
.
#Sore
.
Srek!
Naruto bangkit dari duduknya. "Mau kemana Naru- kun?" tanya Yasaka.
Naruto menoleh ke arah Yasaka.
"Aku akan memastikan salah satu wanita yang hanya muncul pada malam hari." Balas Naruto memberitau.
Yasaka menunjuk wajah Naruto.
"Ingat, jangan asal menanggapi wanita yang mendekatimu. Cukup wanita yang ingin kau pastikan saja," ucap Yasaka memperingati.
"Hai, Hai, kalian semua tak perlu khawatir," balas Naruto. Lalu Naruto berbalik badan.
"Tolong untuk malam ini biarkan Hinami tidur denganmu Yasaka," sambungnya menyuruh.
"Um, tenang saja," angguk Yasaka.
Naruto tersenyum, lalu Naruto mengambil jaket yang di taruh di sudut sofa kemudian memakainya.
"Aku pergi sekarang," ucapnya dan dijawab anggukan oleh semua wanitanya, sehingga membuat Naruto tersenyum.
.
SRING!
.
Naruto langsung menghilang dalam sekejap mata meninggalkan semua wanitanya yang berada di ruangan tersebut dan sudah ada Freya setelah menemani Hinami makan di dapur tadi.
Dan mereka semua kembali saling mengobrol ala ibu-ibu rumah tangga seputar kehidupan mereka, dengan Luffy yang masih betah digendongan ibunya, yaitu Robin.
Sedangkan Hinami nampaknya sudah mulai akrab dengan saudara-saudaranya. Itu terbukti dengan Hinami yang sedang bercanda ria sambil menonton acara di layar Tv dengan saudara-saudara yang lainnya seperti Mirajane, Rin, Liya, Lucy, Kunou, Sting, Luna dan ditambah Mitlet
Sedangkan untuk Olive, Naruko dan Vivi sudah naik ke lantai 2 yang sepertinya mereka ada obrolan penting mereka.
Begitu juga Minato dan Leo yang sekarang sudah berada di kamar Minato sedang bermain Game Playstation 3.
Untuk Menma dan Raynare ada di halaman depan sedang bersendau gurau ala sepasang kekasih.
Sedangkan Gray dan Kuroka berada di balkon lantai 2, mereka saling diam gugup entah karena apa, mungkin sepasang kekasih baru, jadi maklum kalau masih sama-sama cakung.
.
#New York (Malam)
.
Kini Naruto berada di salah satu gang sempit nan sepi di kota New York, dan nampaknya perbedaan waktu mempengaruhi.
Jika jepang masih sore, maka Amerika sudah hampir tengah malam.
Naruto melangkah keluar dari gang tersebut langsung menuju suatu tempat.
"Semoga Hephaestus ada di Kedainya," dan tujuannya adalah Kedai milik Hephaestus.
__ADS_1
Ternyata Kedai Hephaestus yang dituju memang tak terlalu jauh dari tempat kemunculan Naruto.
Itu terbukti hanya beberapa menit saja Naruto telah sampai di depan suatu Kedai sederhana yang sudah tutup di pinggiran jalan kota New York.
Tapi Naruto yakin bahwa di dalam masih ada orangnya, karena Naruto merasakan ada beberapa aura di dalam Kedai tersebut.
Ting!
Naruto memasuki Kedai tersebut.
"Wah, lagi rame ni," ucap Naruto saat melihat sekeliling dalam Kedai ternyata ada beberapa orang yang cukup familiar baginya.
"Naruto!/Kakak!"
Kejut Hephaestus dan Istrinya saat tau siapa yang memasuki Kedainya di tambah sebagian Dewa-Dewi Olympians juga berada di situ seperti Zeus, Hera, Poseidon dan Heatia.
"Orang itu, bukannya orang itu yang berada di kerajaan bawah laut?"
Batin Poseidon,
sedangkan Zeus dan Hera malah tersenyum saat melihat kehadiran Naruto. Tapi tidak bagi Hestia yang malah menunduk entah karena apa dengan pipi yang sudah bersemu merah.
Dengan tampang santainya tak memperdulikan suasana, Naruto langsung duduk di hadapan Zeus. Tepat di samping kiri Hestia yang malah semakin menunduk entah karena apa.
"Jadi, selama ini kau sering kesini, Zeus?" tanya Naruto.
"Ya begitulah," singkat Zeus.
Bruk!
Tiba-tiba Hephaestus menaruh kursi tepat di samping meja di antara Naruto dan Zeus. Dan langsung mendudukinya.
"Ada kepentingan lagi kah kau kesini, Naruto?" tanya Hephaestus.
"Tak terlalu penting, hanya ingin berkunjung saja," jelas Naruto beralasan.
Tap!
"Silahkan diminum kak," ucap Reiya setelah meletakan segelas minuman kopi hangat untuk Naruto.
Naruto menoleh ke arah Reiya.
"Terima kasih Reiya," ucapnya sambil tersenyum.
"Sama-sama," angguk Reiya lalu berdiri di samping Hephaestus sambil memegang nampan yang tadi untuk membawa minumannya Naruto.
"Hey bung, bisa kutanya sesuatu kepadamu?" tanya Poseidon di samping kanan Hestia.
Sontak Naruto langsung menoleh ke arah Poseidon.
"Tanya apa?"
"Apa kau tau kerajaan bawah laut?" tanya Poseidon.
"Tau lah. Salah satu istriku tinggal di sana," balas Naruto.
Semua yang mendengar ucapan Naruto menaikkan sebelah alisnya, bahkan membuat Hestia menegakkan kepalanya entah karena apa.
"Sebenarnya kau punya berapa banyak istri si? Di mana-mana ada istrimu," tanya Zeus.
"Cuma 2 istri sahku. Yang lain baru calon karena belum kunikahi," balas santai Naruto tanpa beban sedikitpun.
__ADS_1
Tiba-tiba Zeus menatap serius Naruto. "Apa kau sudah mendapatkan keputusan dari perkataanku dulu?" tanya Zeus membuat Naruto sedikit berpikir untuk mengingat ucapan Zeus dulu kepadanya.
.
#Flashback On
.
"NARUTO! Sepertinya aku akan kembali sekarang," kata Zeus sambil melangkah ke arah Naruto.
"Kurasa kepentinganku sudah selesai disini dan aku akan sering-sering berkunjung kesini," sambung Zeus dan dijawab anggukan kepala oleh Naruto
Lalu Zeus menghampiri Naruto dan mendekatkan mulutnya ke telinga Naruto.
"Tolong nikahi Hestia juga, karena dia telah bersumpah akan menikahi seseorang yang telah menyadarkanku. Sumpah para Dewa-Dewi Olympians itu bisa mengutuk diri sendiri bila tak terwujudkan sumpahnya itu, dan kutukan itu sangat menyiksa dan mematikan bagi yang melanggar sumpahnya," bisik Zeus.
Sontak Naruto langsung melebarkan mata.
"Apa maksudmu Zeus!" kejut Naruto.
Zeus tersenyum.
"Aku berharap dengan sangat padamu Naruto," balas Zeus lalu melangkah masuk diikuti Harmes dan Apollo di belakangnya untuk menghampiri para Dewi Olympians dan langsung berteleport ke Olympians.
.
#Flashback Off
.
"Huh," Naruto menghela nafas setelah mengingat perkataan Zeus waktu dulu setelah pertemuan antar Fraksi.
"Untuk urusan itu di pegang oleh istri-istriku." Lalu Naruto menoleh ke arah Hestia di sampingnya.
"Boleh kutanya sesuatu kepadamu, Hestia?" tanyanya.
Entah kenapa Hera menatap Poseidon dan Zeus seperti memberikan sebuah kode utuk tidak mengganggu pembicaraan Naruto dan Hestia.
Begitu juga Reiya memberikan kode kepada Hephaestus untuk tak mengganggu pembicaraan Naruto dan Hestia.
Seakan sudah tau. Zeus, Poseidon, Hephaestus mengangguk mengerti lalu beranjak dari duduknya.
"Kami ada di sisi lain ruangan," ucap Hephaestus memberitau dan Naruto mengangguk sebagai jawabannya.
Lalu Zeus, Hera, Poseidon, Hephaestus dan Reiya pergi ke sisi ruangan kedai lainnya meninggalkan Naruto dan Hestia yang sepertinya hendak membicarakan suatu hal penting.
"A-apa yang ingin kau ta-tanyakan?" tanya Hestia gagap setelah benar-benar di tempat itu hanya dirinya dan Naruto saja.
Srek!
Naruto beranjak dari duduknya dan berpindah duduk di hadapan Hestia, kemudian menopang dagunya dengan Tangan kanannya dan menatap biasa Hestia.
"Apakah sumpah para Dewa-Dewi Olympians benar-benar mematikan bagi yang bersumpah?" tanya Naruto.
"Huh," Hestia menghela nafas pelan.
"Sumpah yang sudah di ucapkan di hadapan sungai suci Styx memang tak bisa di bantah. Bagi Dewa-Dewi Olympians yang sudah bersumpah tak bisa membatalkan sumpahnya. Jika yang bersumpah membatah sumpahnya, maka yang bersumpah akan terkena kutukan kematian reinkarnasi," jelas Hestia memberitau.
"Jika pun ada Dewa-Dewi yang tak terkena kutukan setelah bersumpah, mungkin mereka bersumpah tak di hadapan sungai suci Styx." Sambungnya.
.
__ADS_1
.
T.B.C