STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 145 Arc Crumbs Of Heart 1 : Kembali


__ADS_3

# UNDERWATER KINGDOM


.


#MALAM


.


"Emmmmmhhhh,"


Suara erangan khas orang baru bangun tidur, tapi anehnya sekarang adalah malam, jadi bisa di katakan terbangun di tengah malam.


Dan ternyata orang yang terbangun di tengah malam itu adalah Naruto yang sedang membuka matanya dari pingsannya.


Naruto langsung melihat sekeliling.


"Huh," dan langsung menghela nafas setelah melihat sekeliling yang ternyata adalah kamar dan di samping kiri dan kanannya terdapat 2 sosok wanita yang tertidur di pinggiran ranjang yang hanya kepalanya saja yang bertumpu pada ranjang.


Dan Naruto langsung tersenyum setelah tau siapa wanita tersebut yang ternyata Olive di sebelah kiri dan Shirahoshi di sebelah kanan.


Naruto langsung beranjak dari tidurnya dan ternyata hanya memakai kaos putih polos lengan pendek serta celana pendek selutut saja.


dengan hati-hati agar tak membangunkan mereka berdua Naruto turun dari ranjangnya.


Lalu Naruto mendekati Shirahoshi dan mencoba mengangkatnya untuk memindahkannya ke atas ranjang tempat tidurnya dengan hati-hati juga agar tak terbangun, dan itu berhasil.


Lalu Naruto mendekati Olive dan melakukan lagi apa yang tadi di lakukan terhadap Shirahoshi, dan pastinya dengan hati-hati agar Olive tak terbangun dari tidurnya, dan itu berhasil.


Kini ranjang tempat tidur diisi oleh 2 wanita yaitu Shirahoshi di sebelah kanan dan Olive di sebelah kiri.


Setelah itu Naruto melangkah keluar kamar dan yang pertama di tuju adalah dapur Istana, karena Naruto merasa kehausan.


Hingga tak berselang lama langkah Naruto sampai pada dapur Istana dan mengambil minuman yang sudah tersedia di situ lalu meminumnya.


Lalu Naruto melangkah menuju rak dapur dan mengambil beberapa bahan seperti teh dan gula.


Dan kemudian Naruto membuat teh hangat, setelah jadi kemudian Naruto membawanya ke balkon Istana untuk menikmati teh hangat sambil melihat pemandangan kerajaan dari lantai 2 Istana.


Tap!


Naruto menaruh gelas berisi teh hangatnya di pagar tembok pembatas balkonnya dan Naruto langsung duduk di atas pagar tembok pembatas sambil menyenderkan punggungnya di pilar penyangga Istana.


"Huh," Naruto menghela nafas.


"Kurama." Panggil Naruto kepada patner di dalam tubuhnya.


"Ha," singkat Kurama membalas panggilan Naruto.


Naruto menyenderkan kepalanya di pilar penyangga Istana.


"Apakah kau tau sesuatu Kurama, entah kenapa aku merasa akhir-akhir ini sering kelelahan dan pingsan setelah mengeluarkan banyak Chakra," tanya Naruto.

__ADS_1


"Masuklah ke dalam Mindscapemu, nanti akan kujelaskan," balas Kurama.


Lalu Naruto memejamkan matanya dan berkonsentrasi untuk masuk ke dalam alam bawah sadarnya.


.


.


#Minscape On


.


Kini Naruto telah berada di dalam alam bawah sadarnya dan sedang berhadapan langsung dengan Kurama dan Liebe di hadapannya serta 2 naga yang berada di dalam sel tepat di belakang Kirama dan Liebe.


Naruto menoleh ke arah Kurama.


"Jadi. Bisa kau jelaskan, Kurama?" tanya Naruto.


"Hmm, lihatlah ke bawah," balas Kurama sambil menunjuk arah bawah.


Sontak Naruto langsung melihat ke arah yang di tunjuk Kurama dan memperhatikan dengan seksama.


Dan entah kenapa Naruto langsung melebarkan mata terkejut setelah melihat apa yang di tangkap oleh matanya.


Sontak Naruto langsung menoleh ke arah Kurama.


"Aku tak salah liat kan, Kurama? Segel pengekang Irisviel mulai retak?" tanya Naruto seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya tadi.


"Huh," Naruto menghela nafas.


"Kenapa malah jadi seperti ini ya?" gumamnya.


"Woy Gaki! Bisa kau jelaskan kenapa Holy Grail ada padamu?" tanya Skiadrum dari dalam sel menatap Naruto.


Sontak Naruto langsung menoleh ke arah Naga Skiadrum.


"Yah bisa di katakan aku ini benci peperangan, dulu aku pernah menyaksikan peperangan yang merebutkan cawang suci itu. Karena perang itu mengakibatkan banyak memakan korban tak bersalah, aku pun mencuri cawang itu yang pada saat itu ada di tangan para dewa-dewi Babilonia dan langsung kusegel di dalam tubuhku dengan niat awal pencurianku agar tak terjadi peperangan selanjutnya bila cawangnya sudah menghilang," jelas Naruto memberitau.


"Apa kau tau resikonya menyimpan benda seperti itu?" tanya Skiadrum lagi.


"Ya aku tau, jika ada yang mengetahui bahwa cawang tersebut ada padaku, maka aku akan di buru oleh siapa pun. Terutama bagi mereka yang tau kegunaan cawang tersebut," balas Naruto memberitau.


"Lalu. KENAPA KAU MENYIMPAN BENDA ITU DI SINI GAKI! KAU GILA YA!" bentak Skiadrum tak habis pikir dengan kelakuan Naruto yang main menyimpan benda-benda berbahaya.


Sontak Naruto serta Kurama dan Liebe langsung menutup telinganya dengan kedua tangannya agar tak mendengar teriakan keras Skiadrum,


kalau untuk Acnologia dia sedang tertidur dengan telinganya yang sudah di subal dengan kain, sehingga tak mendengar teriakan Skiadrum.


"Aku tau, aku tau. Jangan teriak-teriak sialan! Aku sudah dengar!" bentak Naruto.


"Huh," Skiadrum kembali tenang.

__ADS_1


Dan Naruto menghentikan acara menutup telinganya dengan kedua tangannya.


"Segel yang kugunakan itu segel jiwa, otomatis benda yang kusegel itu telah tersamarkan oleh auraku dan tak bisa di jangkau oleh siapa pun," jelas Naruto memberitau dengan tenang.


Kurama menatap Naruto. "Tapi Gaki, segel itu sama saja membagi tenagamu. Dengan kata lain, tenagamu sudah tak mencapai 100 persen karena telah terbagi dengan segel itu." Kata Kurama.


Naruto memegang dagunya.


"Benar si, aku menyegel dengan memotong tenagaku 5 persen untuk menyegel dan di bawah ada 3 perwujudan benda yang kusegel, otomatis aku sudah memotong 15 persen tenagaku," ujar Naruto.


"Jangan lupa pepatah seperti ini, tenaga orang tua telah di salurkan ke anak-anaknya. Anggap saja 1 persen di salurkan ke satu anak, coba kau hitung berapa anakmu Gaki," ucap Kurama.


Naruto berpikir dan mulai menghitung berapa anak-anaknya menggunakan jari-jarinya.


"Hmm, ada 16," ucap Naruto setelah menghitungnya.


"Ditambah wanita yang bersetubuh denganmu yang di jelaskan kemarin, siapa tau ada hasilnya bukan?" ucap Kurama.


Lagi-lagi Naruto menghitung dengan Jarinya.


"Hmm, 16 ditambah 6 berarti anakku ada 22," ucap Naruto setelah selesai menghitungnya.


"Ditambah anakmu yang ada di dunia Elemental Nation dan wanita janda itu, siapa tau ada hasilnya juga?" ucap Kurama lagi.


Naruto kembali menghitung.


"Hmmm, 22 di tambah 1 anak kandungku di dunia Elemental Nation dan 1 lagi apabila bibi Mikoto juga memiliki keturunanku, maka keseluruhan anakku ada 24," jelas Naruto setelah menghitungnya.


Liebe dan Skiadrum melebarkan mata. 


"Buset! Itu sudah bisa membangun 1 Clan," kejut Skiadrum sedangkan Liebe hanya geleng-geleng kepala.


"Ah ganti julukan saja. Jangan Raja Iblis, tapi King Harem. Ah bukan, bukan, king harem kurang bagus," ucap Liebe sambil berpikir.


Twich! Perempatan muncul di pelipis Naruto.


Tiba-tiba Liebe langsung menghadap ke arah Naruto sambil membungkuk hormat dibuat-buat. 


"Oh God Harem- sama kha kha kha," ucap Liebe sambil cengengesan.


"DIAM IBLIS JELEK!"


Bentak Naruto sangat kesal karena tak suka dengan julukan yang di berikan oleh Liebe.


"HAHAHAHAHAHAHAHAHA!"


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2