STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 180


__ADS_3

#Skip Dengan Vali


.


Vali sedang berdiri, ia menatap Issei yang sedang dikerumuni teman-temannya dan sedang dipulihkan oleh Asia.


Brugh!


Vali terkejut, ia serta orang-orang di situ langsung menoleh ke sumber suara benda jatuh tak jauh dari mereka.


Tuk!


Vali menoleh ke bawah, kakinya merasakan ada sesuatu yang menyentuhnya. Matanya langsung terbuka lebar, ia terkejut atas apa yang dilihat di bawahnya. Ternyata benda yang jatuh dan menyentuh kaki Vali adalah kepala Rizevim.


"Itu-itu, kepala Lucifer."


Kejut Rias sambil menunjuk kepala Rizevim, sontak membuat teman-temanya langsung menoleh ke arah yang di tunjuk Rias, dan ikut terkejut juga.


Menghiraukan keterkejutan yang lainnya, Vali lebih memilih menoleh ke arah lain, dan dapat, ia melihat Naruto yang jauh dari pandangannya sedang tersenyum kepadanya.


Tiba-tiba dipenglihatan Vali, sosok Naruto menghilang.


SRING!


Dan ternyata Naruto muncul di samping Vali, hal itu membuat yang melihatnya terkejut, bagi mereka yang tak biasa dengan kelakuan Naruto yang suka menghilang dan muncul secara tiba-tiba.


Tapi bagi Vali, tidak. Ia malah tersenyum saat tau Naruto berada di sampingnya.


"Terima kasih, Sensei,"


"Ya,"


Tiba-tiba Vali menyipitkan matanya, penglihatannya tertuju pada lengan kanan Naruto.


"Sensei. Tangannmu,"


"Tak perlu dicemaskan Vali, hal biasa bagiku seperti ini," balas Naruto sambil duduk di atas batu dan merilekkan tubuhnya.


Tak ingin bertanya lagi, karena Vali sudah tau itu penyebabnya, ia lebih memilih mendekat ke arah Naruto dan duduk di sampingnya.


SRING!


Beberapa lingkaran teleport muncul di tempat Naruto berada. Mengeluarkan Sirzech, Serafall, Grayfia, Michael, Azazel, Gabriel, Odin, Rossweisse, dan Irina.


"Ya ampun, sudah berakhir kah?" kata Azazel.


"Telat." Singkat Naruto.


"Keh, aku memang beniat datang telat, karena aku tau kau akan datang," balas santai Azazel.


"Kemalasanmu itu ya,"


Menghiraukan percakapan Azazel dan Naruto. Serafall, Grayfia, Gabriel dan Rossweisse malah melebarkan mata, penglihatannya tertuju pada lengan kanan Naruto.


"Naru-kun!/Naruto-Sama! Tanganmu." Ucap Serafall, Grayfia, Gabriel dan Rossweisse bersamaan.


Naruto mengangkat lengan kanannya.

__ADS_1


"Tenang saja, aku baik-baik saja,"


Tak puas dengan jawaban Naruto. Serafall, Grayfia, Gabriel dan Rossweisse lebih memilih langsung menghampiri Naruto dengan cepat, dan langsung mengeluarkan sihir pemulihan untuk memulihkan luka-luka Naruto.


Serafall dan Grayfia memulihkan lengan Naruto yang putus, walau tak bisa kembali semula, setidaknya bisa menghentikan pendarahannya. Gabriel dan Rossweisse memulihkan luka di tubuh Naruto, walau lukannya hanya sedikit, tapi terlihat mereka berdua sangat serius untuk memulihkan luka-luka pada tubuh Naruto.


Sedangkan di sisi lain, Azazel yang melihat Naruto di kerumuni 4 wanita merasa kesal dan iri melihatnya.


Dan Naruto melihat ekspresi kesal Azazel, sehingga Naruto tersenyum mengejek kepada Azazel, sekedar untuk memanas-manasi Azazel agar tambah kesal.


"Grrrrrrt! Si kuning kampret dengan keberuntungan sialannya," batin Azazel sangat kesal melihat seyuman mengejek Naruto yang di arahkan kepadanya.


Tiba-tiba bola kristal di tangan Azazel menyala. Mereka yang melihat itu langsung menoleh ke atas.


"Ophis kah," batin Naruto.


Sedangkan mereka yang tak tau siapa sosok Ophis hanya dibuat bingung tak tau apa-apa.


"Yo! Apa kabar, Baka-Naru." Sapa Ophis sambil melayang-layang di udara.


Twich!


Urat kekesalan muncul di pelipis Naruto. Ia menatap kesal Ophis.


"Bisa tidak? Jangan menyebutku seperti itu lagi, Naga Lo..."


Ctak!


Belum juga menyelesaikan ucapannya, Naruto telah di pukul terlebih dahulu oleh Ophis dengan sebatang kayu yang entah dapat dari mana.


"Jangan di teruskan, atau kepalamu yang akan terlepas." Ancam Ophis.


"Huh..." lalu menghela nafas, ia sudah tak merasa sakit lagi di kepalanya, karena dengan sigap, Gabriel menyembuhkan rasa sakit akibat pukulan Ophis.


Kini Naruto menatap Ophis.


"Hmm... Bisa katakan Ophis, kau di sini pasti ada sesuatu yang terjadi bukan?" tebak Naruto.


"Kau akan tau sebentar lagi." Balas Ophis dengan nada datarnya.


GRRRRRRRRRRRRRT!


Tempat Naruto dan yang lainnya tiba-tiba berguncang hebat, seperti gempa. Bahkan untuk menyeimbangkan tubuhnya saja tak bisa, karena saking besarnya guncanggannya.


Bagi Ophis, guncangan itu tak dirasanya, karena dia melayang, dan pandangannya menoleh ke atas.


Dan Naruto tau itu, sontak Naruto langsung menoleh ke atas, melihat ke arah pandangan Ophis.


Di atas lagit Underword, di situ tampak aneh. Tiba-tiba muncuk portal berukuran sangat besar tercipta di sana.


"Apa itu?"


Dan nampaknya bukan Naruto dan Ophis saja yang tau, melainkan Azazel juga tau. Sehingga ucapannya membuat yang lainnya menoleh ke arah yang di tunjuk Azazel dan memperhatikannya.


Guncangan pun mereda, dan pandangan mereka masih mengarah ke arah langit Underword.


DUARRRRRRRRR!

__ADS_1


"GOARRRRRRRRR!"


Terjadi ledakkan di portal itu, disusul raungan keras bagaikan monster yang didengar oleh mereka.


WUSSSSSSH!


Asap ledakan di portal itu hilang tertiup angin, seketika yang melihat itu langsung terkejut, kecuali Ophis dan Naruto.


"GEDEEEEEEEEEE!"


Bahkan Issei yang baru sadar juga terkejut. Dan apa yang mereka lihat di atas langit ternyata 3 sosok Naga berukuran besar sedang bertarung.


"Itu Great Red, Tiamat, dan satunya lagi itu siapa?" gumam Azazel.


"Itu Kholkikos," balas singkat Ophis.


Azazel mengkerutkan alisnya, ia mengingat-ingat sesuatu. Tiba-tiba matanya melebar dan langsung menoleh ke arah Naruto.


"BANGKEEEEEEE! SIALAN NARUTO! URUS PARA HAREMMU ITU, ATAU TEMPAT INI AKAN HANCUR!" teriak Azazel karena telah mengingat apa yang di ingat-ingat tadi.


"Gehe..."


Naruto langsung terdiam kikuk, semua tatapan mata tertuju padanya, kecuali Ophis.


Bahkan semuanya menatap Naruto dengan tatapan tak percaya, mereka semua tak menyadari bahwa pertarungan 3 Naga di atas langit telah sampai di daratan, tapi jaraknya lumayan jauh dari mereka.


DUARRRRRRRRRR!


Suara ledakan di tempat 3 Naga yang bertarung, barulah membuat mereka menoleh ke sumber suara lagi.


"Huh..." Naruto menghela nafas, ia berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah depan. Naruto melirik ke belakang, ke arah Azazel.


"Lihatlah Azazel, cara pria sejati menangani para wanitanya," ucapnya dengan senyum ejekannya.


"Cih! Pede sekali," desis Azazel.


Naruto kembali menoleh ke depan, melihat pertingkaian 3 Naga berada saat ini.


Wusssssh!


Lompatan jauh dilakukan oleh Naruto. Sangat jauh, hingga mendarat tepat di atas batu besar di dekat sumber ledakan tadi yang di sebabkan oleh 3 Naga tadi.


Naruto berdiri dan menunggu. Pandangannya tertutup karena debu tebal hasil ledakan masih menutupi wujud 3 Naga tadi.


Sambil terus menunggu dengan sabar, akhirnya debu mulai menghilang dengan perlahan, dan akhirnya hilang setelah beberapa menit tertiup angin.


Bukan wujud Naga yang dilihat Naruto, melainkan wujud manusia dari 3 Naga tadi yang bertarung. Dan di situ mereka sedang saling tatap-menatap.


Great Red dan Kholkikos bersebelahan, menatap tajam Tiamat tak jauh di hadapannya.


Set!


"Bisa kalian hentikan pertingkaian kalian,"


.


.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2