
.
#Pulang Sekolah
.
"Ne Nee-san, apakah Nee-san tau kondisi sebenarnya Menma-nii? Soalnya reaksi Tou-san sangat berbeda, tidak seperti reaksi Menma-nii mengamuk waktu dulu," kata Minato disela-sela langkahnya pulang dari sekolah menuju rumah.
"Entahlah Minato, semoga saja Menma-nii baik-baik saja, aku yakin Tou-san akan melakukan hal terbaik untuk Menma-nii nantinya," balas Vivi tenang disela-sela langkahnya.
"Semoga saja," balas singkat Minato.
Tiba-tiba Naruko terhenti langkahnya memandang ke seberang jalan.
Sontak Minato dan Vivi juga terhenti dan menoleh kearah pandangan Vivi.
dapat dilihat di seberang jalan atau lebih tepatnya di depan supermart ada seorang anak kecil bergender perempuan yang memiliki rambut hitam panjang dan pakaian putih polos sampai lutut sedang kebingungan mencari sesuatu.
Sontak karena anak-anak Naruto selalu di ajarkan sifat peduli oleh Naruto, maka Naruko, Vivi dan Minato langsung menyeberang dan menghampiri gadis tersebut.
"Hey adik kecil, kamu sedang apa disini?" tanya Naruko karena melihat tingkah bingung gadis kecil tersebut seperti mencari seseorang.
"Nee-san, aku sedang mencari Mamaku," balas gadis kecil tersebut memberitau.
"Oh gitu, baik Nee-san bantu cari ibumu ya," kata Naruko sambil tersenyum.
"Tapi Nee-san, kata Mama, aku tidak boleh ikut orang yang tidak aku kenal," balas gadis kecil tersebut menolak.
"Tenang saja, Nee-san tidak akan berbuat jahat kok," kata Naruko meyakinkan membuat gadis kecil tersebut mengangguk.
"Oke, jadi siapa Namamu adik kecil?" sambung Naruko bertanya.
"Luna namaku, Onee-san," balas gadis kecil tersebut memperkenalkan dirinya dan di jawab anggukkan Naruko.
"Yos! Ayo kita cari ibu kamu Luna-chan," kata Naruko lalu menuntun Luna melangkah ke arah utara.
.
"LUNA! KAMU DI MANA NAK!"
.
Baru satu langkah kaki Naruko tiba-tiba ada wanita berambut hitam panjang (dengan pakaian Hancock saat di Marineford) berteriak memanggil Luna dari arah utara dengan raut wajah yang begitu cemas.
Dan seketika Luna langsung memasang wajah senang setelah melihat siapa pemilik suara wanita tersebut.
"MAMA!" panggil Luna dan Hancock langsung menoleh ke arah Luna dengan cepat langsung menghampiri Luna.
"Aduh sayang, kamu dari mana saja? Mama khawatir tau," kata Hancock setelah di hadapan Luna sambil berjongkok memeluk Luna begitu cemas.
"Maaf ya Mama, Tadi Luna hanya ingin beli Es Cream itu kok," balas Luna sambil menunjuk gambar Es Cream di kaca supermarket.
__ADS_1
"Tapi Luna tidak sendirian kok Mama, Luna ditemani sama Nee-san dan Nii-san yang baik hati mau membantu Luna disini," sambung Luna menunjuk Naruko, Vivi dan Minato di belakang Luna.
Sontak Hancock langsung menoleh ke arah yang di tunjuk Luna dan langsung melebarkan mata terkejut dengan arah pandangannya tertuju pada Minato di Samping Vivi.
.
"Na-Naruto-kun?" kejut Hancock membuat Naruko, Vivi dan Minato saling pandang karena mendengar nama ayah mereka.
"Maaf tante, apa tadi tante memanggilku Naruto?" kata Minato memastikan dan di jawab anggukkan Hancock.
"Benarkan kamu Naruto-kun, tapi kenapa tubuhmu menjadi seperti remaja?" bingung Hancock dengan fisik Minato. Sontak membuat Minato menghela nafas.
"Begini tante, orang yang kau sebutkan itu adalah Tou-san kami bertiga," kata Minato menjelaskan membuat Hancock terdiam karena terkejut.
.
" Memang si Naruto-kun bercerita punya anak, tapi aku tak menyangka jika anaknya ada 3 dan sudah dewasa semua," batin Hancock yang terdiam.
.
Tiba-tiba Hancock tersadar dari kejutnya langsung merogoh kantong bajunya mencari sesuatu, dan tak lama kemudian mengeluarkan selembar foto dan langsung ditunjukkan kepada Naruko, Vivi dan Minato.
"Apa ayah kalian seperti ini?" tanya Hancock sambil menunjukkan sebuah foto yang bergambar Naruto sedang terlelap di bawah pohon dengan damainya.
"Um! itu Tou-san kami tante, apakah tante kenalan Tou-san kami?" angguk Naruko lalu bertanya.
"Um! Tante adalah kenalan ayah kalian, boleh tante menemui ayah kalian, ini sangat penting," kata Hancock berharap.
Dan akhirnya Hancock dan Luna mengikuti Naruko, Vivi dan Minato ke rumah Naruto dengan senyum senang terpasang di wajah Hancock.
.
"Akhirnya, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu Rajaku," batin Hancock senang di setiap langkahnya sambil menuntun Luna mengikuti Naruko, Vivi dan Minato.
.
#SKIP GRIGORI
.
TAP! TAP! TAP! TAP!
.
Suara langkah kaki milik Azazel dan Baraqiel di karidor Markas pusat menuju sebuah ruangan khusus di dalam Markas.
"Jadi, apa yang akan kau lakukan dengan 3 tawanan itu Azazel?" tanya Baraqiel di setiap langkahnya di sebelah Azazel.
"Aku akan kembalikan mereka ke tempat asalnya, mereka masih terlalu bocah untuk di hukum berat," balas Azazel santai.
"WOW! Tumben sekali kau bijak Azazel? Ada yang konslet dengan kepalamu ya?" balas Baraqiel mengejek membuat pelipis Azazel muncul urat-urat kekesalan.
__ADS_1
"KAMPRET KAU BARAQIEL!" kesal Azazel membentak Baraqiel tapi hanya di balas dengan tawa oleh Baraqiel.
Dan tak berselang lama mereka berdua sampai di ruangan yang dituju dan langsung masuk. Dapat dilihat di dalam ruangan terdapat 2 remaja pria dan 1 gadis remaja yang usianya masih terbilang tanggung. Mereka bertiga sedang duduk bosan di pojokkan dan hanya melirik sepintas kehadiran Azazel dan Baraqiel melalui ekor matanya tanpa menoleh.
"Hmmm 2 keturunan Raja Pendragon, Arthur dan Le Fay serta Cucu Sun Wukong, Bikou. Apa benar itu Nama kalian?" tanya Azazel sambil duduk dan membaca sebuah kertas dokumen profil mereka bertiga.
Sontak ketiga remaja tadi langsung menoleh ke arah Azazel.
"Ba-bagaimana kau tau semua itu?" kejut remaja berambut kuning dan berkacamata yaitu Arthur Pendragon.
"Itu tidak penting bocah, dan bisa kalian beritau alasan kenapa kalian mengacau di pertemuan tadi malam? Apa kalian anggota *******?" balas Azazel langsung bertanya dengan tatapan serius.
Tidak ada jawaban dari 3 remaja tersebut melainkan mereka bertiga diam menunduk karena takut mengucapkan alasannya dan tingkah mereka bertiga membuat Azazel menghela nafas lalu menoleh ke arah Baraqiel.
"Baraqie! Kau bawa keturunan Sun Wukong ke asalnya dan berikan ini kepada Sun Wukong," kata Azazel sambil menyerahkan sebuah map kuning entah apa isinya dan langsung di terima oleh Baraqiel dan kemudian Baraqiel menghampiri remaja yang selalu memegang tongkat
"LEPASKAH! AKU TIDAK INGIN PULANG!" bentak Bikou menolak ketika Baraqiel memegang pergelangan tangannya dengan paksa.
.
BUGH!
.
"Na kalau diam dan menurut kayak gini kan enak," kata Baraqiel dengan tampang tanpa dosa setelah memukul tengkuk Bikou sampai pingsan.
Sontak Arthur dan Le Fay Sweatdrop melihat hal tersebut sambil menelan ludah kasar.
"Jadi, kalian ingin menurut dengan tenang tau ingin seperti keturunan Sun Wukong tadi," kata Azazel setelah Baraqiel melangkah keluar ruangan sambil membawa Bikou seperti karung beras di pundak kanannya.
"Hai! Ka-kami menurut saja," balas Arthur dan Le Fay pasrah,
lalu Azazel membuat lingkaran sihir teleport membawa Arthur dan Le Fay serta map seperti yang di bawa Baraqiel di genggaman tangan kananya.
.
" Sial! Acara santaiku bakal terganggu lagi oleh berkas-berkas milik Onee-sama," batin Arthur kesal sebelum tertelan lingkaran teleport milik Azazel.
" Gawat! Acara santaiku terganggu lagi oleh keponakan sialan!" batin Le Fay kesal sebelum menghilang tertelan lingkaran teleport milik Azazel.
.
SRING!
.
Dan seketika mereka bertiga menghilang ditelan lingkaran teleport milik Azazel menuju sebuah kerajaan yang bernama Britania.
.
.
__ADS_1
T.B.C