STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 175


__ADS_3

.


2 lingkaran teleport tiba-tiba muncul di ruangan khusus yang hanya terdapat para Yondai Maou, Azazel, Odin, Rossa, Baraqiel dan Rorweisse yang terdapat di ruangan tersebut sedang menatap sebuah proyektor besar yang menampilkan suatu Arena.


Dan ternyata 2 lingkaran teleport tersebut adalah rombongan yang berangkat bersama Naruto tadi.


"Apa aku telat?"


Ucap Naruto dengan percaya diri.


"Tidak juga, masih 15 menit lagi acaranya akan dimulai," balas Sirzech.


Azazel menatap Naruto


"Ngomong-ngomong, kenapa Michael dan Gabriel bisa bersamamu?" tanyanya.


"Tadi aku mampir, sekedar berkunjung saja,"


Bukan Naruto yang menjawab, melainkan Michael sendiri yang menjawab. Sedangkan Azazel yang mendengar itu semakin menatap curiga Naruto, tapi dihiraukan olehnya.


Naruto melangkah, ia mendekati Serafall dan duduk di sebelahnya, sedangkan Grayfia langsung berdiri di belakang Naruto.


Kalau untuk Michael, dia langsung duduk di samping Azazel dan Gabriel berdiri di belakang Michael.


Naruto menoleh ke arah Azazel.


"Kau tampak santai sekali, Azazel. Bukannya pernikahanmu 2 hari lagi?" Tanyanya.


"Soal itu tenang saja, aku sudah siap kapan saja."


Naruto hanya ber-O-ria saja, kemudian ia menoleh ke arah Odin dan Rossweisse.


"Bagaimana persiapannya?"


"Itu..."


"Sudah Naruto-sama. Semuanya sudah diurus oleh Dewa-Dewi di sana," balas cepat Rossweisse, memotong ucapan Odin yang hendak menjawab pertanyaan Naruto.


Naruto mengangguk mengerti. ia bersyukur, setidaknya ada Freya selaku salah satu wanitanya sudah ikut membantunya, jadi tak perlu repot-repot dirinya ikut membantu persiapan pernikahan Azazel dan Hel nanti.


"Oh ya Naruto. Aku ingin tanya sesuatu kepadamu,"


Semua terdiam, semua pasang mata langsung tertuju kepada Naruto setelah pertanyaan dari Azazel.


Sedangkan Naruto menaikkan sebelah alisnya, ia merasa heran, tak biasanya Azazel mau bertanya kepadanya.


"Apa?"


"Ini tentang inangnya Vali, si Albion. Kau pasti tau banyak tentang hal itu,"


"Jelas aku tau lah sialan! Dia kan anakku." Batin Naruto.


"Memangnya ada apa dengan Albion?"


"Sebenarnya Albion itu Naga jantan atau betina? Soalnya aku sangat penasaran dengan hal itu,"


Hening, tak ada yang bersuara. Semuanya terdiam, menunggu jawaban dari mulut Naruto. Mereka juga sama penasaran seperti Azazel, kecuali Serafall dan Grayfia yang nampak biasa saja, seperti sudah tau jenis kelamin para Naga Surgawi yang membuat yang lainnya penasaran.


Pasalnya para Naga itu tak jelas jenis kelaminnya, itu yang mereka tau.


"Huh..." Naruto menghela nafas tenang. "Albion dan Draig itu Naga Betina," ucap Naruto santai.


Semuanya mengangguk dan kembali duduk tenang.


"Sudah kuduga," ucap Azazel.


Naruto menaikkan sebelah alisnya lagi, lalu menoleh ke arah Azazel.


"Apanya yang sudah kuduga, Azazel?"


"Oh itu... Soalnya di markas aku sering mendengar perdebatan Vali dan Albion akhir-akhir ini, jadi aku berasumsi bahwa Albion adalah Naga betina yang cerewetnya minta ampun seperti para wanita yang lainnya," jelas Azazel memberi tau.


Sontak ucapan Azazel mendapatkan tatapan tajam dari para wanita di situ.


"Aku tidak cerewet ya, jangan asal ngomong kau, Gubernur Mesum." Ucap sengit Serafall.

__ADS_1


"Siapa yang bilang itu kau," balas Azazel.


"Tadi kau bilang para wanita, dengan kata lain kau menyindir kami para wanita di sini." Jelas Serafall.


"Berarti kau merasa sendiri, buktinya kau tersinggung atas ucapanku." Ucap santai Azazel.


"Kau..."


"Sudah-sudah, acaranya akan di mulai tu," ucap Naruto melerai perdebatan Azazel dan Serafall.


Sontak semuanya langsung menoleh ke arah proyektor yang ditunjuk oleh Naruto. Di situ menampilkan 2 sisi arena yang diisi oleh 2 tim berbeda yang sedang bersiap-siap memulai acara Rating Game-nya.


.


#Skip Pusat Perbelanjaan


.


Sangat ramai, sekarang pusat penjualan daging sedang ramai oleh orang-orang. Bukan ramai karena ingin membeli daging, melainkan ramai karena ada 5 bidadari (menurut orang-orang) yang sedang membeli daging tersebut.


"Penjual daging yang tampan, dagingnya berapa..?" goda Kalawarner, ia sedang mencoba menawar daging yang dijual di situ.


"Ah... Gimana ya," kikuk penjual daging, ia merona hebat saat melihat siapa yang ingin membeli dagingnya.


Apa lagi matanya tak lepas dari buah dada ketiga wanita di hadapannya.


Sambil terus bernegosiasi dengan jurus godaan oleh Kalawarner. Disisi lain Arturia dan Asuna malah gencar memasukkan beberapa potongan daging ke dalam wadah timbangan hingga menumpuk-numpuk.


Sedangkan Hancock dari tadi ingin memungut daging dengan perasaan jijik yang dirasa olehnya, sehingga dari tadi tak ada satu pun daging yang diambilnya.


Lebih aneh lagi Shirahoshi, seperti orang yang pengetahuannya Nol, Shirahoshi terus bertanya apa nama setiap barang yang di ambilnya di penjual sebelah yang menjual daging ikan segar.


"Kalawarner-san, segini sudah cukup." Ucap Asuna, sontak Kalawarner dan penjual daging menoleh padanya.


Kalawarner hanya mengangguk, sedangkan penjual daging malah menganga lebar.


"Da-daging sebanyak itu untuk stok berapa hari, Nona?"


"Untuk 2 hari,"


Penjual daging tambah menganga lebar, bayangkan saja, daging 20 kilo hanya untuk 2 hari. 


"Penjual tampan, jadi berapa semuanya..?" goda Kalawarner kembali.


"He-he.." kikuk si penjual.


.


#Skip Time


.


"Hihi, parah kau Kalawarner-san. Masa daging sebanyak ini yang dibayar hanya separuhnya."


Ucap Asuna, ia tertawa pelan saat mengingat kejadian tadi ketika Kalawarner menggoda penjual daging, yang pada akhirnya mendapatkan diskon 50 persen oleh penjualnya.


Kalawarner tersenyum.


"Hehe, dengan begini sisa uang yang diberikan Naru-kun kan masih banyak. Bagaimana kalau kita mampir di toko pakaian wanita, siapa tau ada pakaian yang bisa membuat Naru-kun tergoda nantinya pas berlibur di pulau pribadinya nanti." Ucapnya mengajak.


Yap tepat sekali, saat ini mereka telah habis berbelanja, dengan tas belanjaan yang nampaknya penuh semua di masing-masing tangan mereka.


Sontak ucapan Kalawarner membuat wanita yang lainnya terdiam berpikir.


Tiba-tiba, entah datang dari mana, muncul awan putih di atas kepala Arturia, Asuna, Hancock dan Shirahoshi.


Entah kenapa di awan putih tersebut muncul sosok masing-masing mereka yang sedang berkhayal. Mereka yang berkhayal sedang menyenderkan punggungnya di batang pohon kelapa dengan blackgraund pemandangan pantai, plus dengan pakaian Bikini yang nampak begitu sexy.


Tiba-tiba di khayalan itu muncul Naruto yang bertelanjang dada dan tangan kirinya menopang pada pohon kelapa, kemudian tangan kanannya menaikkan dagu mereka yang sedang Berkhayal. 


"Kau tampak begitu Cantik dan Sexy hari ini, Sayang. Aku jadi tambah menginginkanmu," ucap Naruto dikhayalkan mereka dengan senyum menggoda tingkat dewanya.


Pofh!


Blussss!

__ADS_1


Tiba-tiba awan khayalan mereka pecah, diikuti wajah mereka yang bersemu merah dan berasap.


Kalawarner menaikkan sebelah alisnya saat wanita yang lainnya menoleh kepadanya dengan senyuman aneh plus pipi yang merona.


"Ayuk!"


Ucap mereka serempak dengan semangat, sehingga membuat Kalawarner Sweatdrop mendengar ucapan kompak mereka.


"Y-ya.."


.


Skipp


.


Para wanita yang tadi berbelanja kini sedang berada di dalam toko pakaian khusus wanita, dan pastinya belanjaan mereka telah dititipkan tukang parkir di depan toko tersebut.


Mereka terus memilih pakai— Ah salah, bukan pakaian biasa yang mereka pilih, melainkan pakaian Bikini yang mereka pilih dari tadi.


Berbagai model Bikini mereka pilih-pilih, terus mencari yang menurut mereka cocok di tubuh mereka.


Dan pikiran kelima wanita itu sama, mereka mencoba bikini yang cocok, dan kesamaan mereka pada khayalannya. Mereka mencoba Bikini sambil membayangkan sosok Naruto memujinya nanti bila akan ditunjukkan.


Sontak hal itu membuat pegawai toko tersebut dibuat Sweatdrop plus heran, pasalnya saat kelima wanita tersebut masuk ke ruang ganti, pasti akan terdengar suara jeritan histeris entah karena apa, dan itu berulang-ulang ketika 5 wanita tersebut mencoba Bikini mereka pilih masing-masing.


"Kyaaaaaaaaaaaa!"


.


#Skip Dimension Gap


.


Nampak 2 manusia, Up! 2 Naga dalam mode manusia, yaitu Great Red dan Kholkikos. Mereka melayang-layang di ruang hampa tanpa batas tersebut sambil membicarakan sesuatu yang hanya mereka tau saja.


Tapi acara mengobrol mereka terganggu oleh portal dimensi. Great Red dan Kholkikos hanya menghela nafas saja. mereka tau, yang bisa keluar masuk celah dimensi tersebut hanya bangsa Naga saja.


Bahkan untuk sekelas sosok kuat yang mampu mengalahkan dan sosok tercinta mereka berdua saja tak mampu membuka gerbang celah Dimensi.


Jadi Great Red dan Kholkikos berasumsi, bahwa sosok yang akan masuk celah dimensi itu pasti bangsanya, yaitu bangsa Naga.


Dan benar, kini portal dimensi itu memperlihatkan sosok wanita dewasa berambut putih yang kepalanya memiliki sepasang tanduk berbentuk angka 3 yang mengarah ke bawah.


Dan Wow! Wanita itu juga telanjang seperti Kholkikos sekarang, kalau Great Red masih mending, ia memakai pakaian, tapi minim yang hanya menutupi dadanya dan **** ************* di bawah perutnya.


"Great Red! Kholkikos! Di mana pejantanmu itu!"


Teriak wanita itu nanpaknya kenal dengan Great Red dan Kholkikos.


Gread Red dan Kholkikos hanya acuh saja, bentakan wanita itu nampak tak mempan kepada mereka berdua.


Great Red bersila, ia menopang dagunya dengan tangan kanannya.


"Tenanglah Tiamat, ada apa kau sampai mencari Mate kami berdua?" tanya Great Red.


"Lihat ini,"


Ucap wanita itu yang bernama Tiamat (FGO) sambil menunjuk perutnya yang terdapat tato kepala Naga.


Great Red dan Kholkikos melebarkan matanya, mereka tau tanda apa itu. Tanda itu adalah tanda yang akan muncul di tubuh para Naga apabila telah menemukan pasangannya.


Tapi yang membuat Graet Red dan Kholkikos terkejut adalah, tanda itu sama persis dengan tatto di perut mereka, dan Ophis yang telah diketahui oleh mereka berdua.


.


.


.


.


"Mate-ku adalah pejantan kalian, dia harus bertanggung jawab atas tanda ini."


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2