
.
"Urusan kalian denganku,"
Ucap Meliodas setelah berhadapan 5 meter dengan Shalba dan Creuserey. Sontak membuat Shalba dan Creuserey murka dan langsung menerjang Meliodas.
Pertarungan pun tak bisa dihindari antara Meliodas melawan Shalba dan Creuserey yang di bantu oleh Lord Beelzebub, Meliodas yang mengerti apa yang harus dilakukan, dia memancing mereka keluar ruangan itu dan berhasil.
Kini di ruangan itu hanya tersisa Naruto dan Rizevim yang belum mengalihkan tatapan mereka, dan di samping Rizevim ada Menma yang terbaring.
Naruto tak terlalu bodoh untuk langsung menyerang Rizevim walau sudah sangat dekat, dia sadar bahwa ada pisau di tangan Rizevim yang siap untuk ditusukkan di dada Menma apabila Naruto bergerak sedikit saja.
Jadi Naruto lebih memilih terdiam dan menunggu kesempatan untuk menyerang Rizevim. Sedangkan Rizevim sendiri memang niat mengulur waktu untuk proses pengambilan darah milik Menma,
"Menyingkir dari anakku, Rizevim!" Naruto mulai tak sabar untuk menerjang Rizevim
"Kheh," Rizevim malah tersenyum menyerigai, ancaman Naruto seperti tak berpengaruh padanya.
"Kau mendekat, anakmu mati,"
Naruto mengeratkan gigi-giginya dan kepalan tangannya, dia sangat murka dalam batinnya saat mendengar ancaman balik Rizevim.
*Ting!*
*Sring!*
*Duagh!*
*Duarrrrr!*
Peluang pun akhirnya datang, saat bohlam lampu menyala hijau di samping Rizevim menyala dan Rizevim menolehnya.
Seperkian detik pula Naruto langsung menerjang Rizevim, memukulnya dengan keras sampai Rizevim terpental karena itu adalah kesempatannya dan Naruto memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
Naruto dengan cepat langsung bergerak mencabut jarum-jarum suntik yang menancap di tubuh Menma, dan langsung memeluknya dengan erat.
Kemudian Naruto mengacungkan Katananya ke arah kepulan asap tempat Rizevim berada, dan memperhatikannya penuh waspada sambil sedikit demi sedikit mundur ke belakang.
"HAHAHAHAHAHAHA...ini luar biasa,"
Naruto langsung menatap tajam kepulan asap itu ketika mendengar suara tawa senang Rizevim, hingga asap itu menghilang, kini menampilkan Rizevim yang berdiri tegak dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
*Tring!*
Naruto dengan sigap menahan pedang hitam Rizevim yang tiba-tiba melesat menerjangnya.
*Tring!*
Dan Lagi, Naruto dengan sigap memindahkan posisi Katananya ke samping kiri untuk menangkis pedang Rizevim.
"Hibur aku The Sun, aku baru memulainya lo," kata Rizevim tersenyum mengejek setelah melompat mundur beberapa meter untuk mengambil ancang-ancang melakukan serangan berikutnya.
"Cih," Naruto mendesis, dia sadar bahwa dirinya tidak bisa bergerak dengan bebas karena ada nyawa yang benar-benar harus dia lindungi, yaitu Menma yang lemas di pelukannya.
__ADS_1
"Tidak ada cara lain,"
*Sring!*
*WUSSSSSSSSSS!*
Rizevim kembali menerjang Naruto, tapi dia harus rela terpental kembali karena tiba-tiba Naruto di selimuti oleh Aura oren yang lama-kelamaan membesar.
*GRRRRRRRRRT!*
Aura oren itu terus membesar membentuk sebuah wujud, dan ruang bawah tanah itu tak cukup besar memuat ukuran bentuk Aura Oren yang dikeluarkan oleh Naruto sehingga ruangan itu runtuh, bahkan sampai meruntuhkan Mansion Lucifer.
"Yo-yokai!"
Kejut salah satu warga sipil saat mengetahui wujud makhluk yang meruntuhkan bangunan Lucifer, sontak membuat para warga menoleh ke arah bangunan dan langsung terkejut.
"A-apa yang terjadi di Mansionku!"
Mamako Bael yang hendak pulang langsung terkejut melihat Mansionnya terdapat makhluk seperti rubah berekor-9.
Sedangkan untuk Naruto yang ternyata berubah menjadi Mode Biju, dia menatap ke bawah ke arah tumpukkan reruntuhan yang mengubur Rizevim.
Mulut Biju-nya seketika terbuka, memadatkan energi Chakra yang membentuk bulat berwarna ungu, Naruto melakukan hal itu karena melihat reruntuhan yang mengubur Rizevim ada gerakan.
Dan benar, itu adalah Rizevim yang sedikit susah payah untuk keluar dari reruntuhan, dan bersamaan bola Chakra yang padat di mulut Biju siap ditembakkan.
[Bijudama!]
*Shot!*
*Sring!*
Belum sempat Rizevim untuk menatap Naruto, Rizevim harus rela dirinya terkena tembakkan bola Chakra tersebut, alhasil ledakan besar pun terdengar membuat para warga sipil panik, bahkan Mamako Bael tak berani untuk mendekat, tapi dia masih di tempat untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya.
Seperkian menit asap hasil ledakan tertiup oleh angin dan Naruto masih menatap le arah sasaran tembakkannya.
Hingga asap itu benar-benar menghilang, yang Naruto dapati hannyalah sebuah cekungan besar di permukaan yang dia lihat, dan dia tak merasakan hawa keberadaan Rizevim.
Tapi hal itu tidak membuat Naruto merasa lega, dia yakin jika Rizevim tidak terkena tembakkan Bijudama yang kemungkinan Rizevim menghilang sebelum Bijudama mengenainya.
Menghiraukan itu semua, Naruto lebih memilih melesat pergi sejauh mungkin selagi ada kesempatan untuk pergi, dia tak memperdulikan semua sorot mata para Old Satans menatap terkejut kepergiannya karena masih menggunakan Mode Biju.
.
.
.
#Di hutan
.
Grayfia merasa sudah terlalu jauh memasuki dalam hutan bersama Opera yang tadi dia jumpai.
__ADS_1
Pandangan Grayfia tiba-tiba melihat sebuah gua, dia langsung menoleh ke sampingnya.
"Bagaimana kalau kita bersembunyi di sana," katanya kepada Opera sambil menunjuk gua yang dia lihat.
Opera hanya bisa membalas dengan anggukkan lemas, karena dia merasa kelelahan.
Kemudian mereka melangkah ke gua dan memasukinya. Grayfia langsung duduk di atas batu setelah menemukan sebuah ruangan yang cukup jauh dari mulut gua, dan Opera juga duduk menyenderkan punggungnya pada dinding ruangan.
Grayfia sangat tidak menyangka bahwa dirinya berada di sini saat ini, hal itu membuat dirinya teringat bagaimana dirinya yang tadi di Mansion Lucifer dan sekarang malah berada di dalam gua yang sangat jauh dari wilayah Old Satans.
.
.
.
#Flashback on
.
*DUAAARR!*
Suara ledakkan begitu keras dari ruang utama Mansion Lucifer membuat Grayfia terkejut, dan dia sekarang berada di halaman belakang Mansion Lucifer.
Grayfia yang penasaran, kemudian melangkah cepat masuk Mansion untuk melihat apa yang terjadi di ruang utama, dan dia langsung berhenti tepat di balik pintu untuk mengintip.
Cukup terkejut Grayfia setelah melihat apa yang terjadi di ruang utama Mansion Lucifer, pandangannya melihat ayahnya sedang bertarung dengan sosok berarmor merah.
Pandangan Grayfia kemudian beralih ke sudut ruangan, dia melihat 3 sosok yang berada di sana dengan yang di tengah memiliki rambut warna kuning, dan Grayfia tak mengenalinya karena hanya melihat punggung mereka.
Dia tidak memperdulikan 3 sosok itu, yang dia pedulikan adalah pintu di hadapan 3 sosok tersebut.
Grayfia tau itu pintu apa, itu adalah pintu menuju laboratorium penelitian gelap tuannya. Kenapa dia bisa tau? Karena dia pernah tersesat masuk ke ruangan itu tanpa sepengetahuan siapa pun.
Dan mulai saat itu juga kesetiaan Grayfia terhadap Lucifer berkurang tanpa disadari oleh Lucifer, dia ingin kabur, tapi dia masih menunggu.
Menunggu celah untuk menyelamatkan para korban penelitian dan kabur bersama mereka, dan sekarang mungkin kesempatannya.
Tiba-tiba 3 sosok itu menghilang, dan Grayfia langsung melihat sekeliling untuk mengamati situasi.
"Sekarang waktunya,"
Batin Grayfia yang merasa mempunyai kesempatan setelah melihat ke arah sosok berarmor merah sedang bertarung sengit dengan ayahnya.
Grayfia berjalan dengan perlahan ke arah pintu tersebut agar tak disadari oleh siapa pun, dan berhasil. Dia langsung melangkah menuruni tangga dengan secepat mungkin.
Tapi langkahnya terhenti setelah sampai di ujung tangga, dia langsung bersembunyi karena melihat 2 sosok berarmor tadi sedang bertarung melawan 2 sosok monster banteng.
Hingga beberapa saat kemudian, mata Grayfia terbuka lebar saat melihat para korban penelitian berhamburan keluar dari dalam ruangan, seketika itu pula sosok berarmor putih sepertinya memberikan instruksi kepada sosok berarmor ungu, dan setelah itu sosok berarmor ungu menghadang para korban penelitian dan berbicara sesuatu kepada mereka, sedangkan sosok berarmor putih melawan 2 sosok monster banteng sendirian dan memancingnya ke dalam ruangan.
.
.
__ADS_1
.
T.B.C