STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 16 Arc Kuoh 4 : kunjungan wali murid


__ADS_3

HOAMMMM...


.


Wajah kantuk Menma yang terlihat jelas sambil melangkah memasuki kedai dan langsung duduk di kursi lalu menidurkan kepalanya di atas meja.


Untung saja kedainya lagi sepi walau sekarang sudah jam 9.


"Menma-kun kamu kenapa?" tanya Raynare cemas dengn kondisi Menma yang seperti mayat berjalan.


"Aku kurang tidur Ray-chan," balas Menma sayup-sayup menahan kantuk.


"Mau kubuatkan kopi?"


"boleh."


.


"Oh ya Kalawarner-san, Tou-san ke mana?" tanya Menma kepada Kalawarner setelah Raynare pergi ke dapur untuk membuatkan kopi.


"Naruto-kun sedang menghadiri kunjungan wali murid di sekolahan adik-adikmu, Menma-kun," jawab Kalawarner sambil mengelap meja yang kotor.


"Oh gitu," Jawab Menma santai.


Bukan jadi rahasia sama sekali saat Kalawarner memanggil ayahnya dengan suflix-kun karena Menma tau kalo Kalawarner memang menyukai ayahnya sejak dulu.


.


"Ini kopinya?" Kata Raynare setelah menaruh secangkir kopi di depan Menma.


"Memangnya tadi malam kamu habis ke mana bersama Otou-sama?" sambung Raynare bertanya.


"Biasa lah,"


.


# Flash back On


.


"Huh, dosen itu membuatku pusing saja," kata Menma saat baru memasuki kedai dengan pakaian dan tas yang masih sama saat mau berangkat tadi siang.


"Menma! Cepat kau ganti pakaian dan makan, Tou-san ada perlu denganmu," perintah Naruto membuat Menma mendesah.


"Baiklah, tapi biarkan aku istirahat dan makan dulu Tou-san. Aku capek banget," balas Menma memohon karena memang dirinya cukup lelah dengan dosen yang cukup kill di Universitasnya tadi siang.


"Oke. Selagi kau istirahat dan makan disini, Tou-san mau ketempat Hephaestus sebentar," kata Naruto membuat Menma bertanya-tanya.


"Memang Tou-san ada urusan apa? Sampai-sampai ingin menemui paman Hep?" tanya Menma ingin tau.


"Tou-san akan mengambil katana yang kutitipkan disana," jawab Naruto yang sudah rapih dan bersiap siap untuk berteleport.


" Pasti ada masalah serius sampai-sampai Tou-san mau mengambil katananya," batin Menma menebak.


"Tou-san pergi dulu, ja ne,"


.


SRING!


.


.


#Skip New York


.


SRING!


.


Tiba-tiba Naruto muncul di tempat sepi di sekitar rumah Hephaestus. Walaupun kuoh masih sore tapi di New York sudah terlihat petang karena ada berbedaan waktu di Jepang dan di Amerika.

__ADS_1


.


TOK! TOK! TOK!


.


"Ya! Tunggu sebentar!"


.


CKLEK!


.


"Boleh aku masuk Hep?" tanya Naruto ketika melihat Hephaestus yang terkejut setelah membuka pintu dan melihat Naruto yang sudah 4 tahun tidak terlihat kini muncul di hadapannya.


"NARUTO!" kata Hephaestus yang masih terkejut membuat Naruto tersenyum.


"Aku tidak lama Hep, Cuma mau mengambil katanaku," kata Naruto sambil mendorong punggung Hephaestus masuk ke rumahnya.


"Baik-baik aku mengerti tapi jangan dorong-dorong dong," kesal Hephaestus atas dorongan Naruto yang kasar.


.


DUK! DUK! DUK! DUK!


.


Suara langkah kaki dari lantai atas yang terlihat terburu-buru turun ke lantai satu.


"KAKAK!" Teriak Reiya terkejut setelah sampai ke bawah melihat Naruto bersama Hephaestus di ruang tamu.


"Ah Reiya, kamu belum tidur?" tanya Naruto ketika melihat Reiya sedang turun dari tangga


"Belum kak, emm sudah lama berkunjungnya kak?" tanya Reiya yang sudah dekat dengan Naruto sedangkan Hephaestus sudah pergi ke ruangan tertentu.


"Barusan kok dan aku juga tidak lama berkunjungnya," jawab Naruto membuat Reiya bingung.


"Aku kesini hanya ingin mengambil katana yang kutitipkan ke suamimu Reiya, biasalah ada sedikit masalah," sambung Naruto membalas kebingungan Reiya dan Reiya Cuma mengangguk mengerti.


"Wah, kau sangat ketat sekali ya Hep," kata Naruto setelah menerima katananya.


"Harus! Katana dan kedai yang kau titipkan adalah barang berhargaku darimu," tegas Hephaestus.


"Bilangin dong kak, masa Hephaestus ini ketat juga sama istrinya yang lagi hamil lagi. Masa aku tidak boleh mengambil kegiatan apapun dan disuruh diam di rumah dan tak boleh apa-apa," kata Reiya mengadu seperti anak mengadu pada ibunya.


"Apa benar begitu Hep?" tanya Naruto membuat Hephaestus tersenyum kikuk.


"Hehe, aku kan tidak ingin calon adik levi dan ibunya kenapa-napa," balas Hephaestus kikuk memberi alasan.


"Huh, ketat si boleh Hep, tapi jangan berlebihan kali. Istrimu perlu kegiatan agar kandungannya sehat asalkan kegiatan itu tidak membahayakan," nasehat Naruto kepada Hephaestus.


"Dengar itu sayang, kakak saja memperbolehkan masa kamu ngak," kata Reiya membuat Hephaestus pasrah menjadi orang yang disalahkan.


"Aku pergi sekarang Hep, datanglah ke Kuoh Jepang jika kalian ingin berlibur ke sana. Aku tinggal di sana sekarang," ucap Naruto berpamitan.


.


SRING!


.


"Kakak tidak pernah berubah ya," ucap Reiya tiba-tiba setelah Naruto menghilang.


"Ya, dia memang tidak pernah berubah," jawab Hephaestus. "Aduh! sepertinya aku lupa memberitahunya," kata Hephaestus setelah ingat sesuatu.


"Lupa apa sayang?" tanya Reiya.


"Aku lupa memberitahunya, tadi siang ayah mengabariku katanya ada 2 iblis yang memasuki wilayah Olympians mengaku anaknya," kata Hephaestus memberi penjelasan membuat Reiya terkejut.


"Siapa?"


"Besok kita lihat ke sana, jika memang mereka anaknya maka mereka ada di bawah perlindungan kita," kata Hephaestus serius dan dijawab anggukan kepala Reiya.

__ADS_1


" aku harus menyiapkan mentalku jika bertemu mereka" batin Hephaestus membayangkan Dewa Dewi Olympians.


# Kembali ke Naruto


.


SRING!


.


"Kau sudah siap Menma?" tanya Naruto yang sudah sampai di kedai dari arah dapur menghampiri Menma.


"Sudah," balas singkat Menma.


"Tolong nanti tutup kedainya Kalawarner-san dan ini kunci rumah dan alamatnya," kata Naruto sambil memberi kunci rumah dan secarik kertas kepada Kalawarner yang tadi keluar bersama dari arah dapur.


"Hai Naruto-kun!" angguk Kalawarner.


"Nanti anakku dirumah yang akan menunjukkan kamar untuk kalian," sambung Naruto mendapat anggukan kepala lagi dari Kalawarner.


"Ayo Menma!"


.


SRING!


.


#Puncak Gedung


.


SRING!


.


"Kau sudah menunggu lama Azazel?" tanya Naruto yang baru tiba bersama Menma ketika melihat Azazel yang sedang memperhatikan kekkai yang cukup jauh dipandangannya.


"Tidak juga," balas singkat Azazel. lalu Naruto dan Menma duduk di sebelah Azazel dan ikut memperhatikan kekkai.


"Itu muridmu paman Azazel?" tanya Menma sambil menunjuk Vali yang lagi terbang di atas kekkai yang sudah dalam mode full armor dan dijawab anggukan Azazel.


"Sapalah mereka sekarang Menma," perintah Naruto lalu Menma berdiri dan berteleport kilat tidak jauh dari Sona dan peregenya yang sedang mempertahankan kekkai.


"Lalu kau tidak ikut Naruto?" tanya Azazel yang heran kenapa Naruto tidak ikut membantu Menma.


"Aku akan membunuh Kokabiel dari sini," balas Naruto sambil melepas kain yang menyelimuti katananya lalu mengacungkannya ke udara.


.


" Kuat sekali aura katananya, seperti kegelapan abadi" Batin Azazel ketika melihat katana Naruto mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat mengamuk-ngamuk seperti kobaran api.


.


Tiga!


.


[YAMIMATOI JIGENGIRI. HIGAN]


.


#Flashback Off


"Dan setelah itu aku bertarung dengan Hakuryoukou menggunakan metode Tou-san membuatku jadi sangat kelelahan," kata Menma mengakhiri ceritanya.


"Ternyata benar, pasti ada hubunganya dengan Azazel-sama," kata Raynare setelah mendengar penjelasan Menma.


"Ya begitulah," singkat Menma.


.


T.B.C.

__ADS_1


.


__ADS_2