STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 69


__ADS_3

.


#SKIP KYOTO


.


TAP! TAP! TAP! TAP!


.


Suara langkah kaki 2 orang berbeda jenis kelamin berada di sebuah karidor panjang yang tujuannya sebuah ruangan khusus diujung karidor tersebut, yaitu Yasaka dan Tengu.


Sejak kapan Yasaka ada di Kyoto? Karena dirinya memang sudah kembali sejak kemarin sore untuk menjalankan kewajibannya sebagai pemimpin Yokai, dengan Kunou pastinya.


"Jadi, dia belum memberikan alasannya? Tengu-san," kata Yasaka di setiap langkahnya menuju ruangan diujung karidor dan didampingi oleh Tengu.


"Hai Yasaka-sama," balas Tengu mengangguk.


TAP!


Langkah mereka akhirnya terhenti didepan pintu ruangan dengan Tengu langsung membukanya mempersilahkan Yasaka untuk memasuki ruangan tersebut dan Tengu mengikutinya dari belakang.


Dapat dilihat di dalam ruangan tersebut terlihat seorang gadis remaja berambut hitam memiliki telinga dan ekor kucing serta Kimono hitam melekat pada tubuhnya.


Gadis tersebut sedang menunduk sambil duduk dikursi yang sudah disediakan di dalam ruangan tersebut.


"Jadi, bisa kau beri tau namamu anak muda?" kata Yasaka setelah duduk di hadapan gadis tersebut yang hanya dibatasi oleh sebuah meja sedangkan Tengu berdiri di belakang Yasaka.


"Kuroka, Kuroka Toujou," balas gadis tersebut memperkenalkan diri tapi masih menunduk membuat Yasaka menghela nafas.


"Tegakkanlah kepalamu, jangan takut kepadaku," kata Yasaka menghela nafas.


"Maaf Yasaka-sama, aku tidak pantas berhadapan dengan anda, karena aku telah mencoreng nama bangsa Youkai," balas Kuroka masih menunduk ditambah perasaan takut.


"Tegakkanlah kepalamu, aku tau kau melakukan tindakkan seperti itu pasti memiliki alasan bukan, bisa kau ceritakan alasannya padaku," kata Yasaka tenang tapi malah membuat Kuroka melebarkan mata terkejut dan langsung menegakkan kepala.


"Sungguh! Yasaka-sama ingin mendengarkan alasanku?" kata Kuroka memastikan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Um, aku akan mendengar semua alasanmu," kata Yasaka mengangguk sambil tersenyum meyakinkan.


.


1 jam kemudian


.


"Seperti itulah alasanku, Yasaka-sama," kata Kuroka mengakhiri ceritanya sambil menunduk di hadapan Yasaka.


.


" Malang sekali ya, tak ada yang mau mendengarkan alasannya selama ini,"


.


Batin Yasaka merasa kasihan terhadap Kuroka setelah 1 jam mendengarkan penjelasan dari Kuroka yang pada intinya Kuroka membunuh pewaris Pillar Iblis karena untuk melindungi adiknya yang bernama Koneko, teman sekolahan anaknya.


Serta tak mendapat kesempatan untuk memberi alasan hingga Kuroka kabur dari Underword menyandang buronan Class-SSS Stray Devil.


"Aku siap menerima hukuman berat darimu atas tindakanku Yasaka-sama," tiba-tiba Kuroka berucap dibalik kepalanya yang menunduk.


"Huh, jika alasanmu memang benar, tak ada alasan untukku untuk menghukummu, kau bertindak karena ingin melindungi yang berharga untukmu bukan," kata Yasaka menghela nafas tenang.


"Tapi Yasaka-sama, karena tindakanku bangsa Yokai jadi tercoreng," balas Kuroka mencoba menyangkal.


"Soal itu tak perlu kau pikirkan, aku akan membantumu untuk membersihkan namamu dari tuduhan bangsa Iblis, mau bagaimanapun kau adalah bangsa Yokai, dan aku sebagai pemimpin bangsa Yokai juga harus bertindak jika bangsaku sendiri terkena masalah," kata Yasaka tenang.


Sontak dengan cepat Kuroka menegakkan kepala dan menatap Yasaka tak percaya dengan ucapan yang dilontarkan dari mulut Yasaka.


"Su-sungguh," kata Kuroka ingin memastikan lagi ucapan Yasaka dengan mata berkaca-kaca dan hanya di balas anggukkan dan senyuman oleh Yasaka.


"Hiks, Hiks, terima kasih Yasaka-sama," sambung Kuroka menangis senang dan hanya dimaklumi oleh Yasaka.

__ADS_1


.


KRIIIIUUUUUUKKK!


.


tiba-tiba perut Kuroka berbunyi, sontak wajah Kutoka langsung merah karena malu dan menunduk sambil memegangi perutnya.


Sedangkan Yasaka dan Tengu yang mendengar suara perut Kuroka hanya menghela nafas sudah tau tanda apa itu.


.


SREK


.


Dan Yasaka tiba-tiba beranjak dari duduknya langsung menoleh kearah Kuroka.


"Mau ikut makan bersama, Kuroka-chan?" tanya Yasaka tersenyum.


"Maaf Yasaka-sama, aku tidak pantas ikut makan bersama dengan anda," balas Kuroka menunduk, tiba-tiba Yasaka meraih tangan Kuroka, sontak Kuroka terkejut dan bingung dengan tindakkan Yasaka.


"Jangan berkata seperti itu, aku tak akan memandang siapa pun yang ingin makan bersamaku, semuanya sama bagiku," kata Yasaka tersenyum membuat Kuroka menoleh kearahnya.


"Jadi ikutlah, dan aku ada sedikit permintaan nanti kepadamu, Kuroka-chan," sambung Yasaka membuat Kuroka mengangguk mengerti.


Lalu Kuroka beranjak dari duduknya melangkah keluar ruangan tersebut mengikuti Yasaka dan Tengu yang berada didepannya menuju keruang utama milik pemimpin bangsa Yokai,


yang di ruangan tersebut sudah tersedia berbagai macam makanan di atas meja dan beberapa petinggi bangsa Yokai serta Kunou sudah tak sabar ingin menyantap makanan yang berada di dalam mangkuk tepat di hadapannya.


Dan Akhirnya mereka bertiga duduk dikursinya masing-masing dengan Yasaka disebelah Kunou dan Kuroka berada di samping Yasaka karena suruhan Yasaka serta Tengu sudah bergabung dengan petinggi-petinggi bangsa Yokai disisi lain meja.


Dan selanjutnya acara makan bersama pun dimulai tanpa ada yang bersuara.


.


#SKIP DIRUMAH NARUTO


.


.


"Membosankan," gumam Gray diruang keluarga sedang rebahan sambil menonton TV bersama Mirajane, Rin, Mitlet, Sting dan Luna.


Sedangkan Olive sedang mengobrol entah apa bersama Raynare, Margaret dan Ran di halaman depan,


sedangkan ibu-ibu mereka sedang berada diruang tamu sedang membicarakan hal-hal yang disukai oleh ibu-ibu alias menggosip.


"Ne Nii-san, jika nanti Tou-san sudah pulang, kita minta daftarkan sekolah yang sama dengan Nee-san, bagaimana?" kata Mirajane bertanya.


"Hmm, gimana ya, aku takut Nee-san tak suka jika kita bersekolah yang sama," kata Gray berpendapat membuat Mirajane dan Rin terdiam.


"Tapi akan kutanyakan nanti kepada Tou-san, semoga saja kita mendapatkan ijinnya," sambung Gray ketika melihat ekspresi Mirajane dan Rin murung, dan hanya di balas anggukan pelan oleh mereka berdua.


Tiba-tiba Gray beranjak dari rebahannya sambil menghela nafas.


"Nee, bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar, dari pada tidak ada kegiatan hari ini," kata Gray setelah berdiri dari rebahannya.


"Emm, ide bagus Nii-san," balas Mirajane dan didukung anggukkan yang lainnya.


"AKU IKUT NII-SAN!" dengan cepat Sting langsung berdiri membuat yang lainya menoleh kearahnya.


"Hai, Sting-kun, kau boleh ikut kok," kata Mirajane lalu menoleh kearah Mitlet dan Luna.


"Apa kalian juga mau ikut?" sambungnya bertanya kepada mereka berdua dan di balas anggukan oleh Mitlet,


sedangkan Luna entah kenapa bertingkah aneh dengan gelagat takut-takut ingin mengucapkan sesuatu sambil menunduk.


"A-apakah, tidak apa-apa jika aku ikut? Nee-san," ucap Luna takut-takut sambil menunduk dan entah kenapa Rin malah tersenyum mendekati Luna sambil mengelus rambut hitam milik Luna.


"Boleh kok Luna-chan," kata Rin tersenyum.

__ADS_1


"Nee-san senang kok kalau Luna-chan mau ikut," sambung Rin membuat Luna tersenyum senang dan mengangguk.


Lalu mereka berlima melangkah menuju tempat ibu-ibu mereka untuk meminta ijin yang kebetulan ibu-ibu mereka berada diruang tengah.


"Okaa-sama/Kaa-sama," ucap Gray, Mirajane dan Rin bersamaan,


sontak mereka yang di panggil ibu pun menoleh ke sumber suara dengan tatapan bertanya-tanya.


"Begini Okaa-sama, kami boleh ijin?" kata Gray mewakili yang lainnya.


"Ijin apa Gray-kun?" tanya Grayfia tak mengerti.


"Ijin keluar, kami ingin jalan-jalan sebentar didaerah sini," kata Gray memberi tau.


"Ja-"


"Sudahlah Grayfia, mereka pasti bosan dirumah terus," kata Serafall memotong ucapan Grayfia yang ingin melarang.


"Huh, baiklah," ucap Grayfia menghela nafas lalu menoleh kearah anak-anaknya. "Tapi jangan pulang terlalu larut ya," sambung Grayfia memberikan ijin, sontak mereka berlima menjadi senang.


"Terima kasih Okaa-sama, ja ne kami pamit dulu Okaa-sama," ucap Gray langsung mengajak adik-adiknya keluar rumah dan hanya di balas senyuman oleh ibu-ibu mereka.


"Gray-kun, Mira-chan, Rin-chan, jangan lupa jaga adik-adik kalian ya," suara Serafall ketika anak-anaknya sudah sampai di bibir pintu keluar rumah.


"Hai Okaa-sama/Kaa-sama," balas mereka bertiga mengangguk lalu akhirnya mereka berlima melangkah keluar rumah.


.


"Mereka cepat sekali akrab ya," gumam Hancock setelah anak-anak Naruto benar-benar sudah keluar pintu.


"Sudah kubilang kan Hancock-san, kalau mereka akan cepat akrab," sahut Freya disebelah Hancock.


SREK!


Tiba-tiba Serafall berdiri dari duduknya membuat yang lainnya menoleh kearahnya.


"Mau ke mana Sera-san? padahal aku mau melanjutkan cerita yang tadi," tanya Freya yang heran kenapa tiba-tiba Serafall berdiri.


"Hmm, aku juga mau keluar, sepertinya bahan makanan dirumah mau habis, apakah ada yang mau ikut berbelanja?" jawab Serafall lalu bertanya kepada yang lainya.


SREK, SREK,


Tiba-tiba 2 wanita lainya berdiri dari duduknya sambil menghela nafas, yaitu Kalawarner dan Hancock.


"Boleh aku ikut, sepertinya aku juga butuh pengetahuan tentang daerah sini," kata Hancock menawarkan diri membuat Serafall mengangguk.


"Aku ikut juga, aku tau tempat perbelanjaan yang lengkap dikota ini," kata Kalawarner menawarkan diri juga dan di balas anggukan Serafall.


Lalu mereka bertiga melangkah keluar rumah menuju pusat perbelanjaan dikota Kuoh sambil mengobrol di setiap langkahnya.


"Jadi, tinggal kita saja dirumah ni," kata Freya tiba-tiba bersuara setelah Serafall, Hancock dan Kalawarner keluar rumah.


SREK,


Dan Grayfia tiba-tiba berdiri dari duduknya sambil mengela nafas tenang.


"Mungkin sebentar lagi anak-anak akan pulang dari sekolahnya, aku akan memasak saja dengan bahan yang masih tersedia di dapur," kata Grayfia memberitau.


"Ah bisa kubantu, aku punya resep makanan yang enak lo," kata Freya menawarkan diri.


"Boleh, lalu apa kau mau ikut memasak bersama kami? Katerea-san," balas Grayfia lalu bertanya kepada Katerea yang masih duduk sambil menunduk.


"Ano begini Grayfia, aku sebenarnya tidak bisa memasak, apa nanti tak merepotkan kalian?" kata Katerea menunduk membuat Grayfia menghela nafas dan Freya malah tersenyum lalu mendekati Katerea.


"Tidak apa-apa Katerea-san, nanti bisa kuajarkan kok cara memasak," ucap Freya tersenyum meyakinkan membuat Katerea menegakkan kepalanya dan menatap Freya.


"Baiklah, mohon bantuannya," balas Katerea lalu mereka berdiri dari duduknya dan melangkah menuju dapur mengikuti Grayfia yang melangkah didepannya menuju dapur.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2