Naruto berada saat ini, Berantakan. Yap, sekarang Naruto berada di perpustakaan pribadi di bawah tanah buatannya, ia sedang berkutat dengan banyak kertas dan gulungan yang dari tadi ia coret-coret tak jelas lalu dibuang sembarang sehingga kertas-kertas itu memenuhi ruangan tempat Naruto berada.


*Sring!*


Tiba-tiba muncul Merlin di dekat Naruto.


"Shisho-kun, ini gawat." Dengan panik entah karena apa Merlin mendekati Naruto.


"Apanya yang gawat?" Naruto langsung menoleh ke arah Merlin.


Merlin langsung menunjukkan bola kristalnya di hadapan Naruto, lalu kristalnya itu menyala.


"Menma-kun dibawa oleh Rizevim," ucap Merlin memberitau, bersamaan dengan bola kristalnya yang menampilkan sosok Menma yang sedang dituntun oleh Rizevim.


"Apa!" Naruto langsung melebarkan mata terkejut saat melihat tampilan bola kristal milik Merlin.


Tapi keterkejutan itu langsung berubah menjadi amarah saat melihat tampilan bola kristal Merlin yang menampilkan Menma yang sedang didorong masuk Mansion Lucifer dengan kasar oleh Rizevim.


Seketika wajah datar Naruto langsung menatap Merlin.


"Merlin, suruh yang lain untuk bersiap," ucap Naruto memerintah.


"Siap Shisho-kun." angguk Merlin mengerti.


*Sring!*


Seketika Naruto langsung menghilang dalam sekejap meninggalkan Merlin dan tumpukan-tumpukan kertas yang masih berserakan.


*Sring!*


Merlin juga menghilang dalam sekejap mata seperti Naruto, dan entah ke mana tujuannya.


.


.


.


.


*Wush! Tap! Wush! Tap! Wush!*


.


Terus melompat di atas bangunan-bangunan secepat mungkin Naruto usahakan, tujuannya adalah bangunan paling megah di kota tersebut, yaitu Mansion Lucifer.

__ADS_1


Raut wajah Naruto terlihat sedang marah yang meluap-luap, terlihat mengerikan. Dan tatapannya sangat tajam seperti tak akan takut dengan siapa pun nantinya.


Tangan kanan Naruto mengepal sangat erat, dan dengan perlahan Chakra biru menyelimuti kepalan tangannya, teknik Oukashou yang diajarkan Tsunade Senju siap menghancurkan apa saja di depannya.


*DUAAAAAR!*


Gerbang masuk Mansion Lucifer hancur berantakan setelah di hantam oleh Naruto, dua penjaga gerbang Lucifer tewas seketika karena tak mampu menahan gelombang tekanan dari hantaman Naruto.


Kegaduhan pun terjadi, para bawahan Lucifer yang mendengar ledakan langsung melesat ke sumber suara. Kini di gerbang masuk Mansion Lucifer dihiasi debu tebal beterbangan yang membutakan jarak pandang para bawahan Lucifer yang mengepung asap debu tersebut.


*Tap! Tap! Tap! Tap!*


Para bawahan Lucifer seketika langsung mengacungkan senjata mereka ke arah asap debu ketika mendengar langkah kaki dan ditambah tampilan sepasang mata merah predator yang bersinar nyalang dari balik debu tebal tersebut.


Hingga tak berselang lama debu itu mulai menipis, para bawahan Lucifer semakin waspada dan bersiaga saat melihat Naruto berjalan santai menghiraukan banyak senjata yang mengacung ke arahnya.


*Tap!*


Langkah Naruto terhenti.


"Katakan padaku, dimana Rizevim bangs*t berada?" ucap dingin Naruto.


"Lucifer-sama tidak bisa digangg-"


*Jlasss!*


"Kesalahanmu karena tak memberitauku dimana Rizevim," ucap Naruto datar setelah memenggal kepala bawahan Lucifer yang sempat menjawab pertanyaannya dengan Katana berkarat yang tiba-tiba berada di genggaman Naruto.


Para bawahan Lucifer tak ada yang berani bersuara lagi, kaki mereka bergetar saat melihat kesadisan Naruto membunuh tanpa beban di hadapan mereka.


"Baiklah jika kalian tak ingin membiarkan aku masuk,"


*Deg!*


Para bawahan Lucifer tersentak kaget mendengar ucapan Naruto yang terdengar menjanjikan sebuah kematian langsung bagi mereka, mereka semua berkeringat dingin mendengarnya.


*SRING!*


*Jlas! Jlas! Jlas! Jlas! Jlas! Jlas! 17X*


Seperkian detik seluruh kepala bawahan Lucifer telah terlepas dari tubuhnya dan jatuh ke permukaan.


*SRING!*


Dan tiba-tiba Naruto langsung muncul tepat di depan pintu masuk Mansion Lucifer dengan wajah datar dan Katana yang telah berlumuran dengan darah.


*BRAK!*


Naruto langsung menendang pintu dengan kasar hingga hancur berantakan.


"KYAAAAAAAAAAAAAAA!"

__ADS_1


Para Maid Lucifer di ruangan itu seketika langsung menjerit histeris, mereka ketakutan saat melihat tampang mengerikan Naruto saat ini, dan Naruto tak memperdulikan itu semua, karena Naruto sedang mencari sebuah jam ding dong hias model klasik besar saat ini. Naruto tau, di balik jam itu adalah jalan menuju ruang bawah tanah.


Hingga apa yang Naruto cari akhirnya ketemu, di sudut kiri pojokkan ruangan. Naruto langsung melangkah ke sana.


*Sring!*


Naruto yang ingin menghancurkan jam tersebut, tiba-tiba saja jam itu membeku dan Naruto langsung melirik ke belakang menatap tajam Lord Lucifuge yang berada 10 meter di belakangnya.


"Tak akan kubiarkan kau memasuki ruangan itu," ucap Lord Lucifuge.


"Cih," Naruto hanya bisa mendesis kesal.


"Jangan menghalangi jalanku jika tak ingin menanggung resikonya," ucapnya sambil berbalik badan dan langsung menatap tajam Lord Lucifuge.


Lord Lucifuge hanya bisa terdiam, ancaman Naruto sepertinya tak berefek pada Lord Lucifuge.


Tiba-tiba tangan Lord Lucifuge mengeluarkan asap tipis, tanda dirinya sudah mengaktifkan sihir esnya dan siap untuk melawan Naruto.


*SRING!*


Lord Lucifuge dengan sigap langsung menciptakan tameng es karena sempat merasakan bahaya dari sampingnya


*TRING!*


Serangan dari sosok berarmor merah yaitu Ban yang tiba-tiba muncul berhasil ditahan oleh tameng es Lord Lucifuge, lalu disusul dua sosok berarmor di dekat Naruto yaitu Meliodas dan Growther.


"Naruto-sama, biar ini menjadi urusanku," kata Ban sambil mengangkat tangan kanannya yang mengepal ke belakang.


*DUAAAAAARRRR!*


Pukulan keras Ban berhasil menghancurkan tameng es Lord Lucifuge sehingga membuat Lord Lucifuge terseret ke belakang karena terkena pukulan Ban juga.


Naruto hanya mengangguk membalas ucapan Ban tadi, kemudian dia berbalik badan menghadap jam ding dong yang membeku, lalu kaki kanan Naruto terangkat dengan lutut tertekuk sejajar dengan perutnya, serta tiba-tiba Chakra menyelimuti telapak kaki kanannya.


*DUAAARRRR!*


Jam ding dong beku itu hancur berkeping-keping setelah di tendang oleh Naruto. Kini di hadapan Naruto, Meliodas dan Growther terlihat sebuah lorong yang gelap menuju ke bawah, mereka sangat tau itu, itu adalah jalan menuju ke Laboratorium Rizevim.


*SRING!*


Naruto, Meliodas dan Growther seketika menghilang dalam sekejap mata. Kini di ruangan itu hanya ada Ban yang berhadapan 15 meter dengan Lord Lucifuge.


Ban menyerigai di balik armor wajahnya, menatap Lord Lucifuge.


"Jadi, ayo kita mulai permainannya,"


Ucapnya sambil bersiap untuk bertarung, begitu juga Lord Lucifuge yang juga bersiap untuk bertarung dengan menyelimuti tubuhnya dengan sihir es sehingga terlihat seperti memakai armor yang berwarna putih karena itu adalah Armor esnya.


.


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2