STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 153


__ADS_3

"Ada 2 wanita lagi yang harus di terima di keluarga ini," ucap Naruto memberitau.


"Siapa?" tanya para wanita makin bingung dan penasaran menjadi satu.


"Gabriel dan Hestia,"


Jder!


Sontak ucapan Naruto bagaikan sambaran perir untuk Yasaka, Katerea, Serafall, Grayfia, Freya, Kalawarner dan Izanami, karena tau siapa sosok yang disebutkan oleh Naruto.


Sedangkan yang lainnya hanya bingung karena tak tau siapa sosok yang disebutkan oleh Naruto.


"I-itu tidak mungkin kan. Naru- kun?" tanya Yasaka tak percaya.


"Kalau untuk Hestia mungkin tak masalah dengan statusnya, tapi untuk Gabriel itu tidak mungkin. dia itu malaikat, kalau sampai berkeluarga bukannya akan membuatnya jatuh?" sambung Yasaka menyangkal kenyataan.


Naruto menyenderkan punggungnya di sofa empuknya.


"Aku tak tau, yang jelas Michael dan Zeus telah memohon kepadaku untuk menikahi Gabriel dan Hestia juga. Kalau untuk Gabriel, katanya Michael akan sedikit merubah sistem surga agar Gabriel tak jauh. Lagian aku Cuma memberitau kalian untuk jaga-jaga apabila mereka benar-benar datang kemari," jelas Naruto memberitau.


"Lagian aku masih membutuhkan persetujuan kalian bukan?" sambungnya bertanya.


Semua wanita kembali tenang.


"Jika Gabriel dan Hestia mau meminta ijin langsung dari kami, maka kami akan pikirkan permintaannya. Tapi kalau tidak ya maaf saja, kami tak butuh wanita yang tak bisa terus saja," ucap Yasaka.


"Ya-ya aku tau, aku terserah kalian saja. Urusan seperti itu kalian yang berhak memutuskannya," balas Naruto lalu menoleh ke arah Yasaka.


"Tapi kalau wanita yang akan kupastikan, boleh kan mereka berada disini?" tanya Naruto kepada Yasaka.


"Ya jika mereka mau tak masalah, iyakan semuanya?" balas Yasaka kemudian meminta pendapat dari wanita-wanita yang lainnya, dan langsung dijawab anggukan kepala mereka semua sebagai bukti menyetujui ucapan Yasaka.


Naruto tersenyum.


"Terima kasih," ucapnya dan dijawab anggukan kepala Yasaka.


Naruto lalu menoleh ke arah Mereoleona dan Robin di hadapannya.


"Jadi, selama ini kalian tinggal di mana?" tanya Naruto.


"Aku menginap di penginapan timur," balas Robin.


"Kalau aku menginap di penginapan utara," timpal Mereoleona.


Naruto mengangguk mengerti, lalu Naruto beranjak dari duduknya sehingga membuat para wanita menoleh ke arahnya.


Naruto menoleh ke arah Yasaka.

__ADS_1


"Tolong kau atur semuanya ya, Yasaka,"


Yasaka mengangguk karena tau maksud dari perintah Naruto.


"Baiklah, nanti akan kusuruh beberapa dari kami untuk menemani mereka berdua mengemas barang mereka yang berada di penginapan dan nanti akan ku atur kamar untuk mereka," jelas Yasaka mengerti.


"La kau mau ke mana, Naru- kun?" tanya Yasaka.


"Aku akan pergi ke hutan Aokigahara terlebih dahulu untuk memastikan wanita yang ada di sana," balas Naruto, sedangkan Yasaka hanya ber-O-ria saja.


Lalu Yasaka menjentikan jarinya dan kekkai tipis yang menyelimuti ruangan tersebut pun menghilang.


Naruto menoleh ke arah Mereoleona dan Robin.


"Jika ada yang membuatmu bingung, jangan malu bertanya kepada mereka. Kita semua adalah keluarga oke," ucap Naruto dan dibalas anggukkan mengerti Mereoleona dan Robin.


Lalu Naruto menoleh ke arah wanita-wanitanya yang masih duduk dengan pakaian renang model bikini yang masih melekat di tubuh mereka.


"Aku berangkat sekarang." Ucapnya dan dijawab anggukkan kepala oleh mereka semua.


Naruto tersenyum lalu menoleh ke arah depan dan melangkah ke ruang sebelah, tapi langkahnya terhenti tepat 3 meter di ambang pintu dengan dirinya menoleh ke arah belakang lagi ke arah wanita-wanitanya.


"Gantilah pakaian kalian, apa kalian tak kedinginan memakai pakaian seperti itu?" kata Naruto.


"Tenang saja, setelah ini kami akan berganti pakaian kok. Lagian yang boleh melihat tubuh kami seperti ini kan hanya dirimu," balas Yasaka.


"Atau kau ingin melihat ini Naru- kun, sebelum keluar rumah," ucap Izanami menggoda sambil menurunkan BH-nya sehinga memperlihatkan 2 gunungnya yang tak tertutupi apa pun.


"Kapan-kapan saja," ucapnya sambil melangkah dan tak lama kemudian menghilang setelah melewati pintu ruangan sebelah.


Izanami tersenyum senang karena berhasil menggoda Naruto dan kemudian membenarkan lagi BH-nya dan menoleh ke depan lagi.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" bingung Izanami saat menoleh sudah disambut banyak tatapan tajam dari para wanita di situ.


"Tidak apa-apa." Balas singkat Yasaka mengakhiri tatapan tajamnya dan kembali tenang diikuti oleh wanita-wanita yang lainnya.


Sedangkan Izanami tambah bingung dengan reaksi para wanita di situ.


Dan kemudian di ruangan tersebut di lanjutkan dengan obrolan para wanita, yaitu pemberitahuan peraturan di rumah tersebut oleh Yasaka kepada Mereoleona dan Robin selaku anggota keluarga baru di rumah tersebut dan membahas siapa yang akan membantu Mereoleona dan Robin untuk berkemas barang-barangnya yang berada di penginapan serta penempatan kamar yang akan di tempati mereka berdua.


.


#Dengan Naruto


.


Sedangkan di ruang sebelah kini Naruto sedang mengobrol dengan anak-anaknya yaitu Menma yang terus-terusan memasang wajah datar terhadap Naruto, serta anak yang baru datang kehadirannya di rumah ini yaitu Leo dan Luffy yang sekarang berada di gendongan Naruto, dan ditambah Raynare dan Akeno yang sempat mengikuti Menma pulang ke rumah.

__ADS_1


"Ayolah nak, jangan memasang wajah seperti itu terhadap Tou-sanmu ini," ucap Naruto yang bosan melihat wajah acuh Menma yang sedang memalingkan wajahnya.


Tiba-tiba muncul lampu bercahaya di atas kepala Naruto.


"Begini saja Menma, sebagai ganti maaf Tou- san. Bagaimana kalau kau kuberi cuti 1 minggu tak berkerja di Kedai," bujuk Naruto.


"2 minggu, baru aku mau memaafkan Tou-san," balas Menma tanpa menoleh.


"Baiklah-baiklah, kau boleh cuti 2 minggu. Terserah dirimu,"


Menma akhirnya menoleh ke arah Naruto. Dan entah kenapa Naruto menjadi kesal saat melihat senyum kemenangan anaknya yang di arahkan terhadapnya.


"Senyumanmu menjijikan Menma," ucap Naruto santai tapi dalam hatinya sedikit kesal melihat senyuman anaknya.


Tapi dihiraukan oleh Menma dengan cengengesannya yang aneh menurut Naruto.


Lalu Naruto menoleh ke arah Leo yang berada di sampingnya.


"Oh ya Leo," ucap Naruto, sontak Leo langsung menoleh ke arah Naruto.


"Nanti akrablah dengan saudara-saudaramu ya," sambung Naruto.


Leo mengangguk pelan lalu menundukkan kepala.


"La-Lalu aku harus memanggilmu apa?" tanya Leo gagap.


Naruto tersenyum lalu tangan kanannya yang tidak digunakan untuk menggendong Luffy pun terangkat dan mendarat tepat di kepala Leo.


"Panggil ayah saja, atau ikuti panggilan saudara-saudaramu saja," ucap Naruto tersenyum sambil mengacak-acak pelan rambut Leo.


Leo mendongkrakkan kepalanya dan mengangguk senang.


"Baik ayah," ucap Leo.


Naruto tersenyum senang lalu mengakhiri acara mengacak-acak rambut Leo lalu memandang Luffy yang sedang tertidur pulas di gendongannya. 


"Ya ampun, anak ini mirip sekali denganku dan rambutnya mirip dengan Robin, benar-benar anakku," batin Naruto tersenyum.


Hingga tak berselang lama, Naruto merasa sudah puas memandang wajah Luffy lalu mengakhiri acara memandangnya dan kembali menatap kedepan ke arah Menma, Raynare dan Akeno, tapi pandangannya mengarah ke arah Akeno dan kembali tersenyum lalu menoleh ke arah Menma yang hendak meminum minumannya.


"Tou- san tak melarangmu untuk memiliki kekasih lebih dari satu kok, Menma," ucap Naruto.


Brusssss!


Blusssss!


.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2