
"Tenanglah Sera! Mereka pasti baik-baik saja, aku jamin itu," ucap Sirzech kepada Seraffal yang sangat panik saat ini.
"Bagaimana aku bisa tenang Sirzech! Mereka saja belum ditemukan," bentak Seraffal dengan nada tinggi karena sangat cemas.
"Kau tenang saja, Mitologi Olympians sangat menghormati Naruto, Sera!" kata Sirzech membuat Seraffal sedikit tenang.
Entah kenapa kalau mendengar nama Naruto hati Seraffal merasa lebih tenang.
"Dari mana kau tahu?" tanya Seraffal.
"Pemimpin Olympians berteman baik dengan Naruto," jawab Sirzech.
"Dia bercerita bahwa 4 tahun yang lalu pernah bertemu dengannya, jadi kau tenang saja Sera!" sanbung Sirzech memberitau.
"Apakah ucapanmu bisa dipercaya? Sirzech!" tanya Seraffal serius.
"Ya! Aku melihat Zeus sangat marah ketika mengira Mira dan Rin adalah ancaman untuk Naruto, itu terbukti bahwa Olympians sangat menghormatinya," jawab Sirzech memberi penjelasan membuar Seraffal bernafas lega.
"Baiklah aku percaya," kata Seraffal lalu pergi ke Mansionya dengan sihir Teleportnya.
"Aku merasa kasihan terhadap Seraffal dan Grayfia sekarang ini. karena kebodohan mereka dulu, kini mereka tersiksa oleh perbuatannya sendiri," kata wanita di sebelah Sirzech.
"Aku juga merasa bersalah, karena aku tidak bisa menghentikan tindakan lord Sitri waktu itu," jawab Sirzech menekankan kata Lord Sitri.
"Jangan menyalahkan diri-sendiri Sirzech-kun, ini semua salah kita semua sebagai temannya yang tidak bisa membantu saat itu," ucap wanita tersebut.
"Terima kasih telah menenangkanku, Rossa!" jawab Sirzech kembali tenang.
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin suamiku ini menanggung semua masalah sendirian. Jadi kita bisa tanggung masalah ini bersama-sama," kata Rossa Phonex istri Sirzech menenangkan hati suaminya dan dibalas senyuman tulus Sirzech.
"Terima kasih," balas singkat Sirzech.
"Oh ya Sirzech-kun, tadi aku tidak melihat Grayfia di mansion, ke mana perginya?" tanya Rossa.
"tadi dia ijin untuk kesuatu tempat bersama Gray," jawab Sirzech.
"Pasti dia ketempat itu lagi, akhir-akhir ini dia sering kesana bersama anaknya," kata Rossa.
"Entahlah, yang kutahu setiap dia pulang dari tempat itu pasti seperti habis menangis," jawab Sirzech.
"Em aku juga tahu itu," timpal Rossa.
"Semoga saja semua ini cepat berakhir," sambung Rossa sambil menerawang jauh dan dijawab anggukan pelan Sirzech.
.
.
#SKIP SEKOLAH MALAM HARI
.
Kini sekolah yang baru saja dimasuki Naruko, Vivi dan Minato tadi pagi sedang dilindungi oleh sebuah kekkai yang mencangkup seluruh sekolahan.
__ADS_1
Tampak dari luar kekkai ada beberapa remaja yang masih memakai seragam sedang mempertahankan kekkai agar tidak hancur.
Walaupun kondisi tenaga sudah berkuras karena sudah terlalu lama mempertahankan kekkai tapi mereka terus berjuang.
"KAICHO! Aku sudah menghubungi Maou-sama untuk meminta bantuan!" teriak Tsubaki disela-sela mempertahankan kekkai.
"APA! Kenapa kau tidak bilang terlebih dulu padaku Tsubaki!" kejut Sona ketika mendengar Tsubaki meminta bantuan Maou-sama.
"Jangan Egois kaicho! Rias dan peregenya tidak akan bisa mengalahkan DaTanshi sekelas Kokabiel!" seru Tsubaki yang tidak habis fikir dengan keegoisan Sona.
"Bukan begitu Tsubaki! Seharusnya kau tanya terlebih dahulu padaku! Dan jangan asal meminta bantuan," sangkal Sona tidak terima.
"Tidak ada waktu lagi Kaicho! Kau tidak lihat kondisi Rias tadi sore Kaicho!" seru Tsubaki membuat Sona terdiam.
.
" Gimana ini, aku tidak mau menambah masalah buat Onee-sama lagi," batin Sona.
.
"Permisi nona, bisa kau bukakan kekkai untukku," tiba-tiba suara dari belakang Tsubaki mengagetkan mereka yang sedang mempertahankan kekkai.
"Me Menma-nii!" kejut Sona setelah tau siapa dari pemilik suara tadi.
"Sona-chan, bisa kau bukakan kekkai untukku, aku ada urusan dengan DaTanshi yang lagi terbang itu," kata Menma setelah menoleh kearah Sona sambil menunjuk DaTanshi bersayap 10 yang lagi terbang di dalam kekkai.
"BA..."
"Tanyakan nanti saja, cepat bukakan kekkainya, sudah tidak ada waktu lagi," potong cepat Menma membuat Sona terdiam lalu mengangguk pelan.
"Terima kasih Sona-chan, kau sudah tumbuh besar ya," kata Menma lalu melangkah memasuki kekkai menghiraukan isakkan Sona.
"Hiks maafkan kami,"
Ucap lirih Sona di tengah-tengah isakkannya membuat peregenya terheran dengan Sona yang katanya tidak pernah menangis, kini dapat dilihat Sona menangis karena seseorang yang tidak mereka kenal memasuki kekkai.
.
#Skip Di Dalam Kekai
.
"HA HA HA! Beginikah kemampuan adik Maou, sungguh mengecewakan!" kata seseorang DaTanshi yang sedang terbang mengejek Rias yang sudah tersimpuh tidak berdaya.
Lalu DaTanshi tersebut menciptakan Light Spear berukuran besar dan di arahkan ke Rias.
"DENGAN BEGINI GREAT WAR KE-2 AKAN DIMULAI HA HA HA HA!"
"Ya ampun, menyerang lawan yang sudah tidak berdaya itu tindakkan seorang pengecut!" Suara Menma dari kegelapan malam di sekitar pepohonan membuat semua orang yang di dalam kekkai menoleh ke sumber suara.
"SIAPA KAU! TUNJUKAN DIRIMU SIALAN!" teriak Kokabiel.
Perlahan langkah Menma keluar dari kegelapan dan lama-kelamaan menampakkan dirinya yang terlihat jelas di bawah sinarnya rembulan membuat Kokabiel menyerigai.
__ADS_1
Tapi tidak dengan Rias yang terkejut setelah mengetahui siapa yang datang.
"Kuhitung sampai tiga, kalau kau tak menghentikan semua ini kau akan mati Kokabiel," kata Menma yang sudah berdiri tidak jauh dari Kokabiel yang terbang sambil mengankat tangan kanannya.
"Satu!"
"Jangan meremehkanku bocah, kau tidak akan bisa mengalahkanku!" kata Kokabiel mengejek.
"Dua!"
"Kau pikir aku takut dengan dirimu!" kata Kokabiel sambil memindahkan arah Ligh Spear ke arah Menma.
"Tiga!"
"MATILAH KAU KETURUNAN MONSTER RU-"
.
[ YAMIMATOI JIGENGIRI. HIGAN]
.
SRING!
.
SLAS!
.
PYAR!
.
Tiba tiba saja Kokabiel berserta Light Spearnya terbelah menjadi 2 diikuti hancurnya kekkai.
.
" APA! KEKKAINYA TERBELAH!" Batin semua orang yang didalam maupun diluar kekkai terkejut.
"APA APAAN TADI ALBION!" kejut seseorang berarmor putih yang terbang di atas kekkai.
" Aku tidak tahu Vali, jangan tanya aku," balas suara dari sayap armor Vali.
" Apakah dia? tapi aku tidak melihat pergerakannya tadi," batin Vali yang terus memperhatikan Menma di bawah yang terlihat santai.
.
"APA YANG SEBENARNYA TERJADI!"
.
Kejut Issei setelah sadar dari pingsannya dan melihat sekeliling yang ternyata lapangan sekolah terbelah lurus bahkan gedung di belakang Kokabiel juga terbelah menjadi 2.
__ADS_1
"Ya ampun Tou-san sangat berlebihan, membunuh satu DaTanshi kenapa harus pakai Tebasan Dimensi segala sih," gumam Menma sambil menerawang puncak gedung sejauh 2 km yang terdapat 2 orang yang sedang memperhatikannya.
T.B.C