STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 163


__ADS_3

.


"Kau adalah manusia yang masuk dalam golongan mahkluk supranatural. Itu berarti kau juga target yang harus di musnahkan oleh organisasi kami," balas Ichika sambil mengacungkan pedangnya kepada Naruto.


"Huh," Naruto menghela nafas.


"Sungguh pemikiran yang bodoh." Kemudian Naruto mengeratkan genggamannya pada kunainya.


"Baiklah kalau ini yang kau mau, jangan salahkan aku apabila kau dan temanmu itu tak selamat dari sini,"


Ichika juga mengeratkan genggamannya pada pedangnya.


"Itu pun kalau kau bisa," ucap Ichika penuh kepercayaan tinggi.


Wush!


Wush!


Naruto dan Ichika saling menerjang dengan kecepatan super cepat mereka.


.


TRING!


.


#Markas I.S (Amerika)


.


Di suatu suatu markas yang letaknya tersembunyi di Negara Amerika. Di salah satu ruangan markas atau lebih tepatnya ruangan kendali tersebut kini nampak orang-orang penting dalam Organisasi sedang menyaksikan pertempuran Ichika dan Naruto melalui kamera pengintai yang terpasang di baju armor Setiap prajurit I.S, dengan kata lain dari 2 sisi berbeda menampilkan pertempuran Ichika dan Naruto.


Dengan kamera pengintai dari baju armor Ichika hanya menyaksikan wujud Naruto dan dari baju armor Laura menyaksikan full pertempuran Naruto dan Ichika tapi jaraknya lumayan jauh, jadi kurang jelas penampilannya.


Tiba-tiba wanita berambut hitam panjag dengan taxt name Orimura Chifuyu yang menempel di dada baju kantornya menoleh ke arah wanita berpakaian maid biru serta aksesoris telinga kelinci mekanik bertengger di atas rambut ungu panjangnya yang sedang duduk di depan layar besar yang menampilkan pertempuran Ichika dan Naruto.


"Bisa kau jelaskan Tabane? bukannya pria yang sedang di lawan adikku itu sama persis dengan robot pribadimu yang kulihat di dalam kamarmu?" tanya Chifuyu sambil menunjuk gambar pada layar.


"Gehe," wanita yang di panggil Tabane langsung terdiam kikuk atas pertanyaan Chifuyu.


"I-itu i-itu—" gagap Tabane.


"A-apa maksudnya kak?" tiba-tiba perempuan di samping Chifuyu yang bertaxt name Shinonono Houki menempel di baju bagian dadanya.


"Tak usah di pikirkan, Houki- Chan, kau tak perlu tau hal itu," balas Tabane tanpa menoleh ke arah Hauki.


Tiba-tiba Chifuyu memegang pundak Tabane.


"Bisa kau jelaskan pendapatmu tentang hal itu?" ucap Chifuyu sambil menunjuk layar.


Dan di layar kini memperlihatkan Ichika dan Naruto yang terus jual beli serangan dan belum ada yang terlihat terdesak. Bahkan Naruto nampak belum serius sama sekali melawan 2 musuh yang melawannya itu.


"Huh," Tabane menghela nafas.


"Lebih baik suruh Ichika dan Laura untuk mundur, mereka bukan lawannya." Balas Tabane memberitau.


"Apa alasannya?" tanya Chifuyu.


Tiba-tiba Tabane memasang wajah serius.


"Pria itu adalah sebuah misteri yang sulit di pecahkan, sekaligus orang yang membuatku tertarik padanya," ucap Tabane memberitau dengan membatin di akhir kalimatnya.


Chifuyu mengangguk mengerti, lalu tangan kanannya menyentuh earphone headset di telinganya.


"Mundur, jangan melawannya,"


[Baik!]


Balasan dari earphone headset kecil di telingan Chifuyu setelah mendapatkan perintah dari Chifuyu.

__ADS_1


Dan kini layar menampilkan sosok Naruto yang berdiri tegak di atas permukaan air yang lama-kelamaan wujudnya mengecil karena kamera pengintai di armor Ichika dan Laura semakin menjauh menujuh mundur untuk kembali ke markas sesuai perintah Chifuyu.


Srek!


Tiba-tiba Tabane beranjak dari duduknya dan melangkah keluar ruangan tersebut.


"Kau mau kemana, Tabane?" tanya Chifuyu.


Sontak Tabane langsung terhenti tepat di bibir pintu yang sedang dibukanya itu.


"Mau mengecek sesuatu yang tak begitu penting," balas Tabane dan Chifuyu hanya ber-O-ria saja.


Lalu Tabane kembali melangkah keluar ruangan tersebut.


Tiba-tiba Tabane merogoh kantong baju maidnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dengan tombol merah di tengahnya.


Tit!


Tabane menekan tombol tersebut.


"Semoga Nano-chip GPS-nya tak di sadari olehnya," gumam Tabane.


Kemudian Tabane menaruh benda tersebut ke kantong baju mainya, dan kini malah mengeluarkan sebuah layar kecil seperti Handphone.


Tit!


Sambil terus melangkah, Tabane menekan tombol on pada layar tersebut, kemudian menyentuh dan menggeser layarnya seperti mencari sesuatu pada benda tersebut.


Gerakan jari menggeser layar terhenti, kini layar menampilkan sebuah gambar pria berambut kuning jabrik yang memakai jaket hitam kulit dan celana jeans hitam panjang sedang tersenyum lima jari dengan tangan kanannya berada di atas kepala Tabane, sedangkan di gambar Tabane nampak sedang mengembungkan pipinya karena tak suka di perlakukan seperti itu oleh pria di dalam foto.


Tiba-tiba Tabane tersenyum.


"Ya ampun, lama tak berjumpa kenapa malah seperti ini," gumam Tabane.


Tabane kemudian mematikan layar di tangannya dan menaruh lagi di kantong baju maidnya.


Batin Tabane di setiap langkahnya menuju suatu ruangan yang berada di markas tersebut.


.


#Danau White Rock (Amerika)


.


Sedangkan Naruto kini sedang melangkah menuju persembunyian Remia setelah merasa musuh yang di lawan tadi kabur melarikan diri, pikir Naruto.


Sambil terus melangkah menuju tepian, Naruto tak menyadari ada suatu benda kecil berbentuk seperti serangga kecil yang terbang ke arahnya.


Benda tersebut menempel di leher belakang Naruto dan kemudian cahaya merah berkedip dari benda tersebut seperti memberikan sebuah sinyal tertentu yang kemungkinan Nano-Chip GPS milik Tabane yang tadi keluar dari armor Ichika.


Tak butuh waktu lama akhirnya langkah Naruto telah sampai di tepian Danau dan sudah disambut oleh Remia serta anak kecil yang selalu bersama Remia sejak tadi.


"Na-Naru, apa kau tak apa-apa?" cemas Remia saat Naruto telah sampai di hadapannya.


Naruto mengankat kedua tangannya.


"Aku baik-baik saja. Kau bisa melihatnya kan?" balas Naruto.


Lalu Naruto menoleh ke arah anak kecil di samping Remia.


"Apa dia anakku?" tanya Naruto sambil menunjuk anak kecil tersebut.


Remia langsung menunduk sambil memainkan jari-jari taganya. "Um," angguk Remia dengan wajah yang sudah bersemu merah padam.


Menghiraukan Remia dengan gelagat anehnya, Naruto langsung berjongkok di hadapan anak kecil tersebut.


"Hey Nak, apa kau merindukan ayahmu ini?" ucap Naruto sambil tersenyum tulus kepada anak kecil tersebut.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut anak kecil tersebut, melainkan sebuah anggukan pelan dari anak kecil tersebut sebagai jawabannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Naruto melebarkan kedua tangannya.


"Mau memeluk ayah?" tanya Naruto dan lagi-lagi hanya anggukan pelan dari anak kecil tersebut.


Dan kemudian anak kecil tersebut memeluk Naruto tanpa berucap sedikitpun, tapi di maklumi oleh Naruto yang kemungkinan anak kecil tersebut tak bisa merangkai kata-kata yang tepat untuk suasana dan perasaan yang di alaminya saat ini.


Naruto menoleh ke arah Remia.


"Namanya siapa, Remia?" tanya Naruto.


"Myu. Nama anak kita adalah Myu, sangat cantik bukan?" ucap Remia memberitau nama anak kecil tesebut.


Naruto mengangguk.


"Hm, Nama yang bagus," balas Naruto.


Kemudian Naruto berdiri dengan Myu yang masih memeluknya, dan kemudian melangkah ke arah gelonggongan kayu roboh tak jauh dari dirinya, lalu duduk di gelonggongan kayu tersebut diikuti Remia yang langsung duduk di samping Naruto.


1 jam berlalu yang hanya di isi dengan obrolan penting antara Naruto dan Remia. Dengan Remia yang menjelaskan bahwa Myu benar-benar anaknya Naruto.


Dan Naruto mempercayainya karena merasakan sedikit Chakra pada tubuh Myu di tanbah penjelasan kemarin oleh Kurama kepadanya.


Sedangkan Naruto menjelaskan bahwa dia memiliki banyak istri yang berkumpul dalam satu rumah. Awalnya Remia terkejut saat mendengar penjelasan Naruto.


karena setaunya, Istri Naruto hanya 2 waktu dulu yang penah di ceritakan oleh Naruto, tapi sekarang malah melebihi ucapannya dulu.


Tapi akhirnya Remia memahaminya, karena Naruto juga menjelaskan bahwa tindakan para wanita yang berada di rumah Naruto itu sama persis dengan dirinya. Sehingga membuat Remia tersipu malu membayangkan waktu dulu dirinya melakukan tindakan nekat terhadap Naruto.


"Maukah kau tinggal bersamaku, di sini terlalu bahaya untukmu. Kemungkinan organisasi seperti tadi akan mengincarmu lagi bila tau kau masih ada di sini," ajak Naruto setelah penjasan panjang lebarnya tadi.


Remia menatap Naruto.


"Apa tak masalah untuk istri-istrimu?" tanya Remia memastikan.


"Tenang saja, kehadiran kalian tak masalah bagi orang-orang di rumah,"


"Baiklah, aku akan ikut bersamamu,"


Lalu Naruto dan Remia berdiri dari duduknya dengan Myu yang nampaknya sudah terlelap di gendongan tangan kiri Naruto.


Tiba-tiba tangan kanan Naruto terangkat memegang leher Ramia, sedangkan Remia yang di perlakukan seperti itu hanya menurut saja ketika tiba-tiba kepalanya mendekat ke wajah Naruto.


Mereka berdua saling tatap dengan dahi mereka yang saling bersentuhan di bawah terangnya sinar rembulan yang menerangi mereka.


"Janngan khawatir, semuanya akan baik-baik saja setelah ini,"


Entah kenapa perasaan Remia menjadi tenang dan damai setelah mendengar ucapan tulus Naruto penuh kasih sayang padanya.


Kemudian Remia membalas ucapan Naruto dengan senyum manisnya, dan tiba-tiba tangan Remia merangkul leher Naruto.


Tanpa sadar Remia memejamkan matanya dan mendekatkan bibirnya ke arah bibirnya Naruto.


Seakan tau apa yang di inginkan oleh Remia, Naruto juga memejamkan matanya dan melakukan hal yang sama seperto Remia.


.


Cup!


.


Hanya terangnya bulan purnama yang menjadi saksi ciuman tulus kasih sayang tanpa ada nafsu yang dilakukan oleh Naruto dan Remia saat itu, dengan backgraund pemandangan danau yang bercahaya atas pantulan sinar rembulan dari atas langit malam.


.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2