STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 188


__ADS_3

"Neko!" teriak Minato.


*Sring!*


Muncul seorang Ambu khusus dengan topeng kucing di hadapan Minato. Langsung membungkuk hormat.


"Panggil Kakashi dan unit pencarian. Sekarang." Perintah Minato.


"Hai. Yondaime-sama."


*Sring!*


Ambu itu langsung menghilang kembali, melaksanakan perintah dari Minato.


.


.


.


# 1 minggu kemudian


.


1 minggu berlalu, kini di kantor Hokage nampak ada beberapa Ninja Jonin sedang menghadap Minato dan Irene. Seperti Hatake Kakashi, Inuzuka Hana, Maito Guy dan Ambu berkode Neko.


Kakashi maju satu langkah, ia menunduk.


"Maaf Yondaime-sama, hanya ini yang kami temukan," ucap Kakashi sambil meletakkan kunai cabang 3 di hadapan Minato.


"Bahkan bau Naruto tak dapat di lacak keberadaannya,"


*Bruk!*


Irene tiba-tiba ambruk pingsan dan langsung di tangkap dengan sigap oleh Minato.


"Tolong tinggalkan ruangan ini," ucap lemah Minato.


"Hai. Yondaime-sama." Balas Kakashi.


Mereka pun keluar ruangan hokage. Kini tinggal Minato yang sedang memeluk Irene yang pingsan, serta sedikit air mata yang mengalir dari matanya.


"Apa yang harus aku katakan kepada Yuu, hiks.."


.


.


Hari berganti, kesedihan sekarang melanda di keluarga Yondaime atas kepergian Naruto yang Mungkin tak akan kembali lagi.


Keluarga Yondaime, Hiruzen, teman-teman angkatan Naruto, murid-miridnya Naruto, Mikoto, serta kerabat-kerabat dekat Naruto kini memakai pakaian serba hitam.


Mereka menatap sendu batu Nisan yang bertulis nama Namikaze Naruto.


Walau tak ada Jasadnya, mereka telah menyakini bahwa Naruto benar-benar meninggal saat melawan musuh, dan berbendapat bahwa jasad Naruto telah dilenyapkan oleh musuh.


Banyak yang bersedih, terutama keluarga Yondaime. Bahkan Yuu selaku anaknya Naruto menangis sambil memeluk batu nisan itu. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan bila dilihat mata.


Bukan Cuma keluarga Yondaime saja yang bersedih, teman-teman seangkatannya juga banyak yang bersedih.


Dan yang paling terlihat jelas kesedihanya adalah Yugou dan Mikoto.


Yugou mengepalkan tangannya sangat erat, beberapa air mata pun jatuh dari matanya.


 "Kenapa harus secepat ini, Kami-sama. Hiks... Bahkan aku belum mengungkapkan perasaanku padanya, Hiks..." tangis batin Yugou.


Mikoto juga, ia bersedih tapi tak mengeluarkan air mata. Ia mengusap lembut perutnya. 


"Kenapa harus secepat ini, Kami-sama, bahkan aku belum memberitau kabar bahagia ini padanya," batinnya sambil terus mengusap lembut perutnya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya untuk menuntun Sasuke.


.

__ADS_1


.


Seperti Virus, kabar kematian Naruto menyebar sangat cepat. Bahkan kabar itu telah sampai ke Negara-Negara tetangga. Seperti Negara Angin, Negara Petir dan Negara Air yang sangat cepat merima kabar itu.


*BRAK!*


Meja hancur, sang pelaku penghancuran adalah sosok wanita berambut merah Marun yang kini sedang menggenggam sebuah kertas sangat erat.


Lalu wanita itu membanting kertas itu.


"PRIA SIALAN! PRIA SIALAN! PRIA SIALAN! KENAPA HARUS MATI SIALAN! KEMBALIKAN CIUMANKU SIALAN!" teriak kesal wanita itu.


.


*PYARRRRR!*


Cermin kaca di kamar mandi pecah, dan pelakunya adalah wanita berambut kuning model bob yang dengan emosinya menghantam cermin itu.


"PRIA AHOO! PRIA BAKA! PRIA AHOO! PRIA BAKA!" Berbagai sumpah serapah terlontar dari mulutnya.


Tiba-tiba wanita itu menunduk, dengan perlahan ia tersimpuh.


"Hiks... Hiks... Bahkan aku belum sempat meminta tanggung jawabmu, atas tangan nakalmu yang menyentuh dadaku, hiks... Hiks..." ucap wanita itu dengan sedikit isak tangis yang melandanya.


.


.


.


# Tempat lain


.


(Mulai dari Scane ini sampai seterusnya, setting alur tempat di ambil dari Film King Kong 2005)


.


.


*SRING!*


.


Naruto tiba-tiba muncul di tempat itu, ia langsung memperhatikan sekelilingnya.


"Hmm... Ini di mana?" gumamnya sambil berpikir.


Tiba-tiba Naruto melebarkan mata.


"Jangan-jangan ini dimensi Kamui Obito," ucapnya tiba-tiba.


[HIRAISHIN!]


"Are... Kenapa aku masih di sini?" ucap Naruto.


Ia bingung sekaligus tak mengerti, padahal ia ingin berpindah menuju rumahnya, tapi anehnya sekarang ia masih berada di tempat tersebut.


[HIRAISHIN!]


Naruto mencoba kembali jurus teleportnya, tapi tetap saja tak berhasil. Tak ingin menyerah, kini Naruto menfokuskan banyak Cakra diseluruh tubuhnya.


[HIRAISHIN!]


[HIRAISHIN!]


[HIRAISHIN!]


Berkali-kali Naruto mencoba jurus teleportnya, tapi tetap saja sama hasilnya, yaitu gagal total.


Naruto duduk, ia termenung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi padanya.

__ADS_1


"Kalau ini ilusi, kenapa aku tak bisa terlepas dari ilusi ini ya?" bingung melanda pikiran Naruto.


"Ini bukan ilusi, Gaki. Lihatlah sekelilingmu," ucap Kurama.


Naruto pun mengikuti perintah Kurama, ia memperhatikan sekeliling lagi dengan cermat. Ia mengusap tanah, mengusap daun lebar di hadapanya, dan terakhir mengusap batang pohon besar di belakangnya.


"Benar. Ini bukan ilusi, semua yang kusentuh tak ada aliran Cakra sedikit pun,"


"Dengan kata lain, kita sekarang berada di Dimensi lain,"


"Memangnya ada hal semacam itu, Kurama?"


"Ketahuilah Gaki. Leluhurmu, Rikudo Sennin memiliki jutsu ruang dan waktu. Jadi hal seperti ini bisa saja terjadi."


"Jadi benturan Hiraishin-ku dengan Kamui Obito penyebabnya?"


"Makanya, kalau punya otak itu dipakai. Gara-gara kau asal menerobos Kamui, jadi begini kan nasibmu,"


*Twict!*


Perempatan muncul di dahi Naruto.


"Bukannya kau juga senasib denganku, Kurama?"


"Heh... Aku itu tak ambil pusing soal ini, lebih baik aku tidur saja, bye." Kurama langsung memutus link-nya.


"Kurama! Woy Kurama!" panggil Naruto.


Tak ada sahutan, 2 perempatan muncul di dahi Naruto.


"BOLA BULU SIALAN! WOY! PIKIRKAN CARA KITA KEMBALI WOY!" teriak Naruto.


"zzzzzZZZZZZZZZ..."


Dengkuran keras Kurama lah sebagai jawaban teriakan Naruto. Sehingga membuat banyak perempatan muncul di kepalanya.


"RUBAH SIALANNNNNNNNN!"


Dan akhirnya kekesalan Naruto memuncak karena dengkuran Kurama itu.


*Srek... Srek... Srek...*


Naruto terdiam, ia menfokuskan penglihatanya ke semak-semak rimbun yang bersuara jauh di depannya."


*Srek! Srek! Srek! Srek!*


Dan suara itu semakin mendekat, dan Naruto langsung siaga.


*DUARRRRRRRRR!*


Naruto terkejut, matanya terbuka lebar. Dipandangannya kini ia melihat 2 ekor Naga besar berwarna putih dan merah serta 1 ekor Tirex dan 1 ekor Gorila raksasa sedang saling bertarung.


Naruto mundur satu langkah, nampaknya si Tirex dan Naga putih melihat dirinya. 2 mahkluk yang melihat Naruto pun berlari menuju ke arah Naruto, dengan mulut yang dihiasi gigi-gigi besar dan tajam terbuka, seperti ingin memakan Naruto.


*Set!*


Dengan cepat Naruto langsung berbalik badan dan langsung berlari sangat kencang. Menerobos lebatnya hutan itu.


.


.


"HUAAAAAAAAAAAAAAA! APA-APAAN TEMPAT INI, SIALAN!"


.


.


T.B.C


.

__ADS_1


Ok untuk ucapan terima kasih author pada reader semua yang masih stay baca novel author. Hari ini author up 5 chapter.


__ADS_2