
.
2 HARI KEMUDIAN
.
Embun sejuk dan suara burung yang terus berkicau adalah teman pagi bagi setiap orang yang akan memulai kegiatan barunya.
Ada yang memasak, ada yang sudah bersiap-siap bekerja, ada yang sudah pergi ke pasar dan lain sebagainya.
Bahkan ada yang masih tidur seperti orang yang ada di rumah ini.
.
BRAK! BRAK! BRAK!
.
"WOY MINATO! Jangan mentang-mentang hari libur kau tidur seenaknya ya!" kesal Naruto saat membangunkan Minato yang sudah jadi kebiasaan saat hari libur alias bangun siang.
"BERISIK TOU-SAN!" sahut Minato menutup telinganya dengan bantal.
"Kalau kau tidak bangun, tidak ada jatah ramen untukmu Minato!" teriak Naruto dari luar kamar Minato membuat Minato langsung bangun.
"Baik-baik aku bangun Tou-san!" balas Minato langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Cepat mandi, Tou-san tunggu di bawah!" kata Naruto lalu meninggalkan kamar Minato dan Minato langsung melangkah ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
.
.
#Skip Time
.
Setelah membangunkan Minato, kini Naruto menuju dapur untuk memastikan kalau Kalawarner bisa memasak.
padahal Naruto sendiri bisa memasak tapi Kalawarner dengan tegas memberi alasan 'memasak adalah kewajiban wanita' membuat Naruto pasrah dan mengalah.
Memang diwajibkan bagi seorang wanita harus bisa memasak meskipun hanya bisa memasak air sampai gosong, itu sudah dikategorikan memasak.
__ADS_1
"Sudahlah Kalawarner-san, biar aku bantu," kata Naruto merasa tidak enak membiarkan Kalawarner memasak dengan bantuan buku resep.
"Tidak Naruto-kun! Aku harus bisa memasak," Tolak Kalawarner yang sedang berjuang dan teliti saat memasukkan bahan-bahan masakan.
"Baiklah jika itu keinginanmu." balas Naruto pasrah lalu membuat kopi dan dibawa ke teras depan untuk bersantai sambil membaca koran hari ini.
.
" Berjuanglah Kalawarner, berilah kesan terbaik untuk calonmu." batin Kalawarner menyemangati diri sendiri.
.
Karena rencananya kedai akan dibuka agak siangan, maka pagi ini Naruto memanfaatkannya untuk bersantai di teras depan rumah ditemani segelas kopi panas dan koran menunggu masakan Kalawarner jadi.
"Tou-san,"
tiba-tiba acara bersantai Naruto terganggu oleh kehadiran 3 gadis disampingnya yaitu Naruko, Vivi dan Mitlet yang sudah berpakaian rapi seperti mau berpergian dan hanya dijawab deheman Naruto yang masih fokus membaca koran.
"Tou-san, hari ini kami ijin keluar ya?" minta Naruko mewakili Vivi dan Mitlet sedangkan Naruto hanya melirik dari ekor matanya.
"Mau kemana?" tanya Naruto tanpa menoleh ke orangnya.
"Biasa Tou-san, kebutuhan wanita" balas Naruko memberitau.
Akan tetapi Naruko, Vivi dan Mitlet tidak beranjak pergi setelah mendapat ijin Naruto, malah Naruko dan Vivi mendekati Naruto dengan malu-malu memainkan jarinya.
Tapi Naruto sudah tau jika Naruko dan Vivi melakukan hal tersebut pasti ada maksud tertentu.
"Hai hai Tou-san kasih," kata Naruto sambil mengambil dompet di kantong celananya lalu mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompetnya dan memberikannya kepada Naruko.
.
"YEY TOU-SAN YANG TERBAIK!"
.
Teriak senang Naruko dan Vivi lalu mencium pipi Naruto bersamaan, Naruko di pipi kanan dan Vivi di pipi kiri. Setelah itu Naruko dan Vivi pergi keluar rumah mengajak Mitlet ke pusat perbelanjaan.
"Huh, mereka itu," gumam Naruto sambil geleng-geleng kepala.
Padahal anaknya sudah besar tapi masih kayak anak kecil saja, pikir Naruto.
__ADS_1
Lalu Naruto meminum kopinya dan melanjutkan lagi acara bersantainya sambil membaca koran.
Tak lama kemudian datanglah Menma dan Raynare dengan pakaian yang sudah rapih juga seperti pasangan muda yang hendak berkencan.
"Tou-san, Hari ini aku dan Raynare tidak kekedai ya?" ijin Menma kepada Naruto yang didampingi Raynare di sebelah Menma.
Lalu Naruto menoleh dan tau maksud Menma.
"Tou-san tau, pasti kalian mau berkencan kan?" tebak Naruto membuat Menma dan Raynare bersemu merah karena malu.
"Hehe Tou-san tau saja," kikuk Menma karena tebakan Naruto tepat sekali.
"Baiklah Tou-san ijinkan dan jangan terlalu malam pulangnya," kata Naruto mengijinkan membuat Raynare senang tapi tidak dengan Menma.
Menma merasa ada yang aneh dengan ayahnya yang tidak seperti dulu yang biasa mengintrogasi dulu sebelum pergi, tapi sekarang dengan mudahnya ayahnya mengijinkanya.
"Serius Tou-san?" tanya Menma memastikan dan dijawab anggukan Naruto membuat Menma percaya lalu melangkah keluar mengajak Raynare.
Tapi sebelum Menma dan Raynare keluar gerbang rumah, Naruto berteriak.
.
"RAYNARE-CHAN! BILA NANTI MENMA BERBUAT MACAM-MACAM PADAMU, KAU BOLEH MEMUKULNYA ATAU POTONG SAJA BARANGNYA!"
"HAI OTOU-SAMA!"
.
"Ray-chan jangan turuti omongan Tou-san," takut Menma bila Raynare benar-benar melaksanakan perintah Naruto.
"Hehe, bersiaplah Menma-kun," ucap Raynare dengan senyum misterius membuat Menma berkeringat dingin saat melihat senyuman Raynare.
"OTOU-SAMA! KAMI BERANGKAT DULU YA!
Teriak Raynare melambaikan tangan ke Naruto lalu menyeret Menma keluar rumah pergi ke taman hiburan yang berada di kota Kuoh.
.
" Mungkin sudah saatnya aku mempunyai cucu ya?" Batin Naruto sambil tersenyum menerawang langit pagi yang cerah.
.
__ADS_1
.
T.B.C