STRONGER FATHER

STRONGER FATHER
Chapter 200


__ADS_3

.


Dimensi Underword


.


#Dengan Ophis


.


Terus diam memperhatikan sambil duduk tenang di atas bukit yang tak jauh dari peperangan. tak ada niatan bagi Ophis ikut meramaikan perang tersebut.


*Sring!*


tiba-tiba di sebelah Ophis duduk tercipta sebuah portal dimensi yang mengeluarkan pria dewasa dengan rambut merah salmon serta perempuan berambut biru panjang, yaitu Igneel dan Grandine dengan wujud manusia.


"Wow. Sudah dimulai kah?" Kata Igneel yang seketika berdiri di samping Ophis. Igneel menoleh ke arah Ophis.


"Kau tidak ikut meramaikan, Ophis?" tanyanya.


"Buat apa? Hanya perkelahian konyol mereka kenapa aku harus ikut," balas Ophis cuek tanpa menoleh sedikit pun.


"Siapa tau. Untuk membuktikan Eksistensi Naga terkuat siapa, antara Trihexa, Great Red dan kau." Ucap Igneel.


"Karena sejauh ini hanya Trihexa lah yang menurutku paling terkuat." Sambungnya.


"Jangan lupa Kholkikos. Igneel-kun. Dia memang seurutan dengan kita berdua. Tapi jika dia mengamuk, Trihexa saja mundur." Kata Grandine di samping Igneel.


Seketika Igneel terdiam mematung, ia sepertinya baru sadar akan suatu hal.


"Benar juga. Kenapa aku lupa ya?" ucapnya.


Grandine menunjuk wajah Igneel.


"Itu karena kau tak ingin mengingat waktu kau dihajar habis-habisan oleh Kholki kan?"


"Oh sayang, jangan ingatkan itu lagi," ucap Igneel merinding ngeri saat teringat dirinya pernah menjadi bahan amukan Kholkikos dulu yang entah sebabnya apa.


*Sring!*


Tiba-tiba dari belakang mereka nampak ada tujuh portal dimensi. Mereka hanya melirik saja, karena mereka tau siapa mereka.


Dengan pria tua berambut putih panjang serta janggut putihnya juga panjang, dan memakai pakaian khas China berwarna hijau.


Dialah perwujudan dari Naga Yu Long. (Legenda Naga China/Tionghoa).


Di samping kanan Yu Long, nampak seseorang laki-laki berperawakan remaja dengan rambut berwarna hijau tua.


Dialah perwujudan dari Naga Wyrvern. (Legenda Naga Inggris).


Di samping kiri Yu Long, nampak seorang perempuan dewasa berambut hijau panjang.


Dialah perwujudan Naga Cuelebre. (Legenda Naga Asturias).


Di belakang Wyvern, nampak pria dewasa dengan ciri khas rambut yang memiliki empat warna. Merah, kuning, biru dan hijau.


Dialah perwujudan dari Naga Chuvash. (Legenda Naga Chuvashia).


Di belakang Yu Long, nampak bocah kecil seperti Ophis, tapi dia laki-laki. Rambutnya hijau muda dan halus.


Dialah perwujudan Naga Zmaj. (Legenda Naga Slovenia).


Di belakang Cuelebre, nampak seseorang remaja laki-laki seperti berandalam. Wajahnya penuh sayatan dan rambutnya hitam acak-acakan.


Dialah perwujudan Naga Niohoggr. (Legenda Naga Scandinavia).


Dan yang paling belakang sendiri. Tepatnya di belakang Zmaj. Nampak pria dewasa yang terlihat sangar dan gagah, rambutnya hitam jabrik.


Dialah perwujudan Naga Yilbegan. (Legenda Naga Siberia).


Igneel melirik ke belakang, tepatnya ke arah Niohoggr.


"Tumben sekali bocah bodoh mau keluar sarangnya?" ejek Igneel kepada Niohoggr.

__ADS_1


"Berisik!" kesal Niohoggr.


Cuelebre mendekati Grandine, ia menepuk bahu Grandine. Sehingga Grandine menoleh ke arahnya.


"Tumben sekali kau tak bersama Tiamat?" tanya Cuelebre.


"Seperti biasa. Hidupnya hanya untuk tidur saja, karena dia pemalas," balas Grandine santai, sehingga Cuelebre hanya menghela nafas saja mendengar jawaban santai Grandine.


"Ngomong-ngomong. Bahamut dimana? Katanya dia juga mau menyaksikan pesta ini. Tapi dari tadi aku tak melihatnya," ucap Yu Long sambil tolah-toleh mencari sesuatu sambil terus mengelus janggutnya yang panjang itu.


"Jangan tanya aku. Dia itu juga malasnya seperti Tiamat," balas Igneel tanpa menoleh ke arah Yu Long di sampingnya.


Tak ingin bertanya lagi, Yu Long lebih memilih menyaksikan pertarungan tiga Eksistensi Naga terkuat sekarang.


Begitu juga yang lainnya yang sama-sama melakukan seperti Yu Long, sama-sama ikut menyaksikan pertarungan Naga.


Yilbegan bersedekap dada, ia berdiri di samping kiri Ophis, sedangkan di samping kirinya Yilbegan itu Niohoggr dan di depannya Zmaj. Serta di samping kanan Ophis telah berdiri Wyvern dan Chuvash.


Mereka terus menyaksikan pertarungan tiga Naga terkuat yang jauh dari pandangan matanya.


Tapi fokus Yilbegan dan Niohoggr malah tertuju pada pertarungan Draig dan Albion di sana.


"Menurutmu Yil. Antara Draig dan Albion, siapa yang akan menang?" tanya Niohoggr kepada Yilbegan.


"Hmm..." Yilbegan memegang dagunya, ia sangat fokus mengamati pertarungan Draig dan Albion.


"Yang kulihat sekarang. Kekuatan Draig jauh lebih menguntungkan. Jadi aku beransumsi jika Draig yang akan menang," ucap Yilbegan.


"Kau salah,"


Ucap Ophis membuat mereka yang di dekatnya menoleh ke arahnya dengan wajah bingung yang ditampilkan.


"Maksudmu, Ophis?" tanya Zmaj mewakili yang lainnya.


"Kalian akan tau nanti," ucap singkat Ophis.


Mereka pun akhirnya hanya menghela nafas pasrah, mereka memilih menyaksikan kembali pertarungan Naga. Ke arah Draig dan Albion yang sedang bertarung, dan di situ nampak Putra Lucifer sedang menantang Draig dan Albion.


"Jika Draig dan Albion tak mengabaikan bocah itu. 99% kematian menghampirinya," kata Wyvern yang juga mengamati pertarungan Draig dan Albion.


"Kau benar," kata Chuvash.


Sedangkan di sisi lain tak jauh dari mereka. Igneel, Grandine, Yu Long dan Cuelebre juga tak lepas dari penglihatannya, dan fokusnya ke pertarungan Trihexa666, Great Red dan Kholkikos yang nampak begitu sengit.


Igneel memegang dagunya.


"Aku bingung, jika para Eksistensi terkuat sealam semesta bertarung. Siapa yang mampu menghentikannya? Walau bagaimanapun mereka mampu menantang Tuhan," ucap Igneel sambil berpikir.


"Ada," singkat Yu Long.


Seketika Igneel, Grandine dan Cuelebre menoleh ke arah Yu Long yang masih setia mengelus janggut panjangnya.


"Siapa?" tanya Igneel yang penasaran


"Seorang manusia," singkat Yu Long lagi.


Seketika mereka melebarkan mata tak percaya mendengar ucapan enteng Yu Long itu.


"Jangan bercanda, Itu tak lucu. Mahkluk paling lemah dapat menghentikan amukan dari mahkluk terkuat? Yang ada sebelum melangkah sudah mati berdiri dulu jika itu terjadi," ucap Igneel benar-benar tak percaya. Sedangkan Grandine dan Cuelebre hanya mengangguk menyetujui ucapan Igneel.


"Huh..." Yu Long menghela nafas.


"Kalau kalian tak percaya, tanya saja sama Ophis," ucapnya.


Seketika Igneel, Grandine dan Cuelebre langsung menoleh ke arah Ophis.


"Oph..." ucapan Igneel yang ingin bertanya tak diteruskan.


Ia merasakan sesuatu energi aneh di atas langit Underword. Dan ternyata bukan Cuma Igneel saja yang merasakannya, semuanya juga, termasuk bangsa Iblis, Malaikat Jatuh dan Malaikat.


Mereka semua langsung menoleh ke atas langit. Kecuali Trihexa666, Great Red dan Kholkikos yang nampak masih serius bertarung. Serta Draig dan Albion yang nampak begitu bersenang-senang di pertarungan mereka.


.

__ADS_1


Nampak di atas langit ada sang Tuhan dan di sampingnya ada Naruto yang wajahnya telah ditutupi sebuah topeng rubah. Mereka melayang seperti gaya gravitasi tak mempengaruhinya.


Wajah Naruto datar di balik topengnya. Ia benci, sangat benci melihat suatu peperangan yang banyak memakan korban. Dan ia marah, sangat marah terhadap para Naga yang sedang bertarung di tengah peperangan itu.


Karena sebab korban melayang kebanyakan dari mereka. Apalagi Naga yang sedang bertarung itu adalah mahkluk yang pernah Menjadi Keluarga Kecil bersamanya.


Naruto menoleh ke arah sang Tuhan.


"Ya Kami, Tolong segel kedua anak saya. Agar mereka mengerti jika tindakan mereka sekarang itu tindakan bodoh yang tak ada manfaatnya. Biarkan mereka merasakan rasa sakit atas korban melayang akibatnya," minta Naruto dengan membungkuk hormat.


"Dan soal kedua istri saya, biarkan saya yang menghentikannya,"


Nampak sang Tuhan tersenyum walau tertutup cahaya suci yang menyelimutinya.


 "Sungguh keputusan yang bijak. Baiklah wahai manusia yang bijak, akan kukabulkan pemintaanmu," balas sang kami.


Dan Naruto langsung mengangguk atas jawaban dari sang kami.


.


*WUSH...!*


.


Seketika Naruto langsung terjun ke bawah dengan cepat. Seperti batu berat yang di lempar ke bawah.


.


*DUARRRRRRRRRRRR!*


.


Dan ledakan besar menandakan bahwa Naruto telah mendarat di permukaan tanah Underword. Debu beterbangan di area Naruto mendarat, semuanya penglihatan tertutup oleh itu.


.


*Wush...!*


.


Dengan perlahan debu menghilang tertiup angin. Hingga debu benar-benar menghilang. Kini nampak Naruto yang berdiri kokoh penuh keyakinan, menatap dingin dari balik topengnya ke arah Trihexa666, Great Red dan Kholkikos yang masih bertarung tak jauh dari pandangannya.


*Tap! Tap! Tap! Tap! Tap!*


Naruto melangkah santai ke arah tiga Naga yang bertarung. Dengan Yakin tanpa rasa takut sedikit pun.


Tidak memperdulikan jika sekarang dirinya menjadi bahan perhatian bangsa lain. Naruto tetap melangkah ke tujuan utamanya.


*Tap!*


Langkah Naruto terhenti tepat tak jauh dari pertarungan tiga Naga. Ia bersedekap dada.


"HENTIKAN PERTARUNGAN KALIAN!"


Teriaknya sangat keras, tapi nampaknya teriakannya tak terdengar oleh mereka bertiga. Mereka tetap saja bertarung sengit.


"Oke, tak mau berhenti. Maka kekerasan akan kugunakan," gumam Naruto, tapi ia masih tetap bersedekap dada.


Dan ternyata, dari atas langit Underword telah ada tiga Bunshin Naruto yang telah melayang dengan bola biru raksasanya. Para Bunshin itu terjun tepat mengarah ketiga Naga yang masih bertarung.


.


[SENPO! : ODAMARASENGAN!]


.


*BOOOOOOOOOOOOM!*


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2