STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 201


__ADS_3

.


"HENTIKAN PERTARUNGAN KALIAN!"


Teriaknya sangat keras, tapi nampaknya teriakannya tak terdengar oleh mereka bertiga. Mereka tetap saja bertarung sengit.


"Oke, tak mau berhenti. Maka kekerasan akan kugunakan," gumam Naruto, tapi ia masih tetap bersedekap dada.


Dan ternyata, dari atas langit Underword telah ada tiga Bunshin Naruto yang telah melayang dengan bola biru raksasanya. Para Bunshin itu terjun tepat mengarah ketiga Naga yang masih bertarung.


.


[SENPO! : ODAMARASENGAN!]


.


*BOOOOOOOOOOOOM!*


.


Ledakan besar pun terjadi setelah hantaman jurus dari Bunshin Naruto yang menghantam tiga Naga itu. Semuanya langsung menoleh ke arah sumber ledakan, bahkan Draig dan Albion juga terhenti kegiatan bertarungnya, mereka lebih memilih melihat ke arah debu tebal tempat ledakan tadi.


*Wuuuuuuuuuuussss!*


Tiba-tiba angin tertiup, menghilangkan debu yang menutupi pandangan semua orang. Dapat dilihat, kini semua yang melihat ke arah sumber ledakan tadi melebarkan mata tak percaya atas apa yang dilihatnya sekarang, kecuali Tuhan, Ophis dan Yu Long yang nampak biasa-biasa saja.


Di situ, kini tiga Naga yang tadi mengamuk gila-gilaan telah ambruk tak berdaya, bahkan untuk mengangkat kepala mereka saja terasa berat.


Dan Naruto masih berdiri tegak sambil bersedekap dada memandang tiga Naga di hadapannya.


"Kok bisa?" kejut para Naga yang menyaksikan dari kejauhan, kecuali Ophis dan Yu Long.


Di sisi lain, Draig dan Albion nampak terlihat marah menatap punggung Naruto. Karena Draig dan Albion tak mengetahui jika itu Ayah mereka.


*Wush...!*


Seketika Draig dan Albion langsung terbang ke arah Naruto. Mereka ingin menerjang Naruto dengan kemarahan yang luar biasa.


*Brugh! Brugh!*


Belum sempat sampai menerjang, Draig dan Albion tiba-tiba jatuh ke tanah. Mereka merasakan tekanan luar biasa menekan tubuh mereka.


Dan itu pelakunya adalah sang Tuhan yang terbang di atas langit sambil menjentikkan jarinya.


Tiba-tiba dua tombak LightSpear berukuran besar muncul di samping kiri dan kanan sang Tuhan. 


"Segel."


 dan seketika tombak Lightspear itu melesat ke arah Draig dan Albion setelah sang tuhan mengucapkan lafasnya.


*Jlep! Jlep!*


Tak ada rasa sakit yang dirasa oleh Draig dan Albion saat tombak LighSpear itu menusuk tubuhnya. Tapi keanehan terjadi, tubuh mereka tiba-tiba bercahaya lalu berubah menjadi cahaya berukuran bola sepak. Seketika cahaya itu melesat, menembus dimensi bangsa iblis ke dimensi lainnya setelah sang Kami menjentikkan jarinya.


"Oke, lebih baik kita diam dari pada nanti tersegel seperti Draig dan Albion," ucap Yilbegan yang dari tadi terus menyaksikan penyegelan Draig dan Albion.


"Em... Kau benar," timpal Niohoggr menyetujui.


.


.


Trihexa666, Great Red dan Kholkikos menatap tajam Naruto. mereka tidak tau jika orang bertopeng di hadapannya adalah Naruto.


"Siapa kau? Berani sekali mengganggu pertarungan kami," ucap sengit Kholkikos.


Tak ada balasan dari Naruto. Malah kini tangan kanan Naruto terangkat, membuka topengnya dengan perlahan.

__ADS_1


Dan tiga Naga itu seketika melebarkan mata setelah topeng yang dikenakan oleh Naruto benar-benar tak menutupi wajahnya yang terlihat datar itu.


"Aku. Memang kenapa?" ucap dingin Naruto.


"Kau! Akan kulenyapkan kau Sialan!" teriak Trihexa666 terlihat marah, ia mengangkat tangannya lalu di ayunkan ke arah Naruto.


Tak ada niatan untuk menghindar, Naruto malah menatap biasa apa yang akan dilakukan Trihexa666. Kemudian tangan kiri Naruto terangkat, menunjuk Trihexa666 dengan 2 jarinya.


*Sring! Sring! Sring!*


Tiba-tiba rantai besar muncul dari dalam tanah dan langsung melilit Trihexa666. Sehingga membuat Trihexa666 kesulitan bergerak karena lilitan rantai itu sangatlah erat.


*Pofh!*


Muncul satu Bunshin Naruto yang memakai topeng di samping Naruto.


"Urus dia," ucap Naruto kepada Bunshinnya sambil menunjuk Trihexa666.


"Siap bos," balas Bunshin Naruto lalu melangkah mendekat ke arah Trihexa666 yang sedang mencoba melepaskan lilitan rantai, tapi tidak bisa.


Kini Naruto menatap kedua istri Naganya, kemudian ia melangkah santai mendekati mereka dengan wajah datarnya.


Great Red dan Kholkikos hanya menunduk saja saat Naruto mendekatinya, mereka seolah takut melihat tatapan Naruto yang ditunjukkan saat ini.


*Set!*


Naruto berhenti langkahnya tepat satu meter di depan Great Red dan Kholkikos. Tatapannya tajam menatap mahkluk besar di hadapannya.


"Apa kalian puas?" ucap dingin Naruto.


Tak ada jawaban dari Great Red maupun Kholkikos. Mereka terdiam membisu seolah tak mampu untuk berkata. Tiba-tiba kedua tangan Naruto terangkat, kemudian menyentuh tubuh Great Red dan Kholkikos.


[HIRAISHIN!]


*SRING!*


Seketika Naruto menghilang membawa Great Red dan Kholkikos bersamanya dalam sekejap mata. Sontak hal itu membuat semua yang ada di medan perang merasa bingung dan bertanya-tanya atas kejadian yang dilihatnya. Kecuali Sang Tuhan, Ophis dan Yu Long yang nampaknya mengetahui apa yang dilakukan oleh Naruto tadi.


.


*SRING!*


Dan Naruto serta Great Red dan Kholkikos muncul di tempat itu. Naruto langsung bersedekap dada menatap Great Red dan Kholkikos.


"Katakan. Apa kalian puas melakukan tindakan konyol kalian?" tanya Naruto dengan nada datar.


Nampaknya Great Red telah bosan untuk terus menunduk, ia memberanikan diri menatap Naruto. 


"Naru, salahkan dia. Dia yang memulai duluan," ucap Great Red sambil menunjuk Kholkikos.


Kholkikos yang ditunjuk pun merasa kesal, ia balik menunjuk Great Red.


 "Bukan aku, Naru. Tapi dia," ucap sengit Kholkikos kepada Great Red.


Great Red langsung menatap tajam Kholkikos.


 "Kau!" ucapnya tak terima.


"Kau sialan!" balas Kholkikos juga tak terima.


"Kau!"


"Kau!"


Saling berdebat dan menyalahkan, itu yang dilakukan Great Red dan Kholkikos saat ini. Sedangkan Naruto yang melihat perdebatan mereka terlihat kesal, tangannya mengepal.


"DIAM KALIAN!"

__ADS_1


Great Red dan Kholkikos langsung terdiam. Mereka kembali menunduk setelah dibentak oleh Naruto.


"Sudah cukup, aku kecewa dengan kalian. Kalian tidak bisa mencerminkan seorang ibu yang patut dicontoh oleh anaknya."


Great Red dan Kholkikos semakin menunduk, perasaan takut menyelimuti mereka walau mereka adalah seekor Naga.


"Aku hanya ingin kalian saling mengerti, saling memahami satu sama lain." Naruto menegakkan kepalanya menatap Great Red dan Kholkikos. Entah datang dari mana, ada sedikit linangan air mata yang keluar dari mata Naruto.


"Kalian tau, atas tindakan kalian seperti itu. Aku merasa orang yang paling gagal di dunia. Gagal sebagai seorang suami yang seharusnya memimpin keluarganya, hiks," ucapnya sedikit terisak.


Great Red dan Kholkikos yang mendengar isakan Naruto pun memberanikan diri untuk menatap Naruto.


Seketika mata mereka berseri, tak kuasa melihat Naruto yang meneteskan air matanya.


Seketika Great Red dan Kholkikos langsung merubah wujudnya menjadi manusia. Perasaan takut akan kekecewaan dari seseorang menghampirinya. Dengan perlahan mereka melangkah menghampiri Naruto.


"Diam disitu, aku sudah kecewa dengan kalian." Ucap Naruto seketika berbalik badan sambil mengusap air matanya yang keluar.


Seketika langkah Great Red dan Khokikos langsung terhenti.


"Na-naru..."


*SRING!*


Tiba-tiba Naruto menghilang, disusul dengan munculnya kanji rumit yang tiba-tiba menghiasi seluruh tembok ruangan yang tak dimengerti oleh Great Red dan Kholkikos.


.


.


.


*SRING!*


Naruto muncul tak jauh dari medan perang, di atas bukit. Dapat dilihat sekarang, nampaknya Naga Trihexa666 telah disegel oleh sang Tuhan di ujung alam semesta, dan sang Tuhan telah lenyap entah apa sebabnya.


Naruto tau itu karena ingatan Bunshinya tiba-tiba masuk ke kepalanya. Kini nampak jelas medan perang mulai sepi. Semua ras yang berperang telan membubarkan diri ke tempat mereka masing-masing.


Naruto menoleh ke arah barat, jauh beberapa kilo meter Naruto melihat sebuah gua yang berada di dalam hutan.


*Sring!*


Naruto mengjilang, dan muncul di depan gua yang tadi dilihatnya. Ia mengatur nafasnya, menenangkan perasaannya atas apa yang terjadi tadi. Kemudian Naruto melangkah perlahan memasuki gua tersebut.


"Kau terlalu baik kepada mereka, Gaki," tiba-tiba Kurama bersuara, tapi Naruto tetap diam.


 "Membuat segel pengurung dengan kata kunci arti sebuah saling mengerti yang sesungguhnya. Kheh, masih terlalu naif dirimu Gaki."


"Biarlah Kurama, aku hanya ingin mereka saling peduli dan mengerti. Itu sudah cukup bagiku."


"Kheh. Benar-benar naif,"


Dan Naruto tak ada niatan untuk menjawab ucapan Kurama. Dirinya telah sampai di dalam ruangan gua tersebut, ia langsung duduk di atas batu yang tersedia di tengah ruang dalam gua tersebut.


"Huh..."


Tiba-tiba ada sebuah pedang melingkar di leher Naruto. Tapi Naruto nampak biasa saja seolah tak takut akan hal itu.


Tetap santai dan tenang Karena Naruto tau ada seseorang di belakangnya walau tak terlihat akibat gelapnya dalam gua tersebut.


.


.


"Siapa kau."


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2