
.
#Dengan Naruto
.
Naruto, Meliodas dan Growther sekarang sedang menghadap sebuah pintu besi yang berdiri kokoh di hadapannya. Karena Naruto sudah tak sabar ingin segera masuk untuk cepat bisa menyelamatkan putranya, Chakranya dipadatkan di kepalan tangannya.
*Duarrrr!*
Pintu berlapis sihir pertahanan seketika hancur berantakan karena pukulan Naruto yang sedang emosi.
Akan tetapi, saat mereka hendak ingin segera masuk, mereka terpaksa menghentikan langkahnya karena merasakan Aura yang begitu kuat dari depan sedang mendekat begitu cepat ke arah mereka.
*TRING!*
Meliodas dan Growther masing-masing dengan sigap menahan sebuah kapak besar dari dua Monster bertubuh banteng yang tiba-tiba menyerang mereka, dan itulah sumber Aura kuat yang dirasa oleh mereka bertiga.
"Naruto-san, serahkan ini pada kami," kata Meliodas sambil menahan kapak besar tersebut.
Naruto hanya mengangguk, kemudian tanpa pikir panjang lagi, Naruto langsung melesat melewati dua monster tersebut dan menyerahkan monster tersebut ditangani oleh Meliodas dan Growther.
.
.
Terus berlari dengan cepat di lorong-lorong gua itu, dan banyak pintu-pintu yang Naruto lewati dan Naruto telah membuka 12 pintu yang dia lewati, sekarang dia berlari menuju pintu ke-13 yang berada di ujung lorong.
*Brak!*
Naruto langsung membukanya dengan kasar, dia langsung terkejut dan marah saat mengetahui apa yang ada di dalam ruangan tersebut.
Di ruangan itu terdapat beberapa iblis tawanan, bahkan ada beberapa malaikat jatuh yang ditawan di situ dengan diborgol rantai kedua tangan dan kaki mereka, bahkan leher juga ter borgol rantai, sangat ironi sekali.
Tapi bukan itu yang membuat Naruto marah dan murka, melainkan apa yang Naruto lihat bukanlah pemandangan yang patut untuk dilihat.
Di situ beberapa tawanan yang berjenis kelamin wanita sedang diperkosa oleh bawahan Rizevim dan tawanan pria sedang disiksa tanpa ampun oleh mereka. Sangat-sangat mengenaskan, Naruto sangat murka melihat itu semua.
*Pofh! Pofh!*
Dua Bunshin Naruto tiba- tiba muncul.
"Bebaskan mereka, musnahkan semua bawahan Rizevim tanpa sisa," perintah Naruto tegas.
"Siap!" jawab kedua Bunshin Naruto.
Lalu Naruto beranjak pergi dari ambang pintu ruangan itu, dan kedua Bunshin Naruto langsung melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh Naruto yang asli untuk membinasakan seluruh bawahan Rizevim dan membebaskan semua tawanan.
.
.
Naruto kembali berlari dengan cepat di lorong-lorong gua itu, tujuannya sekarang adalah pintu yang berada di ujung lorong yang berbeda dengan pintu-pintu lainnya. Pintu itu berwarna merah dan di tengahnya terdapat lambang Lucifer.
__ADS_1
*Duarrrrr!*
Pintu itu hancur setelah ditinju oleh Naruto, sontak membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan menoleh ke arah pintu, dan Naruto langsung menggeratkan gigi-giginya dan kepala tangannya, menatap murka orang-orang di dalam ruangan.
Ada Rizevim, Lord Beelzebub, Lord Asmodeus, Shalba dan Creuserey serta Menma yang sedang tergeletak di ranjang kecil dengan beberapa jarum suntik yang menancap di tubuhnya, sebab kemurkaan Naruto saat ini.
"KEMBALIKAN ANAKKU! RIZEVIM!"
*Sring!*
Naruto menghilang, melesat ke arah orang-orang yang ada di dalam setelah berteriak marah.
*Tring!*
Ayunan Katana yang di arahkan ke Rizevim di tahan oleh Lord Beelzebub dan Lord Asmodeus dengan pedang mereka.
Shalba dan Creuserey langsung melompat untuk menerjang Naruto dengan memanfaatkan kesempatan disaat Naruto sedang menahan pedang ayah mereka.
Lingkaran sihir tercipta di hadapan Shalba dan Creuserey di atas udara dan di arahkan kepada Naruto.
"Saatnya pembalasan," ucap Shalba dan Creuserey bersamaan ketika lingkaran sihir ciptaan mereka bercahaya.
*Shooooot!*
*Duaaaaaar!*
Dua tembakan laser dari lingkaran sihir milik Shalba dan Creuserey melesat dengan cepat ke arah Naruto, dan disaat detik terakhir laser mengenai Naruto, Lord Beelzebub dan Lord Asmodeus menghindar sehingga laser itu mengenai Naruto dan akhirnya suara ledakkan terdengar memenuhi ruangan itu serta debu tebal tercipta di area Naruto kena tembakan laser.
Rizevim, Lord Beelzebub, Lord Asmodeus, Shalba dan Creuserey langsung menyerigai menatap kepulan debu, tapi serigai mereka tak lama ketika debu itu sudah menghilang kini menampilkan sosok Naruto dengan penampilan baru yang di selimuti oleh jubah Oren, yaitu Mode Kurama yang sedang menatap tajam Rizevim dan antek-anteknya.
"Aku benar-benar ingin membunuh kalian," ucap Naruto datar.
*Sring!*
Seketika Naruto menghilang membuat yang lainnya waspada.
*Sring!*
Dan Naruto kembali muncul di samping Lord Beelzebub yang terkejut karena tak menyangka jika Naruto akan muncul di sampingnya.
*Bugh!*
*Duarrrrr!*
Lord Beelzebub yang terkejut tak sempat menghindar, dia terpental setelah ditendang dengan keras oleh Naruto. Dan hasilnya beberapa alat-alat Laboratorium Rizevim hancur karena benturan Lord Beelzebub.
*Wush!*
"Sialan!"
Shalba yang marah karena ayahnya kena serangan oleh Naruto pun menerjang, dia melompat dan sihirnya dia padatkan di tangannya kemudian di arahkan ke arah Naruto.
Tak ada niatan bagi Naruto untuk menghindar, dia berdiri tegak dan menatapnya cukup siap untuk menerima serangan sihir dari Shalba.
__ADS_1
*Shooooot!*
Sihir yang penuh mana dari Shalba akhirnya ditembakkan ke arah Naruto.
[Yami Maho! : Kuromayu!]
*Duarrrrrrr!*
Ledakan besar pun terdengar mengisi ruangan itu saat tembakan sihir Shalba mengenai Naruto dan menghasilkan kepulan asap yang tebal di area Naruto berada.
Tapi, mereka belum senang melihat itu karena mereka yakini jika Naruto tak semudah bisa dikalahkan secara kebetulan, mereka menatap waspada kembali kepulan asap tersebut.
*Shot!*
Sebuah kunai cabang tiga tiba-tiba melesat dari kepulan asap mengarah ke arah Rizevim yang dari tadi diam berdiri menyaksikan pertarungan.
*Tring!*
Dengan sigap Lord Asmodeus menangkis kunai tersebut dengan pedangnya untuk melindungi Rizevim, tapi itu adalah akhir riwayat Lord Asmodeus karena menangkis kunai tersebut, karena tiba-tiba.
*Sring!*
Naruto sudah berada di depan Lord Asmodeus menggantikan kunai cabang tiga yang tadi di tangkis dengan Katana yang siap di ayunkan.
Bagi Lord Asmodeus, dia terkejut. Dia membutuhkan jeda waktu 0,3 detik untuk membalikkan arah ayunan pedangnya untuk menangkis serangan Naruto yang berikutnya. tapi itu percuma, karena.
*Slas!*
0,1 detik kepala Lord Asmodeus sudah terpisah dari badannya karena dengan cepat Naruto sudah menebas lehernya, dan kemudian Lord Asmodeus melebur menjadi debu.
Kini Naruto berdiri berhadapan langsung dengan Rizevim yang terlihat santai 5 meter di depannya. Rizevim hanya menyerigai karena melihat Creuserey siap menembakkan sihir terkuatnya dari belakang Naruto.
*DUARRRRR!*
Belum sempat Creuserey menembakkan sihir terkuatnya kepada Naruto. Tembok di belakang Creuserey jebol akibat benturan sesuatu yang keras dan mengakibatkan Creuserey terpental ke arah Shalba.
"Ahhhh! Akhirnya monster ini mati juga,"
Ucap seseorang dari luar tembok yang jebol, Naruto cukup tau suara siapa itu, itu adalah suara milik Meliodas.
Sedangkan yang lainnya langsung menoleh ke arah tembok jebol tersebut kecuali Naruto yang terus menatap tajam Rizevim dan Rizevim yang hanya meliriknya saja.
Hingga tak lama kemudian akhirnya terlihat Meliodas yang sedang berdiri di atas dua tubuh Monster banteng yang tergeletak tak bernyawa.
Terkejut? Rizevim, Lord Beelzebub, Shalba dan Creuserey terlihat terkejut saat melihat monster banteng itu mati tak berdaya, pasalnya itu adalah makhluk uji coba mereka yang terkuat.
Meliodas yang tau situasi saat ini, dia melirik ke arah Shalba dan Creuserey kemudian melangkah mendekatinya.
"Urusan kalian denganku,"
.
.
__ADS_1
.
T.B.C