STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 57


__ADS_3

.


#Skip Britania di Kedai Meliodas malam


.


BRAK!


.


"PAMAN BAN!" teriak Menma yang masuk kedai langsung duduk di kursi pelanggan paling depan.


"Aduh Menma, jangan terlalu semangat kali masuknya," tiba-tiba disusul masuknya Naruto sambil menuntun Naruko dan Vivi di setiap tangannya,


kemudian Naruko dan Vivi langsung berlari menuju tempat Merlin yang duduk di pojokkan.


.


BLUUUS


.


Tiba-tiba salah satu wanita berambut kuning di sebelah Menma bersemu merah setelah melihat siapa yang masuk kedai dan terus menatapnya tanpa berkedip hingga Naruto duduk di sebelah Menma pun wanita itu masih tetap memandang Naruto tanpa berkedip.


Dan gelagat wanita tersebut di ketahui oleh Elizabeth.


"Meliodas! Aku pesan seperti biasa," kata Naruto setelah duduk di sebelah Menma di samping wanita berambut kuning yang terus menatapnya tanpa berkedip.


"Menma! Kemari," ajak Ban kepada Menma.


Sontak Menma langsung mengikuti Ban dan berbisik-bisik di pojokkan.


.


"Bagaimana paman Ban, apakah sekarang ada type yang berbeda lagi," bisik Menma dengan wajah senang anehnya.


"Hehe sekarang type Onee-san Menma," balas Ban berbisik dengan wajah mesumnya.


Sontak Menma langsung mimisan.


"Sungguh! Ayo paman Ban, kita meluncur sekarang," kata Menma berbisik dengan wajah tambah senangnya.


Lalu mereka berdiri dan melangkah keluar Kedai.


"Tou-san! Aku keluar dulu bersama paman Ban ya, hehe biasa lah Tou-san," kata Menma di bibir pintu keluar kedai.


"Ya! Dan nanti kalau Tou-san sudah tidak disini, kau langsung pulang ya," balas Naruto dan di balas anggukan senang Menma langsung melangkah keluar Kedai menyusul Ban dan pergi menuju suatu tempat.


.


"Sebenarnya acara Menma dan Ban itu apa si? sampai sekarang aku belum tau acara mereka," gumam Naruto bermonolog sendiri lalu menghadap ke depan lagi menunggu pesanan yang di pesan tadi.


.


.


"Tuan Putri," panggil pelan Elizabeth kepada wanita yang masih memandang Naruto dan tak ada respon.


"Tuan Putri!" dan sekarang Elizabeth memanggilnya sedikit keras dan sontak sang wanita tadi langsung gelagapan tak jelas.

__ADS_1


"I-iya Elizabeth, a-ada apa?" balas wanita tadi gagap,


lalu Elizabeth mendekatkan mulutnya ke telinga wanita tadi kemudian berbisik dan tiba-tiba wanita tersebut mengangguk dengan cepat membuat Elizabeth tersenyum misterius lalu Elizabeth menoleh ke arah Naruto.


" Shisho! Ada yang ingin berkenalan denganmu," kata Elizabeth kepada Naruto. Sontak Naruto langsung menoleh ke arah Elizabeth.


"Siapa?" balas Naruto bingung.


"Ini Shisho, Tuan Putri Arturia ingin berkenalan dengan Shisho," kata Elizabeth menunjuk orang yang bernama Arturia yang sedang menunduk memainkan jarinya.


"Oooo Arturia," balas singkat Naruto langsung menoleh ke arah depan lagi,


Tiba-tiba.


.


"EEEEEEEEEEHH ARTURIA ANAK TERTUA RAJA PENDRAGON MAKSUDMU ELIZABETH!"


.


Kejut Naruto langsung menoleh ke arah Elizabeth lagi dan hanya dijawab anggukan Elizabeth.


"Maaf Tuan Putri, atas ketidaksopananku," kata Naruto langsung membungkuk di depan Arturia dan Arturia hanya tersenyum kikuk dengan tingkah Naruto.


"Ti-tidak apa-apa kok, emm—"


"Naruto saja," potong Naruto memperkenalkan diri.


"baik Naruto-san," ucap Arturia membuat Naruto menegakkan kepalanya dan duduk kembali.


"Sungguh aku terkejut seorang Putri Raja kenapa bisa ada disini?" kata Naruto setelah duduk dan bertanya kepada Arturia.


"Hmm jadi begitu," balas singkat Naruto dan tak lama pesanan Naruto datang yaitu semangkuk ramen.


Dan selanjutnya Naruto memakan ramen sambil terus mengobrol berbagai hal dengan Arturia dan entah kenapa Arturia bisa tersenyum senang karena obrolan Naruto begitu menghibur menurutnya.


Berbeda dengan yang lainya yang malah terbengong melihat senyum Arturia yang jarang di perlihatkan kini tersenyum manis di hadapan Naruto, membuat Elizabeth, Elaine, Diane dan Merlin tersenyum menyerigai,


kalau untuk yang laki-laki disitu sudah bersemu merah serta Naruko dan Vivi hanya bingung tidak tau apa-apa di samping Merlin.


.


" Cih! Kata-kata yang bisa meracuni wanita tanpa sadar," batin Kurama yang mendengar obrolan Naruto dan Arturia.


.


.


#Skip Tempat Lain


.


"Bagaimana Menma? Oke ngak?" bisik Ban yang sedang meneropong tempat pemandian khusus wanita.


"Widih, mantap paman, yang rambut merah mantap sekali tu Oppainya," bisik Menma yang juga ikut meneropong ke arah pemandian perempuan dengan hidung yang sudah keluar darah sangat derasnya.


"Kau benar Menma," timpal Ban menyetujui ucapan Menma dan juga sudah mengalir deras darah dari hidungnya.


"Inget paman, kau memiliki istri lo jangan kesenangan lihat kayak gini, nanti ketahuan bibi Elaine bisa mampus kau paman," kata Menma tanpa menoleh karena masih asik dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


"Sesekali tidak apalah Menma, kan aku cuma cuci mata saja," balas Ban tanpa menoleh seperti Menma tadi.


"Ralat! Bukan sesekali, tapi sering," kata Menma tetap fokus melihat pemandangan.


"Ya ya ya, jangan bahas itu lagi, nanti hambar pemandangan ini," balas Ban mengakhiri percakapannya dan langsung fokus dengan penglihatan yang di tangkap oleh teropongnya.


Dan malam itu juga di balik semak-semak yang cukup lebat di isi oleh 2 pria yang lagi asik meneropong ke arah pemandian khusus wanita yang jaraknya 50 meter dari tempat mereka.


.


#SKIP 1 TAHUN KEMUDIAN


.


#Underword siang


.


Banyak yang terjadi selama 1 tahun semenjak kejadian di Mansion Sitri.


Dari Pillar Phoenix yang seakan putus hubungan dengan Pillar Sitri dan yang paling menonjol adalah Lady Phoenix, Opera dan Riser yang sangat membenci semua keluarga Sitri, bahkan Lord Phoenix dan Lord Sitri sudah jarang sekali berinteraksi sejak 1 tahun belakangan ini.


Bukan itu saja, di kediaman Sitri juga banyak sekali perubahan.


Dengan Serafall dan Grayfia serta anak-anaknya sekarang sering mengurung diri di Mansionnya dan setiap malamnya pasti terdengar suara tangis Serafall dan Grayfia karena tersiksa oleh penyesalannya.


Sedangkan untuk Lord Sitri sekarang malah di pandang rendah oleh iblis-iblis bangsawan lainya, sontak membuat Lord Sitri stres bahkan hampir gila karena terus merutuki kebodohannya yang telah di perbuatnya dulu terhadap cucu-cucunya tapi untungnya ada Lady Sitri yang terus menenangkan suaminya agar tidak terpuruk oleh penyesalannya.


.


#Di Hutan


.


"Kau tau Gray-kun, Mira-chan, dulu Okaa-san di selamatkan oleh Tou-sanmu di sini, dia tidak takut sama sekali yang pada saat itu Okaa-san di kepung banyak musuh. Tou-sanmu sangat kuat, dia bisa mengalahkan musuh yang mengepung Okaa-san tanpa sisa hanya hitungan detik," kata Grayfia menceritakan masa lalunya kepada anak-anaknya yang sekarang mereka berada di hutan yang dulu Grayfia pernah di selamatkan oleh Naruto pertama kali.


"Tou-sanmu sangat gagah hiks, Okaa-san sangat mencintai Tou-sanmu saat itu juga hiks hiks hiks, dan bodohnya Okaa-san yang malah membuang Nee-san kalian sehingga membuat Tou-san kalian pergi hiks hiks hiks aku memang tidak pantas di anggap ibu hiks hiks," sambung Grayfia mulai terisak karena tak kuat mengingat apa yang telah di perbuatnya selama ini sambil terus menangis.


.


GREP!


.


Tiba-tiba Gray dan Mirajane langsung memeluk ibunya dan juga ikut terisak sedih seperti Grayfia.


"Hiks, Okaa-sama tetaplah ibu kami dan Nee-sama hiks, hiks," kata Gray terisak.


.


"Hiks hiks hiks hiks hiks,"


.


Dan di hutan itu sekarang hanya di isi suara tangis 3 orang yang saling berpelukkan karena sebuah penyesalan.


.


..

__ADS_1


T.B C


__ADS_2