
.
# 100 tahun kemudian
.
Waktu berlalu, Naruto menjalani kehidupan di tempat yang tak diketahui itu sudah terlalu lama.
Tapi walau hidup tanpa siapa-siapa pun, Naruto tak merasa Kesepian. Rasa itu telah terobati oleh sosok 2 wanita, Great Red dan Drakon Kholkikos yang sering berada di sekitar Naruto.
Tapi nyatanya, Naruto menganggap 2 wanita itu adalah pengganggu hidupnya, tapi berkat itu, rasa Kesepian dan Kesunyian dalam dirinya bisa terobati.
Seperti sekarang ini, sejah hidup di hutan itu, Naruto mendirikan sebuah rumah dengan bahan-bahan yang mengandalkan dari Hutan itu.
*Tok! Tok! Tok!*
Dan nampaknya Naruto sekarang sedang memperbaiki rumahnya yang rusak karena tertimpa pohon besar di sekitarnya. Hanya rusak sedikit, sehingga nampak akan selesai sekarang.
*Shoooot!*
*Sring!*
*BOOOOOM!*
Naruto melebarkan mata, giginya digeratkan karena kesal. Rumah yang sudah susah payah ia perbaiki kini tambah hancur karena tembakan bola api besar dari arah hutan. Seketika Naruto langsung menoleh ke arah hutan, tatapannya sangat tajam.
*Shooot!*
*Duarrrrr!*
*Shoooot!*
*Duarrrr r!*
4 naga, apa yang dilihat Naruto adalah 4 Naga yang sedang bertarung di dalam hutan. Dan tatapan Naruto semakin tajam melihat itu semua.
*Wushh!*
Dengan perasaan marah yang amat-amat luar biasa, Naruto langsung melesat ke arah 4 Naga itu.
"Kurama!"
Seketika tubuh Naruto langsung diselimuti aura Oren yang tiba-tiba membesar, yaitu mode Bijuu.
*GREP!*
Naga hitam keunguan dengan ciri khas angka 666 di dahinya, yaitu Trihexa666 yang hendak memukul Great Red dengan tangan besarnya di tangkap oleh tangan Naruto mode Bijuunya.
Sontak membuat para Naga itu menoleh kepadanya, bahkan Naga hitam besar atau Ophis yang sedang berhadapan dengan Kholkikos saja menoleh. Semuanya terkejut, Trihexa menatap tajam Naruto.
"Siapa kau!? Mengganggu pertarungan kami para Naga," bentak Trihexa666.
Mode Bujuu Naruto menarik tangan Naga Trihexa666.
"Aku yang akan menghentikan pertarungan tak berguna ini, Sialan!"
*Duagh!*
Trihexa666 tersungkur ke belakang setelah dipukul oleh tangan mode Bijuu Naruto, 2 pohon besar tumbang olehnya.
__ADS_1
*GREP!*
Ophis yang hendak menerjang mode Bijuu Naruto langsung tertahan, Lehernya di cengkeram oleh mode Bijuu Naruto tanpa menoleh ke arah Ophis.
"Le-lepaskan. Mahkluk aneh." Ucap Ophis kesusahan.
*Wussssh!*
Naruto langsung melempar Ophis ke arah Trihexa666.
*Duagh!*
"Menyingkir. Sialan!" ucap Trihexa666 sambil memukul Ophis agar tak menghalangi pandangannya. Sehingga Ophis tersungkur ke samping.
Mulut Trihexa terbuka, sihir api besar berkumpul di mulutnya.
[Destructive fire!]
Seketika mode Biju Naruto menyatukan tangannya saat bola besar dan panas melesat ke arahnya.
*DUAGH!*
Bola api besar itu terhenti, seperti membentur sesuatu yang tak terlihat oleh siapa saja 5 meter di hadapan Mode Bijuu Naruto.
*SRING!*
Dan tiba-tiba menghilang, membuat 4 Naga di situ bingung dan bertanya-tanya mengenai serangan bola api tersebut.
*BOOOOOOOOOOOM!*
Seketika 4 Naga itu melebarkan mata, mereka terkejut atas suara ledakan besar yang lumayan jauh dari posisi mereka berada.
Naruto tersenyum, mode Bijuu Naruto bersedekap dada. Menatap 4 Naga yang terkejut tak jauh dari hadapannya.
"Siapa yang ingin bertarung? Kemari! Lawan diriku. Akan kuajarkan bagaimana tak bergunannya bertarung karena ego tinggi kalian!" ucap Naruto menantang.
Nampak Great Red dan Kholkikos sedikit mundur ke belakang.
Tapi tidak bagi Trihexa666 dan Ophis yang malah menggeratkan gigi-gigi tajamnya karena kesal. Kata-kata Naruto seperti hinaan baginya.
*WUSH!*
*WUSH!*
Trihexa666 dan Ophis langsung menerjang Naruto mode Bijuu. Dan Naruto yang berada di dalam Mode Bijuu tersebut tersenyum menyerigai.
.
*BOOOOOOOOM!*
.
Dan terjadilah ledakan besar setelah benturan pukulan Naruto mode Bijuu dengan Trihexa666 dan Ophis, sampai-sampai membuat Great Red dan Kholkikos sedikit terseret mundur kebelakang karena ledakan itu terlalu besar menurutnya.
Dan terjadilah pertempuran besar selama 3 hari 3 malam antara Naruto melawan Trihexa666 dan Ophis.
Walau nyatanya, pas hari ke-2, Naruto sudah tak sanggup lagi melawan 2 naga itu, tapi ia bersyukur, entah dorongan apa membuat Great Red dan Kholkikos sedikit memberi bantuan kepada Naruto. Sehingga Naruto mampu memngumpulkan Chakra Senjutsu lagi, dan akhirnya bisa mengalahkan mereka.
Dapat dilihat sekarang ini, setelah pertarungaan dan hari telah sore.
__ADS_1
Kini Naruto tampak tertidur di bawah pohon besar yang kemungkinan karena kelelahan atas pertarungannya yang selesai tadi siang.
"MAU APA KAU, TRIHEXA SIALAN!"
"APA KAU BILANG HAAAAAA! KHOLKI SIALAN!"
"KAU YANG SIALAN!"
""DIAM SIALAN!""
"KAU YANG DIAM! SIALAN RED! SIALAN OPHIS!"
*Twich!*
Mata Naruto yang tertutup berkedut, samar-samar ia mendengar perdebatan suara pria dan wanita yang nampak begitu jelas di telinganya.
Mata Naruto langsung terbuka, ia langsung duduk dari terbaringnya. Menatap kesal 3 wanita dan 1 pria yang sedang berdebat tak jauh di hadapannya.
Dengan wanita berambut Merah itu Great Red, Yang berambut putih itu Kholkikos, Yang berambut hitam keunguan itu Trihexa666, satu-satunya pria di situ. Serta perempuan bertubuh anak kecil dan memiliki rambut warna hitam panjang itu Ophis (DxD).
Mereka berdebat, sejauh mata Naruto lihat. Mereka nampak saling bermusuhan semua, hanya Great Red dan Khokikos yang nampak akur saling mendukung dan membela.
Terus berdebat, sampai tak menyadari bahwa Naruto telah berdiri, tangannya mengepal sangat erat, urat-urat kekesalan di kepala Naruto telah banyak bermunculan.
"DIAM KALIAN!"
*Ctak! Ctak! Ctak! Ctak!*
Jitakan keras mendarat di kepala mereka, dan pelakunya adalah Naruto itu sendiri yang kini memasang wajah Watados-nya.
""Au... Au... Kenapa disini rasanya tak enak banget."" Ucap Trihexa666 dan Ophis bersamaan sambil menggelus kepala mereka masing-masing.
Sedangkan Great Red dan Khiolkikos hanya diam saja sambil mengelus kepala mereka masing-masing juga.
"Huh..." Naruto menghela nafas, ia heran atas kepolosan para Naga di hadapannya itu.
"Itu namanya Sakit."
"Sakit?"
Ucap mereka semua sambil memiringkan kepalanya.
"Apa kalian tak pernah merasakan perasaan seperti itu?" tanya Naruto. Mereka pun hanya geleng-geleng kepala.
"Huh..." lagi-lagi Naruto menghela nafas.
"Begini, apa yang kalian rasa itu adalah sebuah perasaan. Seperti rasa sakit, kalian akan merasakan perasaan yang tak enak bagi kalian. Begitu juga sebaliknya, jika kalian merasa senang, maka perasaan nyaman dan enak akan dirasa oleh kalian. Dan masih banyak lagi sebuah ungkapan perasaan, seperrti bahagia, sedih, kecewa, dan lain sebagainya Bla. Bla. Bla. Bla..." Dengan Detail, Naruto menjelaskan panjang lebar pengetahuannya kepada Trihexa666, Great Red, Kholkikos dan Ophis.
Apapun yang Naruto tau, semuanya dijelaskan. Walau aneh, saat dipertengahan penjelasaannya Naruto sempat membatin.
'Kenapa aku melakukan hal seperti ini?' sungguh aneh.
Tapi mereka yang mendengarkan ocehan Naruto hanya mangut-mangut saja, seperti memahami apa yang diucapkan oleh Naruto.
Dan Naruto tak perlu meminta mereka memperkenalkan diri. Karena Naruto sudah tau Nama mereka masing-masing saat pertarungannya sebelumnya, karena mereka saling meneriaki nama mereka, cukup mudah bagi Naruto mengetahui nama mereka.
.
.
__ADS_1
T.B.C