STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 53


__ADS_3

.


#SKIP 2 BULAN LEBIH KEMUDIAN


.


2 bulan berlalu begitu cepat dan kini hari yang paling menegangkan bagi Naruto karena 2 istrinya akan melahirkan anak pertamanya dari 2 istri tersebut.


Dapat dilihat di Rumah Sakit terbesar di Underword sangat ramai.


Entah itu para dokter, perawat serta iblis-iblis penting sekarang memenuhi Rumah Sakit tersebut.


terutama keluarga dari Pillar Sitri dan Phoenix yang paling menonjol disitu karena Serafall dan Grayfia sedang dalam proses melahirkan yang berada di ruang super VIV khusus.


Dan di depan ruangan terdapat Pillar Sitri dan Phoenix serta Naruto yang terus kesana-kemari begitu cemas dengan orang yang berada di dalam ruangan.


"Naruto-kun, kamu harus tenang oke, aku yakin mereka akan baik-baik saja," kata Lady Phoenix menenangkan Naruto.


"Tapi Okaa-san, ini sudah lebih dari 6 jam dan belum ada kepastiannya," balas Naruto sangat cemas.


"Percaya oke, mereka itu wanita kuat, mereka pasti bisa melewati proses ini juga," kata Lady Phoenix terus menenangkan Naruto.


.


OEK! OEK! OEK! OEK!


.


Tiba-tiba terdengar suara bayi dari dalam ruangan.


Sontak semua yang berada di luar ruangan langsung menoleh ke arah ruangan tersebut dan wajah Naruto tersenyum senang mendengarnya.


.


OEK! OEK! OEK! OEK!


.


Dan tak berselang lama disusul juga suara bayi lainnya entah itu dari Serafall atau Grayfia dan itu membuat Naruto tambah mengembang wajah senangnya, itu berarti 2 anaknya telah dilahirkan


.


# 5 menit kemudian


.


CLEK!


.


Tiba-tiba dokter wanita dari ruangan tersebut keluar membuat Naruto langsung menghampirinya dengan cepat.


"Bagaimana dok? Apa mereka semua baik-baik saja?" tanya Naruto tak sabar dan dijawab anggukan oleh dokter tersebut.


"Selamat Naruto-sama, 2 istrimu melahirkan anak perempuan dan semuanya selamat," balas dokter tersebut membuat Naruto sangat senang.


"Apa aku boleh melihat mereka?" tanya Naruto lagi.


"Silakan Naruto-sama, tapi kusarankan jangan terlalu berisik. itu bisa mengganggu kondisi 2 istrimu yang masih kelelahan," balas sang dokter mempersilahkan membuat Naruto langsung masuk ruangan tersebut diikuti Lady Phoenix dan Lord Phoenix serta Lady Sitri dan Lord Sitri sedangkan yang lain tetap menunggu di depan ruangan tapi tidak dengan Menma dan Riser yang sudah ikut masuk bersama Lady Phoenix tadi.


.


.


#Skip Dalam Ruangan


.


Dapat dilihat di dalam ruangan tersebut terdapat 2 ranjang pasien yang diisi oleh Serafall dan Grayfia yang terbaring lemas.


dan di tengah-tengah antara ranjang mereka ada sebuah box bayi yang berisi 2 bayi perempuan yang berbeda warna rambut yaitu kuning dan putih perak.


Naruto yang melihat pemandangan tersebut sangat senang langsung menghampiri mereka dengan cepat ke tempat box bayi.


"Ya ampun Naruto-kun, apa saking senangnya sampai-sampai dari luar ruangan kamu memasang wajah senangnya seperti itu?" tanya Lady Phoenix saat melihat wajah bahagia Naruto yang di tunjukkan dari tadi.


"Hm, aku sangat bahagia sekali hari ini," balas Naruto senang sambil memandang 2 bayi di box bayi di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Saking senangnya Naru-kun sampai melupakan kami disini," ucap lemah Serafall yang terbaring lemah di ranjang pasien sebelah kanan dan didukung anggukan Grayfia yang juga terbaring lemah di ranjang pasien sebelah kiri.


"Hehe maaf sayang, aku sangat bahagia sekali hari ini," kikuk Naruto karena kelewat senang sampai-sampai melupakan Serafall dan Grayfia yang terbaring disitu.


Tapi Serafall dan Grayfia hanya tersenyum memaklumi.


"Jadi, kau mau beri nama apa untuk anak-anak kita Naru-kun?" tanya Grayfia mulai mengeluarkan suara.


"Siapa ya, emmmm aku sedikit bingung kalo soal nama yang bagus. bagaimana kalau Naruko untuk anakku yang berambut kuning dan Vivi untuk anakku yang berambut putih perak, bagaimana? Apa menurut kalian cocok?" jawab dan tanya Naruto berpendapat.


"Kurasa itu cocok, iyakan Grayfia?" balas Serafall langsung bertanya kepada Grayfia.


"Um, nama yang bagus," jawab Grafiya mengangguk.


Sontak Naruto tersenyum semringah saking senangnya setelah mendapat jawaban dari Serafall dan Grayfia.


"Tou-san, aku ingin melihat adik-adikku," kata Menma di sebelah Naruto yang sedang berusaha untuk melihat Naruko dan Vivi, karena box bayinya lumayan tinggi jadi Menma tidak bisa melihatnya.


Sontak Naruto menoleh ke arah Menma dan langsung mengangkat Menma agar bisa melihat adik-adiknya.


"Wah Kawai, hello Imouto- chan, ini aku Nii-san lo," sapa senang Menma membuat orang-orang di ruangan tersenyum senang melihatnya.


"Apa kamu senang Menma? Mempunyai adik," tanya Naruto kepada Menma yang sedang diangkat olehnya.


"Um Tou-san, aku sangat senang," angguk Menma senang.


"Kau harus sayangi adik-adikmu ya Menma," kata Naruto.


"Siap Tou-san!" balas Menma mantap membuat seisi ruangan cekikikan dan nampaknya Menma akan terkena penyakit Siscon nantinya.


.


"Okaa-sama, Otou-sama, aku juga ingin seperti Menma, apa Okaa-sama dan Otou-sama bisa memberikanku adik juga seperti Menma," kata Riser tiba-tiba.


Sontak Lady Phoenix dan Lord Phoenix yang sedang minum air putih langsung keselek minumannya karena kaget.


"Aduh Riser-kun, sabar ya nanti Riser juga akan punya adik seperti Menma-kun," balas Lady Phoenix sedikit tenang dari terkejutnya.


"Sungguh! Yey, hey Menma! Aku juga akan diberikan adik oleh Okaa-sama dan Otou-sama. jadi aku tidak kalah denganmu," ucap Riser senang kepada Menma.


Sedangkan Lady Phoenix dan Lord Phoenix langsung bersemu merah karena malu dengan ucapan lantang Riser dan Lord Phoenix entah kenapa mengacungkan jempol kepada Riser.


.


" Sip Riser, kau memang tau keinginan ayah saja," batin Lord Phoenix senang dan langsung mendapat tatapan tajam Lady Phoenix


karena acungan jempolnya dan seketika semuanya cekikikan pelan melihat tingkah Lord Phoenix dan Lady Phoenix kecuali Menma yang sudah turun dari gendongan Naruto langsung menatap tajam Riser dan Riser juga menatap tajam Menma tidak mau kalah.


Sudah menjadi hal biasa kalau tingkah Menma dan Riser seperti itu, karena itu sebuah persaingan mereka dan hanya dimaklumi oleh orang-orang dewasa.


Disisi lain Lady Sitri juga tidak mau kalah dengan rencana Pillar Phoenix.


Sontak Lady Sitri langsung berbisik kepada Lord Sitri.


"Sayang, kita buat anak lagi ya, aku kesepian semenjak Sera menikah," bisik pelan Lady Sitri ditelinga suaminya.


Sontak Lord Sitri langsung diam mematung dan mengangguk pelan, walaupun wajahnya datar tapi hatinya sangat senang sebenarnya.


begitu juga Lady Sitri sangat senang mendapat jawaban anggukan dari suaminya.


Dan selanjutnya di ruangan tersebut hanya diisi cekikikan senang oleh semua orang yang berada di ruangan tersebut.


bahkan Serafall dan Grayfia sudah melupakan sakitnya melahirkan tadi karena hiburan seru oleh tingkah Menma dan Riser yang mengklaim persaingan segala sesuatu tindakkan.


.


#Skip 1 Jam Kemudian


.


"Kami pulang dulu Naruto-kun," tiba-tiba Lady Phoenix berpamitan setelah 1 jam berada di ruangan tersebut.


"Sera-chan, Fia-chan. jangan lupa sering-sering ke Mansion Phoenix ya, setelah kalian pulang nanti. Aku tidak sabar ingin bermain dengan 2 cucu imutku ini," sambung Lady Phoenix kepada Serafall dan Grayfia.


"Hai bibi/Okaa-san," balas Serafall dan Grayfia bersamaan.


Lalu Lady Phoenix dan Lord Phoenix melangkah keluar ruangan diikuti Riser di belakangnya.

__ADS_1


"Riser! Besok aku ke Mansionya agak telat ya," kata Menma ketika Riser sudah di bibir pintu ruangan.


Sontak Riser berhenti langkahnya langsung menoleh ke arah Menma.


"Ya ya dan kupastikan rambutmu besok terbakar oleh apiku, hehe," balas Riser sambil tertawa misterius.


"Cih! Kalau bisa saja wek," kata Menma menjulurkan lidahnya.


"Grrr! Liat saja besok Menma, hm," balas Riser langsung memalingkan wajahnya kesal lalu keluar menghiraukan Menma yang tertawa mengejek.


"Sepertinya kami juga pulang Naruto-kun," kata Lady Sitri berpamitan.


"Kamu juga harus istirahat, dari tadi kamu belum makan kan?" sambungnya.


"Apa benar Naru-kun, kamu belum makan dari tadi?" tanya Serafall setelah mendengar ucapan ibunya.


"Ah aku sudah kenyang melihat kalian semua baik-baik saja hehe," balas Naruto tersenyum membuat Serafall menghela nafas.


"Huh kau itu ya," balas Serafall dan hanya dibalas senyum kikuk Naruto.


"Apa Menma-kun mau menginap di rumah nenek?" tanya Lady Sitri kepada Menma. Dan Menma langsung menoleh ke arah Naruto.


"Tou-san, apakah boleh?" tanya Menma kepada Naruto dan dibalas anggukan Naruto.


"Boleh kok Menma, Tou-san kan tidak pernah melarangmu untuk menginap di Mansion nenek," balas Naruto menyetujui membuat Menma senang.


"Baiklah, ayo nenek," ajak Menma kepada Lady Sitri dan dijawab anggukan Lady Sitri lalu mereka melangkah keluar ruangan diikuti Lord Sitri.


Sesampainya Lady Sitri dan Lord Sitri di luar ruangan beserta Menma, tiba-tiba Lord Sitri bersuara.


"Kalian pulang duluan saja, aku ada urusan sebentar," kata Lord Sitri membuat Lady Sitri mengangguk mengerti lalu melangkah keluar Rumah Sakit bersama Menma.


Dan nampaknya urusan yang di maksud Lord Sitri adalah urusan dengan Dokter yang tadi menangani persalinan Serafall dan Grayfia.


.


CLEK!


.


Tiba-tiba Lord Sitri membuka pintu ruangan sang dokter.


Sontak dokter tersebut langsung menoleh ke arah pintu dan langsung terkejut karena tiba-tiba Lord Sitri masuk ruangannya.


"Maaf, boleh aku duduk," kata Lord Sitri setelah berada di dalam ruangan.


"Ah silakan Tuan Sitri, ada yang bisa kubantu?" kata sang dokter mempersilakan Lord Sitri duduk, dan tanpa pikir panjang Lord Sitri langsung duduk.


"Begini dok, bisa kau beritau kondisi sebenarnya dari kedua cucuku? Aku tadi tidak merasakan mana sihir dalam tubuhnya, apa ada sebuah kecacatan di tubuh cucuku?" tanya Lord Sitri penasaran membuat sang dokter menghela nafas.


"Untuk tes kesehatan memang kedua cucu anda sehat tanpa kecacatan. tapi untuk tes mana sihir entah kenapa alat tes kami tidak mendeteksi mana sihir apapun," jelas sang dokter memberitau membuat Lord Sitri memasang wajah paling datar.


"Ah, tapi anda jangan risau Tuan Sitri, kemungkinan alat tes kami yang rusak sehingga tidak bisa mendeteksi mana sihir cucumu," sambung sang dokter ketika melihat raut wajah datar Lord Sitri yang terlihat kecewa.


"Terima kasih dok, cuma itu yang ingin kutanyakan," balas Lord Sitri datar langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar tanpa permisi.


.


" Bego! Bego! Bego! Bego! Dasar mulut ember, ucapanku pasti berakibat buruk untuk keluarga Pahlawan, gawat bagaimana ini?" batin Sang dokter merutuki kebodohannya saat memberitau kondisi anak Naruto.


Pillar Sitri memang terkenal dengan gila derajat dan kehormatan dari segala aspek.


sontak sang dokter setelah mengingat itu langsung merutuki ucapan bodohnya tadi.


.


.


" Aku tidak suka ini, cucuku tidak memiliki mana sihir? Apa-apaan coba, itu sebuah hinaan bagiku! Ini tak akan kubiarkan terjadi, bisa hancur derajatku bila memiliki cucu cacat tanpa mana sihir," batin Lord Sitri di setiap langkahnya di karidor Rumah Sakit sangat kecewa dengan anaknya Serafall dan Grayfia setelah mendengarkan ucapan dari sang dokter.


" Akan kusingkirkan sebelum menjadi bumerang Pillar Sitri nantinya," sambung batin Lord Sitri mulai memikirkan rencana-rencana buruk terhadap anaknya Serafall dan Grayfia karena tidak suka dengan mereka.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2