STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 92


__ADS_3

#GRIGORI


.


Berbeda dengan rumahnya Naruto. Di salah satu ruangan markas pusat DaTanshin kini terdapat sosok remaja berambut putih yaitu Vali sedang berbicara entah kepada siapa karena di dalam ruangan tersebut hanya Vali seorang.


Tapi anehnya di punggung Vali terdapat sayap mekanik yang selalu berkedip-kedip cahayanya seakan-akan menyahuti ucapan Vali.


"Sudah kubilang Albion. Aku lagi malas keluar," kata Vali entah kepada siapa.


Tiba-tiba sayap mekanik di punggung Vali berkedip.


"Apa susahnya Vali? Kau hanya perlu mempertemukan aku dengan Draig," sahut sayap mekanik di punggung Vali yang ternyata adalah Albion.


"Ya nanti jangan sekarang. Aku benar-benar malas hari ini," kata Vali dengan tampang bosan.


"Cih! Kau dari kemarin bilangnya malas. Di mana gila bertarungmu Vali? Jangan-jangan kau sudah menyerah dan mengakui kekalahan darinya ya?" kata Albion dengan suara mengejek.


Sontak wajah Vali langsung berubah datar.


"Apa kau bilang, Albion? Menyerah? Maaf saja, sampai kapan pun aku tak akan menyerah untuk mengalahkannya." Balas Vali serius.


"Makanya pertemukan aku dengan Draig. Dia pasti tau siapa orang yang kau maksud itu," kata Albion mencoba meyakinkan Vali. Sontak membuat Vali sedikit berpikir.


"Kau benar juga Albion," kemudian Vali beranjak dari duduknya dan menyiapkan lingkaran sihir teleportnya.


.


SRING!


.


Dan Vali menghilang ditelan lingkaran teleportnya menuju dunia manusia tepat di danau yang sekarang ada Azazel dan Naruto yang sedang mengobrol di pinggir danau.


.


#Kembali ke tempat Naruto


.


"Lihatlah itu Azazel. Sepertinya muridmu ingin menemuimu," kata Naruto ketika melihat kemunculan Vali tak jauh dari posisi duduknya.


"Huh. Bocah itu." Dengusan Azazel sudah tau siapa yang dimaksud Naruto tanpa menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Naruto.


Dan Kini Vali sedang melangkah mendekati mereka berdua dengan langkah santai.


"Aku baru tau kalau kau memiliki teman, Azazel." kata Vali setelah dekat dengan mereka dan masih berdiri di belakang mereka berdua.


"Yo. Albion," bukan jawaban dari Azazel, melainkan sapaan Naruto kepada patnernya Vali sehingga membuat Vali menaikkan sebelah alisnya menatap aneh sosok Naruto yang sok kenal dekat dengan Albion.


Tiba-tiba muncul sayap mekanik di punggung Vali seolah-olah merespon sapaan Naruto.


Sontak membuat Azazel yang tadinya hanya melirik sekarang menoleh ke arah Naruto dan Vali.


Sedangkan Vali malah terkejut yang tak biasanya Albion merespon siapa pun kecuali dirinya.


"Tak kusangka akhirnya kita bertemu disini, jadi aku tak perlu menemui Draig untuk saat ini. Dan kau tak pernah berubah ya, ayah." Kata Albion tenang tapi tidak dengan Azazel dan Vali yang melebarkan mata terkejut setelah mendengar ucapan terakhir Albion.


"Tunggu dulu! Apa maksud perkataan terakhirmu, Albion?" kejut Vali yang ingin tau apa maksud ucapan Albion.


"Naruto kampret! Apa maksudnya tadi ha! Kenapa Albion memanggilmu Ayah? Memangnya kau siapanya Albion?" kejut Azazel langsung bertanya kepada Naruto.


Sedangkan Naruto yang diberi banyak pertanyaan oleh Azazel hanya tersenyum tipis lalu menoleh ke arah danau lagi.

__ADS_1


Dan itu membuat Azazel dan Vali tambah bingung dengan reaksi Naruto yang di tunjukkan saat ini.


"Kau bisa menjawabnya kan, Albion?" kata Naruto yang tenang lalu Azazel dan Vali langsung melirik ke arah sayap mekanik yang ada di punggung Vali yang sekarang sedang berkedip.


"Harus kau tau Vali, dia ayahku. Ayah kandungku." Jelas Albion memberitau.


Tiba-tiba Azazel memegang pundak Naruto dan menggoyang-goyangkan dengan kasar.


"KUNING KAMPRET! NAGA BETINA MANA YANG TELAH KAU TIDURI HA!"


teriak Azazel sambil terus menggoyang-goyangkan tubuh Naruto.


Hingga tak berselang lama acara Azazel yang menggoyang-goyangkan tubuh Naruto terhenti dan kini kepala Naruto penuh dengan bintang yang berputar-putar di kepalanya karena pusing akibat guncangan yang lakukan oleh Azazel sangat kencang kepadanya.


"Kenapa banyak bintang yang berputar di kepalaku ya?" gumam Naruto yang dari tadi kepalanya terus berputar seperti orang mabuk saja.


.


CTAK!


.


Dan akhirnya jitakkan keras Azazel mendarat di kepala Naruto sehingga membuat Naruto kembali sadar dan sekarang malah memegang kepalanya yang benjol sambil merintih kesakitan.


"SIALAN KAU AZAZEL!"


Kesal Naruto menatap tajam Azazel. Tapi Azazel hanya biasa saja seolah-olah dirinya tak pernah melakukan jitakkan ke kepala Naruto.


"Huh. Bukan Cuma wanita iblis dan Yokai saja yang pernah kau tiduri ternyata. Bangsa Naga pun pernah kau tiduri juga." Ucap Azazel sambil memijit pelipisnya entah karena apa.


Sedangkan Vali dari tadi diam memperhatikan pertengkaran absurd Naruto dan Azazel dengan tampang sweatdropnya tak hilang-hilang dari tadi.


"Tunggu dulu! Kalau dia ayahmu. Terus siapa ibumu, Albion?" tanya Vali yang seketika sadar dari swietdropnya langsung bertanya kepada Albion di dalam tubuhnya.


"Kau akan terkejut mendengarnya. Tanya saja kepada ayahku." Suara dari sayap mekanik di punggung Vali.


Sontak membuat Naruto dan Azazel mengakhiri pertengkaran konyolnya dan langsung menoleh ke arah Vali.


"Huh!" helaan nafas pun tercipta dari mulut Naruto.


"Kau bergabung dengan organisasi Khaos Brigade kan?" bukan jawaban melainkan pertanyaan yang keluar dari mulut Naruto membuat Azazel dan Vali melebarkan mata terkejut.


"Yare yare. Ternyata selama ini aku menampung anggota ******* ya." tiba-tiba Light Spear tercipta di tangan Azazel.


Sontak membuat Vali mundur satu langkah mulai waspada apabila hal buruk terjadi.


"Dari mana kau tau?" tanya Vali menatap curiga Naruto sedangkan Azazel masih duduk setia di samping Naruto dengan Light Spear di tangannya.


"Seharusnya kau bersyukur karena menjadi host anakku, cucu Rizevim Livan Lucifer." Kata Naruto yang hanya melirik Vali dari ekor matanya dam lagi-lagi membuat Vali melebarkan mata terkejut dan seketika wajahnya berubah menjadi datar.


"Jangan pernah menyebutkan nama orang itu sialan!" ucap dingin Vali menatap tajam Naruto. Tapi entah kenapa Naruto malah tersenyum tipis mendengar penuturan dari Vali.


"Hoo, sepertinya kau sangat dendam dengan kakekmu ya?" kata Naruto yang sepintas melihat pancaran mata Vali yang penuh kebencian kepada seseorang yang disebutkan olehnya.


"Aku tak menyangkalnya jika sifat kakekmu seperti itu. Dan asal kau tau, aku juga punya urusan dengannya." Sambung Naruto dan kini tatapan Vali berubah menjadi tatapan ingin tau apa maksud dari perkataan Naruto.


"Dan kutanya padamu. Apa di Organisasi Khaos Brigade kau selalu mendapatkan tugas yang berat dari Ophis?" tanya Naruto setelah menghiraukan tatapan penasaran Vali yang sekarang sudah kembali menatap ke arah danau.


"Apa urusanmu menanyakan hal itu?" tanya Vali penasaran.


"Asal kau tau. Jika ibunya Albion tau kalau anaknya disuruh-suruh oleh Ophis. Maka dia akan mengamuk padanya. Yah walaupun secara besar kekuatan ibunya Albion jauh lebih lemah dari Ophis, tapi kalau sudah dalam mode mengamuk ya jangan dikata." Jelas Naruto.


"Maksudmu?" bingung Azazel dan Vali bersamaan.

__ADS_1


" Drakon Kholkikos adalah ibunya Albion." Jelas Naruto menjawab rasa bingung Azazel dan Vali.


Tapi rasa bingung Azazel dan Vali makin bertambah karena baru mendengar nama asing di telinganya.


"Yang jelas kampret! Aku belum pernah dengar Naga kayak gitu!" kesal Azazel setelah menghilangkan Light Spearnya karena dari tadi dibuat bingung oleh Naruto.


Dan Vali hanya mengangguk tanda akan dirinya menyetujui ucapan Azazel.


"Haha suatu saat kau akan mengetahuinya," dan Naruto malah cengengesan menanggapi kekesalan Azazel.


"Oh ya Albion. Kau dan Draig telah kubuatkan tubuh baru yang dapat kau gunakan sesuka hatimu," sambungnya memberitau sesuatu kepada Albion.


Sontak sayap mekanik di punggung Vali berkedip cepat.


"Yang bener! Ciah, aku jadi bisa bertarung dengan Draig sepuasku hahaha!" tawa senang Albion setelah mendengar ucapan dari mulut Naruto,


dan Naruto hanya tersenyum saja saat mendengar ucapan senang Albion tapi tidak dengan Vali yang lagi-lagi dibuat bingung oleh percakapan Naruto dan Albion.


"Apa maksudmu Naruto! Bukannya itu bisa membuat inangnya mati jika Sacred Gearnya di ambil?" tanya Azazel dan Vali tak bisa berkata apa-apa karena sedang fokus ingin mendengar jawaban dari Naruto.


"Tenang saja. Aku bisa menyisakan sebagian kekuatanku pada Vali agar tidak mati," bukan Naruto yang menjawab. Melainkan Albion sendiri yang menjawab.


"Jadi kusarankan padamu Vali, mulai sekarang berlatihlah dengan keras tanpa kekuatanku jika kau ingin kuat," sambung Albion memberi saran kepada Vali.


"Itu berarti. Aku bukan lagi Hakuryoukou terkuat sepanjang sejarah jika kau keluar dari tubuhku. Gitu Albion?" kata Vali berpendapat sendiri.


"Yap! Tepat sekali,"


Dan Vali langsung blank.


Pikirannya kosong setelah mendapat jawaban singkat dari Albion yang begitu yakin saat mengucapkannya.


"Aku bisa melatihmu menjadi kuat. Bocah Lucifer." tiba-tiba Vali tersadar setelah mendengar ucapan dari Naruto.


Dan langsung menatapnya dengan tatapan ingin tau.


"Tapi ada syaratnya. Kau harus keluar dari organisasi Khaos Brigade jika ingin kulatih," sambung Naruto menjawab tatapan ingin tau Vali.


Sontak Vali langsung memegang dagunya seperti sedang berpikir.


"Baik! Akan kupenuhi syaratnya. Jadi mulai kapan kita akan berlatih?" yakin Vali memberi jawaban lalu bertanya.


"Dua hari lagi datanglah ke rumahku. Jika kau tak tau rumahku, kau bisa minta Azazel untuk mengantarkannya." Kata Naruto memberi jawaban membuat Vali mengangguk mengerti tapi Azazel langsung menatap Naruto.


"Ke-"


"Kalau kau menolak, aku tak mau menemanimu dalam acaramu nantinya." Ucapan Azazel yang ingin menolak langsung terpotong oleh ancaman Naruto.


"Cih! Iya iya," kesal Azazel.


Dan kemudian Vali ikut bergabung dengan obrolan Naruto dan Azazel dengan dirinya yang duduk di samping Naruto.


Hingga obrolan mereka tak terasa sudah ber jam-jam dan anehnya, selama itu juga tak ada ikan yang menyambar umpan pancingan milik Azazel.


"Jadi, selama ini ibumu dimana, Albion?" tiba-tiba Naruto bertanya di sela-sela obrolannya bersama Azazel dan Vali.


"Dia sedang tidur panjang di ujung selatan dunia ini," balas Albion.


"Antartika kah, semoga saja sifatnya tak seperti dulu," gumam Naruto pelan tapi masih didengar oleh Albion.


"Sifat ibu tak akan berubah, masih tetap garang dan buas," kata Albion membalas gumaman Naruto.


Sontak Naruto langsung diam mematung setelah mendengar ucapan dari Albion.

__ADS_1


.


T.B.C


__ADS_2