
.
# RUSIA
.
#Markas Clover (Siang)
.
Krieeeeeet!
.
Pintu ruangan terbuka. Dan orang yang berada di dalam ruangan tersebut langsung menoleh ke arah pintu.
"Akan pergi sekarang kah?" tanya orang di dalam ruangan setelah tau siapa yang masuk ruangannya yang ternyata adalah Mereoleona.
"Ya, aku akan pamit sekarang Kaisar Sihir, Julius," balas Mereoleona kemudian duduk di kursi yang sudah tersedia di ruangan itu.
Srek!
Orang yang dipanggil Kaisar Sihir yang ternyata bernama Julius oleh Mereoleona berdiri dari duduknya lalu melangkah ke arah jendela dan memandang Luar ruangan.
"Kau seakan belum puas dengan kekuatan besarmu itu, bahkan kau adalah penyihir terkuat disini yang pantas untuk menggantikanku," kata Julius tanpa menoleh.
Entah kenapa Mereoleona malah tersenyum.
"Tidak, masih ada yang lebih kuat dariku ataupun dirimu," ucapnya.
"Bangsa Naga kah?" tebak Julius.
"Tidak, dia bukan bangsa Naga atau yang lainnya. Dia hannyalah manusia biasa seperti kita yang memiliki kelebihan," sangkal Mereoleona.
Julius menaikkan sebelah alisnya.
"Manusia biasa?" bingung Julius dan belum menoleh ke arah Mereoleona.
"Ya, dia satu-satunya manusia yang bisa bertahan dari sihir api super panasku, bahkan sihirku seakan tak terpengaruh olehnya," ucap Mereoleona.
Julius berbalik badan dan menoleh ke arah Mereoleona.
"Apakah manusia yang kau sebut Monster Rubah itu yang pernah kau ceritakan 12 tahun lalu?" tanya Julius menebak.
Tiba-tiba Mereoleona mendongkrakkan kepalanya menatap langit-langit ruangan tersebut.
"Ya, sejak saat itu aku menganggapnya Rivalku. Tidak, bahkan semenjak 15 tahun lalu aku sudah menganggapnya Rival," tiba-tiba Mereoleona tersenyum manis dan Julius yang melihat senyuman Mereoleona hanya heran saja, karena biasanya Mereoleona hanya tertawa senang dan tak pernah tersenyum sama sekali. Tapi kali ini Mereoleona bisa tersenyum manis layaknya wanita feminin, tak mencerminkan dirinya yang memiliki sifat Tomboy dan Liar.
"Dan sekaligus ayah dari Leo," senyum Mereoleona.
Ucapan Mereoleona sukses membuat Julius melebarkan mata terkejut karena baru mendengar fakta tentang Leo.
"Jadi, anak yang dititipkan kepadamu adalah anaknya?" tanya Julius.
Mereoleona mengakhiri acara memandang langit-langit ruangan tersebut.
"Bukan dititipkan, melainkan anak kandungku dan dirinya," balas Mereoleona.
"Serius?" kejut Julius dan dijawab anggukan kepala oleh Mereoleona.
"Huh," Julius menghela nafas.
"Jadi begitu, 12 tahun lalu kau mengatakan bahwa Leo adalah anak titipan dari seseorang hannyalah sebuah alasan agar kau tak terusir dari keluarga besarmu," tebak Julius.
"Ya seperti itulah," balas Mereoleona membenarkan.
"Dan alasan sebenarnya diriku yang sering-sering berpetualang bukan hanya untuk melatih kekuatanku dan Leo, melainkan mencari dia juga," sambungnya.
__ADS_1
Julius kembali duduk di kursinya dan berhadapan dengan Mereoleona.
"Jadi, tujuan petualanganmu selanjutnya ke mana?" tanya Julius.
"Jepang," singkat Mereoleona memberitau.
Julius mengangguk mengerti.
"Baiklah. dan kau tenang saja, rahasia tentang Leo tak akan tersebar ke siapa pun," ucap Julius dan Mereoleona hanya mengangguk saja.
"Terima kasih atas pengertiannya,"
Srek!
Mereoleona berdiri dari duduknya.
"Aku pamit sekarang karena aku akan berangkat siang ini juga," ucapnya dan dijawab anggukan kepala Julius.
Lalu Mereoleona berbalik badan dan melangkah keluar ruangan tersebut. Dan kini di ruangan tersebut hanya tinggal Julius saja.
Tiba-tiba Julius menoleh ke arah jendela.
"Dunia yang penuh misteri," gumamnya sambil melihat luar ruangan tersebut.
.
#SKIP JEPANG
.
#Bandara Kyoto (Siang)
.
Tap! Tap! Tap! Tap!
.
Dengan baju kulit lengan pendek berwarna biru yang hanya sebatas perut atas,
sehingga memperlihatkan perut langsing putih mulusnya serta resleting yang sedikit terbuka memperlihatkan belahan dadanya dan rok panjang seperti kain pantai berwarna pink dengan corak bunga ditambah kacamata berwarna coklat yang bertengger di hidungnya serta sepatu pink dengan hak tinggi,
dan jangan lupa Koper berukuran sedang yang ditarik menggunakan tangan kirinya Sehingga terlihat seperti turis yang hendak berlibur.
"Blablablabla,"
Serta bayi berusia 8 bulan di gendongan tangan kanannya yang sedang mencoba meraih kacamata yang dikenakan wanita tersebut.
Set!
Langkah wanita tersebut terhenti dan melepaskan genggaman tangan kirinya yang menarik kopernya langsung terangkat mengambil kacamata yang ia kenakan.
"Ngak bisa diem ya?"
Ucap wanita tersebut sambil melepaskan kacamatanya langsung diberikan kepada bayi di gendongannya tersebut.
"Blablablabla,"
"Iya sayang, kamu sangat cocok memakai itu,"
Ucap wanita itu seakan tau perkataan bayi tersebut saat mengenakan kacamata yang diberikan oleh wanita tersebut.
"Bwauwauwau,"
"Uh, semakin bisa bicara ya,"
Wanita itu mencubit pelan hidung bayi tersebut dengan wajah senang bahagia yang tercetak jelas di wajahnya itu.
__ADS_1
"Huaaahuaahuaa,"
"Cup, cup, maaf sayang, mama hanya gemas kok sama kamu, jangan menangis ya,"
Seakan tau perkataan dari wanita tersebut, bayi yang tadinya sempat menangis pelan saat hidungnya dicubit pelan oleh wanita tersebut langsung terdiam.
"Yos, yos, anak mama yang pintar,"
Senyum wanita tersebut saat bayi tersebut kembali terdiam, seketika langsung menghadap ke depan dan tangan kirinya meraih kopernya lalu kembali melangkah keluar bandara tersebut menghiraukan banyak pasang mata yang terpesona dan kagum oleh sosok wanita tersebut.
.
"Wah, pasti laki-laki yang menjadi suaminya sangat beruntung memiliki istri yang penyayang seperti itu,"
"Rasanya ikut bahagia melihat hal tadi,"
.
Berbagai gumaman kagum orang-orang saat melihat wanita tadi saat berinteraksi dengan bayi di gendongannya yang ternyata adalah anaknya.
Menghiraukan orang-orang yang kagum di dalam bandara, nampaknya wanita tersebut sudah sampai di luar bandara sedang tolah-toleh mencari taxi di sekitar bandara.
Tiba-tiba tangan kiri wanita tersebut melambai-lambai setelah melihat taxi dari kejauhan dan tak berselang lama taxi yang di maksud menghampirinya.
Taxi tersebut langsung berhenti di hadapan wanita tersebut dan sang sopir langsung keluar menghampiri wanita tersebut.
"Tolong antarkan aku kesuatu tempat, nanti akan kuberitau tujuannya di jalan," ucap wanita tersebut.
"Baik Nona," balas sopir Taxi tersebut langsung mengambil koper milik wanita tersebut dan menaruhnya di bagasi belakang.
Sedangkan sang wanita langsung masuk ke dalam taxi tersebut.
Taxi pun melaju keluar bandara setelah sang sopir memasuki Taxinya, dan sekarang sang wanita sedang membuka sebuah kertas yang nampaknya adalah sebuah denah peta suatu lokasi.
Wanita itu menoleh ke arah anaknya yang masih memakai kacamata yang terlihat kebesaran.
"Menurut kamu, tempat yang bagus dimana sayang?" tanya wanita tersebut kepada anaknya.
Bayi tersebut mencoba meraih peta yang ada di genggaman sang wanita, dan seketika si wanita mendekatkan peta tersebut di hadapan anaknya supaya bisa meraihnya.
"Blablabla,"
Bayi tersebut menunjuk-nunjuk suatu denah tertentu yang tertulis di peta tersebut.
Wanita tersebut pun tersenyum dan mengangguk lalu menoleh ke arah sang sopir Taxi.
"Pak sopir, bisa antarkan kami ke kota Kuoh," minta wanita tersebut.
Sopir Taxi melirik dari kaca spion yang mengantung di hadapannya.
"Maaf Nona, kota Kuoh di luar jangkauan saya, mungkin saya bisa mengantarkan Nona ke Stasiun tujuan kota Kuoh," ucap sang Sopir.
"Baiklah, tolong antarkan kami ke Stasiun tujuan kota Kuoh saja," ucap sang wanita.
"Baik Nona," singkat sang Sopir Taxi.
Akhirnya Taxi yang di naiki oleh wanita tersebut mengarah ke Stasiun sebagai tujuannya.
Dan di setiap perjalanan wanita itu terus bersenda-gurau dengan anaknya.
Begitu bahagia yang di pancarkan oleh wanita tersebut saat berinteraksi dengan anaknya seakan kebahagiaan hanya milik mereka berdua.
Dan lagi-lagi membuat orang di sekitarnya ikut bahagia saat melihatnya, itu terbukti dengan sang Sopir Taxi yang tak henti-hentinya ikut tersenyum bahagia saat melirik ke belakangnya.
.
.
__ADS_1
T.B.C