
.
Pagi hari di Underword dengan dihiasi oleh langit berwarna ungu, tidak seperti di dunia manusia.
Kita hiraukan definisi pagi harinya, dapat dilihat disalah satu Mansion di Underword lebih tepatnya di Mansion Sitri di kamar Serafall.
Dapat dilihat di kamar Serafall banyak sekali tumpukan baju yang entah apa gunanya, hingga 15 menit berlalu Serafall sudah terlihat sangat rapih dengan pakaian biasanya
(Serafall yang biasanya aja, dengan atasan hijau dan rok hitamnya. Maaf gak pandai buat penampilan).
Sedang berdiri di depan cermin besar untuk memastikan penampilannya sudah oke apa belum.
Tak lama kemudian Serafall keluar dari kamarnya setelah memastikan penampilanya sudah oke langsung melangkah keluar Mansion.
Tapi saat melewati ruang utama Serafall diberhentikan oleh Lady Sitri yang terheran-heran dengan putrinya yang terlihat begitu rapih dan cantik pikir Lady Sitri.
"Pagi sudah rapih dan cantik, mau ke mana sayang?" tanya Lady Sitri.
"Ano Okaa-sama, aku ada perkumpulan dengan para iblis wanita. Ya! Perkumpulan para iblis wanita Okaa-sama hehe," balas Serafall cengengesan memberi alasan.
"Oooo Cuma perkumpulan, ya sudah sana," kata Lady Sitri mengijinkan membuat Serafall bernafas lega entah karena apa.
"Jaa ne Okaa-sama, aku pergi dulu ya," pamit Serafall langsung melangkah keluar Mansion dengan tergesa-gesa membuat Lady Sitri curiga.
.
" Ada yang aneh dengan Sera," batin Lady Sitri mulai curiga.
.
.
#SKIP MANSION PHOENIX
.
Lain ucapan lain tujuan, ya itu yang dilakukan Serafall saat ini.
Dan sekarang Serafall sudah berada di Mansion Phoenix,
yap! Dengan alasan seperti hari-hari kemarinnya agar bisa diperbolehkan oleh penjaga gerbang untuk memasuki Mansion Phoenix.
Dan sekarang Serafall sudah berada di ruang utama Mansion Phoenix yang kebetulan juga ada Lady Phoenix disitu juga.
Sontak Lady Phoenix langsung menatap Serafall curiga, hingga membuat Serafall kikuk dengan tatapan aneh Lady Phoenix.
"Ada keperluan dengan Ruval-kun atau hanya ingin melihat Naruto-kun?" tanya Lady Phoenix langsung membuat Serafall gelagapan gak jelas.
__ADS_1
"Dengan Ruval bi hehe," kikuk Serafall membuat Lady Phoenix pura-pura mengangguk mengiyakan,
padahal dalam pikiranya sudah tau kalau Serafall ke Mansionya hanya sekedar ingin mencari perhatian dari Naruto, pikir Lady Phoenix.
.
"MENMA CEPAT MANDI! ATAU NANTI TAKKAN TOU-SAN BUATKAN RAMEN UNTUKMU!" teriak Naruto dari salah satu kamar membuat Lady Phoenix dan Serafall menoleh kearah kamar asal suara.
"JANGAN! IYA TOU-SAN, AKU AKAN MANDI!" teriak Menma yang juga dari dalam kamar tersebut.
.
"Hihi mereka itu," cekikikan Lady Phoenix senang, karena sudah menjadi kebiasaan setiap pagi di Mansionya diisi oleh teriakan-teriakan Naruto dan Menma membuat Mansion jadi tambah ramai dan tidak sepi.
"Apa Naruto-kun dan anaknya selalu seperti itu bibi?" tanya Serafall tanpa sadar menambahkan embel-embel Kun pada Naruto, sehingga membuat Lady Phoenix mengangkat alisnya.
"Kun?" tanya Lady Phoenix memastikan lagi ucapan Serafall.
Sontak Serafall langsung sadar dengan cepat menutup mulutnya karena keceplosan.
"Up! Naruto-san maksutnya bibi hehe," cengiran Serafall kikuk karena tertangkap basah menyebutkan Suflix-kun pada Naruto.
Dan Lady Phoenix hanya ber-O-ria pura-pura percaya padahat tadi sangat jelas Serafall menyebutnya-kun pikir Lady Phoenix.
Dan tak lama kemudian Naruto keluar dari kamarnya, dengan dirinya dan Menma sudah rapih alias sudah mandi bersih dan berpakaian rapih.
"Ah Sera, sedang apa kau disini? Pagi-pagi pula," tanya Naruto kepada Serafall yang sudah besemu merah malu di hadapan Naruto.
"A-aku A-aku sedang ber-berkunjung, Ya! Berkunjung Naruto-kun hehe," balas Serafall cengengesan gak jelas.
.
" Padahal tadi bilangnya ada perlu dengan Ruval, kenapa sekarang malah jadi berkunjung," batin Lady Phoenix menatap Serafall aneh.
.
"Ooo Cuma itu," balas Naruto ber-O-ria tanpa curiga dengan gelagat Serafall.
"TAU-SAN! Cepat buatkan ramen, aku lapar!" tiba-tiba Menma bersuara membuat Naruto menoleh ke arahnya.
"Hai hai Tou-san buatkan untuk jagoan Tou-san ini," balas Naruto lalu melangkah ke arah dapur meninggalkan Menma bersama Serafall dan Lady Phoenix.
.
"Sini Menma-kun, duduk sama nenek," kata Lady Phoenix setelah Naruto tidak ada dan dijawab anggukan Menma lalu melangkah mendekati Lady Phoenix dan duduk di sebelahnya.
Sedangkan Serafall masih memperhatikan kepergian Naruto tadi yang melangkah ke arah dapur.
__ADS_1
"Menma-kun hati-hati ya, nanti Tou-sanmu diambil sama Onee-san itu," kata Lady Phoenix sambil menunjuk Serafall.
Sontak membuat Serafall terkejut dan Menma langsung berdiri menatap Serafall.
"TIDAK BOLEH! NANTI TOU-SAN TIDAK SAYANG LAGI DENGANKU! POKOKNYA TIDAK BOLEH!" bentak Menma tidak suka membuat Serafall diam mematung.
.
" Sabar Sera, demi ayahnya kau harus sabar," batin Serafall agak sedikit kecewa karena sepertinya rencana yang dipikirkannya akan sedikit susah.
.
Sedangkan Lady Phoenix malah cekikikan karena tidak menyangka reaksi Serafall seperti orang Kecewa.
Dan tidak lama kemudian Naruto kembali ke ruang Utama sambil membawa semangkuk ramen yang asapnya masih mengepul menandakan masih panas.
Sontak Menma langsung berlari mendekati ayahnya dengan kedua tangannya langsung membentang lebar sambil menatap Serafall seolah-olah melindungi ayahnya dari bahaya.
"Tou-san jangan dekat-dekat sama Onee-san itu, nanti Tou-san dibawa pergi sama Onee-san itu," kata Menma membuat Naruto mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti maksud ucapan Menma.
"Kamu ngomong apa si Menma, Tou-san tidak akan pergi ke mana-mana kok," kata Naruto bingung.
"Kata nenek, Onee-san itu mau mengambil Tou-san dariku," balas Menma membuat Naruto menghela nafas,
lalu Naruto menoleh ke arah Lady Phoenix yang sedang cekikikan dan Serafall yang lagi diam mematung karena kecewa.
"Onee-san cantik itu baik kok Menma, tidak mungkin Tou-san diambil sama Onee-san yang cantik seperti itu, percaya sama Tou-san oke," kata Naruto membuat Menma menurunkan kewaspadaannya terhadap Serafall.
Menma memang selalu langsung percaya bila ayahnya yang mengucapkanya.
.
" KYAAAA! Naruto-kun memujiku cantik," bati Serafall sangat senang dengan pujian Naruto.
Yah walaupun Naruto memujinya tanpa sadar tapi Serafall sudah menganggapnya suatu pujian nyata.
.
Dan selanjutnya ruangan tersebut diisi dengan Menma yang memakan ramennya dengan lahap ditambah cekikikan Lady Phoenix yang senang dengan tingkah Menma,
serta Serafall yang juga ikut cekikikan tidak nyangka anaknya Naruto bisa selucu itu, pikir Serafall.
Dan Naruto hanya geleng-geleng kepala sudah terbiasa dengan tingkah Menma yang super duber bar-bar soal menyangkut makanan kesukaanya.
.
T.B.C
__ADS_1