
#Rumah Naruto
.
Kriieeeeeeeet!
.
Pintu kamar milik Naruto terbuka dan memperlihatkan sosok Asuna dan Freya yang baru saja keluar dari kamar milik Naruto, dan pakaiannya sudah berganti dengan pakaian santai yang mereka kenakan.
Mereka berdua melangkah ke ruang keluarga, tempat Naruto saat ini bersama Yasaka yang nampaknya Yasaka juga sudah berganti pakaian santainya.
Sedangkan untuk Kalawarner dan Katerea, mereka sedang menemani Mereoleona ke tempat penginapan yang di sewa selama ini untuk mengambil barang-barang keperluannya yang akan pindah dan tinggal di rumah Naruto mulai sekarang.
Begitu juga Hancock dan Arturia sedang menemani Robin yang juga sama-sama akan mengambil barang-barang keperluannya di penginapan, sama seperti apa yang di lakukan oleh Mereoleona.
Dan pastinya akan pindah dan tinggal di rumah Naruto mulai sekarang.
Sedangkan untuk Grayfia dan Izanami nampak sedang berada di dapur, sedang membuat makanan.
Sedangkan Serafall sedang menemani Shirahoshi keluar rumah, karena Shirahoshi penasaran dengan kehidupan mahkluk daratan plus sekalian berbelanja kebutuhan bahan makanan yang sebagian sudah habis di persediaan bahan makanan.
Naruto menoleh ke arah Asuna dan Freya.
"Bagaimana kondisinya?" tanyanya.
Asuna dan Freya duduk di hadapan Naruto dan Yasaka yang hanya di batasi oleh meja kecil saja.
"Anak itu hanya Syok saja atas kejadian yang di alaminya tadi, mungkin sebentar lagi akan siuman," ucap Asuna.
"Huh," Naruto menghela nafas lega.
"Syukurlah kalau begitu," ucapnya.
"Aku tak bisa membayangkan bagaimana anak itu bertahan hidup sendirian selama setahun. Pasti sangat sulit ya," gumam Yasaka kasihan.
Ya, semua anggota keluarga telah diberitau oleh Naruto tadi saat baru muncul di rumah tentang prihal anak yang di bawa oleh Naruto yang ternyata memang benar anaknya Naruto dengan seorang wanita yang telah meningga 1 tahun lalu.
Itu terbukti dengan Naruto yang menunjukka kertas yang tadi di baca kepada para wanitanya, tak luput juga Naruto menunjukkan foto sang ibu dari anak kecil tersebut.
"Malang sekali," timpal Freya terharu.
Naruto mendongkrakkan kepalanya ke atas langit-langit ruangan.
"Seandainya aku mengetahui ini lebih cepat, pasti anakku tak akan mengalami masa sulitnya," gumam Naruto.
Tangan Yasaka terangkat menyentuh bahu Naruto.
"Kamu tenang saja Naru- kun, kami semua akan menyayanginya seperti anak kami sendiri," ucap Yasaka mencoba menenangkan sambil mengusap bahu Naruto.
Naruto menoleh ke arah Yasaka.
"Terima kasih," senyum Naruto.
Sedangkan Yasaka, Freya dan Asuna tersenyum senang saat melihat senyuman Naruto yang sepertinya telah kembali tenang dari kesedihanya.
.
__ADS_1
Sedangkan di ruang sebelah, nampak Menma, Raynare dan Akeno masih dalam kegiatan mengobrolnya. Dan nampaknya Raynare dan Akeno tak lagi saling bermusuhan lagi, itu terbukti canda tawa senang mereka tak seperti hari-hari kemarinnya yang saling bermusuhan sengit.
Sedangkan Menma yang melihat itu semua hanya tersenyum senang saja.
Tok! Tok! Tok!
Tiba-tiba acara canda tawa Menma dengan kedua kekasihnya terganggu oleh suara ketukan pintu rumahnya.
Menma beranjak dari duduknya.
"Sepertinya ada tamu," ucapnya lalu menoleh ke arah Raynare dan Akeno di hadapannya.
"Aku tinggal sebentar," sambung Menma.
Raynare dan Akeno menoleh ke arah Menma.
"Um," angguk mereka berdua.
Lalu Menma melangkah menuju pintu rumahnya untuk melihat siapa tamu yang datang ke rumahnya.
Cklek!
Krieeeeet!
"Hooo, ada apa ya? Hakuryoukou datang kesini?" ucap Menma saat tau siapa yang datang ke rumahnya, ternyata adalah Vali yang berdiri di hadapan Menma denga wajah datarnya.
"Huh," Vali menghela nafas.
"Sensei ada?" tanya Vali.
Vali memutar bola matanya sambil menghela nafas saat tau kebingungan Menma.
"Naruto- Sensei ada?" tanya Vali kembali.
"Oowh, bilang dong dari tadi kalau kau mencari Tou-sanku," balas Menma sedangkan Vali hanya diam saja tak mau menanggapi ucapan Menma yang sedikit diselipkan ejekan kepada Vali.
"Cih! Kalau bukan karena kemauan Albion, mana aku mau datang menemui Sensei gila!" batin Vali kesal.
"Woy Vali. Akan kucincang-cincang kau, karena mengatain ayahku gila." balas Albion menyahuti batin Vali.
"Kenyataannya Sialan!" ucap Vali sengit.
"Mau masuk atau tidak?" Tanya Menma yang bingung melihat Vali terus terdiam dari tadi.
"Ya," singkat Vali. Lalu Menma melangkah memasuki rumahnya diikuti Vali di belakangnya langsung menuju ruang keluarga yang terdapat Ayahnya Menma berada sekarang ini.
Hingga tak berselang lama langkah Menma dan Vali sampai di ruang keluarga.
"Tou- san. Ada tamu untukmu," ucap Menma yang terhenti langkahnya tak jauh dari Naruto.
Sontak ucapan Menma membuat orang-orang di ruangan tersebut menoleh ke arahnya.
"Hooo Vali. Tumben sekali kau datang kemari," ucap Naruto sambil tersenyum tipis.
"Huh," Vali menghela nafas.
"Albion ing-"
__ADS_1
"COWOK MESUM! KENAPA KAU KEMARI HAA!"
Ucapan Vali langsung terpotong oleh bentakan Mirajane yang baru keluar dari dapur dengan gelas berisi jus jeruk di tangan kirinya serta tangan kanannya menunjuk wajah Vali.
Sontak Vali langsung menatap tajam Mirajane.
"WOY NONA ES! AKU BUKAN MESUM!" balas Vali membentak juga.
"HAA! LALU BUAT APA KAU MENGINTIPKU BERGANTI PAKAIAN DI KAMAR MANDI SAAT LATIHAN MINGGU LALU HAA! COWOK MESUM!"
"OE! WAKTU ITU TIDAK SENGAJA! SALAHNYA SENDIRI TAK MENGUNCI PINTU KAMAR MANDI!"
"ALASAN SAJA KAU COWOK MESUM SIALAN!"
Berbagai berdebatan antara Murajane dan Vali terus-menerus mengisi suasana ruangan keluarga. Bahkan Naruto, Yasaka, Freya dan Asuna malah Sweatdrop melihat kejadian tersebut, sedangkan Menma sudah melesat ke ruang sebelah untuk berkumpul bersama kedua kekasihnya itu.
"Sayang, kamu lagi kena apa si? Marah-marah mulu,"
Suara Grayfia yang baru keluar dari dapur karena penasaran dengan perdebatan anaknya.
Mirajane menoleh ke arah ibunya.
"Cowok ini ni Okaa- sama, cowok mesum yang mengintipku berganti pakaian," kata Mirajane sambil menunjuk Vali tanpa menoleh ke orang yang di tunjuk.
"Woy! Woy! Itu tidak sengaja, Nona Es!" ucap Vali tak terima di tuduh.
"Haaa! Me—"
"Sudah-sudah, tidak baik berteriak-teriak di dalam rumah, Mira -Chan." Ucap Grayfia memotong ucapan Mirajane.
"Dasar anak muda, kalau bertengkar tak tau tempat saja," timpal Yasaka sambil geleng-geleng kepala, diikuti Freya dan Asuna juga. Sedangkan Naruto hanya menghela nafas.
"Tapi Okaa- sama, buat apa dia-"
"Sssssssssst! Jangan saling berdebat. Nanti bisa bejodoh loh," goda Grayfia.
"TIDAK AKAN!" Teriak Mirajane dan Vali bersamaan.
Naruto menoleh ke arah Grayfia.
" Grayfia. jangan katakan seperti itu," ucap Naruto.
Grayfia memiringkan kepalanya.
"Memang kenapa Naru- kun?" tanya Grayfia.
Naruto tersenyum aneh.
"Karena siapapun yang ingin menjadi kekasih putri-putriku harus berani menghadapku, Hahahaha!" kata Naruto di akhiri tawa senang dan bangganya.
"Au!"
.
.
T.B.C
__ADS_1