STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 103


__ADS_3

"Mungkin sedikit ucapan membosankan dariku akan kusampaikan pada kalian generasi iblis sekarang dan tolong dengarkan walau hanya sebentar,"


.


#Skip Time


.


1 jam berlalu Naruto mengeluarkan jurus kata-kata bijaknya yang penuh makna yang pada dasarnya memiliki makna penting yaitu indahnya perdamaian, maksud dari kata-katanya.


Dan para iblis muda pun dengan antusias mendengarkannya. (Jelas akan didengarkan oleh para iblis muda, orang Naruto adalah tokoh penting di Underword.


Entah itu ucapan tak bermutu pun pasti akan didengarkan oleh mereka).


"Selanjutnya giliranmu, Odin-dono," kata Sirzech setelah Naruto mengakhiri ceramahnya dan sekarang mundur ke belakang dan berdiri tepat di antara Serafall dan Gabriel.


Dan Odin yang merasa disuruh pun langsung melangkah ke depan panggung ruangan tersebut.


Tapi saat ingin mengucapkan kata-katanya tiba-tiba di langit-langit ruangan muncul lingkaran sihir khas dewa dari Asgard.


"Aku tidak setuju kau beraliansi dengan bangsa iblis, pak tua," tiba-tiba dari lingkaran sihir tersebut muncul sosok pria berambut putih panjang yang senada dengan pakaiannya yang berwarna putih panjang serta celana bahan putih panjang juga yang sedang melayang di ruangan tersebut.


"Sudah kuduga. Kau datang kemari, Loki," ucap Odin menghela nafas karena tau siapa sosok tersebut yang ternyata adalah Loki anak termudanya.


"Hora! Hora! Loki! Bisakah kau tak mengganggu acara penting kami," tiba-tiba Naruto berdiri di samping Odin sambil menatap Loki yang melayang. Dan entah kenapa Loki langsung menatap sengit Naruto.


"Sialan kau Naruto! Gara-gara dirimu anakku tak bisa kumanfaatkan lagi," ucap sengit Loki kepada Naruto.


"Hentikan impianmu bodohmu itu Loki! Seorang anak tak sepantasnya dimanfaatkan untuk hal-hal buruk. Mereka memiliki impian mereka masing-masing asal kau tau," balas sengit Naruto tak mau kalah.


"Cih! Tanpa anakku yang kau hasut pun aku masih memiliki anak lainnya yang bisa mewujudkan Ragnarok sesuai impianku," ucap Loki lalu menciptakan lingkaran sihir lumayan besar di hadapannya.


"Datanglah anak tercintaku," sambungnya.


Tiba-tiba lingkaran sihir tersebut mengeluarkan ledakkan sehingga membuat para iblis muda panik dan berhamburan keluar ruangan.


Sontak ledakkan tersebut menghasilkan debu beterbangan dan lama-kelamaan debu tersebut menghilang dan menampakkan sosok serigala yang berukuran besar.


"Fenrir!" kejut Rosweiss saat melihat sosok serigala besar tersebut.


"Ya ampun, apa-apaan ini. Kenapa mahkluk yang bisa membunuh dewa muncul disini?" kata Azazel menghela nafas.


"Loki! Cepat kembali dan bawa mahkluk itu!" tegas Odin kepada Loki.


"Cih! Jangan mimpi pak tua! Aku tak akan pergi sebelum tujuanku tercapai." Balas Loki datar lalu menjentikkan jarinya.


Tiba-tiba serigala tersebut melompat ke pilar-pilar penyangga bangunan sehingga seketika pilarnya runtuh berjatuhan di ruangan tersebut.


Tiba-tiba serigala tersebut menoleh ke arah Akeno yang nyatanya dekat dengan serigala tersebut dan seketika serigala tersebut langsung melompat untuk menerjang Akeno.


Seolah tak bisa apa-apa Akeno memejamkan matanya karena mau lari pun kesusahan oleh Kimono yang ia kenakan.


"Hora, hora serigala jelek, lawanmu adalah aku ," suara Menma yang melompati Akeno dengan kepalan tangan yang sudah dialiri Chakra langsung di arahkan ke kepala serigala tersebut.


BUGH!


BRAK!


Tinju Menma sangat keras tepat mengenai kepala serigala tersebut sehingga membuat lantainya retak hasil benturan keras sang serigala.


"Kau tak apa-apa?" tanya Menma kepada Akeno yang masih menutup matanya. Dengan perlahan Akeno membuka matanya dan terkejut.


"Um, terima kasih." Angguk Akeno. Tanpa pikir panjang Menma langsung membawa Akeno dengan cara digendong untuk menjauh dari kekacauan.


Dan anehnya Akeno tak memprotes atas tindakkan Menma yang terbilang dengan cara paksa tanpa seizinnya yang main menggendongnya saja.


Sedangkan Loki yang melihat Fenrir seperti itu hanya mendesis tak suka lalu menoleh ke arah para tamu undangan penting yang ternyata sudah bertambah adanya Baraqiel yang di telapak tangan mengalir percikan listrik putih, sedangkan Naruto sedang berbisik kepada Ajuka tapi Loki tak mencurigai itu.


"Loki! Santailah dikit, kita ngobrol-ngobrol bentar. Apa kau tak ingin mengenal menantumu," ucap santai Naruto sedikit serigai dan entah kenapa Azazel langsung diam mematung.


"Ha! Siapa yang berani menyentuh Hel? Mana? akan kupotong-potong tubuhnya?" kesal Loki dan entah kenapa serigai Naruto tambah lebar.


"katanya sudah tak membutuhkan anak yang tak dapat kau manfaatkan. Kenapa kau terlihat kesal saat mendengar putrimu sudah dimiliki orang," ucap Naruto tersenyum mengejek dan entah kenapa Loki langsung terdiam.


Tiba-tiba sebuah sihir berbentuk piramida mengurung Loki serta Fenrir di dalamnya membuat Loki menggeratkan gigi-giginya karena marah dan pelaku pelancaran sihirnya adalah Ajuka di belakang Naruto.


"Ternyata jurus Bacot no jutsu mempan juga untuk mengalihkan musuh hahaha!" dengan bangga Naruto memberitau nama jurusnya dan orang-orang yang mendengar ucapan Naruto langsung memiringkan kepala tanda tak mengerti.


"SIALAN KAU NARUTO! BEELZEBUB!" teriak Loki dan seketika langsung menghilang entah kemana karena ulah Ajuka.

__ADS_1


"Lebih baik cepat bahas masalah ini, sihirku memiliki batas hingga nanti sore," ucap Ajuka setelah berhasil memindahkan Loki serta Fenrir ke tempat jauh di underword tapi masih tersegel oleh sihirnya Ajuka.


"Kita bahas di dalam," ucap Sirzech mengajak ke sisi ruangan khusus dan dijawab anggukkan oleh mereka semua.


Lalu orang-orang penting disitu langsung melangkah menuju ruangan yang ditunjuk Sirzech.


"Ehem!" tiba-tiba Baraqiel melangkah beriringan dengan Naruto.


"Apa? Kau keselek," asal tebak Naruto atas deheman Baraqiel.


"Sepertinya kita akan jadi besanan," bisik Baraqiel tepat di samping telinga Naruto.


Sontak Naruto melebarkan mata terkejut langsung merangkul pundak Baraqiel sambil berbisik.


"Kita bahas ini nanti, tunggu aku diluar," bisik Naruto dan langsung dijawab anggukan kepala oleh Baraqiel.


Lalu Naruto melepaskan rangkulannya dan melangkah memasuki ruangan sedangkan Baraqiel berbalik badan dan melangkah keluar bangunan sambil sesekali melirik ke arah rombongan anak-anaknya Naruto yang terdapat Akeno di belakang Menma yang tak henti-hentinya memandang Menma.


.


#Dalam Ruangan


.


Dan kini para tamu penting sudah berkumpul di dalam ruangan saling duduk berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja besar.


Sirzech, Ajuka, Serafall, Naruto dan Falbium yang duduknya berhadapan dengan Azazel, Michael, Gabriel dan Odin, Dan diantara Gabriel dan Odin masih tersisa satu kursi yang kosong serta di belakang Odin ada Rossweiss yang berdiri.


Semuanya masih terdiam, belum ada yang angkat suara, Hanya suasana yang terbilang aneh jika diperhatikan.


Semuanya diam serius kecuali Serafall yang menatap tingkah Gabriel yang aneh. Dari tadi Gabriel terus menunduk dan sesekali melirik ke depan, lebih tepatnya ke arah orang di samping Serafall.


tapi langsung menunduk lagi entah karena apa. Sedangkan Rossweiss terus menatap Naruto dengan tatapan anehnya.


"Jadi. Bisa kita mulai pembahasan masalah ini, aku banyak kesibukan lainnya soalnya." Ucap Naruto tiba-tiba bersuara.


"Cih! Sibuk katanya, bukannya disini yang hidupnya enak itu dirimu Kuning kampret! Pekerjaan rumah sudah diurus harem-mu, kedai juga sudah diurus harem-mu. Terus apa kesibukanmu ***!" kesal Azazel. Seperti biasa, Azazel selalu kesal dengan Naruto atas keberuntungannya yang membuat Azazel selalu iri.


"Adalah kesibukanku pastinya. Yaitu tidur," santai Naruto.


Dubrak!


"Itu bukan kesibukan kampret!" kesal Azazel.


"Sekarang masih dibilang pagi. Kemungkinan akan bertahan sampai nanti sore." Jawab Ajuka memberitau.


Srek!


"Aku akan kembali ke Asgard, aku ingin Loki disegel dengan Mjolnir," tiba-tiba Odin berdiri dari duduknya.


"Lebih cepat lebih bagus pak tua. Selagi kau mengambil Mjolnir, kami akan menyusun rencana untuk mengulur waktu jika Loki sudah terlepas dari sihirnya Ajuka sambil menunggu Mjolnirnya," ucap Naruto menyetujui dan didukung anggukan yang lainnya.


"Aku tau kampret!" balas Odin sedikit kesal karena ucapan Naruto sedikit diselipi dengan ejekan.


Lalu Odin melangkah mendekati tembok ruangan dan seketika terciptalah lingkaran sihir di tembok tersebut.


"Titip dia padamu," sambungnya sambil menunjuk Rossweiss


"Woy. Woy. Woy. Jangan asa-" ucap Naruto langsung terputus karena Odin langsung masuk kelingkaran sihir ciptaannya dan seketika langsung menghilang.


"Huh. Dasar," dan Naruto langsung memijit kepalanya entah karena apa lalu menoleh ke arah Rossweiss.


"Na Naruto-sama, to-tolong ja-jangan tinggalkan aku," ucap Rossweiss dengan gelagat malu-malunya serta pipinya yang sedikit merona yang tercetak jelas di pipinya.


Sontak ucapan Rossweiss serta gelagatnya membuat semua pasang mata menatapnya aneh.


Bukan aneh orangnya, melainkan kata-katanya yang terbilang seperti seseorang yang tak ingin ditinggalkan kekasihnya.


Ctak!


Dan serpihan batu pun mendarat tepat di kepala Naruto dengan pelakunya adalah Azazel yang entah dari mana dapat serpihan batu tersebut.


"SIALAN KAU AZAZEL!"


Kesal Naruto yang sedang mengelus kepalanya yang lumayan sakit sambil menatap tajam Azazel.


Sedangkan Azazel sebagai pelaku hanya memasang wajah tanpa dosa seolah-olah dirinya tak pernah melakukan kesalahan.


"Jadi. Siapa yang akan kau suruh untuk mengulur waktunya, Naruto?" tiba-tiba Sirzech bertanya.

__ADS_1


Sontak membuat Naruto menoleh ke arahnya dan mode kekesalan terhadap Azazel pun menghilang.


"Mungkin tim Rias dan Sona bisa menanganinya," balas santai Naruto yang sudah tak menoleh ke arah Sirzech dan langsung ditatap oleh Sirzech dan Serafall.


"Apa kau yakin Naru-kun? Yang dilawan itu Dewa, bukan sekelas iblis liar." Ucap Serafall sedikit tak yakin.


"Tenang saja. Aku juga akan menyuruh anak-anakku untuk membantunya. Apa kalian tak ingin melihat hasil latihannya," kata Naruto kepada Sirzech dan Serafall.


"Baiklah, aku juga ingin melihat perkembangannya sudah seberapa jauh hasilnya," balas Sirzech tenang.


"Baiklah jika keputusanmu seperti itu," timpal Serafall menyetujui keputusan Naruto.


"Pihak Malaikat juga akan membantu," tambah Michael memberitau. Dan dijawab anggukkan oleh semuanya.


Dan selanjutnya tak ada lagi yang membahas kekacauan yang dibuat Loki, melainkan diganti obrolan santai mereka. Tapi Naruto selalu menghindar pembicaraan dengan Gabriel.


Entahlah Naruto menjadi cakung saat mau berbicara dengan Gabriel semenjak kejadian kemarin malam di kedainya atas pembicaraannya dengan Michael.


Dan anehnya dari tadi Falbium terus tertidur seolah-olah tak terganggu oleh suasana di ruangan tersebut.


.


.


#BRITANIA


.


Berbeda dengan di Underword yang sedang terjadi kekacauan. Disalah satu ruangan Istana Britania atau lebih tepatnya di kamar milik putri tertua Raja pendragon atau Arturia.


Saat ini Arturia sedang membereskan baju-bajunya ke dalam koper besar yang nampaknya dirinya akan pergi dari kerajaan Britania.


Di ruangan itu Arturia ditemani Lucy selaku putrinya yang juga ikut membantu membereskan perlengkapannya.


"Kau mau kemana, putriku?"


Tiba-tiba dari bibir pintu kamar milik Arturia nampak Raja Pendragon selaku ayahnya Arturia yang tak mengerti maksud dari tindakkan Arturia saat ini.


"Aku akan pergi ke Jepang. Sudah saatnya Lucy tau siapa ayahnya yang sebenarnya,"


Balas Arturia memberitau maksud tindakkannya saat ini dan hanya dibalas helaan nafas oleh Raja Pendragon.


"Ayah tak akan melarang apa keinginanmu. Ayah hanya bisa memberikan doa agar tak terjadi hal-hal buruk nantinya,"


Kata Raja Pendragon tenang tapi sebenarnya ada rasa khawatir di dalam hatinya dan Arturia tau kalau Ayahnya memang mengkhawatirkannya.


"Ayah tenang saja. Aku sudah siap dengan keputusanku ini. Jadi Ayah tak perlu khawatir."


Ucap Arturia meyakinkan agar Ayahnya tak khawatir padanya dan Raja Pendragon hanya mengangguk mengerti.


"Jika kau sudah menemuinya, tolong beri kabar langsung padaku,"


Ucap Raja Pendragon dan dijawab anggukkan kepala oleh Arturia. Lalu Raja Pendragon berbalik badan dan melangkah meninggalkan kamar putrinya.


"Mama, apakah nanti ayah akan menerima kehadiran kita?"


Tanya Lucy sambil menunduk tepat di hadapan Arturia.


Walaupun dalam hati Lucy ingin sekali tau siapa sosok ayahnya tapi dia takut jika kehadirannya tak diterima oleh sosok ayahnya nanti.


Bukan jawaban yang didapat dari Arturia, melainkan usapan lembut di kepalanya saat ini.


Sontak Lucy dengan perlahan menegakkan kepala dan menatap sosok ibunya.


Sungguh senang perasaan Lucy karena saat ini Arturia memasang senyum tulus padanya sambil mengelus surai rambutnya.


"Ayahmu adalah orang baik, Mama yakin. Ayahmu akan menerimamu dengan baik,"


Ucap Arturia meyakinkan putrinya dengan senyuman hangat yang selalu di tunjukkan untuk Lucy, anak tercintanya.


Dan sedikit-demi sedikit rasa takut Lucy pun mereda karena senang dan bahagia atas kasih sayang yang selalu diberikan oleh sosoh ibunya.


Dan setelah perasaan Lucy yakin akan keputusan Arturia, mereka melanjutkan lagi acara membereskan perlengkapan mereka yang akan dibawa untuk kepergian mereka nanti.


.


.


" Ya tuhan, berikan aku kemudahan dan keyakinan dalam mengambil keputusanku ini,"

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2